Program Studi TIPUNITRI MalangAdakan Bakti Sosial di Bulan Ramadhan1438 H

Add Comment

Lpm-papyrus.com - Di bulan penuh berkah ini, Program Studi Teknologi Industri Pertanian (TIP) mengadakan kegiatan Bakti Sosial di Alun-Alun Kota Malang, Sabtu (10/6).

Kegiatan yang  diikuti oleh 30 Mahasiswa TIP ini, didampingi oleh dua orang dosen yakni Pramono Sasongko, S.TP., M.P.,M.Sc  dan Lorine Tantalu, Spi., MP., MSc . Mereka tidak hanya membagikan pakaian hasil sumbangan semua dosen UNITRI Malang, namun mereka juga memberikan 1tablet,1 gadget, dan 1 handphone kepada orang-orang yang tak punya tempat tinggal.


“Alhamdulilah, bisa berbagi di bulan suci ini. Rasanya senang campur sedih. Senangnya karena bisa berbagi dan sedihnya lihat mereka yang udah tua datang kesini bawa anak mereka yang masih kecil-kecil”, jelas Elna Apryanti salah satu mahasiswa TIP semester 6. Wanita asal Kalimantan itu pun berharap, semoga kegiatan bakti sosial ini dapat memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan.(kika)

Rokok Tukar Kurma "Hari Tanpa Tembakau

Add Comment


Lpm-papyrus.com - Beragam kegiatan positif seakan tidak ada habisnya disaat datangnya bulan suci Ramadhan, seperti yang di lakukan komunitas KAWAN Malang ( Komunitas Anti Narkoba) di Alun-alun Malang, Minggu (11/6).

Kegiatan Orasi sekaligus persuasif yang dilakukan para anggota KAWAN kepada pengunjung di Alun-Alun Kota Malang, agar mengerti dan paham akan bahaya dari perokok aktif maupun pasif. Yang dampaknya bisa mengancam kesehatan diri sendiri, keluarga (anak dan istri), serta orang lain disekitar kita. Menurut pengakuan dari anggota KAWAN, yang paling menarik dari kegiatan ini adalah dengan menukarkan rokok yang dibawa oleh pengunjung Alun-Alun Kota Malang dengan lima butir buah kurma dan air mineral kemasan. Dimana kegiatan ini terdiri dari 7 UKM di Universitas ternama di Kota Malang, seperti UKM "Komando" (UIN Malang), "Tegas" (Brawijaya Malang), "Pesan" (ITN Malang), dll.

"Motivasi yang mendasari KAWAN untuk melakukan Orasi Hari Tanpa Tembakau adalah mirisnya di zaman sekarang ini banyak anak-anak kecil yang sudah menjadi perokok aktif, selain itu banyaknya orang-orang dewasa yang merokok di depan anak kecil. Padahal bahaya rokok yang sebenarnya adalah perokok pasif, dimana orang tidak merokok menghirup asap rokok secara langsung dari pada orang yang merokok. Sehingga kami melakukan referensi kepada pengunjung untuk berfikir dan mengkaji kembali antara kebutuhan membeli rokok dengan kepentingan yang lain, sehingga kami disini berinisiatif menukarkan rokok dengan kurma dan air mineral kemasan". Tandasnya M. Amang Abror, selaku ketua pelaksana.


Meskipun Hari Tanpa Tembakau jatuh pada tanggal 31 Mei kemarin, namun dari anggota KAWAN tetap melanjutkan kegiatan ini walaupun terlambat. Karena sebelumnya anggota KAWAN terhalang oleh UAS di masing-masing kampus, sehingga para anggota KAWAN baru bisa melaksanakan kegiatan tersebut tanggal 11 Juni. (Toink)

Belu, Harmoni Budaya Tapal Batas

1 Comment

Lpm - papyrus.com - Ikatan Keluarga Belu Malang mengadakan seminar dengan tema Harmoni Budaya Tapal Batas  di Gedung Kesenian Gajayana Malang pada minggu 11/06/2017 dengan dihadiri oleh Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata kota Malang, Paguyuban Kakang Mbakyu kota Malang dan sejarawan malang sebagai nara Sumber dalam seminar dan sarasehan budaya ini.

