UAKM-K LOGOS Adakan Pelepasan Peserta Camp Makris.

Add Comment
UAKM-K LOGOS Adakan Pelepasan Peserta Camp Makris.
Suasana pelepasan peserta Makris Uakm-K Logos - Asra
Lpm-papyrus.com - Unit Aktivitas Kerohanian Mahasiswa Kristen (UAKM-K) Logos Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang adakan pelepasan Peserta Camp Mahasiswa Kristen (Makris) Logos yang bertempat di Gedung Olahraga (Gor) Unitri, Jumat (30/11).

Dalam acara pelepasan peserta camp makris dihadiri pembina Uakm-k Logos, Agus Susilo dan seluruh jajaran kepengurusan Uakm-K Logos. Agus Susilo memberikan sambutan dan arahan bagi peserta Camp Makris agar bisa menjadi mahasiswa kristen yang berkarakter baik di lingkup Universitas dan bisa menjadi teladan bagi masyarakat pada umumnya.

Camp Makris merupakan Agenda tahunan Uakm-K Logos yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa baru kristen yang ada di kampus Unitri papar Agus Susilo.

"Saya berharap camp makris kali ini merupakan camp yang benar-benar bisa melahirkan kader-kader Uakm-K Logos yang berkarakter dan berkepempinan Kristus agar bisa menjadi panutan teman-teman mahasiswa dan masyarakat yang ada disekeliling mereka," ungkapnya.

Sementara itu ketua pelaksana Camp Makris Logos, Subastian Manugala menjelaskan Camp Makris kali ini diikuti 425 peserta dan 100 orang panitia. Panitia pelaksana menyiapkan kegiatan Camp Makris sudah dari dua bulan sebelum acara ini berlangsung. Subastian juga berharap bagi seluruh panitia dan peserta Camp bisa menjaga nama baik almamater Universitas dan Uakm-k Logos selama acara camp berlangsung.

"Saya berpesan pada seluruh mahasiwa baru kristen agar tetap menjaga solidaritas dan kekompakan  dalam acara camp makris, selama tiga hari di gunung tabor tumpang kabupaten Malang. Karena acara mulai tanggal 30 November sampai 02 Desember 2018 mendatang. Tidak ada yang lebih baik selain kita mengandalkan Tuhan di setiap apa yang mau kita capai dalam camp makris tahun ini," imbuh Subastian.

Hal senada juga diungkapan oleh ketua umum Uakm-k Logos, Alfret Tawala Tanggumara, menurutnya camp makris merupakan program kerja terbesar dalam kepengursan Uakm-K Logos masa bakti 2018-2019. Ia juga berharap dengan kegiatan tersebut dapat membawa nama baik Unitri.

"Saya mengharapkan camp kali ini bisa membawa dampak positif bagi kampus Unitri dan Uakm-K Logos itu sendiri. Karena pembinaan karakter lewat Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian sangat dibutuhkan oleh setiap mahasiswa pada umumnya. Maka saya menghimbau seluruh kepanitian dan peserta camp Makris bisa menjadi contoh yang baik dan berkarakter kepemimpinan Kristus," pungkas Alfret. (asra)

Etikamu Penentu Bisnismu, Tema Kuliah Umum HIMMA

Add Comment
Etikamu Penentu Bisnismu, Tema Kuliah Umum HIMMA
Putri Budi Setyowati menerima penghargaan dari salah satu perwakilan Himma - Nanda
Lpm-papyrus.com - Himpunan Mahasiswa Manajemen (HIMMA) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang mengadakan kuliah umum dengan tema Etikamu Penentu Bisnismu, di Gedung Olahraga (Gor), Rabu (28/11).

Kuliah umum tersebut dihadiri  salah satu dosen Universitas Brawijaya, Putri Budi Setyowati yang menjalin kerjasama dengan Pusat Pelatihan Kewirausahaan (PPK) Sampoerna. Putri, yang menjadi salah satu pemateri, mengenalkan PPK Sampoerna, dan menjelaskan program yang ada di PPK Sampoerna.

"Jadi, homebase saya sebenarnya dari UB tetapi saya juga bekerja sama dengan PPK Sampoerna, PPK adalah salah satu lembaga di Sampoerna untuk mengaplikasikan tanggung jawab sosial. Salah satu program yang ada di PPK Sampoerna yaitu pelatihan terhadap masyarakat sekitar yang dianggap berpotensi dan berkualitas, oleh karenanya diberdayakan dengan program kewirausahaan," ujarnya saat ditemui Papyrus.

Pada kesempatan yang sama, Putri juga memaparkan terkait etika bisnis di sebuah perusahaan. Dimana sebuah perusahaan akan berjalan dengan baik jika memiliki etika bisnis yang baik.

"Perusahaan bisa berjalan dengan baik, jika memiliki etika bisnis yang baik. Etika bisnis itu tidak hanya bagaimana menghasilkan dan mempromosikan produk saja, akan tetapi harus dapat meningkatkan profit, yang saya kenal dengan istilah 3P, yaitu dapat berintegrasi antara planet people profit. Jika ketiganya telah berintegrasi dengan baik maka dia (perusahaan) sudah beretika dan dapat meningkatkan profit dengan maksimal," jelasnya.

Selain itu, Putri juga berpesan kepada mahasiswa UNITRI agar menumbuhkan jiwa kewirausahaan. "Sekarang kan sudah memasuki era industri 4.0, pasti mahasiswa sudah menguasai teknologi digital jadi diharapkan mahasiswa mulai menumbuhkan kewirausaahaan dengan membuat bisnis startup kecil-kecilan," sambungnya.

Seperti yang diungkapkan oleh Ketua Pelaksana kuliah umum, Mira Saraswati, bahwa tujuan diadakannya kuliah umum ini adalah untuk memenuhi mata kuliah Etika Bisnis.

"Kuliah umum ini diadakan karena untuk memenuhi Mata Kuliah Etika Bisnis, jadi bukan hanya Mahasiswa Manajemen saja yang menjadi peserta dalam kuliah umum, tetapi mahasiswa program studi lain di UNITRI. Total pesertanya juga lebih dari 250 mahasiswa," pungkasnya. (nanda)

Sharing Bareng Bersama Fhotografer Media Tempo

Add Comment
Sharing Bareng Bersama Fhotografer Media Tempo
Fully Syafi saat sharing bareng dengan mahasiswa Ilmu Komunikasi - Ist
Lpm-papyrus.com - Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, datangkan Fhotografer Media Tempo, Fully Syafi dalam sharing bareng fhotografi yang bertempat di Warung Mbak Buyut Jalan Kecubung Kota Malang, Rabu (28/11).

Dalam Sharing, Fully Syafi memberikan materi terkait fotografi yang bisa menceritakan tentang kejadian yang ada di sekitar lewat foto. Layaknya seorang jurnalis warga (Citizen journalisme) hasil potret juga bisa jadi sebuah informasi bagi publik.

Fully Syafi juga menjelaskan bahwa karya seorang fotografer bukan dilihat seberapa bagus hasil pengambilan gambarnya. Tapi yang diperlukan seorang fhotografer seberapa penting moment yang diambil dan dijadikan informasi.

"Bagi saya menjadi seorang fotografer bukan pekerjaan yang menantang, tapi saya jadikan fhografer sebagai hobi yang bisa menambah wawasan dibidang komunikasi agar bisa berinteraksi lewat karya. Semakin bagus karya yang kita ambil dan bisa menceritakan keadaan sekitar, maka kita akan semakin terus berkarya lebih profesional lagi," ungkapnya.

Lebih lanjut Fully Syafi berpesan kepada mahasiwa untuk terus berkarya lewat sesuatu yang ada di sekeliling serta mengabadikan lewat gambar dan menyertakan informasi bagi publik. Dengan itu menurut fully mahasiswa sudah menjadi bagian dari jurnalisme warga.

"Apalagi di era perkembangan tekhnologi yang semakin canggih, maka kita bukan lagi dituntut memiliki camera yang besar untuk mengambil gambar yang bagus. Handphone yang kita pegang juga sudah bisa menghasilkan gambar yang bisa berscerita tentang kejadian di sekeliling kita. Teruslah berkarya sebagai bagian penyampaian informasi lewat fhotografer bagi publik," harapnya. (asra)

Himaka Unitri Adakan Seminar Nasional

Add Comment
Himaka Unitri Adakan Seminar Nasional
Seminar Nasional Himaka, Selasa (27/11) - Asra
Lpm-papyrus.com - Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKA) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang adakan Seminar Nasional dengan tema Dampak Penurunan Nilai Rupiah Terhadap Perbankan  acara berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Unitri, Selasa (27/11).

