Parkir Liar Di Unitri

Add Comment
Parkir Liar di Unitri



Lpm-papyrus.com - Parkir liar terjadi lagi tepatnya didepan Gedung Rektorat Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang (Kamis,22/12/2016)

Pada awalnya parkir liar ini terjadi dijalan kembar Unitri kemudian ditertibkan oleh petugas Unitri dan juga dipasang banner dilarang parkir agar tidak terjadi lagi tapi pada kenyataannya malah terjadi lagi.

menurut Bili Wakil Ketua Bem Unitri“sebagai sarana atau wadah dari mahasiswa Unitri tentang parkir liar ini sudah kami tindak lanjuti bahkan kami juga memberi peringatan langsung kepada pelaku ajar sadar tapi hanya didengarkan saja , pada kenyataan masih tetap saja melakukan hal tersebut intinya kurangnya kesadaran dari mahasiswanya itu sendiri”.

Dalam masalah penertiban pihak kampus juga sudah bertindak tegas terhadap parkir liar yang terjadi tersebut menurut pak suwarno sebagai satpam Unitri “tindakan apa yang kita lakukan yang pertama peringatan, yang kedua jika masih melakukan ada tindakan yang agak ekstrem yaitu dengan dikempeskan bannya”.

Namun, “parkir liar tersebut terus terjadi dampaknya selain merusak indahnya pemandangan Unitri dan juga banyak keluhan dari masyarakat sekitar tentang parkir liar tersebut karena mempersempit area” sambung pak suwarno.


Menurut salah satu mahasiswa yang menuturkan kepada kamiSaya pernah melakukan hal tersebut karena mau gimana lagi ya, uang parkirnya lagi gak ada ya terpaksa parkir didepan, kemudian untuk gratiskan kita perlu KTM sama STNK tapi saya Cuma ada KTM sedangkan STNK sudah hilang”. (dd_12)

Antusias Mahasiswa Komunikasi Konsentrasi Jurnalistik Studi Media RRI

Add Comment
Lpm-papyrus.com - Dalam mengakhiri perkuliahan semester lima mahasiswa konsentrasi jurnalistik mata kuliah ”Jurnalistik Media Cetak dan Elektronik”, Eko Widianto sebagai dosen pengampuh mata kuliah tersebut berinisiatif mengadakan kunjungan studi media  yang ada di Malang, salah satunya media penyiaran RRI, jumat ( 03/01/2017 ).

Dalam kunjungan itu terlihat antusiasnya mahasiswa  mendengarkan penjelasanan dari beberapa wartawan RRI bagaimana prosedur dan proses dalam penyiaran berita radio. Menurut Dahlia Sejauh ini RRI sendiri memilki keunggulan tersendiri dalam persaingan dengan media lainnya dengan cara mendownload aplikasi TuneIn sehingga pendengar bisa mendengarkan siaran RRI ( Radio Republik Indonesia ) di seluruh indonesia, RRI sendiri menurutnya tidak akan pernah bisa mati karna orang bisa mendengarkan radio sambil beraktifitas seperti biasanya dibandingkan dnegan media lain, tandasnya.

Tak luput beberapa pertanyaan dari mahasiswa tentang peran media serta sejauh mana idealisme yang masih di pegang oleh seorang wartawan RRI dalam melakukan kerja dilapangan, Mas Awam salah satu wartawan RRI menjelaskan bahwa dalam kode etik jurnalistik, seseorang yang berprofesi sebagai wartawan tentunya merupakan sabagai pengontrol terhadap kebijakan dan peraturan pemerintah yang tidak sesuai serta yang tidak berpihak kepada masyarakat, mensuarakan kepentingan masyarakat. Serta doharamkan dalam menerima uang dari beberapa narasumber atau sejenis suap lainnya. (Sht)

Dafa Penulis Novel Berusia 15 Tahun

Add Comment
Lpm-papyrus.com - Dafa merupakan salah satu penulis yang beruntung karena dapat bersanding dengan sembilan belas penulis senior dalam acara “Pesta Malang Sejuta Buku,” yang digelar pada tanggal 29 desember 2016 sampai 4 Januari 2017 bertempat di Taman Krida Budaya,Jl.Soekarno Hatta,Malang (29/12/16).

