Belu, Harmoni Budaya Tapal Batas


Lpm - papyrus.com - Ikatan Keluarga Belu Malang mengadakan seminar dengan tema Harmoni Budaya Tapal Batas  di Gedung Kesenian Gajayana Malang pada minggu 11/06/2017 dengan dihadiri oleh Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata kota Malang, Paguyuban Kakang Mbakyu kota Malang dan sejarawan malang sebagai nara Sumber dalam seminar dan sarasehan budaya ini.

Materi pertama di bawakan oleh Fr. Maria Jhon, BHK,  (sesepuh ikabe malang) dengan tema etika dan budaya Belu berlandaskan makna logo dan semboyan Belu "husar binan rai belu,  tetuk no nesan Diak no kmanek". Sedangkan materi kedua dengan tema meninjau kembali hubungan masa lalu Jawa-Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dibawakan oleh Devan Firmansya.

Materi ketiga tentang Pariwisata yang dibawakan langsung oleh Kepala Dinas Kota Malang,  dan di pandu oleh Suri Lebo Theo sebagai moderator selama sesi itu. Disesi seminar ini,  tidak hanya KADIS saja,  sesi ini juga diisi oleh Putra-Putri Wisata Malang mewakili kakang mbakyu Malang. Dua pasang kakang mbakyu ini sangat memotivasi generasi muda agar pemuda menjadi promotor pariwisata, berwawasan luas dan serba bisa agar mampu menarik wisatawan luar ke kota kita,  seperti halnya di Malang yang dengan taglinenya Beautyfull Malang. Sebuah kota harus ditunjang dengan fasilitas yang cukup tentu memudahkan wisatawan yang berkunjung. "Ayok generasi muda bangkit". Tuturnya.

Acara yang di Pandu langsung oleh Yeni siri bersama Didi Parera selaku pembawa acara ini semakin meriah dengan beberapa tarian asal Belu yakni tari likurai, tari tebe dan fashion show pakaian adat Belu serta musik instrumen tradisional daerah Belu yang dibawakan langsung oleh Mahasiswa Belu di Malang. "Saya berharap dengan beberapa tarian yang di tampilkan anak-anak Belu dalam seminar ini bisa membantu untuk promosi wisata dan budaya daerah Belu". Jelas ketua umum IKABE Malang Piter Atok ketika ditemui usai seminar, Atok juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat diantaranya Japung Nusantara,  Media Hallo Malang, Malang pos,  Radio Favorit Atambua. Museum Musik Indonesia, dan Pemkot Malang yang keterlibatannya sangat membantu.
Sedangkam Lisa Bere selaku Ketua panitia pelaksana kegiatanpun mengungkapkan beberapa kendala yang di hadapi panitia, salah satunya pertemuan panitia dan dana yang sangat minim. "Selama ini kami susah untuk pertemuan panitia karena teman-teman yang bergabung dalam kepanitiaan diambil dari tiap rayon yang ada di Malang, tentu ini sedikit mempersulit kami untuk mengadakan pertemuan rutin, kami juga kekurangan dana dalam mengadakan kegiatan ini". Jelas Lisa ketika ditemui di lokasi seminar. (BALE).

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

1 comments:

Write comments
May 5, 2018 at 8:44 AM delete

I know this if off topic but I'm looking into starting my own weblog and was curious what all is needed to get setup? I'm assuming having a blog like yours would cost a pretty penny? I'm not very internet smart so I'm not 100% positive. Any tips or advice would be greatly appreciated. Cheers sign in to gmail

Reply
avatar