AJI Kota Malang Bersama PPMI Malang Tolak Remisi Terhadap Pembunuh Wartawan

AJI Kota Malang Bersama PPMI Malang Tolak Remisi Terhadap Pembunuh Wartawan

Add Comment


Lpm-papyrus.com - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Malang bersama Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Malang.  adakan aksi tolak pemberian remisi terhadap pembunuh wartawan AA Gede Bagus Narendra Prabangsa. Aksi ini digelar di depan Balai Kota Malang Jawa Timur, Jumat (25/01).

Presiden Repbublik Indonesia, Joko Widodo memberikakan remisi kepada I Nyoman Susraman otak pembunuh wartawan Radar Bali Jawa Post Grup, AA Gede Bagus Narendra Prabangsa jurnalis dibunuh karena berita. Pemberian remisi tertuang melalui keputusan Presiden No 29 Tahun 2018 berupa perubahan dari pidana penjara seumur hidup menjadi pidana penjara sementara tertanggal 7 Desember 2018.

"Pemberian remisi terhadap pembunuh wartawan merupakan langkah mundur atas penegakan hukum kasus pembunuhan jurnalis. Sekaligus menjadi tidak adil bagi perjuangan kebebasan pers dan demokrasi. Remisi seumur hidup menjadi 20 tahun, akan memungkinkan yang menjalani hukuman akan kembali menerima keringanan dan selanjutnya pembebasan bersyarat," ungkap koordinator lapangan, Abdul Malik.

Lebih lanjut Abdul Malik menegaskan, Susrama diadili atas kasus pembunuhan terhadap Prabangsa, sembilan tahun lalu. Prabangsa di bunuh terkait berita dugaan korupsi dan penyelewengan yang melibatkan Susrama yang di muat Harian Radar Bali, Jawa Post Grup dua bulan sebelum pembunuhan Prabangsa.

Susrama ditahan sejak 26 Mei 2009 oleh Majelis Hakim Negeri Denpasar pada 15 Februari 2010 dan  terbukti bersalah menjadi otak pembunuhan wartawan Prabangsa. Seteleh itu dia divonis penjara seumur hidup. Keputusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar menjadi angin segar penegakan hukum atas pembunuhan jurnalis di tanah air lantaran selama ini belum ada kasus pelaku pembunuhan jurnalis yang di usut tuntas dan dihukum berat.

Kasus Prabangsa kemudian muncul dan menjadi tonggak pencegahan kemerdekaan pers di Indonesia. Hal ini tergambar jelas dengan terjadinya penyelewengan atas pembiaran kasus jurnalis terbunuh karena berita.

Aliansi Jurnalis Independen mencatat tujuh kasus pembunuhan jurnalis yang belum diusut tuntas seperti  Alfrets Mirulewan (Tabloid Pelangi) Maluku Barat Daya, Ridwan Salamun (Sun TV) Tual Maluku Tenggara, Ardiyansah Matra'is (Merauke TV) Papua, Muhammad Syaifullah (Kompas) Balikpapan, Heriyanto Probolinggo dan Ersa Siregar (RCTI) Aceh.

Kasus paling menonjol pembunuhan Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin Jurnalis Koran Harian Bernas Yogyakarta hingga kini aparat lepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta gagal mengungkap pelaku pengadilannya. Ia di serang orang tak di kenal pada 13 Agustus 1996, Dan Udin meninggal 16 Agustus 1996.

Abdul Malik menuturkan, remisi telah mengusik rasa keadilan bagi keluarga korban, juga jurnalis Indonesia. Keringanan hukuman bagi pelaku dikhawatirkan akan menyuburkan iklim impunitas para pelaku kekerasan tak dan bisa memicu terjadi kekerasan berikutnya.

"Untuk itu Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bersama Perhimpunan Pers Mahasiswa (PPMI) Malang menuntut Presiden Joko Widodo mencabut atau menganulir pemberian remisi kepada Susrama, otak pembunuhan Jurnalis AA Gede Bagus Narendra Prabangsa, " harapnya. (asra)

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unitri Tampilkan Karya Seni Bertema Sampah

Add Comment

Lpm-papyrus.com - Mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2017 Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang mengadakan pameran fotografi di Taman Merjosari dengan menjadikan sampah sebagai karya seni, Minggu (06/01).

Pameran foto tersebut dilakukan untuk memenuhi tugas Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Dasar Fotografi.

