Syifa'ul Qulub Unitri Tour Religi Ke Masjid Tiban

Add Comment
Foto: Mahasiswa Unitri peserta tour religi di Masjid Tiban,  Turen,  Kabupaten Malang -  Gobed
Lpm-Papyrus.com – Unit Aktivitas Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Syifaul Qulub (UA-KMK-SQ) Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang mengadakan kunjungan ke Masjid Tiban, Turen Kabupaten Malang, dengan dihadiri 270 mahasiswa Islam. Minggu (26/11).


Menurut Sekretaris Umum Syifa'ul Qulub Unitri Malang, Do’ef, kegiatan tersebut dilaksanakan oleh kepengurusan Syifa'ul Qulub memiliki maksud dan tujuan untuk mencari informasi tentang awal berdirinya Masjid Tiban Turen, Kabupaten Malang.


“Maksud dan tujuan kami disini untuk mencari informasi Masjid Tiban, Turen, karena banyak persepsi dari masyarakat yang mengatakan bahwa masjid tersebut didirikan oleh Jin atau muncul dengan sendirinya. Namun setelah ditelusuri, ternyata berdirinya masjid tersebut karena adanya kerjasama dari santri secara berjamaah. Pada dasarnya, ini bukan masjid melainkan Pondok Pesantren Salafiyah Biharuu Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah, ” ujar Do’ef.


Do'ef juga menuturkan munculnya informasi yang menjelaskan Masjid Tiban,  Turen berdiri dengan sendirinya adalah tidak benar.  Melainkan bangunan masjid tersebut merupakan sebuah pondok pesantren yang didirikan oleh santri-santri yang belajar didalamnya.


“Apabila ada seseorang yang mengatakan bahwa, Masjid Tiban, Turen Kabupaten Malang itu muncul dengan sendirinya, hal itu tidak benar, karena bangunan tersebut merupakan Pondok Pesantren Salafiyah Biharuu Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah," tegas Do’ef kepada wartawan Lpm-papyrus.com.


Sebagai peserta Syifa'ul Qulub, Fika Wulandari, dengan mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh Syifa'ul Qulub merupakan hal yang menarik baginya,  karena selain mendapatkan ilmu yang bermanfaat,  mahasiswa juga merasa terhibur dengan keindahan Masjid Tiban,  Turen.


“Kegiatan ini cukup menarik, seperti Diklat Outdoor yang dilaksanakan. Di sana kita dapat mengetahui sejarah bangunan tersebut, karena faktanya di sana bukanlah masjid, melainkan Pondok Pesantren besar yang dibangun pada tahun 1987 lalu, di sana juga banyak hal yang unik, manakjubkan dan juga hiburan yang disuguhkan sehingga bisa memanjakan mata yang melihatnya.” ujar Fika Wulandari dengan tersenyum.


Ia juga merasa bangga karena kegiatan yang diadakan Syifa'ul Qulub menjadi momen terbaik bagi Fika, karena selain dirinya teman-teman peserta lain mayoritas bukan asli dari Jawa melainkan dari luar pulau Jawa,  yang mana sangat takjub dengan keunikan bangunan-bangunan besar seperti Masjid Tiban,  Turen.


“Kegiatan Syifa'ul Qulub ini juga menjadi momen terbaik bagi saya pribadi, begitupun teman-teman yang mayoritas berasal dari luar pulau. Mereka sangat merasa takjub melihat bangunan besar yang begitu unik dan keren yang biasa disebut Masjid Tiban tersebut, sehingga ada rasa ingin berkunjung kembali ke sana.” tutupnya. (Gobet)

HIMMA Kerjasama Bank BRI, Pembuatan Kartu ATM Untuk Mahasiswa Unitri

Add Comment
Lpm-papyrus.com - Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HIMMA) bekerja sama dengan BRI untuk menyediakan fasilitas pembuatan kartu ATM. Pembuatan kartu ATM dimanfaatkan dari tanggal 15 November 2017 - 6 Desember 2017 mendatang. Senin (27/11)


Koordinator HIMMA Divisi Perkaderan, Nadia Linda Risya mengatakan kerja sama dengan BRI ini untuk kelangsungan acara seminar nasional HIMMA di tanggal 8 Desember 2017 nanti.


"Syarat untuk pembuatan kartu ATM mudah, cukup dengan membawa fotocopy KTP dan biaya Rp. 50.000 untuk saldo awal," jelas Nadia.


Pembuatan ATM tersebut diharapkan bisa membantu mahasiswa Unitri yang belum memiliki kartu ATM.


"Kami menyediakan 50 formulir untuk teman-teman yang mau mengurus kartu ATM," pungkas Nadia selaku mahasiswa Manajemen (HIMMA). (Medok)

8 Peserta PKM Prodi Ilmu Komunikasi Lolos Seleksi UNITRI, KPS Ilmu Komunikasi beri Ucapan Selamat

Add Comment
KPS Ilmu Komunikasi, Fathul Qorib - Foto: Ali
Lpm-papyrus.com - Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Fathul Qorib, menyatakan pihaknya sangat senang dengan diterimanya delapan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari mahasiswa Ilmu Komunikasi diseleksi internal UNITRI. Jum'at (24/11).


“PKM yang berada di Unitri kurang dianggap sesuatu yang bergengsi, bagi mahasiswa Unitri PKM tidak seperti ketika menang lomba bola volli, pencak silat, atau lomba tari melihat dari tahun ke tahun tidak ada perubahan terkait PKM, dan baru tahun ini mahasiswa Ilmu Komunikasi sudah banyak membuat sekitar tiga belas judul PKM yang telah disetorkan ke tim PKM kampus, yang diterima seleksi internal Unitri oleh Tim PKM Unitri hanya delapan PKM, meski begitu hal tersebut merupakan sebuah pencapaian prestasi bagi mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi.” Terang Fathul


Fathul mengatakan, dirinya tidak mengetahui secara persis terkait masalah kurangnya minat dari mahasiwa unitri dalam mengikuti PKM, bagaimana mahasiswa bisa melihat kalau PKM dijadikan sebagai sesuatu ajang yang bergengsi, dan mampu menaikkan pamornya ditingkat kampus maupun Nasional, dan kebanyakan mahasiwa menganggap kegitan menulis itu sulit, karena memang PKM berhubungan dengan kepenulisan, dan menurutnya mahasiswa Ilmu Komunikasi ternyata bisa melakukanya, dan terbukti dengan diterimanya PKM tersebut.