Acara tersebut berjalan lancar dan terlihat semangat antusias peserta seminar dalam mengikuti Seminar nasional Program Studi (Prodi) Akutansi Unitri, acara  seminar dihadiri Ketua Program Studi (KPS) Akutansi  dan seluruh anggota Himpunan Mahasiswa  Akutansi (Himaka).

Ketua pelaksana seminar nasional, Dimas Bayu Saputra  mengatakan acara tersebut diikuti 467 peserta dari semua program studi yang ada di lingkup kampus unitri dan panitia berjumlah 32 orang. Ia juga menambahkan bahwa acara Seminar nasional dipersiapkan panitia pelaksana selama dua minggu sampai hari ini acara dilaksanakan.

"Acara ini merupakan acara program kerja HIMAKA yang wajib diikut oleh Mahasiswa Akutansi Unitri, tujuannya untuk membentuk Mahasiswa yang berdaya saing , kreatif dan profesional dibidang perbankan dalam menjalankan pendidikan dilingkup kampus maupun diluar kampus itu sendiri,"jelasnya kepada papyrus.

Hal senada juga disampaikan, Ketua Umum Himaka, Herybert Eybel Kii, berharap seminar nasional tersebut menjadi ajang pengetahuan terhadap penurunan rupiah perbankan bagi mahasiswa dalam menjalankan pendidikan yang baik dilingkungan kampus dan akademis.

"Saya harap peserta Seminar mampu menyerap setiap materi yang disampaikan oleh para pemateri, agar menjadi pelajaran dan pegangan bagi mahasiswa dalam pengetahuan tentang penurunan rupiah terhadap perbankan  dan pengaruh pada usaha mikro dalam lingkup kampus dan kehidupan bermasyarakat," harapnya.

"Karena apabila penurunan rupiah semakin melonjak dari tahun ke tahun, maka pertumbuhan ekonomi pun akan semakin menurun. Saya berharap dengan adanya seminar ini mahasiswa bisa terus berkreasi dan berinovasi dalam bidang usaha mikro," pungkasnya. (asra)

Pemaparan Isu Lokal dalam Mukernas PPMI Nasional

Add Comment
Pemaparan Isu Lokal dalam Mukernas PPMI Nasional
Suasana anggota pers mahasiswa sedang mengikuti Mukernas di hari ketiga - Asra
Lpm-papyrus.com - Musyawarah Kerja Nasional (MUKERNAS) Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) adakan Pemaparan isu lokal dari masing-masing Kota di forum PPMI Nasional. Pemaparan tersebut disampaikan oleh setiap sekjend Kota PPMI dari seluruh Indonesia. Bertempat di Hotel Family kawasan Telaga Ngebel Kabupaten Ponorogo, Minggu ( 25/11).

Hingga hari ketiga, Sekjend Kota PPMI seluruh Indonesia menyampaikan isu terhangat mengenai kampus yang mempunyai Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) yang sampai saat ini, belum ada keterbukaan informasi bagi mahasiswa dan keadaan Kota masing-masing.

Hal itu disampaikan Sekjend PPMI Kota Malang, Ughik Endarto "Saya sebagai Sekjend PPMI Kota Malang, Membawa isu lokal yang saat ini sedang banyak diberitakan Media Nasional. Diantaranya kasus korupsi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang, dan keterbukaan informasi kampus kepada mahasiswa," tuturnya.

"Saya berharap LPM yang sudah terdaftar di PPMI Kota Malang bisa selalu mengupdate berita terhangat demi menawarkan solusi yang baik," jelas Ughik ketika ditemui Papyrus.

Hal senada juga disampaikan Sekjend PPMI Nasional, Rahmat Ali, mengungkapkan bahwa permasalahan pers mahasiswa di masing-masing Lpm sudah ada sejak dulu.

"Ketika saya mendengar isu-isu yang disampaikan oleh teman-teman sekjen Kota PPMI seluruh Indonesia dalam mukernas tadi, isu itu sudah ada dari dulunya, tapi bagaimana kita sebagai Pers Mahasiswa mempertahankan idealisme dalam pemberitaan yang bisa menawarkan solusi yang baik," imbuh Rahmat.

Lebih lanjut Rahmat Menjelaskan, pers mahasiswa harus tetap menjalankan tugas dan tanggungjawab sebagai pers mahasiswa yang bisa merubah paradigma kampus sebagai tempat pendidikan. Juga bisa mengangangkat isu lokal daerah masing-masing. (asra)

Siapkan PR yang Berkompeten di Era Digital, Prodi Ilmu Komunikasi Adakan Kuliah Tamu

Add Comment
Siapkan PR yang Berkompeten di Era Digital, Prodi Ilmu Komunikasi Adakan Kuliah Tamu
Rahma Shanti Zinaida M IKom menyampaikan pentingnya mengikuti perkembangan era digital khususnya pada bidang PR - Ist
Lpm-papyrus.com - Menyadari  Menyadari pesatnya perkembangan Ilmu Komunikasi, khususnya dalam bidang Public Relations (PR), Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang gelar kuliah tamu dengan mendatangkan Ketua Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (Aspikom) Korwil Sumatra Selatan, Rahma Shanti Zinaida sebagai pemateri. Acara tersebut berlangsung di ruang sidang Unitri, Jumat (23/11).

“PR pada saat ini telah berkembang pesat, tidak hanya PR Ilmu Komunikasi, secara general juga berkembang pesat. Oleh karena itu PR juga harus mengikuti perkembangan Ilmu Komunikasi terbaru yaitu era digital 4.0,” ujar Rahma.

Sesuai dengan tema yang dipilih oleh penyelenggara "Digital PR in a Corporate Crisis" menurut Rahma dunia digital sekarang tidak bisa dipisahkan dari PR karena dengan dunia digital semua menjadi lebih praktis. Sehingga untuk menjadi seorang PR sudah menjadi keharusan untuk mempelajari berbagai ilmu baru.

“Memang materi pendidikan pada sekarang ini harus di mix dengan perkembangan zaman. Indonesia pada saat ini sudah mulai bergerak maju terutama di bidang PR digital. Contoh sederhananya sekarang ini iklan-iklan sudah banyak yang tidak tayang di televisi, akan tetapi beralih ke youtube, instagram, dan sebagainya.  Jadi memang Indonesia khususnya Malang memang sedang bersiap diri untuk memasuki era digital 4.0 tapi memang semua butuh waktu, perlu dipelajari apakah ini sesuai atau tidak,” pungkas Rahma. (kiki)

Merawat Orientasi Dan Menjaga Indepedensi, Menjadi Agenda MUKERNAS PPMI ke XII

1 Comment
Merawat Orientasi Dan Menjaga Indepedensi, Menjadi Agenda MUKERNAS PPMI  ke XII
Foto bersama anggota Pers Mahasiswa dari seluruh Indonesia - Ist
Lpm-papyrus.com - Musyawarah Kerja Nasional (MUKERNAS) Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) XII yang diselenggarakan pada 23-26 November tersebut diikuti  oleh anggota pers mahasiswa seluruh Indonesia. Tema yang diusung oleh PPMI kali ini adalah “Gerakan Pers Mahasiswa Merawat Orientasi dan Merawat Independensi dalam Mengawal Isu Sosial”.

Hingga hari ini, tercatat ada 17 Dewan Kota seluruh Indonesia yang terdiri dari 50 Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) telah memenuhi Hotel Family di kawasan Telaga Ngebel. Ratusan insan pers mahasiswa itu datang dari berbagai wilayah seperti, Sorong Papua, Sulawesi, Makassar, Banjarmasin, Bali, Madura, Bangka Belitung, dan wilayah Jawa pada umumnya. Agenda itu digelar dengan tujuan pembahasan agenda kepengurusan dan penetapan isu nasional yang akan digarap oleh PPMI Nasional.

Hal itu dijelaskan oleh Sekjend PPMI Nasional, Rahmat Ali atau kerap disapa Maheng ketika mengisi forum FAA (Forum Alumni Aktivis) pada Sabtu malam (24/11).

