540 Wisudawan/Wisudawati Rayakan Wisuda Unitri ke-28 di Hari Sumpah Pemuda

Add Comment
Lpm-papyrus.com – Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang (UNITRI) bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, menyelenggarakan wisuda Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana yang ke-28 di GOR Unitri dengan 540 wisudawan/ wisudawati. Sabtu (28/10).

Jumlah wisudawan/ wisudawati terdiri dari Magister Ekonomi Pertanian sebanyak 6 orang, Magister Ilmu Administrasi Negara 4 orang, Fakultas Pertanian 94 orang, Fakultas Teknik 29 orang dan Fakultas Ekonomi 51 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 42 orang, Fakultas Ilmu Kesehatan 93 orang dan Diploma IV Bidan Pendidik sebanyak 221 orang.

Rektor Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang, Prof.Ir.Eko Handayanto, MSc., PhD,  yang dihadiri oleh Walikota Malang, Koordinator Koperitis Wilayah Malang, Ketua Dewan Pengurus, Dewan Pembina, dan Dewan Pengawas Yayasan Bina Patria Nusantara, serta Bapak dan Ibu Dosen Unitri, Anggota Alumni Unitri, orangtua/wali wisudawan, dan para wisudawan/ wisudawati.
Rektor Universitas Tribhuwana Tunggadewi Prof. Ir. Eko Handayanto, MSc., PhD dalam sambutannya membahas misi Unitri sebagai kampus kerakyatan yang berkompeten. Selain itu Unitri akan melaksanakan pengembangan melalui tiga garis besar yaitu Peningkatan  Sumber Daya Manusia, Peningkatan Kapasitas Infrastruktur dan Peningkatan Kualitas yang Berkelanjutan.

“Bahwa guna mewujudkan misi Unitri menjadi kampus kerakyatan yang berkompeten dan berkualitas, maka Unitri mencanangkan tiga garis besar pengembangan yaitu, Peningkatan Sumber Daya Manusia, Peningkatan Kapasitas Infrastruktur dan Peningkatan Kualitas yang Berkelanjutan”. Ucapnya saat menyampaikan sambutan.

Beliau juga menyampaikan penghargaan dan ucapan terimakasih kepada seluruh tenaga pendidik di lingkungan Unitri, orang tua, donatur, penyedia beasiswa dan seluruh keluarga wisudawan/wisudawati. Beliau juga mengucapkan selamat kepada seluruh lulusan tahun 2017 dengan meluluskan 540 wisudawan/wisudawati.

“Dalam wisuda ke-28 ini, perkenankan saya baik sebagai Rektor, atas nama pribadi, dan atas nama seluruh warga Universitas dengan rasa bangga dan bahagia menyampaikan ucapan selamat atas kelulusan wisudawan/ wisudawati. Kami dari Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas jerih payah dan prestasi akademik tersebut”. Imbuhnya.

Dalam prosesi wisuda tahun 2017, disebutkan Wisudawan yang mendapat predikat lulusan terbaik adalah sebanyak 7 orang, Sudirman dari Prodi Teknik Industri Pertanian, Agustinus dari Ghunu Prodi Ekonomi Pertanian (Pascasarjana), Khairotul Ainiyah dari Prodi Akuntansi, Siti Rokhanah dari Prodi Ilmu Komunikasi, Aswandi Asmadi dari Prodi Teknik Kimia, Susi Susanah dari Prodi Ilmu Kesehatan dan Duwi Rahmawati dari Prodi Bidan Pendidik. Sedangkan wisudawan peraih terbaik periode 2016/2017 se-Universitas Tribhuwana Tunggadewi atas nama Sudirman, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,89 dari Program Studi Teknik Industri Pertanian angkatan 2013. (fa’al)

Unitri Menyentuh Masyarakat Melalui Pelatihan Kripik Salak

Add Comment
Tim dosen gabungan Fakultas Pertanian dan Fakultas Ekonomi Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang adakan kegiatan Ipteks bagi Masyarakat (IbM) kepada ibu-ibu rumah tangga Sumbergondo, Batu. Kegiatan yang di ketuai oleh Dra. Poppy Indrihastuti, MM ini dimulai dari bulan April sampai dengan Oktober 2017.

Dengan beranggotakan Karunia Setyowati, SPt, MP dan Retno Ayu Dewi Novita, SE., MM, Poppy memberikan penyuluhan kepada masyarakat berupa pendampingan bisnis wirausaha dan pemasaran, pelatihan pembukuan usaha, pelatihan pembuatan keripik salak, pelatihan penggunaan mesin vacum frying dan pelatihan pengemasan dan pelabelan serta pelatihan pemasaran menghadapi persaingan usaha.