Dafa yang baru berusia 15 tahun,telah menerbitkan satu buah buku berjudul “Broken Pieces,” dan melanjutkan menulis buku keduanya yang memiliki latar dijerman.
Dalam peulisan buku pertamanya, Dafa mengungkapkan tidak begitu menghadapi masalah, karena Dafa telah menulis rancangan bukunya dengan baik,sehingga dalam pengerjaannya tidak memiliki kendala yang sangat berarti.
“Dalam penulisan buku pertama saya ini, saya tidak begitu memiliki banyak kendala, hanya butuh waktu kurang lebih dua bulan untuk menyelesaikan dan satu bulan untuk proses percetakan.” Ujar Dafa.

Dalam bincang-bincang bedah buku buatannya,Dafa juga berpesan untuk anak-anak Indonesia agar menjadikan buku dan membaca sebagai suatu kebiasaan bahkan kebutuhan.
“Saya pengen teman-teman seusia saya bisa menjadikan buku dan membaca sebagai suatu kebiasaan bahkan suatu kebutuhan, karena dengan membaca kita dapat mengetahui informasi-informasi secara luas.” Ujarnya. (ha’ar)



Berkat Tlaten dan Ulet, Rezeki dari Berkebun Jeruk Memenuhi Kebutuhan Hidup

Add Comment

Lpm-papyrus.com - Seorang petani di Desa Selorejo Kabupaten Malang dapat memenuhi kebutuahn hidupnya dengan cukup baik dari hasil perkebunan jeruk yang ia kembangkan, dengan uletnya ia mengembangkan perkebunan jeruk tersebut sejak tahun 1986, sebut saja bapak Haji Sulaiman, beliau merupakan seorang tokoh yang berperan dalam perkebunan jeruk hingga saat ini. ( 1/12/2016).

Dari perkebuanan jeruk yang ada di desa selorejo total keseluruhan hinnga saat ini mencapai 300 hektare, dari jumlah keseluruhan tersebut merupakan milik warga sekitar Desa Selorejo, yang di antaranya merupakan milik dari bapak haji Sulaiman. dalam satu hektare kebun mampu menghasilkan buah kurang lebih 60 sampai 70 ton dalam setiap panenya. Tidak hanya itu beliau juga menyampaikan “ biasanya jika buah lagi bagus mampu memanen kisaran 60 sampai 70 ton, kalo untuk penghasilan dalam satu kali panen bisa mencapai 150 juta sampai 200 juta” jelasnya.

Tidak hanya itu dalam melaksanakan pekerjaan perkebunanya seperti, pemanenan dan perawatan pohon biasanya beliau mempekerjakan orang tergantung kebutuhan dan pekerjaan yang akan di laksanakan di lahan, terkadang hanya 2 orang dan bisa lebih dari itu, jika untuk penyiangan bisa sampai 10 atau 15 orang. Beliau juga menyampaikan untuk biaya perawatan perpohon jika di kalkulasikan “ ya kalo untuk biaya perawatan perpohon bisa mencapai sekitar Rp 35.000( tiga puluh lima ribu rupiah) minimal,kalo maksimal bisa mencapai Rp 50.000( lima puluh ribu rupiah ) kalo biaya total perawatan dalam satu hektare bisa mencapai 40 juta” Jelas Sulaiman petani jeruk. (Krm)

Sugeng Rusmiwari: “Tata Ruang dan Prasarana yang kurang tepat”

