Doktrinkan Anggota Baru Tentang Perjuangan, GmnI FISIP Unitri Laksanakan PPAB


Sesi foto bersama anggota baru setelah laksanakan PPAB

Papyrus - Dewan Pengurus Komisariat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GmnI) FISIP Unitri Malang mengadakan Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) bertempat di Hotel Gayatri, Sukun, Minggu (07/03/2021).

Dalam kegiatan tersebut diikuti oleh puluhan peserta yang tergabung dari beberapa komisariat dan dihadiri oleh beberapa tamu undangan.

"Peserta yang mengikuti PPAB itu ada 20 Orang yang digabung dari beberapa komisariat dan dihadiri oleh undangan 24 orang dan kami dari kepanitiaan sendiri ada  15 orang,” ucap Ferdinandus Wili Daru selaku ketua pelaksana.

Ferdinandus menjelaskan tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut bermaksud agar dapat mendoktrin anggota baru tentang perjuangan.

"Kalau tema yang diangkat itu adalah “Di  Manakah Tinjaumu” yang artinya tema ini mempertanyakan perjuanganmu letaknya dimana. Untuk itu kami dari kepanitiaan setuju mengangkat tema ini karena disitu mereka didoktrin tentang perjuangan,” paparnya.

Ferdinandus juga mengharapkan agar setelah PPAB, anggota GmnI tidak ada lagi yang keluar dari komisariat.

“Hapan saya agar anggota baru tetap senantiasa selalu bergabung bersama kami dan berjuang bersama-sama di gerakan mahasiswa nasional Indonesia,” harapnya.

Yohanes Bohka Pega selaku ketua Komsariat Gmni FISIP Unitri Cabang Malang mengatakan dengan PPAB tersebut dapat membuat kader lebih kritis ideologi.

“Dalam proses awal pengkaderan ditakaran yang paling bawah PPAB ini merupakan suatu keharusan memberikan doktrinasi penggemblengan, tentunya kader harus kritis ideologi,” ucap Yohanes.

Carlos salah satu anggota mengungkapkan rasa terimakasih kepada DPC Malang yang telah melaksanakan PPAB.

"Yang bisa saya ambil maknanya dari GmnI, yang pertama memaknai.apa itu gerakan marhaenis. Kaum marhaenisme adalah membela kaum-kaum tertindas. bagaimana mestinya kita sebagai mahasiswa penggerak itu mengimplementasikan atau mempelajari.terutama saya diorganisasi ini belajar, belajar yang sesungguhnya itu seperti apa,” tuturnya.

Carlos juga berpesan kepada anggota yang baru dikukuhkan agar selalu bersama-sama untuk memperjuangkan kaum-kaum yang tertindas.

"Dengan adanya GmnI ini yaitu kaum-kaum pemikir, kaum pejuang. Semoga kedepannya kaum-kaum marhaen itu harus dibelah jangan terlalu diabaikan, karena perjuangan kita itu masih Panjang,” tutupnya. (Intan/Suji)

2 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.