“Selama ini kebanyakan orang menggap mahasiwa Unitri sulit diajak berkembang, apalagi soal PKM di kampus yang nantinya akan ikut kompetesi di tingkat nosional, hal itu ternyata dijawab dengan diterimanya beberapa PKM, dan keseriusan mahasiswa Ilmu Komunikasi saat dikasih pemahaman mengenai PKM, entah hal itu dijadikan ajang mencari uang, atau ajang menunjukkan idealismenya dalam mengasah keterampilannya. Hhal itu ternyata banyak peminatnya dan mampu tembus, sampai ada delapan PKM yang diterima dari lima puluh  PKM, yang menarik hanya PKM mahasiswa Ilmu Komunikasi,” imbuh Fathul.


Sementara itu beberapa nama-nama mahasiswa Ilmu Komunikasi yang lolos dari seleksi internal PKM Unitri diantaranya adalah :

1. Anang Sulistiono (PKM-M) dengan judul 'Pemberdayaan Petani Bunga Melalui Pemasaran Ecommerce dan Media Sosial'

2. Yulius (PKM-K) dengan judul Pemanfaatan “Sampareh Golix” Sebagai Bahan Pengganti Micin Berbasis Kearifan Lokal

3. Felixianus Ali (PKM-K) dengan judul DEMAM (Demontrasi Masyarakat Membaca),15 Menit Suatu Upaya Meningkatkan Minat Baca Masayarakat Desa Landungsari Kecamatan Dau Kabupaten Malang

4. Silvi Aris Arlinda (PKM-P) dengan judul Perilaku Lesbianisme di Kalangan Santriwati Pondok Pesantren Ar-Rohmah Kota Malang

5. Salvia Arcelina (PKM-P) dengan jud Jalan Mulut Orang Samin (Studi Tentang Pandangan Hidup Samin Desa Belubung Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro)

6. Mina Sari Miati (PKM-P) dengan judul Pengaruh Banyaknya Mahasiswa Pendatang Terhadap Perekonominan Masyrakat Kota Malang

7. Maya Gustiani Putri (PKM-P) dengan judul Literasi Digital, Meningkatnya Konten Pornografi Yang di Akses Anak Melalui Media Sosial Youtube

8. Suhardi (PKM-P) dengan judul Strategi Komunikasi Pariwisata Kota Malang Melalui Kampung Tematik.


“Tahun depan akan mencoba meningkatkan lagi, terkait kesalahan tahun kemarin adalah murni kurangnya informasi yang diterima prodi, dan itu sangat mepet sehingga banyak mahasiswa yang protes, dan tahun depan Prodi Ilmu Komunikasi akan berusaha lebih baik, dan lebih banyak lagi PKM Ilmu Komunikasi yang masuk di UNITRI," tegas Fathul Qorib.


Dalam pernyataannya, mahasiswa yang telah diterima seleksi PKM di internal Unitri, dirinya mengucapakan selamat, dan merasa bangga dengan pencapaian delapan PKM mahasiswa Ilmu Komunikasi, terkait masuknya tiga belas proposal tersebut, dirinya sangat apresiasi dengan pencapaian itu meski yang lolos seleksi hanya delapan PKM mahasiswa Ilmu Komuniksi.


"Setalah itu PKM-nya segera diambil kemudian direvisi, dibawa ke pembimbingnya serta minta tanda-tangan, dan kemudian dikembalikan ke Tim PKM kampus, jika nanti PKM tersebut tidak naik di Kementrian, maka PKM itu sebagian besar akan didanai sebesar 12,5 juta,” harapnya.


Selain itu Fathul juga menjelaskan terhadap mahasiswa untuk tetap terus berkoordinasi terhadap dosen pembimbing dalam penyusunan laporan.


"Pendampingan akan selalu dilakukan sampai mahasiswa yang bersangakutan melakukan persentasi dan melakukan laporan, harus dibutuhkan kordinasi yang baik, antara mahasiwa dengan dosen pembimbingnya, program ini jangka prosesnya selama satu tahun, maka kemungkinan tahun depan kalau dapat dana akan melakukan penelitian," jelasnya.


Ia menganggap PKM itu mudah sekali dan kalau dapat dana tahun depan, akan melakukan penelitian lagi bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi. (Ali)

UNITRI Buka Pendaftaran Toefl Setiap Hari, Inilah Caranya

Add Comment
Foto: Marcel Ferdinand S. Sihombing saat ditemui di Lab Bahasa. Jum'at (24/11/2017)
Lpm-Papyrus.com - Pembukaan pendaftaran Toefl di Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang akan dilakukan setiap hari di Laboratorium Bahasa (Lab Bahasa). Jumat (24/11/2017)


Toefl adalah singkatan dari Tes of English as a Foreign Language. Toefl merupakan test proficiency yang digunakan untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris seseorang, tanpa dikaitkan secara langsung dengan proses belajar mengajar.


Menurut admin Toefl Marcel Ferdinand S. Sihombing, menjelaskan bahwa pendaftaran Toefl di Unitri akan dibuka setiap hari meskipun tidak di jam kerja. Sedangkan untuk jumlah peserta bimbingan tidak dibatasi agar mahasiswa Unitri dapat mengikuti kegiatan tersebut.


"Pendaftaran Toefl ini tidak akan pernah tutup walaupun ada jam kerja pasti selalu buka. Untuk pendaftaran ini tidak ada pembatasan bagi mahasiswa yang ingin mengikuti Toefl," jelasnya.


Toefl merupakan kegiatan yang diwajibkan dari setiap kampus, agar mahasiswa bisa mengikuti. Karena hal tersebut merupakan syarat wajib pengajuan skripsi dan kelulusan mahasiswa diberbagai kampus di Indonesia khususnya di kampus Unitri.


Ada beberapa langkah-langkah yang harus dilakukan mahasiswa atau calon peserta bimbingan Toefl untuk mendaftarkan diri, diantaranya:

1. Mahasiswa atau calon peserta bimbingan Toefl harus melakukan registrasi terlebih dahulu di Bank BNI cabang Universitas Brawijaya (UB) sebesar Rp 350.000,-.

2. Serahkan bukti pembayaran kepada admin pendaftaran Toefl.

3. Setelah itu, mahasiswa atau calon peserta bimbingan Toefl melakukan pengisian data pada  formulir yang telah disediakan admin Toefl.


Marcel menambahkan mengenai tahap selanjutnya setelah registrasi pendaftaran, peserta akan dibagi atas beberapa kelompok atau grup untuk menentukan jadwal bimbingan.


