Syifa'ul Qulub Unitri Tour Religi Ke Masjid Tiban

Foto: Mahasiswa Unitri peserta tour religi di Masjid Tiban,  Turen,  Kabupaten Malang -  Gobed
Lpm-Papyrus.com – Unit Aktivitas Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Syifaul Qulub (UA-KMK-SQ) Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang mengadakan kunjungan ke Masjid Tiban, Turen Kabupaten Malang, dengan dihadiri 270 mahasiswa Islam. Minggu (26/11).


Menurut Sekretaris Umum Syifa'ul Qulub Unitri Malang, Do’ef, kegiatan tersebut dilaksanakan oleh kepengurusan Syifa'ul Qulub memiliki maksud dan tujuan untuk mencari informasi tentang awal berdirinya Masjid Tiban Turen, Kabupaten Malang.


“Maksud dan tujuan kami disini untuk mencari informasi Masjid Tiban, Turen, karena banyak persepsi dari masyarakat yang mengatakan bahwa masjid tersebut didirikan oleh Jin atau muncul dengan sendirinya. Namun setelah ditelusuri, ternyata berdirinya masjid tersebut karena adanya kerjasama dari santri secara berjamaah. Pada dasarnya, ini bukan masjid melainkan Pondok Pesantren Salafiyah Biharuu Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah, ” ujar Do’ef.


Do'ef juga menuturkan munculnya informasi yang menjelaskan Masjid Tiban,  Turen berdiri dengan sendirinya adalah tidak benar.  Melainkan bangunan masjid tersebut merupakan sebuah pondok pesantren yang didirikan oleh santri-santri yang belajar didalamnya.


“Apabila ada seseorang yang mengatakan bahwa, Masjid Tiban, Turen Kabupaten Malang itu muncul dengan sendirinya, hal itu tidak benar, karena bangunan tersebut merupakan Pondok Pesantren Salafiyah Biharuu Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah," tegas Do’ef kepada wartawan Lpm-papyrus.com.


Sebagai peserta Syifa'ul Qulub, Fika Wulandari, dengan mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh Syifa'ul Qulub merupakan hal yang menarik baginya,  karena selain mendapatkan ilmu yang bermanfaat,  mahasiswa juga merasa terhibur dengan keindahan Masjid Tiban,  Turen.


“Kegiatan ini cukup menarik, seperti Diklat Outdoor yang dilaksanakan. Di sana kita dapat mengetahui sejarah bangunan tersebut, karena faktanya di sana bukanlah masjid, melainkan Pondok Pesantren besar yang dibangun pada tahun 1987 lalu, di sana juga banyak hal yang unik, manakjubkan dan juga hiburan yang disuguhkan sehingga bisa memanjakan mata yang melihatnya.” ujar Fika Wulandari dengan tersenyum.


Ia juga merasa bangga karena kegiatan yang diadakan Syifa'ul Qulub menjadi momen terbaik bagi Fika, karena selain dirinya teman-teman peserta lain mayoritas bukan asli dari Jawa melainkan dari luar pulau Jawa,  yang mana sangat takjub dengan keunikan bangunan-bangunan besar seperti Masjid Tiban,  Turen.


“Kegiatan Syifa'ul Qulub ini juga menjadi momen terbaik bagi saya pribadi, begitupun teman-teman yang mayoritas berasal dari luar pulau. Mereka sangat merasa takjub melihat bangunan besar yang begitu unik dan keren yang biasa disebut Masjid Tiban tersebut, sehingga ada rasa ingin berkunjung kembali ke sana.” tutupnya. (Gobet)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »