Atasi Kendala, KPS Ilmu Komunikasi Unitri Malang Agendakan Program Kerja Baru

Add Comment
Lpm-Papyrus.com. Ketua Program Studi (KPS) Ilmu Komunikasi, memaparkan beberapa kendala yang ada di Program Studi Ilmu Komunikasi untuk segera ditangani. Hal tersebut disampaikan pada saat di temui wartawan Lpm-papyrus.com di ruang kerjanya, Jalan Telaga Warna Blok C, Kampus Unitri. Senin (25/9).

Fathul Qorib,S.Ikom., M.Ikom, selaku KPS Ilmu Komunikasi mengatakan bahwa selama ini kendala utama yang dihadapi ialah kurang terkenalnya Prodi Ilmu Komunikasi itu sendiri.

“Problem utama kita ialah kurang di kenalnya Prodi Ilmu Komunikasi di luar, baik komunikasinya maupun Unitrinya”. Ucap Fathul saat berbincang dengan Lpm.papyrus.com.

Dalam mengatasi masalah tersebut, ia menuturkan bahwa kedepannya selama satu tahun Prodi Ilmu Komunikasi akan membuat kegiatan pelatihan yang sifatnya di luar kampus.

“Nah untuk menangani permasalahan tadi, kita akan membuat banyak acara-acara yang sifatnya keluar, dengan kegiatan tersebut kita wujudkan dalam bentuk pelatihan kepada SMA, SMK, MA yang ada di Kota Malang, nanti kita agendakan selama satu tahun. Sedangkan untuk pelaksanaanya kita lakukan sebualan sekali”. Ucapnya

Sebelum mengakhiri perbincangan dengan salah satu wartawan Lpm-papyrus.com, ia juga mengatakan bahwa untuk konten-konten pelatihan nantinya akan di isi sesuai dengan bidang masing-masing pada konsentrasi yang ada di Prodi Ilmu Komunikasi Unitri Malang.

“Untuk isi pelatihanya nanti meliputi pelatihan jurnalistik, kemudian ada pelatihan pembuatan film, juga ada pelatihan Publick Speacking, untuk selanjutnya akan di sesuaikan dengan kemampuan mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi karena untuk pemateri kita akan gunakan mahasiswa yang berasal dari Prodi Ilmu Komunikasi sendiri”, pungkasnya.

Selain itu ia juga menambahkan, untuk kedepannya Prodi Ilmu Komunikasi akan mensinkronkan program kerja prodi dengan program kerja Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM), dan juga program kerja dari beberapa laboratorium yang ada di konsentrasi Ilmu Komunikasi agar tidak terjadi tumpang tindih.

“Nanti kita akan sinkronkan antara program kerja prodi dengan Himakom dan juga beberapa laboratorium yang ada agar tidak ada tumpang tindih, serta semua bisa terlibat jika ada kegiatan di komunikasi”, tambahnya.(iman)

Terlambat Registrasi ? Ini Resikonya

Add Comment
Foto : LP3 Unitri

Lpm-papyrus.com - Registrasi keuangan dan akademik yang dilakukan mahasiswa UNITRI di mulai pada hari senin, 23/08, registrasi tersebut berakhir pada tanggal 27/09.

Apabila mahasiswa yang tidak melakukan registrasi pada batas terakhir pembayaran, maka mahasiswa akan dikenakan denda sebesar Rp.100.000 (hari pertama) dan Rp.25.000, perhari (untuk hari kedua dan seterusnya).

Pembayaran denda keterlambatan registrasi hanya dapat dilakukan melalui rekening Bank Negara Indonesia (BNI) yang disediakan olek Badan Keuangan (BAKU) UNITRI serta tidak menerima pembayaran tunai.

Bagi Mahasiswa yang sudah melakukan pembayaran sebelum tanggal 28 september 2017 tetapi dalam pengumpulan blangko KRS melewati batas registras,i maka wajib melampirkan bukti pembayaran denda.

Bagi mahasiswa yang telah melakukan registrasi keuangan tidak dikenakan denda dalam bentuk apapun.

Setelah registrasi, mahasiswa perlu melakukan cek pemrograman Kartu Rencana Studi (KRS) di website siap.unitri.ac.id.
Mahasiswa untuk sementara dapat mengisi presensi dengan menulis nama di kertas presensi.

Perubahan ,penambahan ,penggantian dan penghapusan program KRS dapat dilakukan sampai tanggal 7 Oktober 2017.