Melalui kegiatan IbM ini Poppy berharap para ibu rumah tangga di Sumbergondo bisa mendapatkan tambahan penghasilan dan melatih kemandirian berwirausaha termasuk didalamnya siap menghadapi persaingan bisnis dengan pemasaran yang baik dalam usaha bisnis keripik salak.

Sementara dari kelompok binaan diketuai oleh Umi Robika. Robika menuturkan yang menjadi kendala dalam usaha keripik salak ini memang dalam persaingan menghadapai para pelaku pasar yang memproduksi produk sejenis.

Namun dari tim dosen Unitri tetap optimis bisa bersaing dengan kompetitor mereka yang ada di kota Batu. Untuk mensiasati persaingan, tim dosen unitri tak hanya memupuk rasa optimis menghadapi persaingan para pelaku usaha binaannya, tapi juga dengan kiat-kiat jitu seperti menjaga ke higienisan produk mulai dari processing sampai dengan pengemasan. Selain itu promosi produk ke toko-toko maupun getok tular, selain itu juga di internet dan sosial media seperti facebook. Dan tak kalah penting untuk tetap menjaga mutu produk dan pengemasan dibuat semenarik mungkin sehingga menggugah pembeli untuk mau membeli produk keripik salak. Adapun produk kripik salak ini dinamai produk "LEZARIH" yang merupakan kependekan dari lezat dan gurih.

Kegiatan ini selain diikuti Eri Yusnita Arvianti SP., MP selaku pembina pembukuan juga di ikuti oleh tim mahasiswa yang terdiri dari Fakultas Pertanian dan Ekonomi. Kegiatan ini di bina langsung oleh Dr. Cahyo Sasmito yang sudah berkecimpung lama di dunia bisnis keripik olahan, selain itu  usaha.(dot-ibe)

Himakom Laksanakan Diklat di Hari Pertama

Add Comment
Foto; peserta antusias mengikuti diklat di hari pertama
Lpm-papyrus.com-Himpunan mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himakom) melaksanakan giat pendidikan dan latihan hari pertama yang di laksanakan di gedung BEM, Lantai 3, Univeesitas Tribhuwana Tunggadewi, jl. Tlaga Warna Blok C, Tlogo Mas, Malang. Sabtu. (21/10)


Acara tersebut di ikuti oleh oleh 89 mahasiswa baru Ilmu Komumikasi tahun ajaran 2017/2018.


Ketua pelaksana diklat Himakom, Melius Deni Bau mengatkan diklat akan di laksanakan selama 2 hari yaitu diklat lapangan dan ruangan.


"Diklat ini kita laksanakam selama 2 hari, diklat ruangan dan lapangan", ungkap Deni selaku ketua diklat


Setrusnya Deni menuturkan kegitan yag di laksanakan di hari pertama dan ke dua yang terdiri dari beberapa agenda.


"Hari pertama kita isi dengan pemutaran film, Pemgenalan prodi Ilmu Komunikasi dari beberapa konsentrasi di dalamny, untuk hari kedua kita adakan praktek dari materi hari  pertama", jelasnya


Sebelum menutup perbincangan dengan papyrus, Deni mengatakan bahwa tujuan diklat ini ialah untuk memperkenalkan program studi Ilmu Komunikasi dan mempererat silaturahmi antara mahasiswa komunikasi baik dari semester 1 hingga semseter 7.


"Dengan diklat ini, saya harap mahasiswa baru Ilmu Komunikasi dapat mengenal Ilmu Komunikasi secara mendalam, dan untuk menciptakan mahasiswa konunikasi yang lebih baik lagi untuk kedepannya." Tutupnya (iman)

Wakil Walikota Malang Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Baitussajidin

Add Comment
Proses peletakan batu pertama oleh Wakil Walikota Malang
Lpm-papyrus.com - Malang – Wakil Walikota Malang meletakkan batu pertama untuk renovasi pembangunan Mushola Baitussajidin menjadi Masjid Baitussajidin, di gang 08, No 944, RW 05/ RT 05, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Malang. Minggu (15/10/2017).

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Walikota Malang Drs. Sutiaji menyampaikan sambutan tentang makna sebuah bangunan yang merupakan simbol masyarakat dan dengan pembangunan masjid akan menciptakan masyarakat yang rukun serta menjadi keberkahan.