"Bimbingan Toef dibagi beberapa kelompok, setelah kuotanya terkumpul kita akan melakukan yang namanya SMS peserta untuk mengikuti test awal. Dimana dari setiap kuota grupnya terdiri dari 15 orang," ujarnya saat ditemui di Lab Bahasa. (Celemek)

Masyarakat Simbol Otak Idealis Perut Kapitalis

Add Comment
Foto; ilustrasi
“Kritik memang sakit, tetapi lebih sakit bila kritik tidak didengarkan”


Pada abad  15 kita hanya mengenal dua macam masyarakat  yaitu borjois dan proletar atau marhaen kata bung Karno. Namun dalam beriringnya waktu dalam ketidak puasan modernisme berganti ke era postmodern lahirlah masyarakat baru pengkonsumsi simbol.  Saya ingatkan kembali kalian akan esai yang saya tulis beberapa hari yang lalu dengan judul ‘Cadar Hitam Dan Gaya Berfikir Bangsa’.


Masyarakat pada dewasa ini hidup dengan ribuan topeng yang digunakan bergantian setiap hari untuk menghilangkan identitas dirinya. Pada masa sekarang kita hampir tidak bisa mengenali seorang penjilat di negeri ini, hal ini terjadi kerena manusia menjadi pengkonsumsi simbol.


Hadirnya media ditengah-tengah kita telah menciptakan budaya dan masyarakat baru yang perlu kita kaji bersama untuk kebaikan atau kesejahteran kita. Kita memang tidak mungkin mengelakkan kehadirannya kecuali siap mengasingkan diri dari keramaian dan hidup seorang diri di tengah hutan atau dalam goa seperti yang dipaparkan dalam kitab kelasik karya Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali yang bernama ‘Minhajul Abidin’.


Masyarakat yang hidup di era ini harus pandai-pandai berenang agar tidak menjadi taik dan sampah, karena hanya keduanya lah yang ikut arus begitu saja.


"Bagi sahabat-sahabat mahasiswa dan mahasiswi kalian harus melapangkan dada, pola pikir masyarakat kita saat ini sudah setengah gila".


Kalian baru akan dikatakan sukses dalam lingkungan (tempat tinggal asal) kalian apabila membawa harta benda, sekalipun itu adalah hasil dari penggelapan, nyamun,  mencuri, korup dan sebagainya.


Kalian itu baru akan dikatakan orang sukses jika kalian pulang membawa mobil  sekalipun itu mobil sewaan atau setumpuk uang sekalipun hasil curian. Tetapi bagi kalian yang terdidik apa artinya dan fungsi dari semua itu?.


Masyarakat kita telah di cekoki kenyataan palsu lewat media (hyperreality) yang di dalamnya kepalsuan berbaur dengan kenyataan, fakta bersimpang siur dengan rekayasa, dusta jadi nyawa kebenaran.


Kepalsuan keaslian, kebenaran dan isu menjadi satu, realitas seakan-akan tidak berlaku lagi di dunia ini.
Semua itu terjadi karena kapitalis tidak ingin rugi, tetapi jangan mengira orang-orang kapitalis itu hanya kaum-kaum pemudal saja, sebagian dari orang-orang biasa di lingkungan kita otaknya sudah kapitalistis juga, jangan-jangan kitapun sudah termasuk bagian dari mereka.


Keadaan hiperrealitas ini membuat masyarakat menjadi berlebihan dalam mengkonsumsi sesuatu yang tidak jelas esensinya. Sebagian besar dari mereka mengkonsumsi sesuatu bukan karena kebutuhan tetapi keinginan nafsunya terpengaruhi model-model dari simulasi  yang menyebabkan gaya hidup masyarakat menjadi hedones.


"Masyarakat simbol otaknya memang idealis tetapi perutnya itu kapitalis".


Oleh kerena itu segala macam cara akan bisa dilakukan oleh mereka karena ‘perut sudah menjadi karung tungku’, semoga itu bukan kita!.  Orang yang hidupnya terlalu professional dan hanya mencari uang, kita sebut dia diperbudak oleh perut.


Para koruptor kita gelari hamba perut karena mengorbankan kepentingan Negara dan rakyat demi perutnya sendiri. Padahal perut tidak menolak untuk disantuni dengan jenis makanan yang harganya cukup seribu rupiah saja, sebab kebutuhan perut amat sederhana dan terbatas, ia sekedar penumpang dan distributor sejumlah zat yang diperlukan untuk memelihara kesehatan tubuh (Ainun Nadjib 2016: 24-25).


Timbulnya Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN) di negeri ini dari kehidupan masyarakat yang seperti ini dan hal itu sudah menjadi penyakit akut diseluruh lapisan masyarakat baik siswa dan mahasiswa itu sendiri.


Namun yang disebut masyarakat pengkonsumsi simbol tidaklah cukup mengkonsumsi sesederhana itu, bukan kebutuhan lagi yang dikonsumsi tetapi kepuasan nafsu. Mereka yang minum kopi atau makan di coffee akan merasa lebih bangga ketimbang minum kopi di lesehan sekalipun rasa kopinya sama dan 10 kali lipat lebih mahal harganya. Orang yang belanja di Matahari, Sardo, Moll dan sejenisnya itu sekalipun yang dibelinya sama dengan orang-orang yang belanja di pasar tradisional akan merasa lebih kaya ketimbang yang belanja dipasar tradisional.


Masyarakat simbol merasa rendah diri jika tidak membeli barang bermerek ini dan kosmetik bermerek itu. Sebenarnya mereka bukan untuk membeli barang melainkan membeli dan memakan simbol dari barang itu.


Pola konsumirisme seperti ini adalah gaya hidup yang menganggap barang-barang mewah ukuran kebahagiyaan alangkah sempit pemikrannya.


Sifat-sifat masyarakat seperti ini yang menjadi kebanggaan para kaum kapatalis, karena mereka telah berhasil merekrut kader-kader baru. Keidealisan mereka hanya untuk menutupi tabiat sebenarnya yang kapitalis. Dalam kontruksi sosial yang seperti ini orang-orang baik digiring untuk ikut serta membudayakan. Korupsi yang bukan merupakan budaya jadinya dibudayakan, akhirnya esensi dari budaya itu sediri lambat laun menjadi kabur dan abu-abu.


Maka dari itu “Derrida mengingatkan kebenar itu tidak harus dibatasi dalam kebenaran tunggal, umum dan universal, karena dalam kenyataannya kebenaran itu bersifat plural, partikular dan relatif (Santoso 2015: 252).


Akan tetapi kebenaran yang absolute harus tetap disuarakan agar dunia ini atau negara tidak menjadi lumbung orang-orang fasik yang menistakan kebenaran tunggal biar manusia yang diciptakan sebagai tangan-tangan Tuhan itu tidak semuanya merusak tatanan system yang sudah tertata dengan baik kita harus bisa menjaga dan melestarikannya.