Materi pertama di bawakan oleh Fr. Maria Jhon, BHK,  (sesepuh ikabe malang) dengan tema etika dan budaya Belu berlandaskan makna logo dan semboyan Belu "husar binan rai belu,  tetuk no nesan Diak no kmanek". Sedangkan materi kedua dengan tema meninjau kembali hubungan masa lalu Jawa-Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dibawakan oleh Devan Firmansya.

Materi ketiga tentang Pariwisata yang dibawakan langsung oleh Kepala Dinas Kota Malang,  dan di pandu oleh Suri Lebo Theo sebagai moderator selama sesi itu. Disesi seminar ini,  tidak hanya KADIS saja,  sesi ini juga diisi oleh Putra-Putri Wisata Malang mewakili kakang mbakyu Malang. Dua pasang kakang mbakyu ini sangat memotivasi generasi muda agar pemuda menjadi promotor pariwisata, berwawasan luas dan serba bisa agar mampu menarik wisatawan luar ke kota kita,  seperti halnya di Malang yang dengan taglinenya Beautyfull Malang. Sebuah kota harus ditunjang dengan fasilitas yang cukup tentu memudahkan wisatawan yang berkunjung. "Ayok generasi muda bangkit". Tuturnya.

Acara yang di Pandu langsung oleh Yeni siri bersama Didi Parera selaku pembawa acara ini semakin meriah dengan beberapa tarian asal Belu yakni tari likurai, tari tebe dan fashion show pakaian adat Belu serta musik instrumen tradisional daerah Belu yang dibawakan langsung oleh Mahasiswa Belu di Malang. "Saya berharap dengan beberapa tarian yang di tampilkan anak-anak Belu dalam seminar ini bisa membantu untuk promosi wisata dan budaya daerah Belu". Jelas ketua umum IKABE Malang Piter Atok ketika ditemui usai seminar, Atok juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat diantaranya Japung Nusantara,  Media Hallo Malang, Malang pos,  Radio Favorit Atambua. Museum Musik Indonesia, dan Pemkot Malang yang keterlibatannya sangat membantu.
Sedangkam Lisa Bere selaku Ketua panitia pelaksana kegiatanpun mengungkapkan beberapa kendala yang di hadapi panitia, salah satunya pertemuan panitia dan dana yang sangat minim. "Selama ini kami susah untuk pertemuan panitia karena teman-teman yang bergabung dalam kepanitiaan diambil dari tiap rayon yang ada di Malang, tentu ini sedikit mempersulit kami untuk mengadakan pertemuan rutin, kami juga kekurangan dana dalam mengadakan kegiatan ini". Jelas Lisa ketika ditemui di lokasi seminar. (BALE).

Hunting Foto Sekaligus Ngabuburit

Add Comment
Lpm-papyrus.com - Sebagai pengganti ujian akhir semester (UAS) mata kuliah Foto Jurnalis, mahasiswa konsentrasi jurnalistik Unitri hunting foto di beberapa tempat menarik di Kota Malang, Sabtu (10/06) sore.

Berbagai tempat yang telah dikunjungi seperti Alun-Alun Kota Malang, Kampung Warna-Warni Jodipan, Kampung 3D dan Pasar Burung Splindid.

Kegiatan ini didampingi langsung oleh Romi Romadhon sekaligus Dosen pengampu mata kuliah Foto Jurnalis. Ia mengatakan, hunting sendiri dilaksanakan selama empat hari mulai tanggal 9 sampai 12 Juni, dengan mengunjungi tempat-tempat yang berbeda untuk mencari momen yang bagus.

Selama empat hari berturut-turut dimulai dari jam 3 sore sampai selesai, hunting ini diakhiri dengan buka puasa bersama.

Meski begitu, mahasiswa tidak dilepas begitu saja namun tetap dalam pengawasan dosen langsung. Para mahasiswa juga diminta konsultasi dulu jika sudah menemukan momen yang bagus.

"Jika mahasiswa mengalami kesulitan ketika hendak mengambil angel dan masalah teknis lainnya langsung konsultasi dengan saya, karena saya akan keliling memantau hasilnya," ujar Romi Romadhon.

Selain sebagai tugas akhir maupun kegiatan untuk mengisi waktu luang sembari menunggu waktu buka puasa, hunting foto tersebut juga akan dibuat dalam bentuk cetak berupa buku album foto.

