Lalu Lintas, Tlogo Agung Macet

Add Comment
Lalu Lintas, Tlogo Agung Macet
Malang, Kemacetan Lalu lintas  Kendaran roda dua dan roda empat di Jalan Tlogo Agung, kelurahan Tlogo Mas, kecamatan Lowok Waru Kota Malang.

Lpm-papyrus.com - Kemacetan kendaraan terjadi di sepanjang jalan Tlogo Agung, kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowok Waru kota Malang.  Kemacetan ini terjadi di sepanjang jalan Tlogo Agung sekitar 2 KM dari arah timur, tepatnya dari arah masjid Al-Ikhlas Mertojoyo. (02 Oktober 2016).
Kemaceatan Lalu lintas di jalan Tlogo Aagung ini di sebabkan  adanya karnaval Bersih desa yang dilaksanakan oleh warga sekitar kelurahan Tlogomas, kecamatan Lowok Waru, Malang. Sehingga berpengaruh terhadap pengalihan jalur lalu lintas. Karnaval bersih desa ini dilaksakan sebagai simbolis perayaan tahun baru islam 1438 Hijriah.
Kemacetan lalu lintas yang di dominasi oleh kendaraan roda dua dan empat, terasa semakin padat dan riuh dengan suara klakson (horn) motor serta mobil yang saling bersahutan karena kendaraan yang antri untuk melintasi jalan persimpangan yang di buka tutup oleh petugas penjaga karena bersamaan dengan jalanya acara karnaval.
Derasnya hujan membuat aktivitas karnaval terhambat sehingga kemacetan lalu lintas  semakin panjang tidak sedikit para pengendara yang berbalik arah untuk menghindari kemacetan lalu lintas tersebut.
(Krm)

Ramah Tamah dan Diskusi bupati kayong Utara bersama putra,putri daerah

Add Comment
 Ramah Tamah dan Diskusi bupati kayong Utara bersama putra,putri daerah
Foto: Bupati Kayong Utara di Aula kedokteran Unisma

Lpm-papyrus.com - Ramah tamah dan diskusi bupati Kayong Utara bersama dengan putra putri daerah yang bertempat di aula fakultas kedokteran Universitas Islam Malang berjalan lancar. (16 November 2016)
Kedatangan bupati kayong utara, di malang merupakan tindak lanjut dalam kegiatan kunjungan kerja, dimana pada hari sebelumnya beliau beserta istri dan rombongan berkunjung ke poltekes semarang.
Dalam kunjunganya kali ini di kota malang Hildi Hamid selaku bupati Kayong Utara langsung bercengkaraman dengan putra Putri daerah yang menempuh pendidikan perguruan tinggi di kota Malang, baik mahasiswa yang melalui jalur beasiswa maupun non beasiswa.
Pada diskusi yang di gelar di gedung Unisama ada beberapa hal yang di bahas pada saat itu. baik oleh mahasiswa maupun Hildi Hamid selaku bupati Kayong Uatara, di antaranya bupati Kayong Utara membahas serta menginformasikan jumlah mahasiswa beasiswa di seleuruh indonesia yang berasal dari Kayong Uatara, “ Untuk sampai saat ini jumlah beasiswa sudah mencapai kurang lebih 1.100 mahasiswa yang di biayakan pemda Kayong Utara”jelasnya.
Tidak hanya itu beliau juga menyampaiakn keadaan minat belajar yang masih kurang meskipun telah di adakan pendidikan dan kesehatan gratis, hal ini di buktikan dengan survei yang di lakukan pemerintah pada tahun 2015. Bahwa untuk anak lulusan (SMP) Sekolah menengah pertama masih ada 50% di antaranya yang putus sekolah( tidak melanjutkan SMA)
Dengan diskusi yang berlanjut hingga pukul 22:00 Wib di ruangan, Himakatara sebagai organisasi perhimpunan mahasiswa daerah, turut serta menyampaiakan prestasi yang telah di capai beberapa mahasiswa sebagai wujud keseriusan dalam belajar. 
(Iman)

Dari Kayong Utara untuk Indonesia

Add Comment

PowerNews - Kabupaten Kayong Utara merupakan daerah yang terletak di Kalimantan Barat,Indonesia. Kayong uta yang baru berdiri secara administratif pada tahun 2007, berdasarkan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2007 pada tanggal 2 Januari 2007.
Dengan luas wilayah mencapai 4.568,26 km2  dan jumlah penduduk mencapai 95.594 jiwa (2010) , pemerintah daerah diharuskan memiliki ide yang luar biasa agar potensi sumber daya dapat dimanfaatkan dengan baik.
Pemerintah memogramkan pendidikan gratis 12 tahun dan kesehatan gratis yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Kayong Utara.
Menyadari akan pentingnya pengembangan sumber daya manusia untuk mengelola kakayaan sumber daya alam Kayong Utara, pemerintah daerah masih meneruskan program pendidikan gratis kejenjang perguruan tingga, hingga 1.000 lebih mahasiswa asala Kayong Utara yang dapat mengenyam pendidikan diperguruan tinggi dengan biaya penuh ditanggung oleh pemerintah daerah.
Dengan pengeluaran APBD hingga 20 miliar setiap tahunnya untuk program pendidikan bukanlah hal yang kecil, sedangkan dana yang disediakan pemerintah hanya lebih dari 15 miliar,ungkap Ikhwani,Bagian Kesos Pemda Kayong Utara.
Keseriusan pemerintah daerah terlihat dengan penyebaran mahasiswa kesetiap kampus diseluruh Indonesia seperti,Semarang,Yogyakarta,Jakarta,Bogor, Magelang,Pontianak,Malang dan yang lainnya.
Pemerintah daerah mengharapkan dengan penyebaran mahasiswa keberbagai kampus se-Indonesia dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kabupaten Kayong Utara dan mendapat pelajaran dari berbagai kota besar di Indonesia agar bisa diterapkan di Kayong Utara,ungkap H.Hildi Hamid,Bupati Kayong Utara.