Oleh : Zammil*
*penulis sedang ‘Uzlah di gang 8


Literasi:
Ainin Nadjib, Amha. 2016. Anggukan Ritmis Kaki Pak Kiai. Yokyakarta: PT Bentang Pustaka.
Santoso, Listoyono. 2015, Epistemologi Kiri. Yokyakarta: Ar-Rus Media.

Perdana, HIMAKOM Unitri Adakan Pelatihan Pengoprasionalan Kamera

Add Comment
Foto: Dosen Produk Ilmu Komunikasi, Muhammad Abdul
Ghofur saat menyampaikan materi pengoprasionalan kamera
di lantai 3 BEM Unitri. Sabtu (18/11/2017)
Lpm-Papyrus.com - Himpunan Mahasiwa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, mengadakan pelatihan perdana pengoprasionalan kamera dengan tema 'Cinemathograpi', di lantai 3 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unitri yang menghadirkan salah satu Dosen Ilmu Komunikasi, Muhammad Abdul Ghofur S,Ikom, M Ikom sebagai pemateri pelatihan. Sabtu (18/11/2017)


Ditemui seusai acara, Ketua Pelaksana Cinemathograpi, Ardiyanto mengatakan bahwa kegiatan pelatihan tersebut merupakan kegiatan perdana yang diadakan dalam ruang lingkup Ilmu Komunikasi.


"Kegiatan ini merupakan kegiatan perdana. Selama ini komunikasi terkhususnya divisi Broadcasting dalam kepungurusan HMJ belum pernah mengadakan kegiatan pelatihan seperti ini. Yang ada selama ini kegiatan pelatihan pengorganisasian kamera diadakan oleh ukm-ukm, seperti x-flash," tutur Ardy.


Ardy juga menambahkan bahwa kegiatan tidak berhenti hanya saat itu juga, akan tetapi kegiatan akan diadakan dua kali sebulan, dengan materi yang berbeda-beda.


"Agenda ini akan dilaksanakan dua kali dalam sebulan, dengan materi yang berbeda. Seperti tadi materinya tentang pengoperasian kamera untuk selanjutnya mungkin materi untuk cara ber-akting di depan kamera," tandasnya.


Selain itu seksi acara, Muhamad Ronaldo Yusran, menjelaskan beberapa teknis dalam pelatihan cinemathograpi.


Kegiatan pelatihan akan diisi dengan beberapa materi pengoprasionalan kamera, serta diselingi praktek operasi kamera.


Sementara itu pemateri dalam pelatihan pengopersionalan kamera, Muhammad Abdul Ghofur berpendapat bahwa kegiatan tersebut sangat seru, respon pesertanya pun bagus. Dan harapannya mahasiswa Ilmu Komunikasi bisa berkarya.


"Acaranya seru, asik. Saya sebagai pemateri, sangat senang berbagi dan harapan saya mahasiswa Ilmu Komunikasi jangan minder. Ayo kita berkarya! Tunjukan karyamu tunjukan kreatifitasmu," tutup Ghofur. (lian)

Inilah Sebab dan Akibat Terjadinya Korupsi Menurut Wakil Ketua KPK Malang

Add Comment
Foto; wakil ketua KPK saat menyampaikan materi.
Lpm-papyrus.com - Seminar Nasional dengan tema 'Bersinergi memberantas Korupsi sebagai Penguatan Integritas dalam memperkokoh Kedaulatan Bangsa, dihadiri langsung oleh Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Malang  2017-2011 Mochammad Jasin, dan ketua GMPK Malang Raya Abdul Aziz M.Pd. sebagai pemateri dalam seminar yang diadakan di Gedung Olahraga (GOR) Unitri Malang. Rabu (22/11/2017)

Kegiatan dibuka langsung dengan sambutan ketua pelaksana Seminar Nasional, Rico Ricardo yang menjelaskan bahwa kegiatan seminar tersebut merupakan kegiatan laboratorium Universitas dengan tujuan untuk memberi pemahaman kepada generasi muda  mengenai tindakan korupsi.


"Seminar ini merupakan kegiatan laboratorium dan universitas dengan tujuan bisa memberi pencerahan juga pemahaman tentang korupsi bagi generasi muda sebagai penerus," ungkap ketua pelaksana kegiatan Rico Ricardo ketika memberikan sambutan.


Selain dua pemateri diatas, terdapat dua pemateri lainnya yakni Firman Firdaus SH.MH Dosen Program Studi Administrasi Nengara (ADM) yang membahas seputar korupsi dari perspektif hukum dan Fathul Qorib S.I.Kom M.I.Kom yang mengupas Korupsi dari sudut pandang Media Massa.


Menurut Fathul, media merupakan komponen penting yang harus menyuarakan anti korupsi dalam setiap pemberitaan.


"Media memiliki kekuatan luar bisa yang sebenarnya bisa digunakan untuk mengampanyekan anti korupsi kepada masyarakat," tutur Fathul saat memberikan materi pada sesi pertama acara tersebut.


Wakil Ketua KPK Malang, Mochammad Jasin pun memberikan materi disesi kedua dalam acara tersebut yang menjelaskan sebab dan akibat terjadinya korupsi.


"Korupsi merupakan kegiatan memberi sesuatu untuk menyuap,  dampak dari korupsi telah menyebabkan kemiskinan, biaya hidup meningkat, keuangan negara berkurang, akhirnya tidak bisa   memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Sistem pemberian layanan harus dipermudah dan tidak boleh ada suap," jelasnya.


Hal yang sama diungkapkan Abdul Aziz M.  Pd yang menjelaskan bahwa tindakan korupsi sama halnya suatu penistaan terhadap diri si pelaku sekaligus keluarga si pelaku.


"Korupsi merupakan suatu penistaan terhadap diri pelaku maupun keluarga, maling-maling duit negara seharusnya dilenyapkan dari Indonesia," tegasnya. (Barros)

Fathul Qorib Kecam Korupsi Lewat Media

Add Comment
Foto: KPS Ilmu Komunikasi Fathul Qorib saat menyampaikan materi di Seminar Nasional. Rabu (22/11/2017)
Lpm-Papyrus.com - Kepala Program Studi (KPS) Ilmu Komunikasi menghadiri sekaligus menyampaikan materi di Seminar Nasional yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara (Himagara) dengan tema 'Bersinergi Memberantas Korupsi sebagai Penguatan Integritas dalam Memperkokoh Kedaulatan Bangsa', di Gedung Olahraga (GOR) Unitri Malang. Rabu (22/11/2017)


Dalam menyampaikan materi Fathul Qorib selaku KPS Ilmu Komunikasi mengutuk korupsi dengan pemantauan lewat media yang seharusnya memberitakan kebenaran fakta sesuai realita.