"Hasil akhirnya nanti kita akan buat buku album foto," tambahnya. (har)

Bangku Tak Cukup, Mahasiswa Terpaksa Lesehan di Lantai

Add Comment
Lpm-papyrus.com - Ruangan perkuliahan merupakan penyokong suksesnya mata kuliah. Ruangan yang besar, bangku dan proyektor, ini semua kebutuhan dasar perkuliahan.
Jika salah satunya kurang maka akan berdampak pada terhambatnya proses perkuliahan, seperti ketika kuliah MPK Kualitatif berlangsung di ruangan B 28 Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang (Unitri). Bangku kuliah yang harusnya tersedia cukup, ternyata tidak bisa memenuhi kuota mahasiswa komunikasi semester 6.
Efektifitas penyampaian dosen pun dikhawatirkan bakal tersendat, materi kuliah bakal cenderung diabaikan. "Saya kuliah hari ini tidak efektif karena kapasitas yang tidak memadai dan harus duduk di bawah gara-gara tidak  dapat kursi", kata mahasiswa  konsentrasi Pubkic Relation, Huisen Bin Tahir, Jum'at. (2/5) siang.
Mahasiswa bertubuh kekar ini mengatakan, demi efektifnya perkuliahan, pihak kampus yang bertanggungjawab harus segera membenahi bangku yang kurang serta penyesuaian ulang jumlah mahasiswa dalam kelas, agar kejadian seperti ini tidak terulang kedepannya.
Tidak hanya itu, mahasiswa konsentrasi Broadcasting, Sutradewi Indrasari mengatakan, "dosen yang mengajar harusnya memantau, jika memang ada yang kurang maka perlu melapor ke pihak akademik".
Perkuliahan ini pun berjalan tidak maksimal dikarenakan mahasiswa ada yang duduk di lantai dan berdiri di belakang. Kondisi ini sangat memprihatinkan.
"Secepatnya kampus harus membenahi ruangan ini, sebab hampir masa penerimaan mahasiswa baru", kata mahasiswi yang akrab dipaggil Dewi ini di akhir keluhannya. (mz/bar)

Panitia Unitri Idol 2017 Resmi Dibubarkan, Namun Tetap Menjadi Keluarga.

Add Comment
Lpm.papyrus.com - Sukses mempersembahkan acara Grandfinal Unitri Idol di tanggal 10 Mei kemarin, seluruh  Panitia Unitri Idol adakan Camping di Pantai Balekambang Malang Selatan, pada Rabu (24/05). Kegiatan ini merupakan hadiah untuk mereka yang telah bekerja keras menyukseskan acara tersebut. Panitia Unitri Idol berjumlah 30 orang, namun yang bisa mengikuti kegiatan camping ini hanya berjumlah 20 orang, dikarenakan ada kesibukan Pribadi.
Acara yang berlangsung selama dua hari satu malam ini, dipenuhi dengan rasa kekeluargaan. Disana mereka melakukan camping, membuat api unggun, makan bersama, saling berbagi, dan diakhiri dengan pembubaran panitia.
“Terimakasih untuk kalian semua yang sudah bekerja keras demi menyukseskan acara Grandfinal Unitri Idol. Kegiatan kali ini dibilang lebih sukses dari kegiatan Unitri idol ditahun-tahun sebelumnya. Walalupun hari ini kita resmi membubarkan panitia, namun tidak ada pembubaran keluarga. Di tahun ini pula, Panitia Unitri Idol terbentuk dengan rasa kekeluaragaan yang besar”, jelas Sudirman dengan nada bersedih.
Maya Gustiani Putri, salah satu panitia di Sie Acara pun berharap, semoga panitia Unitri Idol  kedepannya juga bisa menjadikan panitia sebagai keluarga,  sehingga acara yg akan diselenggarakan tidak memberatkan bagi mereka. “Semoga panitia Unitri Idol 2018 nanti, bisa membuat event yang lebih kece, dari tahun ini”, jelas wanita Asal Kalimantan ini. (kika)

Ahmad Mukoffi : “Bekerja secara maksimal sesuai dengan janji yang telah diucapkan saat pelantikan ini”.