“Tujuan dari Mukernas ini, yaitu untuk menghimpun seluruh LPM di Indonesia yang berada di naungan dewan kota, dan sekaligus untuk pemaparan kondisi dan isu lokal,” terang Maheng.

mukernas ppmi ke 12
Suasana Mukernas  PPMI Ke-12 - Ist
Sedangkan dalam agenda Mukernas  XII tersebut, dilakukan pula pembahasan agenda Mukernas dan penetapan tata tertib Mukernas. Dikenalkan pula pengurus badan PPMI Nasional dalam prosesi acara nasional tersebut. Penetapan isu lokal yang akan dijadikan isu nasional merupakan agenda inti dari diselenggarakannya acara. Akan tetapi, jalinan silaturahmi yang kuat antar LPM di seluruh Indonesia merupakan tujuan yang juga menjadi prioritas.

Selain itu, dalam Mukernas tersebut juga menjadi forum ditetapkannya tempat penyelenggara Dies Natalis dan juga Kongres PPMI yang menjadi agenda temu pers mahasiswa selanjutnya. Puluhan LPM yang menghadiri acara Mukernas tersebut sepakat jika pengawalan isu sosial harus disertai dengan konsisten dalam meruwat orientasi dan independensi. (Lpm Al-Millah)

Andreas Harsono : Agama Saya Adalah Jurnalisme

3 Comments
Andreas Harsono : Agama Saya Adalah Jurnalisme
Andreas Harsono saat berfoto bersama PPMI - Ist
Lpm-papyrus.com - Musyawarah Kerja Nasional Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (MUKERNAS PPMI) ke-12, tahun ini digelar di kota Ponorogo, tepatnya di hotel Family kawasan objek wisata Telaga Ngebel. Agenda nasional pers mahasiswa tersebut digarap oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) yang tergabung dalam PPMI Dewan Kota Madiun.

Serangkaian agenda para mahasiswa didikan persma tersebut dikemas dengan beberapa gelaran acara, salah satunya bedah buku "Agama Saya Adalah Jurnalisme" karya Andreas  Harsono yang akan dilaksanakan pada Jumat-Sabtu (24/11/2018) pagi. Tak tanggung-tanggung, panitia penyelenggara menghadirkan langsung penulisnya, Andreas Harsono.

Jurnalis mana yang tak mengenal Andreas Harsono?

Andreas Harsono adalah penulis yang juga merupakan aktivis hak asasi manusia. Bahkan dia pernah mendalami aliran jurnalisme sastrawi di Harvard University pada tahun 1999 hingga ia disebut sebagai pelopor dan pegiat Jurnalisme Sastrawi.  Ia pernah bekerja sebagai reporter di Jakarta Post. 

Tulisan-tulisan yang ia  tampilkan sangat berbeda dari pers umum lainnya. Gaya sastra dalam penggambaran fakta menjadi cirri khas Andreas. Bahkan, tak segan-segan Andreas meliput dan menulis tema-tema yang sangat sensitif dan beresiko tinggi dengan dukungan data lapangan yang dikumpulkan sungguh-sungguh.

Lantas apa sebenarnya yang ditulis rapi dan menarik dalam buku “Agama Saya adalah Jurnalisme” tersebut?

Aliran jurnalisme Andreas berangkat dari karya-karya Bill Kovach, sang penulis The Elements of Journalism: What Newspeople Should Know and The Public Should Expect. Bill Kovach ternyata gurunya Andreas ketika mendapat beasiswa Nieman Fellowship on Journalism di Harvad. Dari didikan Bill Kovach tersebut, Andreas melahirkan mahakarya dalam dunia jurnalisme, salah satunya adalah buku yang akan dibedah oleh teman-teman pers mahasiswa.

Gambaran umum buku “Agama Saya Adalah Jurnalisme” memiliki beberapa bagian, pertama adalah tentang laku wartawan, kepenulisan, dinamika Ruang Redaksi dan terakhir adalah tentang peliputan.

Ketika kita didoktrin bahwa seorang wartawan atau jurnalis itu harus netral, maka berbeda dengan cara pandang Andreas melihat ke-netral-an seorang wartawan. Andreas menulis dalam bukunya bahwa netral bukan prinsip jurnalisme. 

Sedangkan ia memaknai independensi adalah sebagai semangat bersikap dan berpikir independen dari  apa yang kita jadikan objek liputan. Opini wartawan itu sangat diperbolehkan dengan  prinsip kelengkapan data dan juga dilakukan demi kepentingan publik. Tentunya bukan dalam sebuah berita, namun tulisan dengan  bumbu opini itu diletakkan dalam rubrik opinions.

Yang menarik dari Andreas adalah argumentasinya tentang pertanyaan apa sebenarnya agama apa yang ia anut. Seperti yang dikatakannya dalam sebuah wawancara yang dilakukan oleh salah satu media Indonesia, “Kalau masih juga ditanya soal apa agama saya, saya akan jawab: agama saya adalah jurnalisme. Saya percaya bahwa jurnalisme sangat berguna untuk kebaikan masyarakat.” Begitu ia  sangat percaya bahwa kebenaran dapat diejawantahkan dalam garis jurnalisme. Diketahui pula, kebenaran dalam prinsip jurnalisme yang diunjung tinggi bukanlah kebenaran yang bersifat filosofis, melainkan kebenaran secara fungsional. Menakjubkan!

Ketika jurnalisme sekarang semakin kehilangan ruhnya, maka pers mahasiswa harus berani mengembalikan jurnalisme ke dalam hakikat esensinya. (Lpm Al-Millah)


Himatip Gelar Kuliah Umum : Indonesia Goes To Zero Hunger

Add Comment
Himatip Gelar Kuliah Umum : Indonesia Goes To Zero Hunger
Kaprodi TIP menyerahkan piagam kepada pemateri kuliah umum - Nanda
Lpm-papyrus.com - Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknologi Industri Pertanian (Himatip) Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang (Unitri) Malang, gelar kuliah umum bertemakan "Indonesia Goes To Zero Hunger" dan mengundang Dosen Universitas Negeri Yogyakarta, Dr. Nani Ratnaningsih, sebagai pemateri, Kamis (22/11).

Dalam kuliah umum tersebut, Dr. Nani memberikan pembelajaran mengenai upaya  yang dapat kita lakukan selaku akademisi untuk membawa Indonesia ke zero hunger atau anti kelaparan. Selain itu, beliau juga memaparkan permasalahan di Indonesia khususnya menyangkut gizi.

"Di Indonesia ada 2 masalah yang terkait dengan gizi,  yaitu gizi kurang dan gizi lebih. Untuk tema goes to zero hunger ini berkaitan dengan gizi kurang, sedangkan kondisi di Indonesia saat ini sudah mencapai 17% gizi buruk, dan stanting yang diderita lebih dari 30% masyarakat Indonesia, jika hal ini dibiarkan terus menerus maka akan mempengaruhi kehidupan  generasi penerus dan negara kita tidak akan semaju negara lain yang sudah bagus status gizinya,"jelas Nani.

Nani juga berpesan kepada Mahasiswa khususnya Program Studi Teknologi Industri Pertanian untuk meningkatkan produk pangan yang diolah dari hasil pertanian agar dapat mencegah gizi buruk dan gizi lebih, karena untuk mengatasi hal ini membutuhkan strategi yang berbeda. 

"Untuk gizi buruk dan gizi lebih ini memiliki perlakuan yang berbeda dalam mengatasinya, jadi sebagai mahasiswa teknologi industri pertanian harus dapat mengatasi keduanya,"ujar Nani saat ditemui Papyrus.

Sementara itu Kepala Program Studi (Kaprodi) Teknologi Industri Pertanian, Lorine Tantalu saat ditemui usai acara, berharap mahasiswa Unitri dapat mengetahui dampak dari kekurangan gizi buruk dan nantinya dapat memberikan solusi untuk menanggulangi permasalahan ini di daerah asal.