"Di balik media peran gerak koruptor bisa terpantau, media harus benar-benar melaksanakan fungsi media massa sendiri, agar korupsi semakin sedikit," ujar Fathul saat menyampaikan materi di Seminar Nasional.


Banyak fungsi media yang terabaikan oleh kepentingan politik dan korupsi, diantaranya adalah di bidang pendidikan, hiburan, informasi, dan ekonomi.


Menurut Fathul penerapan terkait fungsi harus dilaksanakan sesuai aturan dalam pemberantasan korupsi, media akan mengubah kebiasaan para koruptor yang sudah membumi di negeri ini.


"Korupsi dari persepektif media massa, media massa adalah komponen luar bisa yang harus dijadikan alat untuk memberantas korupsi. Siapa yg menguasai media massa maka ia telah menguasai informasi", tegas KPS Ilmu Komunikasi Fathul Qorib.


Media massa memiliki kekuatan sebagai pengubah korupsi. Semua unsur media massa harus menyuarakan anti korupsi. Pemberitaan media harus menyampaikan akibat dari perilaku korupsi. (Mz)

Cadar Hitam dan Gaya Berfikir Bangsa

Add Comment
Foto: Sumber - grid.id. Seseorang yang
menggunakan cadar (ilustrasi).

Oleh: Zammil*

Lpm-papyrus.com - Baju dan aksesoris  yang digunakan seseorang di negara ini selalu dijadikan patokan untuk menginterpretasikan ideologi dan keyakinan penggunanya. “Remaja sekali pemikiran bangsa ini,” kata anak kucing.

Orang yang menggunakan cadar di negara yang sudah merdeka selama 72 tahun dianggap hal aneh, dan yang paling menyedihkan mereka selalu diperasangkai sebagai komplotan ISIS atau HTI oleh bangsanya sendiri. Padahal Muhammad Hatta sudah menegaskan “nasib Indonesia di masa datang bergantung kepada keinsyafan politik rakyat,” ( Hatta, 2008: 86).

Yang palig menyedihkan lagi pola pikir seperti itu lahir pada otak mahasiswa dan kaum akademisi di Negara ini. Mereka tidak menyadari bahwa "mereka telah kelaparan di lumbung padi," dalam artian mereka telah bodoh di kebun ilmu. Saya kira kalau seperti itu gaya pemikiran yang terjadi pada kaum akademisi jangan melakukan revolusi mental di negeri ini, kumpulkan mereka mereka semua, ambil otaknya dan lakukan pencucian masal.

Media seharusnya memberikan informasi yang berimbang bukan berat sebelah. Pada kasus-kasus tertentu media tidak cukup menggunakan satu narusumber atau dua sumber tetapi satu begron. Penyajian berita yang tidak berimbang itulah yang menyebabkan masyarakat tidak percaya lagi dan enggan dengan kehadiran berita yang disajikan. Karena hal itu tidak ada ubahnya dengan penyebaran fitnah.

Ini cover both side yang disajikan oleh beberapa media, selain itu Al Aroby menambahkan, mahasiswi dimaksud juga telah dipaksa untuk menandatangani surat peringatan dari pihak kampus. Mereka diancam akan dikeluarkan dari kampus apabila masih menggunakan cadar dalam perkuliahan (Republika.co.id, 2017).

“Mereka yang dianggap sama sekali tidak mencerminkan kenusantaraan (wisternik) dan tak sopan malah dibiarkan melanggang di kampus” (Malangvoice, 2017). Dari sekian banyak berita yang saya baca tidak menemukan satupun tokoh yang memberikan pendapat dari pihak kampus. 

Bugin dalam (mondry, 2008: 4) mengatakan, "media massa merupakan institusi yang berperan sebagai agen of change  yang menjadi lembaga pelapor perubahan." Ini merupakan paradigma utama media massa. Tidak hanya menginformasikan dan menghibur  tetapi juga memberikan pencerhan terhadap masyarakat.

Mohon maaf jika kata-kata saya menyakitkan, semoga kalian bisa kontemplasi diri. Kalian telah masuk terhadap teori  Hyperrelity Jean Boudrillad. Dimana akan datang suatu zaman yang masanya tidak bisa membedakan antara kenyataan dan fantasi kereana over mengkonsumsi simbol. Kalian tolak metos karena  menjungjung kerealistisan yang selalu mempertanyakan keilmiahan tetapi kalian ciptakan new metos. Apa bedanya tindakan yang kalian lakukan dengan orang yang menggarami lautan.

Melihat orang bercadar hitam, kalian katakan dia golongan dari HTI dan ISIS, itu metos. Orang berkopyah putih kalian katakana sudah naik haji, itu metos. Ada orang berkalung rosalio kalian katakana dia taat beragama, hal itu juga metos. Orang berhijab kalian katakana dia menjaga kehormatan itu metos. Pak kyai jika memimpin negara akan menjadi baik itu metos. Kalian yang kuliah akan mendapatkan pekerjaan mapan setelah lulus hal itu juga metos. Kita hidup dengan metos-metos yang diperjuangkan kebenarannya.

Kebenaran adalah semacam kesalahan, dimana tanpa kebenaran spesies makhluk hidup tentu tidak dapat hidup (Nietzsche 1968: 493). Jika kalian masih menghargai HAM  maka kebenran yang masih Absurd jangan sampai mengusik ketenangan orang lain. Simbol-simbol yang kalian lihat dan kalian yakini kebenarannya hanyalah penginterpretasian makna, yang bisa benar tetapi juga bisa salah. 

Acuan hidup negara kita ideologi pancasila, pahami betul isinya agar tak mudah goyah. Kita semua memiliki kebebasan yang sama, kita sama-sama memperjuangkan keadilan sosial. Keadilan sosial yang kita perjuangkan selama ini hanya akan tercapai jika ada para pejuang pembebasan ummat manusia yang memiliki komitmen yang terorganisir menjadikan bangsa sebagai manusia yang beradap dan menjunjung tinggi persatuan.

Hanya karena perbedaan aksesoris dan pakaian saja, hubungan-hubungan kekerabatan kita, rasa solidaritas kita makin hari makin renggang. Perbedaan etnis, agama dan kedaerahan jangan dijadikan alasan sebagai perpecahan. Kita dijajah 100 tahun yang lalu karena kita mudah dipecah belah. Bangsa Indonesia bukan hanya kaum bersarung, bukan hanya bangsa yang menggunakan rosaleo. Indonesia itu adalah bangsa yang memiliki agama, adat, budaya, etnis dari sabang sampai meraoke. Kalian bebas mau menggunakan pakaian dan aksesoris apapun dengan catatan jangan mengganggu kebebasan orang lain.