Add Comment


Lpm-papyrus.com - Dekan Fisip sekaligus Dosen pengampuh Mata kuliah Filsafat Komunikasi. Dalam perkuliahan yang sudah 2 kali pertemuan, menuturkan tentang “ Tata Ruang dan Prasarana yang kurang Tepat” dihadapan para mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2014.
Dia menjelaskan tentang salah satu media / alat pembelajaran di ruang C 31 kampus UNITRI, yang kurang tepat dalam penempatan LCD Proyektor, dalam mempengaruhi proses pengakreditasian program studi ilmu komunikasi di 5 tahun mendatang, Ungkap Sugeng Rusmiwari: Dekan Fisip di ruangan C 31, Jl, Tlaga Warna, Blok C. Malang, Selasa ( 27/9/2016 ).
Sugeng, menjelaskan kekecewaan dan keprihatinan terhadap kampus dalam penataan dan penempatan suatu media yang di anggap kurang efektif, dalam proses pembelajaran sehingga hal tersebut bisa saja mempengaruhi dalam mendukung proses akreditasi Prodi Ilmu Komunikasi kampus Unitri, dan tak lepas pula peran dari seluruh mahasiswa program studi Ilmu komunikasi dan Dosen serta jajaran Fisip dan Kampus dalam memperbaiki  sistem dan terlaksananya Seluruh rangkaian akreditas prodi sesuai dengan apa yang di harapkan bersama, ujarnya.
Dia menilai progres prodi Ilmu Komunikasi satu tahun belakangan ini, setelah meraih akreditas BAN PT di tahun 2015 masih belum adanya progres yang signifikan dalam menanjak pada akreditasi A di 4 tahun,masih minim perubahan dan perkembanganya. 

Harapannya dari segenap keluarga Fisip baik mahasiswa dan dosen untuk mengambil peran dan berpartisipasi dalam kemajuan fakultas, khususnya prodi jurusan, agar menumbuhkan rasa cinta dan memiliki maka hal tersebut sacara perlahan akan menimbulkan progress yang baik dari program studi Ilmu Komunikasi sehingga bisa mengalami kemajuan, karna sejauh ini kekurangan dari tidak majunya prodi ilmu komunikasi disebakan kurangnya rasa tanggung jawab terhad ap fakultas dan prodi, ujarnya.(Sht)

Arema TV mengudara Walau Baru 3 Bulan

Add Comment

Lpm-papyrus.com - Singo edan itulah julukan AREMA FC, seakan level club sepakbola Eropa pada umumnya Arema FC juga mempunyai permainan baru dalam mendulang poMalangpularitasnya dengan meluncurkan Arema TV, saat ini media merupakan langkah yang tepat dalam melakukan pendulangan popularitas dan pencitraan yang baik di hati para masyarakat ramai,   AREMA TV yang berlokasi di wilayah Sawojajar - Malang. Merupakan tv lokal yang saat ini mampu bersaing dengan TV Nasional yang memang beridentitaskan berwarna biru, ciri khas dari Aremania supporter dari Arema FC sendiri. Menurut Sugeng Heri Irawan saat kami temui dalam kunjungan media kemarin ( 3 januari 2017 ) terbentuknya Arema TV memang bermula dari opportunity yang begitu fanatisme nya para supporter Aremadan masyarakat Malang yang begitu cintanya pada Arema FC, sehingga ketika melakukan survei dan sebagainya separuh dari masyarakat Malang sendiri sangat setuju akan adanya Arema TV, tandasnya 

Namun, Arema TV sendiri bukan hanya menayangkan semata- mata tentang Arema FC dan moment penting lainnya, di samping itu Arema TV memiliki sejumlah program TV unggulan yang memiliki sejumlah progrm acara, ada sekitar 14 jenis model tayangan yang hadir setiap harinya, misalnya tentang religi ada namanya “ KULSUK “ KULiah iSUK dalam hal ini Arema TV sendiri bekerjasama dengan beberapa Universitas yang ada di Malang seperti Universitas Merdeka, Universitas Islam Negeri Malang, dan Universitas Brawijaya, dan masih banyak program acara lainnya seperti DKI ( Dapur Kane Ilakes ), Kabar Ngalam dan masih banyak lagi lainnya, tetapi yang menarik dari program acara TV  ini, karna bahasa khasnya Malang itu biasanya di balik, jadi nama dari program acara Arema TV pun di baliknya.  Tutur Vicki 
(Sht)