Apabila pada tanggal 7 Oktober 2017 tidak melakukan Registrasi keuangan maupun registrasi akademik (KRS) maka diwajibkan mengurus surat permohonan Cuti dengan batas waktu maksimal 21 Oktober 2017.

Apabila mahasiswa tidak mengajukan cuti kuliah maka di anggap Non Aktif (biaya akan dibebankan pada semester berikutnya). (Safar)

Telat Bayar Registrasi Akan Didenda Mulai Tanggal 26 September 2017

Add Comment

Lpm-papyrus.com - Peraturan Universitas terkait sanksi bagi mahasiswa yang terlambat registrasi, kembali dijalankan oleh Biro Keuangan dan Akdemik Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, yakni Rp. 100.000.00 untuk hari pertama. Sementara kelipatannya dikenakan denda sebesar Rp. 25.000.00 per hari.

Melihat keterlambatan mahasiswa dalam melakukan registrasi yang tiap tahunnya selalu ada, Kepala Bagian Registrasi dan Data, Pramono Sansongko, STP., MP., M. Sc. menghimabau kepada seluruh mahasiswa untuk melakukan registrasi tepat waktu.

"Pesan saya, ikuti jadwal tepat waktu, karena informasinya sudah diumumkan jauh sebelum jadwal registrasi dibuka", ungkap Pramono ketika ditemui di ruang kerjanya pada Senin (18/17).

Ia juga berharap registrasi hendaknya dipersiapkan beberapa bulan sebelumnya. "Mahasiswa hendaknya merencanakan pembayaran sesuai kalender akademik, sehingga bisa informasikan kepada orangtua 1 atau 2 bulan sebelumnya, untuk mencegah terjadinya keterlambatan," kata Pramono.

Dalam pertemuannya dengan Papyrus, Pramono juga menjelaskan tujuan diberlakukannya denda bagi mahasiswa yang terlambat registrasi dengan nominal sangat tinggi tersebut.

"Dendanya dinaikkan, tidak sama dengan tahun-tahun kemarin agar mahasiswa punya inisiatif untuk registrasi tepat waktu. Sebab pengalaman tahun kemarin ada mahasiswa yang mengatakan kepada saya bahwa, lebih baik saya bayar denda tapi liburannya puas pak," jelas Pramono sambil meniru gaya tutur mahasiswa tersebut.

Seorang mahasiswa sedang melakukan registrasi, BAAK Unitri, Senin (18/09)-Baros


Hal yang sama juga diungkapakan kepala bagian Biro Keuangan mengenai denda keterlambatan registrasi.

"Denda ini bertujuan untuk mendisiplinkan mahasiswa yang malas melakukan registrasi, karena selain registrasi masih banyak lagi pekerjaan yang menunggu untuk diselesaikan", ujarnya.

Menurutnya, ada beberapa pengamatan dari pihak kampus terhadap keseharian mahasiswa selain di Kampus, yang kenyataannya berbeda ketika diwawancarai tim papyrus mengenai beberapa alasan mahasiswa terkait keterlambatan registrasi yang disebabkan oleh masalah ekonomi.

"Saya tidak tahu harus bagaimana, mau dibilang tidak punya uang tapi sesuai pengamatan berbeda, kenyataannya tidak seperti itu", pungkasnya. (Baros)

Usai Dilantik, DPM dan BEM Siap Keluarkan Peraturan Baru.

Add Comment


Lpm papyrus.com - Usai dilantik di Gedung Olah Raga (GOR) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unitri rencana untuk mengeluarkan peraturan baru terhadap seluruh Himpunan Mahasiswa (HMJ), dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unitri, Sabtu (26/09).


Menurut ketua umum DPM, Timotius Adi Brankais ada banyak persoalan antar lembaga seperti HMJ dan UKM yang belum diselesaikan, sehingga perlu adanya peraturan untuk dijalankan bersama.


"Selama ini saya melihat banyak HMJ dan UKM yang tidak berjalan sesuai garis kordinasi, oleh karena itu kami akan segera mengeluarkan peraturan terkait hal ini, sehingga sinergitas antar lembaga bisa berjalan dengan efektif". Jelas Timotius ketika ditemui.