Literasi:
Hatta, Muhammad. 2008, Demokrasi kita, Pikiran-Pikiran Tentang Demokrasi Dan Kedaulatan Rakyat. Bandung, Sega Arsy.
Malangvoice. 2017. http/malangvoice.com/unitri-larang–mahasiswi-pakai-cadar-dan diancamdikeluarkan-dari-kampus. Akses 18 November 2017.
Mondry. 2008. Pemahaman Teori dan Praktek Jurnalistik. Bogor: Ghalia Indonesia.
Nietzsche, Friedrich. 1986, Twilight Of Idols And The Anti-Crist. Translated By R.J. Hollingdale, Penguin Books, Middlesex.
Republika. 2017. http:/www.google.co.id/amp/m,republika.co.id/amp_version/ozjszz438. Akses 18 November 2017.

Kuatkan Karakter Mahasiswa Melalui Program Probinmawa Unitri

Add Comment
Foto: Peserta kegiatan Probinmawa Unitri di
Gedung Olahraraga, Sabtu (18/11/2017).
Lpm-papyrus.com - Program Pembinaan Mahasiswa (Probinmawa) Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang adakan Spirit Religius of Probinmawa, yang terdiri dari tiga organisasi kerohanian yaitu Aquinas, Logos, dan Sifa'ul Qulub. Sabtu (18/11/2017).

Dari tiga organisasi tersebut melaksanakan kegiatan ditempat yang berbeda. Untuk kegiatan Aquinas dilaksanakan di Hall, Logos di ruangan B.23, dan Sifa'ul Qulub dilaksanakan di Masjid Margo Utomo.

Menurut Robinson Umbu Jaiwu selaku ketua pelaksana Probinmawa, dengan diadakan kegiatan kerohanian bermaksud untuk membentuk karakter mahasiswa dalam memahami paham Pancasila agar tidak merusak dari nilai keberagamaan tersebut.

"Dengan diadakan kegiatan ini, untuk menguatkan paham Pancasila melalui kegiatan kerohanian, sebab banyak paham yang istilahnya ingin merusak nilai-nilai keberagaman", jelasnya.

Robinson juga menambahkan dengan adanya kegiatan tersebut dikhususkan untuk mendalami dan menguatkan iman mahasiswa melalui ajaran kepercayaan yang dianut.

"Yah, ini acara untuk mendalami dan penguatan iman khususnya terhadap ajarannya masing-masing", tambahnya.

Mendapatkan sosialisasi kerukunan dalam hidup beragama, dan juga nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan suatu wawasan berharga dan berguna bagi mahasiswa.

"Pokoknya saya senang sekali karena menambahkan wawasan tentang sosialisasi kerukunan hidup beragama dan nilai-nilai keberagaman", pungkas Melin sebagai peserta Probinmawa. (Tumo)

Wakil Rektor III Unitri Tanggapi Statemen Larangan Penggunaan Cadar Yang Beredar

Add Comment
Foto: Wakil Rektor III Unitri beserta
perwakilan Humas Unitri, dan Kemahasiswaan
tunjukkan berita yang beredar.

Lpm-papyrus.com - Wakil Rektor III Univertitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang, beserta perwakilan Biro Kemahasiswaan, perwakilan Humas Unitri dan perwakilan mahasiswa dari prodi Akuntansi hadiri audiensi guna klarifikasi peraturan penggunaan cadar di kampus, yang dilaksanakan oleh Humas Unitri, di ruang sidang depan kantor wakil rektor III. Sabtu (18/11/2017).

Wakil Rektor III Unitri, Dr. Totok Sasongko, MM menyatakan ungkapan saat audiensi yang menjelaskan bahwa Unitri tidak membuat peraturan mengenai diperbolehkan atau tidaknya mengenakan cadar didalam wilayah kampus.

"Di Unitri secara formal belum ada aturan dalam arti melarang penampilan mahasiswa menggunakan cadar," ungkap Totok.

Totok juga menambahkan bahwa surat tersebut bukan surat peringatan melainkan surat pernyataan. Selain itu selama ia menjabat belum pernah menjumpai surat peringatan serupa yang dikeluarkan kampus, serta belum pernah menandatandatangani baik dari Kepala Biro Kemahasiswaan, Agung Suprojo ataupun dia sendiri selaku Wakil Rektor III.

"Baik kepala Biro Kemahasiswaan dan wakil rektor III belum pernah membuat atau menandatangi surat pernyataan berkaitan dengan kasus cadar," tandas Totok.

Beliau juga mengungkapkan bahwa berita yang beredar tidak lengkap.

"Ada informasi yang bersangkutan dipaksa membuat surat pernyataan, namun tidak ditulis yang memaksakan siapa. Disini selalu menyatakan Universitas melarang, Universitas membuat. Universitas sampai sekarang belum pernah membuat peraturan tentang menggunakan cadar," tandasnya.

Humas Unitri, Amanah Rakhim juga menambahkan bahwa ia sempat bertemu dengan organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) eksternal membahas masalah cadar ini.

"Kemarin juga bertemu HMI eksternal. HMI hanya mengklarifikasi mengenai peraturan bercadar itu. Secara sah peraturan soal menggunakan cadar memang tidak ada," tutup Amanah. (Liyan)

Diskusi Lintas Omek dan Orda se-Unitri Dalam Mengenang Kembali Jasa Para Pahlawan

Add Comment
Lpm-papyrus.com - Dalam memperingati 10 November sebagai Hari Pahlawan Nasional, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) komisariat Fisip Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang adakan diskusi lintas Organisasi Daerah (ORDA) dan Organisasi Ekstra Kampus (OMEK) se-UNITRI di Gedung Kemahasiswaan lantai tiga. Jumat (10/2017).

Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus yang hadir dalam diskusi tersebut diantaranya, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Liga Mahasiswa Nasional Demokrat (LMND) dan beberapa organisasi   daerah yakni Maluku, Sumba Barat Daya (SBD), Manggara, dan Kefa.

Diskusi yang berlangsung selama dua jam ini tidak hanya membahas sejarah dan pergerakan para pahlawan dimasa penjajahan hingga mencapai puncak Indonesia merdeka pada 1945, tetapi juga mengenai generasi saat ini sebagai generasi penerus dari perjuangan para pendahulu bangsa.

"Perjuangan pada masa penjajahan tidak mengenal dari mana asal mu, oleh karena itu saya berharap dimasa ini persatuan dan kesatuan tetap kita jaga, karena ini merupakan kekuatan untuk memperjuangkan Indonesia menuju apa dicita-citakan oleh para pendahulu", jelas ketua Komisariat GMNI Komisariat Fisip ketika diwawancarai.

