Dekan Fisip Harapkan 125 Sarjana Mempunyai Integritas Tinggi

Add Comment
Dekan Fisip Harapkan 125 Sarjana Mempunyai Integritas Tinggi, Unitri
Foto bersama Dosen setelah mengikuti yudisium, Jumat (28/09)

Lpm-papyrus.com - Sebanyak 125 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang mengikuti yudisium di Gedung Olahraga (Gor) Unitri, Jumat (28/09). 

Dalam yudisium tersebut diikuti oleh dua Program Studi (Prodi) yakni Prodi Administrasi Negara (ADM) dan Ilmu Komunikasi (Ikom), serta dihadiri oleh Dekan Fisip, Kepala Program Studi (Kaprodi) dan seluruh Dosen Fisip.

Dekan Fisip Willy Tri Hardiyanto S Sos MM MAP, mengatakan bahwa mahasiswa Fisip yang mengikuti yudisium tahun 2018, terdiri dari 80 mahasiswa Prodi Administrasi Negara dan 45 mahasiswa dari Ilmu Komunikasi.

“Kami juga mengucapkan selamat kepada dua mahasiswa Fisip yang mendapatkan nilai tertinggi,”kata Willy Tri Hardiyanto saat ditemui Papyrus.

Dekan Fisip itu juga berharap para mahasiswa dapat menerapakan dan menciptakan hal baru untuk masyarakat dari ilmu yang didapatkan selama menempuh pendidikan di Unitri Malang. 

"Saya berharap para Sarjana ini, mampu menjadi Sarjana yang mempunyai integritas tinggi dan mampu mengimplementasikan ilmu yang mereka dapatkan kepada masyarakat serta mampu menciptakan hal yang baru setelah kelulusan ini,"harapnya. (al)

Dekan Fakultas Pertanian Butuh Mahasiswa Tangguh Bukan Seperti Kapal Selam

Add Comment
Dekan Fakultas Pertanian Butuh Mahasiswa Tangguh dan Tak Seperti Kapal Selam, Unitri, Maba
Dekan Fakultas Pertanian saat menyampaikan sambutan, Jumat (14/9) - Ali

Lpm-papyrus.com - Mahasiwa Baru (Maba) Fakultas Pertanian Univesitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, mengikuti rangkaian kegiatan Orientasi Pendidikan (Ordik) tahun 2018, dengan tema  karakter kerakyatan dan mewujudkan intelektual muda berprestasi nasional, di Gedung Olahraga (GOR), Jumat (14/9).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dekan Fakultas Pertanian (FP) beserta jajaran dan seluruh Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dari Fakultas Pertanian.

Dalam kesempatan tersebut Dekan Fp, Amir Hamzah, mengatakan bahwa Maba tahun 2018 mengalami peningkatan, dan menjadi suatu penghargaan dan penghormatan bagi Program Studi (Prodi) yang ada di Fakultas  Pertanian.

“Jumlah mahasiswa meningkat akan membatu Fakultas dalam akreditasi dan mutu setiap Prodi, Kami mengharapkan Maba dapat beradaptasi dan belajar dengan baik, agar terwujudnya tujuan Fakultas Pertanian,”kata Amir Hamzah saat sambutan.

Amir juga menegaskan mahasiswa di Fakultas Pertanian harus mampu bersaing dan jangan berhenti kuliah seiring kerasnya dalam mecari lapangan pekerjaan.

"Satu hal yang harus diingat oleh maba adalah bagaimana mahasiswa menjadi seorang yang tangguh dan tidak menjadi mahasiswa yang seperti kapal selam"lanjutnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Dekan (Wadek) FP, Ibu Wahya menyampaikan selamat datang kepada Maba dan selamat bergabung di Fakultas Pertanian untuk membuat motto Fakultas terwujud.