Pembangunan rumah sakit yang ditargetkan pada bulan September 2017 harus sudah beroperasi dengan minimal empat dokter spesialis juga menjadi target pemerintah daerah.
Mahasiswa yang selesai masa studinya dituntut memiliki skill yang lebih dibandingkan yang lainnya,Ujar Ikwani.
Pelayanan kesehatan gratis yang dicanangkan pemerintah daerah menjadi sangat penting,karena kesadaran masyarakat akan hidup sehat yang masih kurang.

Momen puncak yang baru saja terselenggara ialah “Sail Selat Karimata”, Sail Selat Karimata adalah program pengenalan wisata bahari dan budaya yang ada di Kabupaten Kayong Utara. Pada acara pembukaan yang langsung dihadiri oleh Presiden RI beserta rombongan.
Dengan adanya event tersebut pemerintah daerah menargetkan kedatangan turis lokal maupun internasional bisa terus meningkat di Kabupaten Kayong Utara.
Efek yang kita dapatkan selain dari objek wisata, kita juga mendapatkan infrastruktu yang baik, bantuan langsung dari pusat,ujar Bupati Kayong Utara.
Semua program akan terus berjalan dengan baik, dengan adanya kerjasama antara instansi-instansi terkait dan juga masyarakat.
(ha’ar)

Hildi Hamid,Bupati Kayong Utara Kunjungan Kerja Ke Kota malang

Add Comment
Hildi Hamid,Bupati Kabupaten Kayong Utara memberikan sambutan dihadapan mahasiswa UNITRI,UM dan UNISMA

PowerNews - Kunjungan Bupati Kayong Utara H. Hildi Hamid dengan Mahasiswa Kayong Utara di Kota Malang, Rabu (16/11). 
Acara tersebut merupakan program kunjungan kerja Bupati Kayong Utara. Kunjungan di Kota Malang ini adalah kunjungan terakhir dari program tersebut, yang sebelumnya telah mengunjungi mahasiswa dari Kayong Utara di Poltekkes Kota Semarang,ujar Bupati Kayong Utara
Acara yang dilaksanakan di Universitas Islam Malang pada malam itu sangat meriah dimana dalam rundown acaranya diisi dengan sambutan-sambutan dari 3 Universitas di Kota Malang yaitu UNIITRI, UM, dan UNISMA. 
Sambutan Presiden Himakatra Malang,Wawan Hidayatullah, juga memberikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya pada Bupati Kayong Utara dimana telah memberikan beasiswa untuk melanjutkan kuliah kepada putra-putri daerah. 
Sumber daya manusia dan pembangunan daerah yang masih kurang, sehingga program ini dibuat guna untuk memajukan Kayong Utara. 
Mahasiswa juga dituntut berkompeten dibidang akademik maupun non akademik, agar dapat memberikan citra positif terhadap Kabupaten Kayong Utara itu sendiri,Ungkap Hildi Hamid
(fa'al)

Mahasiswa WHN Galang Dana Melalui Momen Wisuda UNITRI

Add Comment


Terlihat Suhartono Prodi Ilmu Komunikasi sedang membeli bunga

PowerNews – Mahasiswa WHN galang dana dengan berjualan bunga pada momen wisuda UNITRI. Meskipun hanya beberapa orang yang melakukan kepedulian tersebut, terlihat begitu semangat dari raut wajah mereka.
Mereka berharap, bisa membantu meringankan beban rekan kuliahnya yang kecelakaan dan didiagnosa tekena pendarahan otak,yang menghabiskan dana 60 juta,Malang ,Sabtu (05/11/16).
Menurut Della,mereka lebih memilih menjual bunga dibandingkan dengan menjual barang yang lainnya karena, wisuda identik dengan kebahagiaan yang berkaitan dengan bunga.
“Kami memilih bunga karena, bunga itu identik banget dengan wisuda, jadi sekalian memanfaatkan momen ini,”ujar Della.
Mereka membeli bunga dan merangkainya sendiri,kemudian dijual kembali agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Tidak ada paksaan atau perintah dari siapapun, semua itu muncul dari inisiatif Della dan rekan-rekannya karena tidak tega dengan keadaan temannya yang terbaring dirumah sakit.
“Kami bergerak sendiri tanpa ada yang memaksa atau memerintahkan untuk berjualan bunga di UNITRI,karena memang kami tidak tega melihat teman kami yang terbaring di rumah sakit,akhirnya kami inisiatif untuk membeli bunga dan merangkainya untuk kami jual kembali ke UNITRI melalui momen wisuda ini,”ungkap Della.
(ha’ar)