"Bangunan adalah simbol masyarakat, masjid tidak bisa berdiri dengan menggunakan batu sendiri, pasir sendiri dan semen sendiri. Artinya untuk membangun masjid perlu keterlibatan banyak orang, masjid ini bukan milik ketua RW, bukan milik takmir dan bukan milik panitia tapi milik ummat. Masjid dibangun untuk membuat kita rukun, 'minal masjidil haromi ilal masjidil akso alladhi barokna haulahu, dari masjid satu dengan masjid lainnya ada keberkahan, rukun", papar Sutiaji saat menyampaikan sambutan.

Danramil Lowokwaru Sumaryono juga mengajak masyarakat melalui keluarga dan tetangga untuk berjamaah di masjid dan memakmurkan masjid.

"Lebih susah mengajak orang berjama'ah di majid, tapi kita tidak boleh pasrah atau tidak boleh menyerah untuk mengajak keluarga kita, tetangga kita, untuk selalu senantiasa memakmurkan masjid, karena diantara tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah SWT di hari kiamat nanti adalah orang yang senantiasa memakmurkan masjid,” sambung Danramil Lowokwaru Sumaryono dalam sambutannya.

Djamal Abdul Naser salah seorang takmir mushola Baitussajidin menjelaskan tentang rencana perubahan Mushola Baitussajidin menjadi Masjid merupakan rencana tahun 2013 lalu akan tetapi mulai terlaksana pada tahun ini. Menurutnya perenovasian Mushola ke Masjid merupakan salah satu pertimbangan untuk keselamatan jama'ah shalat jum'at dalam meningkatkan fansi jama'ah di Mushola.

"Bangunan masjid ini dilakukan karena mempertimbangkan keselamatan jama'ah shalat jum'at dari RW 05 dan RT 05 serta untuk meningkatkan fansi jama'ah musholla Baitussajidin ini", pungkasnya.

Dalam proses peletetakan batu pertama pembangunan masjid tampak partisipasi masyarakat sekitar dan perwakilan organisasi PMII dari mahasiswa Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang dan Universitas Islam Malang (UNISMA) mengerjakan secara gotong-royong. (Zam)

Talkshow MHS Unitri, Kaji Generasi Millenial Ala KPS Ilmu Komunikasi

Add Comment
Fathul Qorib saat menyampaikan materi dalam talk show
LPM-Papyrus.com - MHS Unitri mengadakan Talkshow  di warung kopi sederhana (Mbah Buyut), Jalan Tlogo Wulan, Kecamatan Lowok Waru, Kota Malang dengan tema “Social Media and Milleneal Generation” pukul 19.30 Wib. Sabtu (07/10/17).

Acara tersebut dihadiri oleh pemateri dari Kepala Program Studi (KPS) Ilmu Komunikasi Unitri, serta di ikuti oleh peserta talk show dari mahasiswa berbagai kampus di Kota Malang. Sejumlah dua puluh sembilan (29) mahasiswa turut meramaikan acara tersebut. Dimana  didominasi oleh mahasiswa baru (Maba) dari kampus Unitri.

Dalam penyampaiannya KPS Ilmu Komunikasi Unitri Fathul Qorib, S.I.Kom, M.I.Kom, membahas tentang generasi milleneal perlu banyak membaca buku agar pikirannya terstruktur seperti generasi sebelumnya.
"Generasi mellineal kalau memikirkan kebebasan politik dan kestabilitasan dunia hanya 15%, kalau disuruh memikirkan dunia blas. Generasi Mellineal tidak banyak memeliki literasi, sedikit membaca buku, berbeda dengan generasi sebelumnya yang banyak membaca buku. Orang yang banyak membaca buku pikirannya terstruktur", ungkapnya.

Di tengah-tengah penyampaian materi yang dibawanya olek  KPS baru Program Studi Ilmu Komunikasi tersebut, listrik warung mati. Kejadian ini sedikit mengganggu proses perjalanan acara. Hal itu berulang sampai tiga kali.
Diakhir acara, Fathul menambahkan bahwa generasi Mellineal ditentukan oleh gaya hidup dan tahun kelahiran. Manusia yang lahir Tahun 1977-1995 tergolong pada generasi Mellineal. Generasi Mellineal lebih percaya diri ketimbang generasi sebelumnya. Namun generasi Mellineal kurang tanggap terhadap sesuatu karena kurang literasi.