"Harapannya setelah mengikuti kuliah umum ini, mahasiswa Unitri mendapatkan pengetahuan terkait bahan yang dapat digunakan untuk pangan, karena jika masalah pangan tidak teratasi maka akan berdampak pada pola kehidupan, oleh sebab itu, jika nantinya mahasiwa kembali ke daerah asal maka dapat menuntaskan masalah pangan di daerah masing-masing,"pungkas Lorine. (nanda)

Evaluasi Hasil Workshop LLS Dengan Kegiatan Presentasi

Add Comment
Evaluasi Hasil Workshop LLS Dengan Kegiatan Presentasi
Foto bersama setelah LlS usai - Ist
Lpm-papyrus.com - Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, mengadakan program lanjutan dari workshop Learning Lesson Study (LLS) yang diadakan beberapa waktu lalu. Acara yang berlangsung di Ruang Sidang Unitri berisi presentasi dari peserta workshop mengenai metode mengajar Lesson Study yang telah mereka terapkan, Sabtu (17/11). 

Peningkatan kinerja dan cara mengajar guru merupakan tujuan akhir dari adanya kegiatan ini. Dengan dihadiri oleh empat orang peserta, yang masing-masing merupakan perwakilan dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) 5 Mojolangu, SDN 2 Mojolangu dan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Malang.

Wakil Dekan FIP, Antonium Alam Wicaksono, menjelaskan bahwa presentasi ini berisi tahapan yang dilalui oleh para peserta workshop. Mulai dari tahap persiapan sampai dengan bagaimana penerapan di lapangan, sesuai dengan materi yang diperoleh saat menikuti workshop. 

“Harapannya dengan adanya kegiatan ini mampu menambah pengalaman serta memperkaya kemampuan diri para guru. Semoga kedepannya nanti Lesson Study ini juga bisa diterapkan di Malang, “ ujarnya. 

Selain itu menurut Antonium, penerapan lesson study ini telah tercapai di beberapa sekolah, akan tetapi kendala terjadi dalam hal monitoring. Sedangkan untuk selanjutnya metode pembelajaran lesson study ini akan di sebarkan di wilayah Malang, dengan adanya pendampingan pada saat pelaksaannya. 

Salah satu dosen Unitri yang sekaligus panitia, Yuswa Istikomayanti, juga turut menjelaskan bahwa tujuan dari diadakannya kegiatan workshop lesson study ini adalah meningkatkan kualitas cara belajar, observasi cara pembelajaran, upaya meningkatkan apa yang telah ada, dan juga redisign. (kiki)

Sah, Maba Prodi Teknik Kimia Menjadi Anggota Himatekim

Add Comment
Sah, Maba Prodi Teknik Kimia Menjadi Anggota Himatekim
Himatekim lantik 32 orang Mahasiswa Baru Teknik Kimia Sebagai anggota sah Himatekim, dengan pembacaan SK dan Sumpah oleh BEM Unitri - Ist
Lpm-papyrus.com - Program Studi (Prodi) Teknik Kimia Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, laksanakan hajat besar. Bertempat di Gedung Olahraga (GOR) Unitri Prodi Teknik Kimia adakan Dies Natalis dan Temu Akrab (Makrab). Dalam acara tersebut juga terdapat rangkaian pelantikan Mahasiswa Baru (Maba) Teknik Kimia Yang berjumlah 32 orang sebagi anggota Himatekim, Rabu (14/11).

Acara yang dilantik langsung oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (Himatekim) sebagai panitia pelaksana tersebut berjalan dengan lancar. Diikuti oleh seluruh Mahasiswa Teknik Kimia baik angkatan 2018, 2017, 2016, 2015, dan juga alumni.

Dibuka oleh Kepala Program Studi Teknik Kimia, S.P Abrina Anggraeni ST., MT. Acara dilanjutkan dengan adanya pemotongan tumpeng sebagai simbol hari lahir. Salah satu acara inti yang cukup penting adalah pelantikan 32 orang Mahasiswa Baru 2018, sebagai anggota sah Himatekim.

Ketua Umum Himatekim, Andy Iswantoro mengatakan tujuan diadakannya pelantikan ini adalah agar Mahasiswa Baru Teknik Kimia sah menjadi anggota Himatekim secara struktur organisasi. Rangkaian pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK), dan pembacaan sumpah anggota oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unitri. Dengan dilanjutkkan prosesi penyematan tanda anggota oleh Ketua Umum Himatekim.

“Dengan dinyatakan sah sebagai anggota Himatekim, harapan saya agar mahasiswa baru teknik kimia lebih aktif lagi mengikuti kegiatan organisasi baik internal maupun eksternal kampus. Yang tentunya juga wajib diimbangi dengan aktif secara akademik perkuliahan,” ujar Andy.

Ia juga menambahkan bahwa berorganisani di kampus termasuk masuk dalam himpunan mahasiswa juga sangat penting. Karena berorganisai adalah salah satu modal sekaligus pelatihan publik speaking, sehingga ketika lulus nanti Mahasiswa Teknik Kimia punya modal untuk menghadapi dunia kerja. Bukan hanya sekedar  menjadi mahasiswa yang sekedar kuliah lalu pulang.

“Pesan saya dalam kegiatan ini, cukup  pacaran saja yang bisa putus. Tapi silaturahmi diantara mahasiswa Teknik Kimia jangan sampai ada masalah. Karena hal tersebut akan  memengaruhi solidaritas mahasiswa teknik kimia. Kita memang minoritas dalam jumlah dikampus tapi bukan menjadi alasan untuk tidak jadi prioritas dikampus,” pungkasnya. (kiki)

Rayakan Dies Natalis Ke-13 Prodi Teknik Kimia Rangkaikan Dengan Makrab

Add Comment
Rayakan Dies Natalis Ke-13 Prodi Teknik Kimia Rangkaikan Dengan Makrab
Dies Natalis Prodi Teknik Kimia, Rabu (14/11) - Ist
Lpm-papyrus.com - Program Studi (Prodi) Teknik Kimia, Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, yang didirikan tahun 2005 merayakan hari jadinya yang ke-13, Rabu (14/11). Acara seremonial yang dirangkaian dengan Temu Akrab (Makrab) tersebut digelar di Gedung Olahraga Unitri.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Alamsyah mengatakan acara Dies Natalis dan Makrab ini merupakan program kerja Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (Himatekim), khususnya Divisi Hubungan Masyarakat (Humas). Mengusung tema Berkolaborasi Membangun Kesolidaritasan Himatekim, kegiatan ini diharapkan mampu membangun solidaritas di antara mahasiswa Teknik Kimia baik dalam lingkup Unitri maupun diluar kampus.

“Tahun ini merupakan pertama kalinya acara Dies Natalis Teknik Kimia digabungkan dengan kegiatan Mkrab sekaligus. Dengan waktu tiga minggu kami mempersiapkan semuanya, sempat beberapa kali diundur karena alasan ruangan. Tapi Allhamdulilah akhirnya bisa terlaksana di tanggal 14 November ini,”ujarnya.
Rayakan Dies Natalis Ke-13 Prodi Teknik Kimia Rangkaikan Dengan Makrab
Pemotongan tumpeng oleh Kps Teknik Kimia - Ist 
Selain diikuti oleh seluruh Mahasiswa Teknik Kimia di Unitri, acara ini juga turut dihadiri oleh Mahasiswa Teknik Kimia se-Malang Raya, perwakilan Himpunan Mahasiswa Se-Unitri, dan juga alumni Mahasiswa Teknik Kimia Unitri.

Acara yang berlangsung sejak pukul 13.00 Wib tersebut berakhir pada pukul 21.00 WIB. Dengan berbagai rangkaian acara mulai dari sambutan Ketua Umum Himatekim, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dan Kepala Program Studi Teknik Kimia, Abrina Anggraeni ST MT. Penampilan bakat dari mahasiswa teknik kimia juga turut menyemarakan acara tersebut. (kiki)

Faruq Sampaikan Isi Hati Melalui Puisi Saat Diesnatalis dan Makbrab

Add Comment

Faruq Sampaikan Isi Hati Melalui Puisi Saat Diesnatalis dan Makbrab
Faruq mahasiswa Tekni Kimia yang membacakan puisi - Ist
Lpm-papyrus.com - Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (Himatekim) Unitri gelar acara Dies Natalis yang dirangkaikan dengan Temu Akrab (Makrab). Acara yang berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Unitri pada Rabu (14/11), dan turut dimeriahkan oleh penampilan Mahasiswa Tekim, salah satunya Faruq yang membacakan karya puisinya.