"Kami berharap mahasiswa di Fakultas Pertanian terus maju, berkarya, selalu jaya, dan berprestasi baik akademik maupun non akademi, ini selaras denga motto Fakultas yakni melangkah maju raih prestasi,”harapya saat diwawancarai Papyrus. (ali)

Panitia Ordik Harapkan Maba Tetap Jaga Kesehatan

Add Comment
Panitia Ordik Harapkan Maba Tetap Jaga Kesehatan, maba, unitri, malang, mahasiswa
Maba 2018 saat sedang berlatih Yel-yel di Area Parkir Unitri Malang, Selasa (11/9).

Lpm-papyrus.com -
Panitia Orientasi Pendidikan Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang bersama mahasiswa baru (Maba) Unitri angkatan 2018 melakukan berbagai persiapan dan latihan yel-yel untuk mengikuti rangkaian kegiatan Orientasi Pendidikan (ordik), di halaman Unitri, Selasa (11/9).

Kegiatan ordik akan berlangsung mulai tanggal 12 - 15 September. Maba yang mengikuti Ordik tahun ini berjumlah 1.800 peserta yang dibagi menjadi 45 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 40 orang dan dua pendamping.

Menurut Ketua Pelaksana (Ketupel) Ordik, Yulius mengatakan pihak panitia memberikan waktu satu hari untuk mempersiapkan segala keperluan ordik yakni hari ini saja. Besok peserta ordik akan mengikuti simulasi paper mop.

"Kami memberi waktu seharian untuk persiapan dan latihan, dimulai dari pukul delapan pagi hingga pukul sembilan malam. Kami juga menghimbau kepada pendamping dan peserta agar tidak melaksanakan latihan yel-yel waktu adzan dan sholat, agar tidak mengganggu warga yang sedang beribadah,"kata Yulius kepada papyrus.

Yulius menyampaikan terkait teknis latihan yel-yel dan persiapan Ordik tersebut sesuai kesepakatan dari pendamping kelompok dan peserta. "Latihan seharian full atau tidak, itu tergantung kesepakatan, namun kami menghimbau agar peserta juga harus memperhatikan kesehatan agar bisa mengikuti rangkaian kegiatan ordik,"lanjutnya.

Dalam Persiapan dan pelaksanaan Ordik tahun 2018 tersebut, Panitia mengalami kendala terkait penambahan data peserta yang baru melakukan konfirmasi pendaftaran ordik.

"Kendalanya yakni masalah data penambahan mahasiswa sebanyak 200 peserta, sehingga panitia akan berusaha lebih giat lagi untuk mengantisipasi penambahan peserta. Untuk saat ini peserta Ordik 2018 berjumlah 1800 peserta,"ujarnya.

Selain itu, Ia berharap rangkaian kegiatan Ordik tahun 2018 dapat memberikan kesan pertama kepada Maba dan berjalan lancar serta bermanfaat setelah menjadi mahasiswa Unitri.

"Harapannya semoga seluruh acara berjalan tanpa hambatan, dan pada momen ini peserta bisa mengenal satu sama lain, serta membangun kekompakan antar sesama,"pungkasnya. (vira) 

Mahasiswa Unitri Lolos Finalis Kakang-Mbakyu Kota Malang 2018

Add Comment
Doni Suryana, Mahasiswa Berprestasi dari Unitri Lolos Finalis Kakang-Mbakyu Kota Malang 2018 , kakang dan mbakyu kota malang, Unitri mahasiswa unitri
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unitri Malang yang menjadi Finalis Kakang Kota Malang 2018 - Ist 

Lpm-papyrus.com -
Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang patut berbangga karena salah satu mahasiswanya lolos menjadi finalis dalam ajang bergengsi pemilihan Kakang-Mbakyu Kota Malang 2018. Doni Suryana, mahasiswa Ilmu Komunikasi yang nantinya akan tampil dalam final Kakang-Mbakyu Kota Malang 2018 dan memperebutkan gelar Duta Pariwisata Kota Malang 2018.

Ditemui Papyrus ditengah persiapan menuju Final Kakang-Mbakyu 2018 pada tanggal 29 September 2018 mendatang, Ia mengatakan bahwa proses menjadi finalis yang akan memperebutkan gelar Duta Pariwisata Kota Malang 2018 tidaklah mudah. Ada banyak tahap  seleksi yang harus dihadapi dan menuntutnya untuk menunjukkan yang terbaik dihadapan juri. 