"Generasi Mellineal cendrung memiliki sifat tidak setia, baik terhadap pekerjaan maupun percintaan. Generasi Mellineal selalu mencari-cari cara untuk pinda pekerjaan, ketika dia nganggur mau bekerka apapun. Seperti itulah, ada kegalawan tingkat dewa. Klik aktifis, jadi aktifis dadakan, kita sebagai generasi muda harus menjaga Indonesia, PKI bantai, setelah lapar lupa kalau 55 detik yang lalu pernah jadi aktifis", tambahnya. (Zam/Fa'al).

Diklat HIMAKOM, Ini syaratnya

Add Comment
Foto: Diklat Himakom angkatan 2014
lpm-papyrus.com- Himpunan Mahasiswa Komunikasi (HIMAKOM) akan mengadakan giat pendidikan dan latihan (Diklat),  pada tanggal 20s/d 21 Oktober 2017, yang terbagi menjadi dua sesi, yaitu Diklat ruangan dan lapangan. Giat tersebut akan di ikuti oleh mahasiswa baru di program studi Ilmu Komunikasi. Sabtu (14/10).

Unuk melancarkan kegiatan tersebut peserta Diklat dikenakan biaya sebesar seratus tujuh puluh lima ribu rupiah (Rp 175.000). Sebagai uang pendaftaran.

Selaku panitia, Deni mengatakan untuk dapat mengikuti kegiatan diklat, Mahasiswa di haruskan membayar dan melunasi uang pendaftaran yang telah di tentukan.

"Untuk peserta di harap membayar uang pendaftaran dan melunasinya sesuai dengan aturan yang di tetapkan panitia. Tapi kami masih ada toleransi untuk mahasiswa yang baru membayar separuh dari total yang di tentukan. Nah untuk yang tidak membayar sama sekali kami anggap tidak lulus Diklat dan wajib mengulang di tahun depan". Ujar Deni

Ketua umum Himpunan mahasiswa Komunikasi, Titus Kura mengatakan terkait jumlah peserta yang telah mendaftar kepada panitia Diklat.

"Untuk sampai saat ini jumlah peserta yang telah mendaftar kepada panitia ada 79 orang dari total keseluruhan 94 orang, untuk stand pendaftaran, kita akan buka sampai sore agar peserta bisa terlayani semuanya". Ucap Titus

Setelah memaparkan jumlah peserta Ttitus juga menuturkan bahwa dikalat pada tahun ini akan lebih meriah dari sebelumnya. (Agus).

Parkir Liar, Ini Dia Tanggapan Jukir dan BEM

Add Comment
Foto: doc. Papyrus.com
Lpm-papyrus.com-.parkir liar yang di lakukan oleh beberapa oknum mahasiswa universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri)Malang masih terus berlanjut, meski sudah di beri peringatan, pelanggan tersebut tetap saja terjadi. Parkir liar yang di lakukan oleh mahasiswa Unitri, terletak di tepian jalan depan kampus tepatnya di sebelah kantin depan universitas. Jaln Tlaga Warna Blok C, Tlogo mas malang. Sabtu (14/9)

Dengan adanya kejadian ini, membuat sang juru parkir (jukir), angkat bicara, Febri Ramadhan menuturkan bahwa parkir liar di tepian jalan tersebut sangat menggangu.

"Parkit liar yang ada di luar itu sangat menggangu orang yang akan jalan. Membuat badan jalan menjadi sempit, selain itu, parkir liar di unitri membuat pemandangan kampus jadi jelek. Tidak rapi". Ungkap Febri kepada papyrus.

Selain itu, dari pihak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Di bidang kementrian pendidikan dan kebudayaan, Robinson sangat menyayangkan terjadinya hal seperti ini, ia mengatakan berbagai langkah telah di ambil untuk mengatasi permasalaham tersebut. Namun masih saja belum efektif.

"Kami sudah mengambil berbagai langkah untuk membuat para oknum pelaku parkir liar jera, seperti pemgempesan ban dan pemasangan rambu-rambu, namun tetap saja masih ada oknum yang tidak mengindahkan teguran kami". Jelas Robinson

Robinson mengutarakan sebagai langkah lanjutan pihaknya akan melakukan pertemuan dengan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), untuk membahas masalah tersebut lebih lanjut.

"Sebagai langkah lanjutan nanti kita akan melakukan pertemuan dengan DPM untuk membahas masalah ini". ( Vira).