Ketua Pelaksana pameran, Handrianus Siga Sorha, mengatakan bahwa kehidupan masyarakat tidak lepas dengan namanya sampah, oleh karena itu sampah juga bisa menjadi karya seni.

"Tujuan kami mengadakan pameran ini, yakni untuk memberikan penyadaran kepada mahasiswa maupun masyarakat untuk tidak sembarangan membuang sampah, dan memanfaatkan sampah sebagai sesuatu yang berguna dan bisa dijadikan karya seni," ungkap Handri saat ditemui dilokasi pameran.

Handry juga berharap dengan diadakannya pameran ini bukan hanya untuk mendapatkan nilai saja, tetapi memaknai karya seni dan nilai guna dari sampah itu sendiri

"Harapan saya dengan pameran ini bukan hanya untuk dapatkan nilai saja, tetapi menjadi batu loncatan teman-teman untuk mendapatkan karya-karya yang terbaik, " Harapnya

Selain itu Salah satu pengunjung pameran, Marcy Adiningsih Djami Lay, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bisa  mengajarkan kepada masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Hal senada juga disampaikan oleh Ibu  Meilia Shofa  Leader, anggota komunitas Trash Hero Tumapel yang pada saat bersamaan sedang mengadakan kegiatan bersih sampah, beliau mengatakan bahwa kegiatan tersebut dapat menjadi cara untuk memamerkan efek negatif dari sampah sehingga diharapkan bisa memberikan kesadaran kepada masayarakat.

" Harapan saya jangan sekali ini saja mengadakan kegiatan seperti ini, lebih  giat-giat lagi untuk mengadakan pameran foto  dan juga aksi, " ungkapnya kepada papyrus. sabin

Unitri Malang Adakan Pencerahan Sumber Daya Manusia Bersama Dosen dan Pegawai

Add Comment

Penyerahan nasi tumpeng dari Rektor Unitri Malang, Eko Handayanto kepada Perwakilan Yayasan Bina Patria Nusantara, Wani Hadi Utomo (Asra)

Lpm-papyrus.com - Universiatas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang  mengadakan  pencerahan sumber daya  manusia dengan semua dosen dan pegawai Unitri. Kegiatan ini dilakukan di Gedung Olahraga (GOR). Rabu, (02/01)

Acara tersebut dihadiri oleh semua civitas akademik dan pegawai Unitri. Acara tersebut juga merupakan acara syukuran bersama untuk mensyukuri  prestasi kampus Unitri yang baru saja mendapatkan Akderitasi B dari Badan Akderitasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Rektor UniversitasTribhuwana Tungadewi Malang Prof. Dr. Ir. Eko Handayanto,. M.Sc, dalam paparannya ketika memberi arahan kepada semua dosen dan pegawai Unitri, mengatakan bahwa pencerahan sumber daya manusia sangat penting bagi dosen dan pegawai Unitri.

" Dalam acara ini juga, kami mengundang orang-orang luar Unitri untuk membagi pengalaman di bidang sumber daya manusia agar bisa mendapat pencerahan baru di tahun 2019 ini. Dengan demikian kita bisa saling memberi suport kepada dosen-dosen dan pegawai Unitri dalam menjalankan tugasnya masing-masing," ujarnya

Lebih lanjut Prof. Eko Handayanto juga berharap, semua kalangan civitas akademik dan seluruh pegawai Unitri agar terus mementingkan sumber daya manusia yang ada. Hal ini diharapkan bisa menambah nilai postif perguruan tinggi itu sendiri dan bisa maju.

"Nilai yang kita ambil dalam acara pencerahan sumber daya manusia dan makan bersama ini adalah sebuah momentum positif yang kita perlihatkan bagi mahasiswa agar selalu menciptakan karya-karya yang bisa menambah predikat baik Unitri di kalangan masyarakat Indonesia," imbuhnya.

Acara ini juga tentunya bisa menambah kinerja yang bagus bagi dosen dan seluruh pegawai Unitri. Karena pencerahan sumber daya manusia juga bisa kita dapatkan ketika berhadapan dengan mahasiswa dan masyarakat. Dengan demikian kita bisa terus maju dan menjadi perguruan tinggi yang sesuai visi dan misi Unitri menjadi kampus kerakyatan yang berkompeten dan berkualitas. (asra)