"Tahun 2018 merupakan tahun pertama saya mengikuti ajang Kakang-Mbakyu Kota Malang dan   Puji Tuhan sekalinya ikut bisa lolos ke final. Tentu saja banyak tahapan yang harus dilewati mulai dari tes tulis, interview, tes bakat, dan pengetahuan baik tentang pariwisata dari Kota Malang atau Indonesia dan pengetahuan secara umum lainnya yang harus ditampilkan dan diselesaikan dengan baik,"paparnya, Senin (10/9) siang.

Ia melanjutkan, dari 200 peserta Kakang-Mbakyu 2018 dari Malang Raya diseleksi hingga menjadi 20 pasang. 20 pasang tersebut masing-masing 10 peserta laki-laki dan 10 peserta perempuan. Ia pun menjelaskan proses penyeleksian sampai tahap final tersebut sangat menantang.

"Bisa dibilang proses seleksi kemarin benar-benar menantang. Tidak hanya pengetahuan saja, rasa chemistry dengan pasangan yang ditentukan oleh pihak penyelenggara juga harus ada.  Persiapan fisik untuk selanjutnya memang tidak bisa dinomor duakan," ujar kelahiran 11 Mei 1997 tersebut. 

Kakang-Mbakyu Kota Malang merupakan salah satu program dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Diskebudpar) Kota Malang, untuk mencari wajah baru dalam mempromosikan pariwisata Kota Malang baik di dalam negeri maupun di luar negeri. 

Ia menjelaskan bahwa peserta yang menjadi Duta Wisata Kota Malang 2018 nanti akan menjabat selama satu  tahun. Ia mengaku menjadi finalis Kakang-Mbakyu Kota Malang 2018, secara otomatis dirinya menjadi paguyuban Kakang-Mbakyu Kota Malang dan hal tersebut merupakan kebanggan tersendiri tentunya. 

"Finalis Kakang-Mbakyu 2018 secara otomatis menjadi bagian paguyuban keluarga besar Kakang-Mbakyu. Hal tersebut memang merupakan target dari mimpiku dan sudah terpenuhi," jelasnya.

Ia menambahkan, nantinya ia akan menjalan proses karantina untuk penilaian final Kakang-Mbakyu Kota Malang 2018.

Walau tempat penyelenggaraan final masih dirahasiakan, Ia mengharapkan dukungan penuh dari warga Unitri di hari final nanti. 

"Mohon dukungan dan partisipasinya nanti di babak final tanggal 29 September 2018. Untuk finalnya sendiri bisa di cek juga di instagram @kangyumalang,"pungkasnya. (firdha)


Unitri Sajikan Kesenian Nusantara Saat Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru

Add Comment
Unitri Sajikan Kesenian Nusantara Saat Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru, NTT, Kalbar, IKSPI, Ordik Unitri
Penampilan kesenian Sape asal Kalimantan Barat ikut meriahkan upacara penerimaan mahasiswa baru 2018, Sabtu (08/9).

Lpm-papyrus.com - Upacara penerimaan mahasiswa baru 2018 Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang menampilkan beberapa Kesenian Nusantara yang mencerminkan motto kampus kerakyatan serta miniatur kecil Indonesia. Upacara tersebut dilaksanakan di Halaman Lapangan Voli dan parkiran Unitri, Sabtu (08/9).

Wakil Rektor tiga Bagian Kemahasiswaan Dr Totok Sasongko MM mengatakan dalam sambutannya, konsep upacara kali ini didukung dengan tarian daerah dari Sumba Timur, Sumba Barat Daya, penampilan alat musik Sape dari Sanggau Kalimantan Barat (Kalbar) dan penampilan Barongsai dari IKSPI.

“Hari ini kita memberikan sajian bagi Mahasiswa baru Unitri tentang keragaman Nusantara di kampus kerakyatan”, ujarnya dihadapan wartawan. 