Ini Generasi Milleneal Menurut KPS Ilmu Komunikasi Unitri

Add Comment
Generasi melleneal

Lpm-papyrus.com - Mahasiswa (MHS) Unitri mengadakan Talkshow  di warung kopi sederhana (Mbah Buyut), Jalan Tlogo Wulan, Kecamatan Lowok Waru, Kota Malang, pukul 19.30 Wib. Sabtu (07/10/17).

Acara dengan pemateri Kepala Program Studi (KPS) Ilmu Komunikasi, Unitri tersebut mengusunh tema “Social Media and Milleneal Generation. "

Dalam acara tersebut jiga diiikuti oleh peserta talk show dari mahasiswa berbagai kampus di Kota Malang.

Sebanyak dua puluh sembilan (29) mahasiswa turut meramaikan acara tersebut. Dimana  didominasi oleh mahasiswa baru (Maba) dari kampus Unitri.

Dalam penyampaiannya, KPS Ilmu Komunikasi Unitri, Fathul Qorib, S.I.Kom, M.I.Kom, membahas tentang generasi milleneal perlu banyak membaca buku agar pikirannya terstruktur seperti generasi sebelumnya.

"Generasi mellineal kalau memikirkan kebebasan politik dan kestabilitasan dunia hanya 15%, kalau disuruh memikirkan dunia blas. Generasi Mellineal tidak banyak memeliki literasi, sedikit membaca buku, berbeda dengan generasi sebelumnya yang banyak membaca buku. Orang yang banyak membaca buku pikirannya terstruktur", ungkapnya.

Ditengah-tengah penyampaian, KPS baru Program Studi Ilmu Komunikasi tersebut, listrik sempat padam. Kejadian ini sedikit mengganggu proses perjalanan acara. Hal itu berulang sampai tiga kali.

Diakhir acara, Fathul menambahkan bahwa generasi Mellineal ditentukan oleh gaya hidup dan tahun kelahiran. Manusia yang lahir Tahun 1977-1995 tergolong pada generasi Mellineal.

Generasi Mellineal lebih percaya diri ketimbang generasi sebelumnya. Namun generasi Mellineal kurang tanggap terhadap sesuatu karena kurang literasi.

"Generasi Mellineal cendrung memiliki sifat tidak setia, baik terhadap pekerjaan maupun percintaan. Generasi Mellineal selalu mencari-cari cara untuk pindah pekerjaan, ketika dia nganggur mau bekerka apapun. Seperti itulah, ada kegalawan tingkat dewa. Klik aktivis, jadi aktivis dadakan, kita sebagai generasi muda harus menjaga Indonesia, PKI bantai, setelah lapar lupa kalau 55 detik yang lalu pernah jadi aktifis", tambahnya. (Zam/Fa'al)

Mengenal Lebih Dekat Penjual Es Peraih Gelar Sarjana (S1)

Add Comment
Unitri

Lpm-papyrus.com - Yakub Hamsun, pria kelahiran 4 april 1995 di desa Kabul, Lombok, adalah pria yang kini telah menyelesaikan tugas akhir skripsinya. Selain itu ia merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi di Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang.

Sebelum ia menyelesaikan tugas skripsinya dalam menempuh pendidikan strata satu (S1), ia berjualan minuman dingin (es) di halaman belakang kampus Unitri, Jalan Telaga Warna Blok C, Kelurahan Tlogomas, Malang, hingga saat ini.

Berjualan dan kuliah baginya merupakan sebuah semangat dan usaha untuk melatih dan berkembang positif dalam kepribadianya.

Meski sering terkendala dalam proses dagang dan kuliahnya pria yang sering di sapa dengan sebutan Yakub ini, tetap semangat dalam kuliahnya. Hingga akhirnya ia  bisa mengikuti wisuda di bulan Oktober 2017.

Pria yang memiliki semangat tinggi ini memaparkan untuk berjualan ia hanya memulai dengan modal awal sebesar dua juta lima ratus ribu rupiah, dan mampu menghasilkan uang sebesar tiga ratus ribu sampai lima ratus ribu per hari. Sehingga ia merasa antara kebutuhan ekonomi dan pendidikan tercukupi dengan usahanya.

Yakub pria kelahiran Lombok merupakan pria yang murah senyum kepada pembelinya. Pria yang sebentar lagi akan menyandang gelar sarjana ini juga memiliki hobi yang cukup bagus bagi kesehatan tubuhnya, yaitu olahraga seperti joging, futsal, dan bidang olahraga lain.