Selain berdiskusi seputar hari pahlawan, tim panitia penyelenggara juga melakukan observasi berupa Wawancara terhadap beberapa orang mahasiswa Unitri, dan hasil observasi menunjukan bahwa banyak yang lupa akan sejarah, bahkan ada yang sama sekali tidak tahu tentang Presiden Pertama RI.

"Sebelum kesini tadi saya sempat keliling  Unitri dan melakukan wawancara dengan beberapa orang mahasiswa, hasilnya miris sekali, banyak diantara mereka yang tidak tahu tentang hari pahlawan, sebut saja nama pahlawan pun tidak tahu, bahkan presiden dan wakil presiden RI yang pertama saja tidak tahu", ungkap (EK) saat diskusi berlangsung.

Menanggapi hal tersebut, Irwan Lukman  perwakilan HMI Komisariat Fisip Unitri juga angkat bicara terkait minat baca generasi saat ini, Irwan menilai bahwa hal ini merupakan dampak dari menurunnya minat baca mahasiswa.

"Minat baca Mahasiswa Unitri nol persen, ini benar apa adanya sesuai hasil survei yang dilakukan oleh saya sendiri untuk menulis buku saya yang berjudul Melawan Lupa Aktivis Jalanan", jelas Irwan.

Hal yang sama juga diungkapkan perwakilan LMND, Rikardus Asa.
"Generasi saat ini lebih cenderung berpikir Hedonisme, dari pada menkaji isu seputar permasalahan bangsa saat ini", ujarnya. (Barros)

Mahasiswa Kurang Partisipasi di Makrab, Ini Kata KPS Komunikasi

Add Comment
Lpm-Papyrus.com- Himpunan Mahasiswa Komunikasi (HIMAKOM) menggelar kegiatan Temu Akrab dengan tema “Great People are Standing Together” di Gedung Olahraga (GOR) Univesitas Tribhuwana Tunggadewi. Senin (06/11/2017).

Kegiatan dihadiri oleh Kepala Program Studi (KPS), Dosen Ilmu Komunikasi, Ketua Himakom beserta jajarannya serta seluruh anggota Himpunan Mahasiswa Komunikasi (HIMAKOM).

Dalam kesempatan tersebut, KPS Ilmu Komunikasi, Fathul Qorib., S.Ikom.,M.Ikom, menyampaikan sambutan dihadapan seluruh anggota Himpunan Mahasiswa Komunikasi (HIMAKOM) yang hadir. Dalam sambutannya dia menyayangkan tentang  partisipasi mahasiswa dalam kegiatan Makrab.

"Jumlah mahasiswa komunikasi berjumlah 417 yang aktif, tapi yang saya lihat yang hadir hanya sekitar 300 mahasiswa, jadi masih sekitar 200 yang tidak hadir". Ujar Kepala Program Studi (KPS) Komunikasi, Fathul Qorib saat menyampaikan sambutan.

Hal ini juga disampaikan oleh Ketua Pelaksana Fian Ghany Fafani tentang kendala yang dihadapi dari acara Makrab adalah telatnya publikasi dan persiapan, jadi partisipasi peserta temu akrab yang hadir sekitar 200 mahasiswa.

“Peserta dari data mahasiswa Komunikasi itu 417, namun ntuk partisipannya sekitar 200 peserta”, ujar Ketua Pelaksana Fian Ghany saat ditemui usai acara.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan Makrab adalah salah satu program kerja pengurus Himakom, tujuannya untuk menjalin solidaritas antar mahasiswa komunikasi.

“Kegiatan Makrab merupakan program kerja (Proker) dari pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Komunikasi. Tujuan dari kegiatan ini ialah menjalin solidaritas antara mahasiswa Ilmu Komunikasi dan menghilangkan tedensi, egoisme dan individualisme antar mahasiswa”. Imbuhnya

Usai kegiatan, Ketua Himakom, Titus Kurra mengucapakan terima kasih kepada seluruh anggota Himakom yang bersedia hadir beserta panitia pelaksana yang telah membantu menyukseskan kegiatan Makrab.

“Saya sangat senang, bahagia dan benar-benar berkesan karena Makrab ini berjalan dengan lancar, dan saya mengucapkan terimaksaih kepada seluruh anggota Himakom beserta panitia pelaksana yang sudah membantu menyukseskan acara ini”. Ujar Ketua Himakom Titus Kurra.

Ia juga menjelaskan selain kegiatan Makrab, Proker pengurus Himakom selanjutnya akan menggelar kegiatan Turnamen Futsal Himakom Cup 2017, sebagai ajang silaturahmi antar anggota Himakom.

“Kegiatan selanjutnya merupakan program kerja ketiga dari pengurus Himakom, yaitu akan melaksanakan Turnamen Futsal Himakom Cup 2017 yang akan dilaksanakan tanggal 12 November 2017. Tujannya adalah menyatukan mahasiswa komunikasi dari semua angkatan dan ajang silaturahmi mahasiswa komunikasi. Ungkapnya saat ditemui di Gedung Olahraga (GOR), Senin malam. (as,lian)

HIMMA Unitri Adakan Baksos Untuk Akrabkan Pengurus dan Anggota

Add Comment
Lpm-papyrus.com – Divisi Humas Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Himpunan Mahasiswa Manajemen (HIMMA) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang mengadakan kegiatan bakti sosial (baksos) dilingkungan RW 6, Kelurahan Tlogomas, Kota Malang, Minggu, (05/11).

Kegiatan yang diikuti 93 mahasiswa tersebut dikhususkan bagi mahasiswa baru Program Studi Manajemen Unitri dan melakukan pembersihan sampah disekitar RW 6, Kelurahan Tlogomas.

Ketua pelaksana baksos, Khusnun, menyampaikan jika kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat sekitar Unitri yang telah menerima mahasiswa dengan baik.

“Jadi baksos ini di adakan oleh Divisi Humas HMJ Manajemen (HIMMA), tujuannya untuk memberikan sedikit kontribusi pada masyarakat di sekitar kampus sebagai bentuk terima kasih telah di terima dengan baik di lingkungan masyarakat selain itu untuk mengakrabkan antara pengurus dan anggota HIMMA,” tegas Khusnun kepada LPM Papyrus.

Kegiatan yang diikuti 93 mahasiswa tersebut khusus dilakasanakan bagi mahasiswa baru program studi manajemen.

Selaku ketua pelaksana, Khusnun juga berharap agar kegiatan yang telah dilaksanakan tersebut dapat memberikan image yang positif kepada seluruh mahasiswa unitri.