Sajak untuk Keluarga Himatekim,merupakan judul puisi yang dibacakan Faruq pada saat acara Dies Natalies dan Makrab yang digelar oleh Himatekim. Menurutnya puisi yang ia cipatakan tersebut menggambarkan bagimana isi hati yang ingin ia curahkan kepada Prodi Teknik Kimia dan teman-temannya yang tergabung dalam Himatekim.

“Puisi ini baru selesai saya buat pada tanggal 10 Oktober kemaren. Akan tetapi belum berani saya publikasikan karena saya merasa perlu membedah isi puisi saya ini dulu. Sedangkan untuk pesiapan penampilan di acara ini saya sekitar satu sampai dua minggu terakhir ini,”paparnya.
v
Faruq saat membacakan puisi - Ist
Ia mengaku memang sengaja mendaftarkan diri sebagai salah satu pengisi acara dalam acara Dies Natalis dan Makrab ini. Karena menurutnya dengan puisi ini ia akan bisa mengungkapkan, bagaimana perasaan hatinya yang terus tetap yakin berada di Himatekim walaupun didalamnya akan ada benturan.

“Semoga dengan adanya acara ini, Himatekim tetap bisa mempertahankan kesolidaritasannya meskipun kami ini minoritas tapi itu akan tertutupi dengan kualitas yang kami miliki. Tidak akan hanya sekedar laporan dan praktikum saja tapi Himatekim akan terus bisa berkembang dalam bidang lain,”pungkasnya. (kiki)

Miskonsepsi Teori Darwin, Ini Penjelasanya!

Add Comment
Miskonsepsi Teori Darwin, Ini Penjelasanya!
Suasana diskusi bersama Chandra, di Lab jurnalistik - Linda
Lpm-papyrus.com - Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang gelar diskusi bersama Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan, Chandra Adi Prabowo dengan tema diskusi " Darwin dan Asal Usul Manusia " di Lab Jurnalistik, Rabu (14/11).

Diskusi tersebut banyak mengkaji teori Evolusi yang dimaksudkan Darwin berdasarkan buku "The Origin of Species By Means Of Natural Selection " serta Asal usul Manusia.

Dalam diskusi tersebut, Chandra  menjelaskan bahwa teori evolusi adalah catatan perjalanan tentang suatu perubahan yang berlansung jutaan tahun. Perubahan-perubahan tersebut terjadi karena seleksi alam yang berlaku atau bisa dikatakan karena pengaruh lingkungan.

"Darwin awalnya melakukan perjalanan ke pulau-pulau di Amerika selatan dan disana ia menemukan spesies burung yang sama namun hidup dilingkungan yang berbeda dan burung-burung ini juga memiliki paruh yang berbeda sesuai dengan lingkungan yang ditempatinya. Burung yang hidup dikepulauan dengan biji-bijian banyak, paruhnya lebih kuat dan tajam sementara dikepulaauan lain yang tidak memiliki biji-bijian, paruhnya lebih kecil. Hal ini terjadi karena mereka hanya bisa bertahan hidup di daerah yang bisa memenuhi kebutuhan hidup mereka, jika tidak mereka akan mati," jelas Chandra.

Miskonsepsi Teori Darwin, Ini Penjelasanya!

Dia juga menjelaskan bahwa asal usul manusia sebenarnya dari sudut pandang ilmu pengetahuan belum bisa diketahui, dan teori Darwin juga tidak menjelaskan bahwa manusia dari kera. 

"Dalam buku Darwin tidak pernah dijelaskan bahwa manusia berasal dari kera. Hal ini terjadi karena orang tidak membaca buku darwin yang original karena buku yang beredar ada sedikit bagian yang hilang, sehingga menjadi kontroversi dan misskonsepsi. Manusia itu sebenarnya masuk dalam penggolongan animalia yang serumpun dengan kera. Itulah yang membuat manusia hampir mirip dengan kera tetapi bukan berasal dari kera ," tegasnya.

Di akhir diskusi beliau juga mengharapkan mahasiswa bisa lebih paham dengan teori darwin dan berpesan agar tidak menghubungkan dengan agama karena ilmu pengetahuan dengan Agama susah untuk dikaitkan satusama lain .

"Semoga diskusi ini bisa membuat mahasiswa paham akan teori Darwin dan asal usul manusia sendiri karena sebenarnya manusia belum tahu akan dirinya sendiri,"pungkas Chandra. (linda)

Kurma Gelar Pentas Seni Penggalangan Dana Peduli Buku Bagi NTT

Add Comment
Kurma Gelar Petas Seni Penggalangan Dana Peduli Buku Bagi NTT
Orda - Ist
Lpm-papyrus.com - Komunitas Peduli Buku Bagi NTT gandeng Kumpulan Ro'eng Manggarai (KURMA) gelar pentas seni penggalangan dana peduli buku bagi Nusa Tenggara Timur ( NTT) di  Lapangan Bandminton Rajabasa Unmer, Minggu (11/18).

Pentas seni penggalangan dana tersebut turut dimeriahkan oleh lima Organisasi Daerah (ORDA) yaitu organisasi Ikamtri, Nucalale, Komunitas Kopi, Sanggar Ntalagewang, dan Sumba.

"Acara penggalangan dana kali ini cukup dengan kegiatan-kegiatan sebelumnya. Kali ini kami juga menampilkan berbagai macam taria dari lima organisasi daerah" ungkap Ketua pelaksana, Yasuelda Farina Mimuk saat ditemui di akhir acara.

Tidak hanya bekerja sama dengan Kurma, komunitas peduli buku bagi NTT bekerja sama pula dengan mahasiswa dari berbagai kampus yakni Universitas Widya karya, Universitas Negeri Malang, Ikip Malang, ITN, dan Unmer.

Hasil dari penggalangan dana tersebut akan dikirimkan ke NTT dan diluar NTT. Adapun daerah yang sudah menikamati buku dari hasil penggalangan yaitu NTT, Sumatra, Sulawesi, Papua.

Yasuelda juga menjelaskan bahwa dana yang dikumpulkan dalam acara tersebut sebesar dua juta rupiah.

"Kali ini kami mendapatkan dana sebesar dua juta rupiah. Dana ini kita pakai untuk membeli buku dan untuk biaya pengiriman nantinya. Pengiriman sering kami adakan setiap tanggal 17 dalam bulan," jelas Yasuelda.

Yasuelda juga berharap dengan adanya buku-buku yang dikirimkan, minat baca anak- anak akan bertambah. Ia juga mengucapkan terimaksih kepada organisasi daerah yang turut memeriahkan acara. 

"Untuk penampilan pentas seni kali ini kami merasa paling baik dari pentas sebelumnya kami juga berterimakasih kepada orda yang sudah membantu kami dalam kegiatan pentas seni peduli buku bagi NTT," imbuhnya.

"Kami berharap kepada anak-anak NTT maupun di luar NTT adanya buku ini minat baca bagi mereka ada perubahan dan menambah wawasan bagi anak-anak baik di dalam maupun di luar NTT," pungkas Yasuelda. (alfred)

PMII Country Jadikan Momen Harlah Sebagai Ajang Refleksi Citra Diri

Add Comment
PMII Country Jadikan Momen Harlah Sebagai Ajang Refleksi Citra Diri
Pemotongan tumpeng oleh Ketua komisariat Country Unitri Malang - Novi
Lpm-papyrus.com - Memperingati hari lahir (Harlah) ke-14, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) komisariat Country Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang gelar syukuran dengan tema Refleksi Citra Diri PMII Country di Hall Komisariat Country Unitri Malang, Jumat (9/11).

Berdasarkn penuturan Sekertaris Wakil Ketua Satu (Waka I ), Adi Mahendra bahwa peringatan harlah yang ke-14 dan sekaligus digabungkan dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan acara tahunan yang memiliki nilai keistimewaan tersendiri bagi kader PMII, untuk mensyukuri sekaligus kembali melihat sejauh mana perjalanan PMII di usia yang ke-14 tahun itu.

"Kenapa kami mengambil tema ini, Iyah, karena kami merasa diusia yang sudah memasuki usia remaja ini, perlu kiranya kita merefleksikan kembali citra diri khususnya PMII Country sehingga kembali nampak di permukaan" tutur mahasiswa program studi manajemen semester 7 itu.