Pria yang memiliki semangat juang tinggi tersebut, dulunya merupakan pria yang menempuh pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah (MI), di tempat ia lahir, setelah lulus dari pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, ia melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah (MTS), dan Madrasah Aliyah (MAN), disatu yayasan yang sama.

Pria yang penuh semangat ini juga merupakan pria yang memiliki jiwa kepemimpinan tinggi, terbukti dengan beberapa organisasi besar yang ia ikuti di kampus, di antaranya pernah menjadi ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himakom), kemudian menjabat sebagai Ketua Ikatan Mahasiswa Komunikasi Indonesia, selain itu ia juga menjabat di divisi pengkaderan organisasi, di Organisasi Extra Kampus PMII. (Iman)

Ruangan Penuh, Mahasiswa Lesehan Dilantai

Add Comment



Lpm-papyrus.com - Konsentrasi Jurnalistik Unitri, mata kuliah filsafat komunikasi semester lima dan tiga bertempat di ruang B.23 tidak berjalan dengan baik.

Hal tersebut karena ruangan hanya berkapasitas 50 kursi, sedangkan peserta perkuliahan lebih dari seratus mahasiswa, Selasa, (03/10).

Mahasiswa banyak yang tidak mendapatkan kursi, hal ini menyebabkan mahasiswa banyak yang duduk lesehan diluar ruangan.

Menurut salah satu mahasiswa komunikasi semester lima, Dimas, perkuliahan tersebut tidak efektif, "kuliah ini kurang efektif karena banyak temen-temen yang duduk lesehan didalam dan diluar ruangan, ini juga sangat mengganggu orang yang lewat," kata Dimas

Sedangkan menurut dosen pengampu mata kuliah filsafat komunikasi, Latifianto, perkuliahan tersebut tidak lagi efektif.

"ya kalau namanya efektif sebenarnya gak efektif, karena perkuliahan efektif itu iconnya profesional kelasnya tercukupi." ujar Latif sambil merapikan absen.

Latif juga menyampaikan jika, kerjasama antara program studi, fakultas dan akademik sangat diperlukan demi terciptanya susasana pembelajaran yang kondusif.

" setidaknya nanti ada pengorganisasian yang baik lagi dari akademik, sebenarnya ini bukan sepenuhnya akademik, tapi harus ada kerjasama antara akademik, prodi dan kemahasiswaan agar masalah ini tidak terjadi lagi ya," tutup Latif. (Tim)

HIMAKATRA Malang Gelar Bakti Sosial Di Panti Asuhan Al- Husna Malang

Add Comment
himakatra malang

Lpm-papyrus.com - Himpunan Mahasiswa Kayong Utara (HIMAKATRA) Malang, menggelar bakti sosial di Panti Asuhan Al- Husna Malang, dengan memberikan sumbangan berupa uang, sepatu, buku dan pakaian. Minggu (01/10).

Bakti sosial tersebut dipimpin langsung oleh Wawan Hidayatullah selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Kayong Utara Malang beserta jajaran dan beberapa anggotanya.

Kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian HIMAKATRA Malang terhadap anak-anak yang kurang mampu khususnya di Panti Asuhan Al- Husna.

Dalam sambutannya Wawan Hidayatullah menyampaikan ucapan terimakasih kepada pengurus Panti Asuhan Al- Husna atas sambutan yang diberikan, dan memohon doa kepada anak-anak sekalian agar seluruh mahasiswa HIMAKATRA Malang diberikan kelancaran dalam mengampu tugas sebagai mahasiswa.

“Saya ucapkan terimakasih kepada pengurus Panti Asuhan Al- Husna karena telah menyambut dan bersedia menerima kami dalam rangka bakti sosial untuk Panti Asuhan Al- Husna ini, dan kami memohon agar adik-adik sekalian bersedia mendoakan kami agar diberikan kemudahan dan kelancaran dalam kuliahnya”, terang Wawan.

Sementara itu pengurus Panti Asuhan Al- Husna menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya atas kunjungan dan sumbangan yang dIberikan Himpunan Mahasiswa Kayong Utara Malang kepada Panti Asuhan Al- Husna.

“Saya selaku yang mewakili pengurus yayasan Al-husna ini, mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Himakatra ini atas kunjungannya dan sumbangan yang telah diberikan kepada kami”. Ujar pengurus Yayasan Al- Husna.

Kegiatan ditutup dengan doa dan sekaligus penyerahan sumbangan secara simbolis oleh Wawan Hidayatullah dan Wakilnya Suhardi dan diterima oleh anak-anak Panti Asuhan Al- Husna. (SJ)