“Harapan dari ketua pelaksana sendiri agar warga memandang baik mahasiswa Unitri, selain itu agar hubungan antara anggota baru dan pengurus terjalin dengan baik,” ungkap Khusnun.

Khusnun juga berpesan kepada mahasiswa yang telah mengikuti kegiatan bakti sosial tersebut untuk terus antusias dan berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang dilaksanan oleh HIMMA.

“Pesan untuk rekan-rekan supaya tetap jaga antusiasmenya untuk berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar, karena kita disini sudah di terima dengan baik oleh warga sekitar jadi itu juga menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Khusnun.

Sementara itu, kegiatan lainnya yang akan dilaksanakan HIMMA dalam waktu dekat seperti kegiatan kunjungan ke Pasar Grosir, Surabaya, pada tanggal 18 november khusus untuk semester tiga juga telah disiapkan dengan matang. (Ha’ar)

Sampah Penyambung Hidup

Add Comment
Foto : Bu Sri mengumpulkan
barang bekas ditumpukkan sampah
.
Lpm-papyrus.com - Matahari kembali terbit, pagi kembali datang. Jalan Tlogomas gang 9 ramai seperti biasanya. Suara bising kendaraan yang berlalu lalang menyelimuti pagi. Semua orang pasti menginginkan menghirup udara yang segar dipagi hari. Udara yang dingin dengan embun yang membawa kesejukan serta ketenangan. Namun tidak untuk Ibu Sri.

Wanita berusia 58 tahun ini, harus merelakan udara segarnya digantikan dengan udara yang bercampur dengan bau sampah yang kian membusuk. Namun udara pagi seperti itu tidak pernah menjadi musuhnya, untuk menurunkan semangatnya memulai pekerjaan. Tatapannya lurus kedepan, ke arah tumpukan sampah. Tatapannya bak memandang indahnya deburan air laut dipantai.

Dihadapan saya saat itu, berdiri seorang wanita tangguh dengan wajah penuh keruttan, dengan tubuh yang tak mampu lagi berdiri dengan tegap, yang telah siap bertempur. Bertempur melawan rasa lapar yang akan menyerang kalau tak dapat cukup kertas atau botol bekas untuk ditimban kilo. Sekilo botol minuman bekas, sama dengan beberapa puluhan botol. Puluhan botol itu sama dengan sejumput nasi yang akan dimakanya hari itu.  Menurut ibu Sri botol-botol minuman bekas itu dihargai sekilo seharga Rp. 1.200.

Beliau sangat mensyukuri atas nikmat sang Maha Pencipta, yang diberikan kepadanya. Walaupn beliau hanya hidup bersama dengan suaminya yang berusia lebih dari setengah abad. Usia suaminya yang tidak muda lagi itu membuat suaminya mulai terserang penyakit, dan hanya bisa berdiam dirumahnya.

Bu Sri adalah contoh seorang pekerja keras, sebab tak mengenal panas, hujan untuk bekerja keras. Namun entah mengapa banyak sekali orang yang menganggap remeh pemulung. Mungkin jika pemulung  tidak ada,  bisa jadi bumi ini penuh dengan sampah yang tak berguna,sehingga menyebarkan penyakit yang tidak dinginkan. (lian)

Geng Wahyudi Hadiri Sarasehan BEM se-Malang Raya di Unitri

Add Comment


Lpm-papyrus.com - Tokoh Pergerakan Pemuda, Geng Wahyudi, hadir sekaligus menyampaikan materi dalam acara Sarasehan BEM se-Malang Raya di Kampus Tribhuwana Tunggadewi Malang, bertempat di Gedung Olahraga (GOR) Unitri. Jum'at (03/11/17).

Dalam acara tersebut, ia menyampaikan materi tentang beberapa hal yang harus diperlukan dari seorang pemimpin yang mana perlu memiliki potensi, integral, dan moral.

“Untuk menjadi pemimpin maka perlu adanya potensi, integral dan moral”. Ujar Geng Wahyudi saat menyampaikan materi.

Ketua Pelaksana Serasehan, Klinton, juga mengajak kepada seluruh pemuda saat ini untuk tetap menjalankan peran pemuda seperti pada tahun 1928. Sehingga tidak terpengaruh dan melenceng dari ideologi pancasila.

“Merefleksikan kembali peran pemuda, 1928 dan pemuda saat ini, karena pemuda sekarang terpengaruh dengan era globalisasi sehingga terpicu pada pemikiran yang melenceng dari ideologi Pancasila”. Tegasnya saat menyampaikan materi.

Ia juga menambahkan alasan tentang tema yang diangkat pada acara tersebut.

"Itulah alasan kami mengangkat tema Pemuda sebagai Pelopor Pemersatu Bangsa”. Imbuhnya.

Menurut Asrafik, Selaku peserta, dengan adanya kegiatan tersebut dapat membangkitkan semangat para pemuda dalam membangun bangsa.

“Sangat luar biasa, karena bisa membangkitkan para pemuda walaupun berbeda tetapi tetap satu, bergerak bersama untuk membangun bangsa”. Ucapnya saat diwawancarai papyrus. (Gobet)

Gelar Sarasehan BEM se-Malang Raya, Unitri Sebagai Tuan Rumah

Add Comment
Lpm-papyrus.com - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Tribhuana Tunggadewi Malang menjadi tuan rumah di acara Sarasehan BEM se-Malang Raya dengan tema "Pemuda Sebagai Pelopor Pemersatu Bangsa". Kegiatan dilaksanakan di GOR Unitri dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Jum'at (03/11/17).

Geng Wahyudi, selaku tokoh penggerak pemuda menyampaikan materi dihadapan para puluhan mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Malang, mengenai peran pemuda Indonesia sebagai pelopor suatu bangsa dan tidak ada yang membedakan dari semua apapun karena semua pemuda itu sama.

"Pemuda adalah pelopor bangsa, oleh sebab itu tidak ada yang membedakan Pemuda dari apapun, semuanya sama, terlahir dari Rahim Indinesia". Tegas Geng Wahyudi, saat menyampaikan materi dalam acara tersebut.

Selain itu ketua BEM Unitri, Marianus Rawa Tamba, mengharapkan kepada pemuda Indonesia untuk mengawal perjalanan bangsa dan tetap menjaga ideologi pancasila.

"Setelah kegiatan ini, saya ingin pemuda hari ini menjadi pengawal perjalanan Bangsa Indonesia kedepannya, dan selalu menjaga Ideologi Pancasila". Ujar Marianus saat di wawancarai. (Robi)