UNITRI Berdikari Teruji untuk Negeri: Refleksi covid 19 dan Kebangsaan

Kaitanus Angmarwas

Papyrus - Setiap perguruan tinggi atau universitas di Indonesia mempunyai budaya dan gaya hidup yang relatif berbeda. Soal pengembanan sumber daya manusia adalah suatu prestasi yang terus di lakukan terhadap Mahasiswa, di samping itu pendidikan karakter di bungkus dalam aneka ragam kegiatan ORMAWA sehingga dapat terciptanya generasi yang berkompenten dan berahklak baik, untuk bermanfaat bagi bangsa dan Negara di kemudian hari adalah letak marwah suatu UNIVERSITAS dapat di uji stabilitasnya.

Hal demikian telah di lakukan oleh Universitas Tribuwana Tunggadewi Malang ( UNITRI ), ketika saya acap kali di tanya oleh teman kampus sebrang, mengapa saya sering membanggakan UNITRI? jawaban saya sederhana, UNITRI itu kebanggaan. Mengapa? Berikut ini penjelasannya.

Kita sebagai manusia terkadang tak punya rasa syukur kepada Tuhan, jika rasa syukur itu saja kita tidak punya lalu bagaimana kita bisa membanggakan Tuhan kita, atau sesuatu yang kita tekuni?, pendek kata tak ada rasa syukur maka tak ada rasa bangga. Perlu kita sadari bahwa rasa syukur adalah bentuk kebanggaan kita kepada Tuhan dan sesuatu yang kita tekuni.

Contoh sederhananya adalah kadang kala di Indonesia ada oknum-oknum yang tidak merasa besyukur menjadi Indonesia maka sudah otomatis Indonesia tidak menjadi kebanggaannya, lantaran inilah yang mengikis kecintaannya terhadap NKRI. Tapi saya secara pribadi merasa bersyukur bisa mencicipi pendidikan lanjutan di UNITRI sehingga di sanalah ada kebanggaan tersendiri dalam sanubari saya.

Lantas bagaimana erat kaitannya dengan UNITRI BERDIKARI TERUJI UNTUK NEGERI? Sebelum menjawab pertanyaan ini Saya ingin mengajak kita untuk menaruh dasar pemikiran bahwa semua kampus itu baik,  jika semua kampus itu baik maka ada rasa syukur dan kebanggan dalam setiap sanubari para dosen, Mahasiswa serta semua yang terlibat dalam universitas.  UNITRI BERDIKARI TERUJI UNTUK NEGERI adalah suatu jawaban atas berbagai pertanyaan, yang menjadi refleksi panjang dalam setiap perjuangannya.

Sejak di terbitkannya SK dari Mendikbud No.056/0/1990 tanggal 05 Januari 1990, sebagai tahap awal menuju operasional UNITRI,  Yayasan Pendidikan Bhakti Nusantara memperoleh ijin dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyelenggarakan Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Tribhuwana dengan Status Terdaftar untuk program studi Agribisnis, Arsitektur Pertamanan, Teknologi Industri Pertanian dan Produksi Temak.

Singkat cerita historis panjang UNITRI dengan berbagai tantangan yang dihadapi tak membuat gentar para pendiri UNITRI untuk melakukan berbagai usaha, dan perjuangan untuk menciptakan berbagai perubahan secara dinamis dan revolusioner, akhirnya UNITRI yang kini dapat di kenal sebagai Universitas yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional, telah mengubah stigma masyarakat umum bahwa UNITRI mampu BERDIKARI dan teruji untuk negeri.

Dengan keberadaannya sebagai kampus kerakyatan yang multikultural, UNITRI mampu menyandang berbagai prestasi dan menjadi suatu universitas berpanguruh di Malang. Hal tersebut adalah bukti bahwa UNITRI tidak segan-segan mencetus perubahan, dan mencetak generasi bangsa yang mampu melebur sebagai suatu kekuatan agen of change, dan agen of control social, dan mampu berkontribusi memberi kekayaan intelektual terhadap bangsa. Bukankah hal ini suatu kebanggaan yang patut di syukuri?

Saya mengingat pesan seorang Guru besar UNITRI yang mengatakan UNITRI itu bukan saja kampus tapi juga rumahmu, kita adalah keluarga yang menginginkan anak-anaknya sukses ke depannya. Pesan singkat di atas adalah suatu keyakinan mendasar dalam perjuangan setiap insan yang hidup menjadi keluarga besar UNTRI.

Di era milenial pada akhir tahun 2019, dunia dilanda wabah covid 19 atau nama lainnya virus corona, dan Indonesia juga terjangkit wabah ini. bahaya virus ini mampu merenggut nyawa manusia, sehingga pemerintah mengeluarkan maklumat untuk tetap stay home, hingga berakhirnya virus ini.

Dalam kurun waktu yang begitu cepat, wabah ini mampu mengganggu tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk bidang pendidikan. Semua universitas di tanah air, akhirnya mengikuti anjuran pemerintah untuk mengembalikan Mahasiswanya agar tetap stay home hingga wisuda pun di tunda. 

Akan tetapi bukan libur, kuliah online adalah salah satu metode belajar mengajar yang akhirnya digunakan di setiap kampus, termasuk di UNITRI.

Apakah kuliah online adalah tantangan?
Pertanyaan ini muncul setelah anjuran dari pihak kampus untuk kuliah online, jelas hal ini adalah sebuah tantangan baru bagi Mahasiswa UNITRI, namun di sisi lain juga sebagai peluang yang produktif jika kita berbicara soal melek IPTEK, artinya, sudah saatnya di era milenial ini Mahasiswa UNITRI harus mencoba sesuatu yang sesuai dengan perkembangan zamannya, yaitu bagaimana Mahasiswa harus terbiasa dengan IPTEK dalam menjalani kuliah berbasis online.

Lantas tinggal bagaimana caranya pihak kampus tidak kemudian menggunakan momentum covid sebagai bentuk penindasan baru terhadap Mahasiswa. Dengan demikian Maka yang di butuhkan adalah sinergitas yang baik, produktif antara pihak kampus dan Mahasiswsnya, agar mampu melewati tantangan ini. Covid 19 adalah tantangan bersama, mewaspadainya sangat penting diakukan, lantaran harus mencari solusi bersama untuk keluar dari problem ini.

*Opini ditulis oleh Kaitanus Angwarmas, mahasiwa Unitri sekaligus Ketua GMNI Cab. Malang. 

No comments