Upacara yang dihadiri oleh beberapa tamu khusus, diantaranya perwakilan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sanggau Kalbar, juga pihak relasi LSM Pelita Nusa Tenggara Timur (NTT), jajaran Universitas, Dosen dan Staf serta mahasiwa yang ikut meramaikan upacara penerimaan Mahasiswa Baru tahun 2018 dengan meriah.

Unitri Sajikan Kesenian Nusantara Saat Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru, tarian sumba barat daya
penampilan tarian dari Sumba Barat Daya - asra

Dalam acara tersebut, Totok Sasongko menyampaikan bahwa nilai mahasiswa sangat penting untuk penguatan karakter dalam pembangunan dunia akademisi. Karakter yang dimaksud adalah pencapaian visi dan misi kampus kerakyatan.

“Makna Kampus Kerakyatan adalah memberikan kesempatan untuk semua golongan menempuh pendidikan tinggi bagi seluruh masyarakat Indnesia, hal ini  sesuai dengan UUD 1945 bahwa Pendidikan untuk semua,"ungkapnya.

Ia menambahkan terkait sikap mahasiswa yang apatisme dalam menghadapi perkuliahan di Unitri diperlukan motivasi dengan mengandalkan kemampuan berdikari.

"Ini merupakan cara bagaimana kita mengatasi masalah dengan kekuatan kita sendiri tanpa bantuan orang lain, yakni dengan memupuk jiwa yang semangat agar tidak mudah putus asa,"lanjutnya.

Amanat terakhir lainnya yang diharapkan Wakil Rektor tiga adalah mengembangkan kreativitas mahasiswa, dimulai dengan mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan berkompeten dalam menempuh pendidikan di Unitri Malang.

"Unitri Malang sudah menyidiakan pendidikan yang berkualitas dan berkompeten, karena seluruh fakultas yang ada sudah terakreditasi A dan B, kecuali Fakultas Pendidikan yang saat ini dalam proses Akreditasi, Insyaallah dalam waktu dua tahun kedepan sudah berakreditasi B,"tutupnya.

Upacara penerimaan mahasiswa baru 2018 tersebut akan dilanjutkan dengan Orientasi Pendidikan (Ordik) oleh Badan Eksekutif Mahasiswa beserta Panitia, yang akan dilaksanakan pada 10-15 September 2018 mendatang. (asra)

Pemda Kabupaten Sanggau Tetap Jalin Kerja sama Dengan Unitri

Add Comment


Pemda Kabupaten Sanggau Tetap Jalin Kerja sama Dengan Unitri, Unitri Malang, Sanggau, Kalbar
Perwakilan Staff ahli Bupati Kabupaten Sanggau, Ignatius Irianto saat diwawancarai, Sabtu (8/9).

Lpm-papyrus.com - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat (Kalbar) dengan Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang menjalin kerja sama sejak sembilan tahun yang lalu. Sampai saat ini, mahasiswa asal Kabupaten Sanggau yang menempuh pendidikan di Unitri Malang berjumlah sekitar 800 mahasiswa.


Perwakilan Staff ahli Bupati Kabupaten Sanggau, Ignatius Irianto mengatakan mahasiswa tersebut mendapatkan beasiswa dari Pemda Kabupaten Sanggau untuk kuliah di Unitri, dan sudah melalui seleksi akademik di daerah. Namun, tidak semua biaya kuliah ditanggung Pemda Kabupaten Sanggau.

"Untuk seleksi pertama yakni dari niat mahasiswa itu sendiri agar tidak terpaksa, kedua yakni ada kemauan yang mendorong untuk kuliah, kemudian ada seleksi akademik yang diadakan pihak Pemda Kabupaten Sanggau,”kata Ignatius Irianto.

“Untuk beasiswanya sendiri beberapa komponen ada yang ditanggung Pemda, namun ada beberapa yang ditanggung sendiri,"ujarnya kepada awak media seusai upacara penerimaan mahasiswa baru (Maba) 2018 Unitri Malang, Sabtu (8/9).