Add Comment
Lpm.papyrus.com - Himpunan Mahasiswa Akuntansi resmi memiliki pengurus baru pada rabu, (24/05). Staff Kemahasiswaan, Antonius Alam Wicaksono SPd MPd  melantik 44 orang pengurus baru HIMAKA di lantai 2 Kemahasiswaan. Acara pelantikan ini dihadiri oleh Staff dari bagian Kemahasiswaan, Anggota Badan Eksekutif Mahasiswa, Wakil Dekan Fakultas Ekonomi, Ketua Program Studi (KPS) dan dosen-dosen Program Studi Akuntansi serta undangan dari setiap Himpunan Mahasiswa Jurusan.

Desten W Adu selaku menteri Luar Negeri (Mendagri) anggota BEM UNITRI, saat memberikan sambutan, ia mengapresiasi HIMAKA karena melakukan MUA dan pemilihan dengan baik dan aman. Ia pun berharap agar HIMAKA  mampu bersinergi lebih baik dengan Universitas, BEM, semua HMJ yang ada, dan juga dengan segala UKM di UNITRI.  Diakhir  sambutan Ia mengucapkan selamat kepada Abdias Biliarto selaku Ketua terpilih dan anggota kepengurusan lainnya.

“Saya sangat mengapresiasi kinerja para pengurus periode 2016/2017. Saya berharap para pengurus baru HIMAKA  ini, mampu bekerja secara maksimal sesuai dengan janji yang telah diucapkan saat pelantikan ini”, terang Ketua Program Studi Akuntansi Ahmad Mukoffi,SE.MSA saat menyampaikan sambutannya.

Kepengurusan kali ini teteap melibatkan pengurus di periode lalu, dan menjadikan mereka sebagai coordinator disetiap divisi. Tujuannya adalah sehingga mereka bisa melatih dan membimbing para pengurus baru. Namun, diakhir semester 6 nanti semua tugas akan dilimpahkan kepada pengurus baru HIMAKA yang berasal dari semester bawah.

“Semoga pengurus kali ini, bisa merealisasikan beberapa Proker yang dulunya belum sempat terlaksana. Untuk para kader yang lama, semoga bisa membantu pengurus baru, untuk bisa mendalami profesi sebagai seorang akuntan dan mampu membawa HIMAKA kearah yang lebih baik”, tutur Bendahara Umum HIMAKA I, Martha Lusita saat ditemui diakhir acara pelantikan. (Kika)

Atasi Macet, Karang Taruna RW 6 Tlogomas Buat Pasar Takjil

Add Comment
Lpm-papyrus.com - Macet di sore hari menjadi salah satu hal yang lazim ketika bulan ramadhan, seperti yang terjadi di daerah Dinoyo (Unisma), karena banyaknya pedagang (takjil) kaki lima, Kamis (01/06).

Jika di tempat lain harus menggunakan jasa juru parkir untuk menertibkan jalan raya, berbeda dengan yang dilakukan Karang Taruna RW 6 Kelurahan Tlogomas, Malang. Sekumpulan pemuda tersebut (karang taruna, red)  membuat stand-stand pasar takjil di lokasi RW 6 setempat.

Ketua Karang Taruna RW 6 Tlogomas mengungkapkan, stand-stand pasar takjil yang mereka dirikan diisi oleh warga sekitar RW 6 sendiri.

Selain menyediakan takjil, Karang Taruna tersebut bertujuan agar jalan sekitar Dinoyo tidak macet.

"Dengan adanya pasar takjil ini kami berharap di tahun-tahun selanjutnya lebih ramai lagi dan bisa mengurangi kemacetan yang terjadi di depan Unisma, karena banyaknya pedagang di sekitar Unisma", imbuhnya.

Selain warga, terdapat satu stand yang menyajikan makanan khas dari Kalimantan Barat meskipun masih minim peminatnya.

"Meskipun masih kurang peminatnya karena kami menyajikan makan khas Kalimantan, kami masih ingin ikut di tahun-tahun selanjutnya untuk mengisi waktu kosong", ujar Miftah, penjual takjil asal Kalimantan Barat ini.

Di samping itu, pasar takjil ini menyuguhkan menu yang ramah di kantong. "Dengan adanya pasar takjil ini cukup membantu, khususnya bagi kita anak kos, harganya lebih murah dan mudah, tinggal memilih di satu tempat saja," kata salah satu pengunjung, Rahman.

Pengunjung pun terus berdatangan meskipun adzan maghrib berkumandang. (ha'ar/ing)