Sedangkan Presiden Mahasiswa (PRESMA) Marianus Rawa Tamba juga mengungkapkan hal yang sama, bahwa perlu adanya garis kordinasi yang jelas antara DPM, HMJ, dan UKM, sehingga tidak kelihatan tiap-tiap lembaga berjalan masing-masing.


"Kedepan kita akan adakan rapat kordinasi karena bagaimanapun juga secara struktural HMJ dan UKM berada di bawah garis kordinasi BEM". Ungkap presma ketika ditemui di skret BEM usai pelantikan. Menurut Marianus, "program yang bagus harus ada kerjasama baik, sehingga bisa mencapai tujuan". Lanjutnya. (Barros)

Rektor Trbhuwana Tunggadewi Tegaskan Perlu Adanya Program Yang Signifikan

Add Comment


Lpm papyrus.com - Rektor Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI)  Malang Prof. Dr. Ir. Eko Handayanto lantik Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM),  pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), dan pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unutri di Gedung Olahraga (GOR) Unitri pada sabtu/16/2017.

Acara ini dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya,  Hymne Tribhuwana,  dan Pancasila Rumah Kita, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Rektor dan pembacaan SK oleh Biro Kemahasiswaan Dr. Agung Suprojo S. Ko. M.AP.

Dalam sambutannya Rektor juga menghimbau kepada seluruh pengurus baru DPM,  BEM, HMJ dan UKM,  agar bersinergi dalam bekerja, dan memiliki program yang berkesinambungan antara pengurus lama dan pengurus yang baru.
"Jika ingin membuat program buatlah program yang berkesinambungan, buatlah program yang bisa mendukung akreditasi kampus". Ungkap Rektor dalam sambutan-Nya.

Selain itu Ia juga menyampaikan harapan besarnya agar pengurus baru yang akan dilantik untuk tetap membantu mahasisiswa yang memiliki persoalan dalam kampus, "Bantulah teman-teman mahasiswa yang memiliki persoalan dalam kampus, karena tanpa mahasiswa tidak akan ada Unitri,  anda adalah bagian dari Unitri". Jelasnya.

Hal yang sama juga di ungkapkan oleh mantan Presiden Mahasiswa  (PRESMA) Eduardus Koisin,  Edo berharap agar Presma yanga baru berserta seluruh jajarannya agar tetap melanjutkan program-program yang baik.

"Harapannya konsep gotong royong perlu ditanamkan bersama untuk menjaga senrgitas antar lembaga, yakni BEM,  DPM,  HMJ,  dan Birokrasi Kampus,  sehingga apa yang menjadi Visi dan misi kampus bisa diwujudkan bersama" ungkap Edo ketika ditemui sehabis acara pelantikan. Ia juga berpesan agar pengurus yang baru untuk membuat kegiatan-kegiatan bernuansa kebangsaan dan aktif di BEM Nusantara (BEMNUS).


"Kegiatan-kegiatan yang bernuansa kebangsaan perlu diadakan untuk menanggapi dinamika Negara saat ini dan menunjukan Unitri sebagai kampus Pancasilais,  selain itu pengurus baru juga perlu aktif di BEM nusantara (BEMNSU), agar Unitri lebih dikenal lagi" Jalas Edo. (Barros)

UKM PA Unitri Targetkan Rekrut 400 Anggota Baru

Add Comment
Lpm Papyrus Unitri Malang


Lpm-papyrus.com - UKM Pencinta Alam (PA) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang akan membuka Pendaftaran bagi Mahasiswa Baru (MABA) pada Kamis 14/09/2017-14/10/2017.

Pendaftaran yang dibuka selama satu bulan tersebut ditargetkan untuk 400  anggota baru yang bergabung dengan UKM PA dengan biaya pendaftaran Rp 10.000.

Selain pendaftaran yang mulai dibuka 14/09 tersebut,  pengurus PA juga membahas konsep untuk diklat yang akan dilaksanakan di Ngantang sebagai pendidikan lanjutan untuk anggota baru pada bulan November mendatang.

"Untuk diklatnya kita rencana akan diadakan di Bulan November,  dan tanggalnya kita masih tunggu konfirmasi dari pihak kampus" jelas Ketua UKM PA Anggi Rio Pambudi ketika ditemui Papyrus di Sekretariat PA, Rabu (13/09).

Anggi berharap selama satu bulan pendaftaran,peserta yang mendaftar bisa mencapai jumlah yang ditargetkan.