Ignatius juga menambahkan apabila mahasiswa asal Sanggau tersebut lulus, pihak Pemda tidak akan menghalangi mahasiswa untuk berkarya di daerah lain, seperti NTT maupun Kota Malang.

"Kami memberikan kebebasan kepada mereka (mahasiswa Sanggau, red) untuk berkarya di Daerah yang di inginkan, namun kami sangat bersyukur jika mereka bisa kembali ke daerah untuk membangun Kabupaten Sanggau,”imbuhnya.

Selain itu, Ignatius berharap mahasiswa sanggau yang kuliah di Unitri mempunyai jiwa nasionalisme sesuai dengan motto Unitri yakni Kampus kerakyatan. Ia juga berharap kerjasama ini bisa terus berlanjut, serta lulusan-lulusan dari Unitri Malang menjadi orang yang berkualitas dan berkompeten.

"Harapannya mahasiswa ini bisa menggelorakan semangat nasionalisme Indonesia dan tentunya lulusan-lulusan ini bisa menyebar ke seluruh nusantara,"tutupnya. (vira)

BEM Unitri : Mahasiswa Lama Tetap Dapatkan Sertifikat Ordik dari BEM

Add Comment


BEM Unitri : Mahasiswa Lama Tetap Dapatkan Sertifikat Ordik dari BEM, BEM Malang, Unitri, Sertifikat Ordik, Ordik 2018
Mahasiswa Baru  yang akan mengikuti Ordik 2018 - Ist

Lpm-papyrus.com - Mahasiswa lama keluhkan sertifikat Ordik tak di keluarkan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, Sabtu (08/9).

Sertifikat tersebut menjadi kendala bagi mahasiswa untuk persyaratan kelulusan. Hal tersebut terjadi akibat kepengurusan BEM Unitri tahun 2017/2018.

Dalam hal ini langsung ditanggapi oleh Presiden BEM, Titus Kura mengatakan bahwa mahasiswa lama akan tetap mendapatkan Sertifikat Ordik yang diadakan oleh Panitia.

"BEM bisa menerbitkan Sertifikat Ordik, namun mahasiswa tersebut wajib membayar uang sebesar 35 ribu rupiah untuk mengikuti rangkaian acara Ordik,"kata Titus kepada Papyrus, Jumat petang (07/9).

“Walaupun sebenarnya ini bukan tanggung jawab kepengurusan BEM saat ini, namun kami berusaha dan membatu mahasiswa lama untuk mendapatkan sertifikat Ordik, saya harapkan mahasiswa lama dapat mengikuti aturan yang ditetapkan oleh Panitia Ordik,” harapnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Ketua Pelaksana (Ketupel), Yulius menyampaikan Mahasiswa lama akan tetap mengikuti seluruh kegiatan Ordik.

"Untuk mendapatkan sertifikat mahasiswa akan membantu panitia dalam kegiatan Ordik,"ungkapnya.
Yulius menuturkan bahwa uang 35 ribu rupiah tersebut akan digunakan untuk pencetakan sertifikat dan konsumsi.

"Jadi uang itu untuk keperluan mahasiswa itu sendiri, rinciannya yaitu 30 ribu akan digunakan makan selama tiga hari dan lima ribu rupiah digunakan untuk pencetakan sertifikat,"ujar Yulius.

Ia menyampaikan dengan adanya kejadian tersebut, diharapkan kepada seluruh mahasiswa Unitri setelah mengikuti Ordik, diharapkan segera mengambil sertifikat di Sekertariat BEM.

"Semoga di Ordik tahun depan tidak ada lagi kejadian seperti ini lagi dan untuk Ordik tahun 2018, Panita menjamin bagi mahasiswa baru pasti mendapatkan sertifikat Ordik "harapnya. (as)

Jumlah Mahasiswa Baru Melonjak, Ini Rencana Yayasan Kedepan

1 Comment


Jumlah Mahasiswa Baru Melonjak, Ini Rencana Yayasan Kedepan, Maba Unitri, Malang, Kampus Murah, Ungu
Ketua Yayasan Bina Patria Nusantara, Prof Wani Hadi Utomo melepas balon saat upacara penerimaan mahasiswa baru, Sabtu (8/9).