Selain itu Ketua Komisariat Country, Igbal Madani menyampaikan acara harlah yang digelar pada Jumat malam tersebut tidak hanya sebagai wujud syukur atas bertambahnya usia, namun juga menjadi ajang untuk mengevaluasi sejauh mana proses belajar kader di PMII Country. Ia menganggap acara yang hanya diperingati sekali dalam setahun ini menjadi momentum yang spesial dan mengandung nilai-nilai positif bagi anggota PMII.

"Saya memaknai ajang harlah lebih kepada evaluasi diri terhadap proses belajar dan kinerja kader PMII, baik sebagai pengurus maupun anggota. Karena kami ketahui bahwa keberadaan PMII Country sebagai wadah atau media pembentukan karakter mahasiswa saat ini masih diperhitungkan" ungkapnya.

Iqbal juga menambahkan bahwa keberadaan organisasi ekstra kampus masih menjadi pilihan mahasiswa untuk belajar dan berproses menjadi aktivis, yang diharapkan dapat memiliki nilai tambah ketimbang mahasiswa yang hanya sebatas kuliah pulang atau keren nya disebut mahasiswa kupu-kupu. 

"Kita sadari bersama bahwa mahasiswa memiliki peran vital di masyarakat baik sebagai agen of change, agen of development, agen of social control dan agen-agen yang lainnya pasti memerlukan pembelajaran yang lebih agar memiliki bekal untuk menapak kan kaki di masa depan, dan salah satu wadahnya adalah di PMII ini " tambah Iqbal.
PMII Country Jadikan Momen Harlah Sebagai Ajang Refleksi Citra Diri
Penyerahan tumpeng kepada sekertaris Ikapmii Country Malang -  Novi
Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Ikatan Alumni PMII (Ikapmii) Country, Latif Fianto bahwa momen harlah atau ulang tahun menjadi momen introspeksi diri, dengan cara merefleksikan kembali pencapaian-pencapaian selama 14 tahun. 

"Momen ulang tahun itu memang patut dimaknai sebagai bahan ntrospeksi diri. Jadi, sebagai anggota ataupun kader haruslah mencoba untuk merefleksikan kembali bagaimana PMII Country baik dari dalam dirinya  yakni diri PMII sendiri ataupun dari luar dirinya yakni di kaca mata masyarakat" ungkapnya.

"Saya pikir, kita perlu menoleh kebelakang atau flash back ke masa lalu. Karena melihat ke belakang bukan berarti susah move on dan sejenisnya tetapi menjadikan masa lalu sebagai pelajaran di masa mendatang, baik dalam merumuskan kebijakan, strategi perkaderan dan sebagainya" tambahnya.

Terakhir Ia menambah bahwa ada dua harapan besar PMII Country di usia ke-14 tahun ini. Pertama secara kelembagaan, PMII Country haruslah memiliki gerakan yang masif dan  progresif dalam artian tidak hanya sebatas nampang nama saja tetapi juga memiliki pengaruh positif bagi dimasyarakat. Kedua secara keanggotaan, diharapkan keberadaan PMII bisa menjadi pecut bagi anggota untuk meningkatkan kembali kualitas belajar dan intensitas berproses nya.

"Keberadaan PMII Country ini haruslah dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh kader sehingga mampu menjadi generasi yang cerdas, cerdas secara spiritual, intelektual dan emosional," tutupnya. (ovi)

Kopma Minim Sosialisasi, Ini Penjelasannya!

Add Comment
Kopma Minim Sosialisasi, Ini Penjelasannya!
Ketua Koperasi mahasiswa Unitri saat sedang bertugas - Linda 
Lpm-papyrus.com - Koperasi Mahasiswa(Kopma) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang aktif kembali semenjak tahun 2017 setelah sebelumnya sempat mengalami kendala, dalam pengelolaan keuangan. Sementara itu meski sudah aktif kembali selama periode satu tahun, proses sosialisasi masih minim dilakukan. Hal ini disampaikan Ketua Koperasi Mahasiswa, Retno Dewi Novitawati, Kamis, (8/11).

Retno juga mengatakan bahwa kendala pengelolahan keuangan pada tahun sebelumnya, membuat ia harus membuat sistem dan aturan baru dalam hal peminjaman dana.

"Karena tahun sebelumnya saat dikelolah oleh Badan Administrasi Akademik (BAA) terjadi kemacetan dana karena ulah mahasiswa sendiri. Saat itu ada beberapa mahasiswa yang tidak mengembalikan uang sehingga perputaran uang mengalami kendala,"ungkapnya kepada Papyrus.

"Oleh karena itu tahun 2017 saya dipercayakan Prof Dr Ir Wani Hadi Utomo untuk mengurus Kopma dengan aturan dan sistem yang lebih baik lagi sehingga kasus yang terjadi sebelumya tidak terulang lagi,"lanjutnya.

Ia juga mengakui bahwa sosialisasi Kopma baru dilakukan sekali saja. Hal tersebut menyebabkan banyak mahasiswa tidak mengetahui fungsi dari Kopma. "Kami sempat sosialisasi satu kali saat Jalan sehat beberapa waktu yang lalu,"imbuhnya.

Sementara itu Kopma yang tetap aktif hingga saat ini diakui memperoleh dana dari beberapa persen dana her registrasi mahasiswa, sehingga dana ini tetap diperuntukan untuk membantu mahasiwa yang sedang mengalami kesulitan, baik itu kendala registrasi maupun persoalan lainnya. Prosedur dan syarat peminjaman koperasipun tergolong mudah mulai dari persyaratan sebagai mahasiswa aktif dan kemudian mengisi form peminjaman yang sudah disediakan Kopma.

"Dana Kopma itu berasal dari beberapa persen dana her registrasi mahasiswa dan diperuntukan untuk membantu mahasiswa dan juga untuk persyaratannya cukup mudah ,"tuturnya.
Koperasi Unitri Malang - Asra
Hal senada juga disampaikan oleh Dekan Fakultas Ekonomi, Nur Ida Iriani bahwa koperasi mahasiswa  fungsi utamanya adalah mewujudkan kesejaterahan anggota koperasi itu sendiri.

"Fungsi Koperasi pada dasarnya untuk membantu meningkatkan kesejaterahan anggota koperasi itu sendiri , begitupun koperasi mahasiswa," jelasnya.

Sementara itu pihak mahasiswa mengakui belum mengetahui Kopma itu  sendiri karena kurangnya sosialisasi dari Kopma kepada mahasiswa .

"Saya masih bingung dengan keberadaan kopma Unitri, karena selama ini masih kurang sosialisasi terkait sistem dan fungsi Kopma kepada Mahasiswa pada umumnya. Solusi yang baik pengurus kopma harus melakukan sosialisasi agar bisa di ketahui keberadaannya pada seluruh Mahasiswa Unitri," ujar Abdullah Rian pada Papyrus.

Kendati demikian Keberadaan Kopma selama ini juga sudah dirasakan salah satu mahasiswa Program Studi (Prodi) Keperawatan, Niko, menurutnya kehadiran Kopma dapat membantu mahasiswa yang mengalami masalah keuangan. 

"Saya sudah menggunakan jasa Kopma selama ini, dan saya rasa Kopma sangat membantu kebutuhan Mahasiswa. Saya juga harap dengan keberadaan Kopma bisa membantu kekurangan keuangan mahasiswa ketika heregistrasi," pungkasnya. (asra/linda)

Mahasiswa Bingung, Koperasi Unitri Untuk Siapa?

Add Comment
Mahasiswa Bingung, Koperasi Unitri Untuk Siapa?
Ada apa Koperasi Unitri Malang - Asra
Lpm-papyrus.com - Koperasi Mahasiswa (Kopma) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, antara ada dan tiada dimata Mahasiswa Unitri, hal ini disampaikan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Peternakan (HMPT), Abdullah Rian, Kamis (8/11).

Menurut Abdullah, ia mengetahui adanya Kopma di Unitri, ketika Kopma dicantumkan lewat brosur yang disebarkan saat penerimaan Mahasiswa baru. Namun saat ini menurutnya mahasiwa Unitri masih banyak yang tidak mengetahui tempat dan sistem pelayanan dari Kopma.

"Saya tahu koperasi Unitri itu ada, ketika saya membaca brosur waktu masuk Unitri tahun 2016, setelah itu tidak pernah ada lagi sosialisasi kepada mahasiswa tentang fungsi Kopma dan sistem pelayanannya,"ujarnya pada Papyrus.