" Semoga selama sebulan pendaftaran kita bisa mendapatkan anggota baru sesuai target kita," harap Anggi. (Barros)

Dua Hari Menjelang Ordik Unitri, Panitia Mantapkan Konsep

Add Comment
BEM UNITRI

Lpm-papyrus.com - Panitia Orinetasi Pendidikan (ORDIK) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang adakan rapat guna memantapkan konsep Ordik mendatang,  rapat pemantapan ini digelar di Kesekretariatan Badan Eksekutif Mahasiswa  (BEM) Unitri, Rabu (/13/17).

Elfin selaku Sekertaris Pelaksana yang juga memimpin rapat pemantapan tersebut menegaskan kepada panitia agar mencatat poin-poin penting yang di bahas. Ia berharap agar panitia bekerja maksimal pada hari ha nanti mengingat penambahan peserta Ordik yang melanjak secara tiba-tiba dua hari belakangan ini.

"Data yang terverikasi terdapat 1573 peserta namun terjadi penambahan pada dua hari belakangan ini menjadi 1660,  nah dengan penambahan kuota peserta maka saya berharap agar panitia tetap kerja ekstra dalam menangani penambahan kelompok nanti,” Jelas Elfin ketika memimpin rapat.

Selain itu adapun persoalan lain yang dibahas yakni dana konsumsi,  pihak panitia merasa kekurangan dana dalam melaksanakan ordik yang akan dilaksanakan, senin (18/17).

Suasana rapat pemantapan konsep ordik oleh panitia Ordik Unitri, Malang, Rabu (13/09) - Barros

Menurut Menteri Luar Negeri (MENLU) Clinton Kaledi Wawo,  (Clinton) dana yang dicairkan tidak cukup untuk pelaksanaan Ordik mendatang. Dengan adanya kendala tersebtu, Klinton meminta pihak panitia untuk mengurangi keperluan lain dari tiap divisi guna memenuhi dana konsumsi.

"Dana yang dicairkan tidak sesuai dengan yang kita minta, oleh karena itu saya harap kepada setiap devisi untuk mengurangi keperluan-keprluan lain agar dananya bisa dialihkan ke konsumsi,” ungkap Clinton.

Menurut Clinton konsumsi hal penting, mengingat kegiatan ordik yang akan berlangsung selama tiga hari tersebut akan dimulai dari jam 6.00 samapai 16.00  WIB. Maka secara otomatis baik peserta maupun panitia pasti membutuhkan konsumsi,  terlebih peserta Ordik. (Barros) 

Jurnalis Malang Kecam Pembungkaman Berpendapat dan Kriminalisasi

Add Comment
LPM Papyrus Unitri Malang


Lpm-papyrus.com – Kebebasan berpendapat sebagaimana yang selalu disuarakan oleh para aktivis dan pemerintah masih belum berjalan sesuai dengan yang diharapkan berbagai pihak.

Berbagai pihak yang merasa dirugikan dengan alasan pencemaran nama baik terus bertambah, mulai sastrawan, aktivis, hingga komedian terlapor pencemaran nama baik.

Menyikapi hal tersebut, Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Kota Malang mengadakan Diskusi Terbuka yang langsung dihadiri Pendiri Watchdoc, Dandhy Dwi Laksono, Dosen Fakultas Hukum Universitas Widyagama, Ibnu Subarkah, SH., M.H dan Ramadhan Alfaris, M.Si serta Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Merdeka, Rochmad Effendy, B.HSc, M.Si di Universitas Widyagama Malang, Rabu (13/09).

Kasus terbaru yang menjadi pokok pembahasan dalam diskusi terbuka tersebut adalah kasus yang diemban sang pemateri, Dandhy Dwi Laksono.

Dandhy Dwi Laksono, jurnalis sekaligus pendiri Watchdoc Documentary Maker dilaporkan oleh DPD Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Jawa Timur. Ia dilaporkan atas tuduhan menghina dan menebarkan kebencian pada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dan Presiden Joko Widodo. Itu terkait dengan artikel Dandhy berjudul “ Suu Kyi dan Megawati ” yang ia tulis dilaman Facebooknya.

Bahkan menurut Southeast Asian Freedom of Expression Network (Safenet) saja mencatat, setidaknya ada 177 kasus pemidanaan berdasarkan UU-ITE selama 2008-2016. Selain itu, Safenet menyebut ada 50 peristiwa pelanggaran atas hak berkumpul dan berpendapat di Indonesia yang terjadi sejak Januari 2015 sampai Mei 2016.