Lpm-papyrus.com - Menanggapi lonjaknya jumlah mahasiswa baru tahun ajaran 2018/2019 pihak Yayasan Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, akan meningkatakan fasilitas kampus. Hal ini disampaikan oleh Ketua Yayasan Bina Patria Nusantara, Prof Wani Hadi Utomo seusai upacara penerimaan mahasiswa baru, Sabtu (8/9).

Peningkatan fasilitas bertujuan untuk menunjang proses belajar mengajar di Unitri, serta memberikan kenyamanan bagi mahasiwa Unitri.

"Dengan bertambahnya mahasiswa, pada saat bersamaan tentunya kita akan meningkatakan fasilitas, sehingga tidak mengecewakan mahasiswa, sehingga proses belajar mengajar di Unitri bisa berjalan dengan baik," jelas Wani kepada Papyrus.

"Jadi kita terus berpikir keras, bagaimana cara mengembangkan Universitas dengan segala keterbatasan yang ada, dan berusaha untuk memfasilitasi kebutuhan mahasiwa secara baik," lanjutnya.

Sementara itu Wani juga berharap mahasiswa baru memiliki kemaun yang besar dalam belajar selama proses perkuliahan nantinya. 

"Pada dasarnya mahasiwa itu sudah pintar ketika mereka lulus dari SMA, tinggal sekarang adalah kemauan. Asal mau dengan segala keterbatasan dan menyadari dimana posisinya, pasti lulusan Unitri mampu bersaing dengan lulusan Universitas yang lain, yang sudah lebih lama maju," pungkasnya. (lian)

Jumlah Calon Mahasiswa Unitri Alami Peningkatan Setiap Tahun, Ini Rinciannya!

Add Comment
Setiap Tahun Pendaftar Calon Mahasiswa Unitri Terus Meningkat, unitri, malang
Mahasiswa baru (Maba) saat  mengikuti upacara penerimaan mahasiswa baru tahun 2018 - Vira

Lpm-papyrus.com - Dari tahun ke tahun pendaftar calon mahasiswa di Universitas Tribhuwana  Tunggadewi (Unitri) Malang terus meningkat. Tahun 2018 Unitri menerima 2011 Mahasiswa baru (Maba) dari total pendaftar 2324 peserta.

Namun, jumlah mahasiswa yang telah melakukan heregistrasi dan menyelesaikan administrasi berjumlah 1533 mahasiswa. Rinciannya yakni, sebanyak 422 mahasiswa di Fakultas Pertanian (FP), 435 mahasiswa di Fakultas Ekonomi (FE), 176 mahasiswa di Fakultas Teknik (FT), 315 mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), serta 75 mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes), dan 110 mahasiswa di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP). 

Menurut Kepala Sub Bagian Pendaftaran Unit Pelaksana Tugas Penerima Mahasiswa Baru (UPT-PEMABA), Umi Rofiatun mengatakan data tersebut masih sementara karena proses registrasi masih berlangsung hingga hari ini.

"Ini masih ada jeda, data ini merupakan data dari awal regis hingga kemarin, sedangkan untuk hari ini masih belum ada laporan dari Bagian Keuangan," ujarnya kepada Papyrus seusai upacara penerimaan mahasiswa baru di lapangan parkir Unitri, Sabtu (8/9).

Umi juga menambahkan batas waktu terakhir konfirmasi yakni hari ini. Diharapkan mahasiswa baru segera melakukan heregistrasi dan konfirmasi ke Bagian Keuangan (BAKU) dan Bagian Akademik (BAK) Unitri.

"Hari ini adalah terakhir batas waktu untuk melakukan konfirmasi, namun kami tetap akan mengakomodir mahasiswa baru ini. Kami berharap mahasiswa yang telah dinyatakan lolos seleksi segera melakukan konfirmasi dan heregistrasi, sehingga sah menjadi mahasiswa Unitri,"harapnya. (vira)