Lebih lanjut Rian berharap agar ada pembenahan sistem dari Kopma, agar mahasiswa dapat mengetahui serta memanfaatkan Kopma.

"Kami sebagai mahasiswa harus tau apa fungsi dan pelayanan kopma Unitri kepada mahasiswa, saya harap agar pengurus kopma bisa mensosialisasikan fungsi dan tujuan kepada seluruh Mahasiswa Unitri,"harapnya.

Hal senada juga disampaikan salah satu  mahasiswa Unitri yang tidak mau disebutkan identitasnya, menurutnya sampai saat ini Kopma belum berjalan dengan baik dan  masih perlu adanya sosialisasi Kopma kepada mahasiswa.

"Saya punya harapan besar agar Kopma Unitri bisa dipergunakan sesuai dengan fungsi yang sebenarnya. Solusi yang baik agar Kopma bisa diketahui oleh semua Mahasiswa unitri adalah mengadakan sosialisasi dan pembenahan sistem yang baik,"pungkasnya. (asra)

UNITRI Menjadi Tuan Rumah Kegiatan Asosiasi Pelaku Kesehatan se-Malang Raya

Add Comment

UNITRI Menjadi Tuan Rumah Kegiatan Asosiasi Pelaku Kesehatan se-Malang Raya
Suasana pertandingan bola tenis di GOR Unitri. (Nanda)
Lpm-papyrus.com - Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang menjadi tuan rumah dalam rangkaian kegiatan bidang olahraga dari Asosiasi Pelaku Kesehatan se-Malang Raya. Dalam kegiatan ini, cabang olahraga yang diperlombakan adalah tenis meja yang dilaksanakan di Gedung Olahraga (GOR) Unitri, Kamis (8/11) 2018.

Koordinator Lapangan (Korlap) dalam kegiatan ini, Warter Agustim, mengatakan bahwa kegiatan tersebut dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional sehingga peserta juga berasal dari para pelaku kesehatan.

"Semua yang termasuk dari pelaku kesehatan se-Malang Raya baik itu dari pusat kesehatan masyarakat, instansi kesehatan, maupun universitas akan terlibat dalam kegiatan ini," jelasnya Warter saat ditemui Papyrus.

Warter juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut akan berlanjut pada tanggal 18 November di Lapangan Rampal untuk upacaranya, dan dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan yang lain di tempat yang berbeda.

Dalam acara tersebut, terdapat 13 tim peserta tenis meja putra dan 13 tim peserta tenis meja putri. Unitri sendiri telah bergabung dalam Asosiasi Pelaku Kesehatan se-Malang Raya sejak tahun 2009. 

Salah satu peserta tenis meja dari Institusi Detasemen Kesehatan Kota Malang, Erwan mengatakan bahwa kegiatan ini positif untuk mengeratkan antar pelaku kesehatan se-Malang Raya. Namun, dalam kegiatan ini ia menyarankan agar meningkatkan fasilitas yang disediakan.

"Untuk kegiatannya sudah cukup baik, namun untuk penerangan atau lampu mungkin bisa ditambah lagi, selain itu pemberitahuan untuk kegiatan diharapkan agar tidak mendadak," pungkasnya. (nanda)


Peduli Literasi, IKAMATRI Siap Guncangkan Panggung Dengan Tarian Rangkuk Alu

1 Comment

Foto Istimewa 
Lpm.papyrus.com - Wujud kecintaan terhadap daerah dan dunia literasi, mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Manggarai Tribhuwana (Ikamatri) siap mengguncang panggung amal dengan Tarian Rangkuk Alu, bertempat di Lapangan Badminton Rajabasa Malang, pada Minggu 11 November mendatang.

Tari Rangkuk Alu merupakan salah satu dari  sekian banyak tarian tradisional yang berasal dari Manggarai, Flores Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam memainkan tarian ini diperlukan bambu sebagai alat yang difungsikan untuk mengkreasikan gerak dan musik sebagai pengiring sehingga menghasilkan kreasi dengan ciri khas tersendiri.

Koordinator bidang hubungan masyarakat (Humas) organisasi daerah (Orda) Ikamatri, Tini Pasrin menjelaskan tari Rangkuk Alu adalah tarian yang sudah diwariskan secara turun temurun, biasa dimainkan menjelang musim panen tiba.

"Sebagai orang Manggarai kami biasa memainkan tarian ini sebagai wujud syukur atas berkah Tuhan Yesus berupa hasil pertanian dan perkebunan," tuturnya.

Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya kebutuhan manusia, menurut Tini tarian tersebut tidak lagi dimainkan saat musim panen tiba melainkan bisa dimainkan sebagai tarian untuk menghibur tamu atau dimainkan saat event-event kebudayaan tertentu.

"Kalau sekarang sudah tidak lagi berfokus di hasil pertanian dan perkebunan tetapi juga bisa untuk menghibur. Seperti kemarin ditampilkan di Parade Budaya Unitri," tambahnya.

Tim tari Ikamatri sedang latihan tarian Rangkuk Alu - (Ist)
Agar lebih menarik dan mudah untuk dipahami, tim musik dan tim tari Ikamatri mencoba memberikan sajian konsep yang berbeda dari sebelum-sebelumnya. Konsep tradisional rasa modern diangkat dalam tarian ini dimana musik tradisional dikombinasikan dengan musik modern, pakaian tradisional dikombinasikan dengan tata rias modern. Selain itu, lagu pengiring tarian ini tidak hanya menggunakan bahasa daerah saja tetapi juga akan dikombinasikan dengan bahasa Indonesia dengan instrumen yang sudah didesain sedemikian rupa.

"Kali ini kami akan membawakana konsep yang baru. Kami akan padukan konsep tradisional dengan konsep moderen.Kami bukan hanya memperkenalkan budaya kita saja. Tetapi kita juga ingin budaya kita dapat dipahami," tutup mahasiswa ilmu komunikasi yang masih semester 3 itu.

Selain gerakan rumit yang gampang-gampang susah ternyata tarian ini menyimpan kisah unik di dalamnya. Tarian yang dimainkan dengan cara menggerakkan batang bambu  yang sudah disusun bertindihan untuk menjepit kaki penari yang berada di dalam susunan bambu tersebut, umumnya dimainkan oleh remaja laki-laki dan perempuan. Masyaraka Manggarai percaya bahwa ketika kaki perempuan dan laki-laki terjepit bambu saat memainkan permainan ini maka mereka adalah jodoh.

"Sebenarnya tarian ini juga bisa digunakan untuk mencari jodoh, karena kebiasaannya mereka yang kakinya terjepit itu kemudian nanti menikah apalagi terjepitnya pas malam purnama" jelas Moris sebagai salah satu anggota Ikamatri saat diwawancarai Papyrus.

Ia juga menambahkan bahwa disamping memiliki keunikan, tarian Rangkuk Alu juga memiliki nilai-nilai filosofis seperti melatih kelincahan dan ketepatan bertindak dalam menyelesaikan permasalahan, mengambil keputusan serta mengandung nilai spiritualitas yang hanya bisa dipahami oleh orang Manggarai saja.

"Kami berharap teman-teman yang dari luar NTT mengetahui bahwa kami juga memiliki kebudayaan yang patut untuk kami banggakan" lanjut Moris selaku tim musik tarian ini.

Terakhir Moris berpesan kepada seluruh mahasiswa Unitri yang berasal dari Manggarai, bahwa melestarikan budaya  dengan turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan positif merupakan wujud dari rasa cinta kepada daerah Manggarai. Tidak hanya sampai disitu saja, hal tersebut juga sudah menjadi amanah dari leluhur  dan wajib untuk dijalankan.

"Sebagai pemuda Manggarai telah mengalir darah Manggarai dalam tubuh kami. Oleh sebab itu kami harus terus melestarikan budaya-budaya kami. Seperti pepatah yang mengatakan "NEKA HEMONG KUNI AGU KALO"  yang dalam bahasa Indonesia "Janganlah pernah lupa akan kampung halaman," pungkasnya. (ovi)

Ratusan Mahasiswa Himagara Siap Ikut Diklat

Add Comment

Ratusan Mahasiswa Himagara Siap Ikut Diklat
Suasana saat mahasiswa mengikuti Pra-Diklat Himagara -(Sbn) 

Lpm-papyrus.com - Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara (Himagara) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, mengadakan Pra Pendidikan dan Latihan (Pra-Diklat) di Lapangan Volly Unitri, Senin, ( 7/11).