Hal-hal tersebut dianggap PPMI Kota Malang telah bertolak belakang dengan UUD 1945 yang menjamin kebebasan berpendapat, berekspresi dan berserikat merupakan hak konstitusional warga negara yang semestinya dijamin oleh negara.

Suasana saat diskusi terbuka oleh para Jurnalis Malang berlangsung, Rabu (13/09)

Bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Malang, PPMI setidaknya mengecam tiga poin penting terhadap beberapa masalah yang terjadi mengenai pembungkaman kebebasan berpendapat dan kriminalisasi yang dilakukan oleh berbagai pihak.

Pertama, mengecam semua pihak yang berupaya membungkam kebebasan berekspresi dan penyampaian pendapat. Sehendaknya wacana dibalas dengan wacana sebagai proses dialektika dan adu gagasan. Kedua, menolak penggunaan UU ITE yang berakibat pada penahanan aktivis, masyarakat, dan sekaligus pemidanaan terhadap warga negara atas nama hak kebebasan berpendapat dan berekspresi. Ketiga, kepada seluruh rekan-rekan, masyarakat dan aktivis untuk terus memperjuangkan hak-hak dan tidak tunduk pada ancaman kriminalisasi.

Dengan tindakan tersebut, PPMI bersama AJI dan berbagai pihak yang tergabung berharap, masyarakat dapat mewaspadai ancaman kebebasan berpendapat dan berekspresi, sekaligus bersama mengawal demokrasi di Indonesia. (Hardi)



1573 Mahasiswa Baru Unitri Ikuti Matrikulasi

Add Comment


Lpm-papyrus.com - Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang adakan matrikulasi mahasiswa baru (maba). Hal tersebut dilaksanakan di Gedung Olahraga (GOR) Unitri, sebagai bentuk pengenalan awal terhadap dunia pendidikan perguruan tinggi pada selasa(12/09).

Matrikulasi yang d ikuti oleh 1573 ini diisi dengan beberapa materi yang sudah dipelajari di Sekola Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Akhir (SMA), yakni Matematika dan Bahasa Indonesia.

Salah satu maba, Novaranty Monika,  Program Studi (Prodi) Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Unitri menyampaikan rasa bahagianya lantaran bisa mengikuti kegiatan matrikulasi tersebut.

"Matrikulasi hari ini sangat menyenangkan karena apa yang dipikirkan dan dipersiapkan sama sekali berbeda dari materi hari ini. Doses-dosennya baik, ramah dan bersahabat sekali".  Tutur Novaranty Monika saat ditemui LPM Papyrus.

Sedangkan salah satu maba lainnya,  Muhammad Yudus mahasiswa asal Nusa Tenggara Barat (NTB) mengungkapkan harapan besarnya terhadapap proses matrikulasi hari ini selain materi yang diterima.

"Saya sangat senang dengan kegiatan ini,  selain menerima materi kami juga bisa saling kenal sesama maba,  disini banyak sekali mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah, tentunya dengan budaya yang berbeda,  semoga saya bisa memahami budaya teman-teman lainnya". Jelas Muhammad Yudus.

Meskipun demikian, masih ada beberapa kendala yang dihadapi Panitia Matrikulasi, yakni Konsumsi untuk maba,  dan kuoto mahasiswa yang melebihi kapasitas ruangan, meskipun sudah dibagi menjadi beberapa kelompok, hal ini membuat beberapa mahasiswa terpaksa harus berdiri sepanjang acara dalam ruangan.

"Kendalanya ya,  jumlah mahasiswa yang menempati ruangan Gor terlalu banyak,  nah harapannya besok bisa dibagikan lagi menjadi dua kelompok,  sehingga kegiatannya bisa berjalan dengan efektif,  dan tidak mempersulit panitia saat membagikan konsumsi". Ungkap Maria.K.Hilde ketika ditemui LPM Papyrus.

Menanggapi keterlambatan konsumsi bagi maba, pihak Unit Penerimaan Mahasiswa Baru (UPMB) yang menangani hal inipun langsung menjelaskan beberapa kendala yang menyebabkan keterlambatan konsumsi.

"Kesalahannya dari tempat pemesanan,  dan kalau besok masih seperti ini lagi maka akan kita batalkan pemesanannya". Jelas salah satu staf UPMB, Fara Kusuma ketika ditemui di Gor Unitri. (Baros)