Ketua Pelaksana, Kornelis Ana Ote mengatakan diklat akan dilaksanakan selama tiga hari. Dan diikuti 207 peserta. Pra Diklat tersebut hanya membaca kelengkapan atau kebutuhan setiap kelompok.

"Diklat hari pertama dan kedua dilaksanakan di Gedung Olahraga (GOR) dan untuk hari ketiga di Bumi Perkemahan Bedengan, Kabupaten Malang. Dan untuk jumlah pesertanya itu sekitar 207 mahasiswa yang terbagi menjadi 15 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 15 orang," jelas Kornelis kepada Papyrus.

Menurut Kornelis tujuan dari kegitan tersebut untuk membentuk karakter dan intelektual mahasiswa baru. 

"Untuk menunjukkan intelektual supaya kedepannya menjadi pemimpin yang baik. Dan dapat memahami maupun menjelaskan apa yang mereka petik dari ilmu Administrasi Negara," tuturnya.

Lebih lanjut lagi Kornelis berharap semoga kegiatan ini berjalan dengan baik. "Nanti pada pelaksanaan diklat, baik itu mulai dari hari pertama sampai selesai  semoga dapat berjalan dengan baik dan semoga tidak ada halangan maupun kendala," imbuh Kornelis.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum Himagara, Edwin Hunggurami mengatakan diklat tersebut merupakan program kerja dari devisi pengkaderan yang bertujuan untuk membentuk karakter mahasiswa baru.

"Konsep diklat yang akan laksanakan oleh teman-teman pengkaderan tidak cukup jauh dari konsep diklat yang sebelumnya, memang ada hal yang sedikit berbeda yakni kita kepengennya konsepnya namanya P2KMB. P2KMB itu program pembinaan karakter mahasiswa baru, jadi lebih mengarah ke bagaimana membentuk karakter mahasiswa Himagara yang berintegritas tapi esensinya tetap diklat," pungkasnya. (sbn)

Sanggar Tari Ikamatri Maksimalkan Latihan Untuk Isi Acara Pentas Donasi Buku Bagi NTT

Add Comment
Sanggar Tari Ikamatri Maksimalkan Latihan Untuk Isi Acara Pentas Donasi Buku Bagi NTT
Ikamatri saat adakan latihan - Ist
Lpm-papyrus.com - Sanggar Tari Ikatan Mahasiswa Manggarai Tribhuwana (Ikamatri)  melakukan latihan secara rutin untuk tampil pada  acara pentas donasi buku bagi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tanggal 11 November mendatang. Latihan diikuti oleh 23 penari tersebut dilaksanakan di Graha  Utomo Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, Selasa (6/11). 

Pembina Sanggar Tari Ikamatri, Marselinus Mampur  mengungkapkan bahwa pada saat ini mereka memang tengah meningkatkan porsi latihan, hal ini dikarenakan jadwal pentas donasi buku bagi NTT akan berlangsung lima hari lagi. Sedangkan untuk konsep tarian Marselinus menjelaskan bahwa akan ada perubahan sehingga akan berbeda dengan konsep pada tahun-tahun sebelumnya.

“Untuk pentas  periode ini memang kami ada sedikit perubahan, biasanya kami menampilkan tari doku,  dan juga tari slendang sebagai pembuka acara tapi kali ini  kami membuat tarian kolaborasi yaitu rantuk alu dan tari ngkiong. Selain itu untuk musik biasanya kami menggunakan  musik tradisional Manggarai, tetapi periode ini kami hanya menggunakan gitaris  sebagai musik pengiring,” jelasnya. 

Marselinus juga mengaku bahwa latihan tari sudah dilakukan selama satu bulan. Menurutnya konsep tari yang akan dibawakan pada tanggal 11 nanti jauh lebih mudah dibanding konsep-konsep pada tahun sebelumnya. Selain itu sanggar tari Ikamatri juga rutin menjadi pengisi acara baik dalam acara yang digelar oleh pihak Unitri maupun di luar Unitri. 

“Kurang lebih untuk event pentas budaya donasi buku bagi NTT  kami melakukan latihan khusus selama satu  bulan. Dengan pengintensifan latihan pada satu minggu sebelum hari pentas. Untuk konsep pada tahun ini justru agak lebih mudah karena kami hanya menampilkan tari pembuka. Semoga kedepannya nanti kami mampu menampilkan yang terbaik dan bisa terus berpartisipasi dalam kegiatan kampus maupun diluar kampus," pungkasnya. (alfred)

Bumi Perkemahan Bedengan Sajikan Pemandangan Baru Yang Menakjubkan

Add Comment
Bumi Perkemahan Bedengan Sajikan Pemandangan Baru Yang Menakjubkan
Pemandangan Kota Malang saat malam hari di Bumi Perkemahan Bedengan - Aty
Lpm-papyrus.com - Ingin lebih banyak menarik perhatian wisatawan, Bumi Perkemah Bedengan Selorejo Kecamatan Dau Kabupaten Malang, kembali menambah beberapa area kemah baru yang lebih eksotis. 

Pasalnya ground (area) baru tersebut lebih memperlihatkan keindahan seluruh kota Malang pada malam hari dari dataran yang lebih tinggi. 

Menurut salah satu pengelola wisata Bedengan, Saudi mengatakan pembukaan lahan baru tersebut dikerjakan mulai dari lebaran kemarin dan menurutnya pengunjung meningkat ditahun 2018.

"Puji tuhan di tahun 2018 ini merupakan tahun yang paling banyak pengunjung," tutur Saudy saat ditemui Papyrus di Wisata Bedengan, Minggu (4/11).

Hal senada juga disampaikan oleh Nurdin yang juga merupakan salah satu pengelola wisata Bedengan, ia menjelaskan kedepannya, wisata Bedengan akan terus menambah perluasan wilayah kemah.

"Pembukaan lahan baru ini, sebenarnya agar  pengunjung yang datang camping di sini bisa menikmati ground di lokasi baru yang terihat menakjubkan. Dimana para pengunjung bisa melihat keindahan Gunung Bromo dan Gunung Semeru  yang mengapiti mereka," jelas Nurdin.

"Saya berharapa semoga lokasi Bumi Perekemahan Bedengan ini, menjadi lokasi atau tempat pilihan para pengunjung dalam kegiatan apapun itu. Hal ini akan menjadi kepuasan bagi kami sendiri, karena apa yang kami kerjakan bisa bermanfaat bagi banyak orang," pungkasnya. (aty/debby)

Himakom Siapkan Tim Volly, Menyambut Diesnatalis Ukm Bola Voly

Add Comment
Himakom Siapkan Tim Volly,  Menyambut Diesnatalis Ukm Bola Voly
Himakom saat latihan - Ist
Lpm-papyrus.com - Himpunan Mahasiswa Komunikasi (Himakom) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, melalui Devisi Minat dan Bakat Himakom mengadakan latihan Volly ball bersama untuk mempersiapkan Team dalam menyambut Diestanatalis Unit Aktivitas Mahasiswa (Ukm) Bola Volly pada tanggal 12 November mendatangan.

Koordinator tim volly Himakom, Jhonson Kamedak mengatakan bahwa latihan tersebut diikuti oleh seluruh mahasiswa ilmu komunikasi yang dilaksanakan di Lapangan volly Unitri.

"Dalam latihan ini bermaksud untuk melakukan seleksi tim terbaik untuk perwakilan Himakom dalam pertandingan Diesnatalis Ukm bola volly,"kata Jhonson Kamedak, Senin (05/11).

"Latihan bersama ini adalah wujud kerjasama dari teman-teman mahasiswa ilmu komunikasi terhadap Program Kerja (Proker)  Himakom,"lanjutnya.

Hal senada juga disampaikan oleh salah satu pemain volly Himakom, Frangerico yang sering disapa Kasa, menyampaikan mahasiswa komunikasi memiliki bakat bermain volly. "Saya selaku senior siap mendampingi teman-teman yang sudah diseleksi dari Himakom, untuk terus berjuang di pertandingan Diesnatalis mendatang,"pungkasnya. (asra).