2018, Indonesia "WAJIB" Tangguh Tanggulangi Bencana Alam

Add Comment
Lpm-papyrus.com - Indonesia di tahun mendatang harus lebih tangguh dalam menghadapi bencana. Pengurangan resiko bencana harus dilakukan dalam pembangunan di semua sektor untuk investasi pembangunan dan generasi mendatang. Di tahun 2017 tercatat telah terjadi 2.341 bencana, 377 tewas dan 3,5 juta jiwa mengungsi dan menderita. Data tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

"Besar kecilnya bencana sangat ditentukan oleh alam. Pengaruh manusia begitu dominan dalam merusak alam, seperti degradasi lahan lalu kerusakan lingkungan dan DAS kritis menjadi pemicu terjadinya bencana, kita harus lebih tangguh dalam menghadapi bencana," jelasnya.

Dari penjelasan tersebut dia juga merincikan bencana yang terjadi di tahun 2017.
"Rincian kejadian bencana terdiri dari banjir sebanyak 787, puting beliung 716,  tanah longsor sebanyak 614, kekeringan 19, gempa bumi 20, gelombang dan abrasi 11, letusan gunung api 2," jelasnya.

Selain itu dampak yang ditimbulkan akibat bencana selama tahun 2017 tercatata 377 orang meninggal dan hilang, 1.005 orang luka-luka, dan 3.494.319 orang mengungsi dan menderita.


Ia melanjutkan, bencana tersebut 99% adalah bencana hidrometeorolgi, atau bencana yang dipengaruhi oleh cuaca dan aliran permukaan. Dalam data yang dipaparkan juga bencana tanah longsor merupakan bencana yang paling banyak menimbulkan korban jiwa. Sejak tahun 2014 hingga 2017 bencana longsor adalah bencana yang paling mematikan.

"Tercatat 156 orang tewas, 168 jiwa luka-luka, 52.930 jiwa mengungsi dan menderita, dan 7 ribu lebih rumah rusak akibat longsor selama 2017," tutupnya. (Firda).

Tercatat 2.341 Bencana Alam Terjadi Selama Tahun 2017

Add Comment
Foto : Surya/ Rahadian Bagus Priambodo

Lpm-Papyrus.com - Kepala Pusat Data Informasi (KPDI) dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 2.341 terjadi bencana alam di tahun 2017 yang terdiri dari banjir, puting beliung, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan, banjir dan tanah longsor, kekeringan, gempa bumi, gelombong pasang dan abrasi, letusan gunung, Jumat (29/12).

Menurut data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), selama tahun 2017 hingga 20 Desember 2017 telah terjadi 6.893 kali gempa, dimana gempa denga kekuatan lebih dari 5 SR sebanyak 208 kali. Gempa dirasakan sebanyak 573 kali, di mana gempa tersebut merusak sebanyak 19 kali, gempa dengan kekuatan 6,9 SR yang  terjadi di Barat Daya Tasikmalaya menyebabkan  kerusakan rumah lebih dari 5.200.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga memberikan data mengenai beberapa gunung yang bersetatus awas di Indonesia.
"Dari 127 gunung api di Indonesia, hanya ada dua gunung api yang status awas, yaitu gunung Sinabung sejak 2 Juni 2015  hingga sekarang dan gunung Agung sejak 27 November 2017 sampai sekarang, jika gunung Api berstatus awas maka berpotensi tinggi terjadi erupsi, dan yang terpenting masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di dalam radius berbahaya," ungkap PVMB.

Menteri Pariwisata, mengatakan kerugian dan kerusakan yang ditimbulkan akibat bencana mencapai puluhan trilyun rupiah, dan hingga saat ini masih dilakukan perhitungan dampak dari bencana tersebut, Ia juga menambahkan kerugian ekonomi paling besar akibat bencana selama tahun 2017 adalah dampak dari peningkatan aktivitas vulkanik dan erupsi gunung Agung di Bali.
“Pada  penetapan status awas di bulan September 2017, yang kemudian terjadi erupsi gunung Agung pada 26-30 November 2017 telah menyebabkan kerugian mencapai 11 trilyun rupiah, kerugian di sector pariwisata di Bali mencapai 9 trilyun rupiah dari dampak erupsi gunung Agung, serta kerugian ini sebagian besar berasal dari kredit macet masyarakat yang harus mengungsi dari sector pariwisata,” tegas Menteri Pariwisata.

Menurut Kepala Pusat Data informasi (KPDI), Sutopo Purwo Nugroho  mengatakan beberapa kerusakan dan kerugian akibat bencana yang terjadi pada tahun 2017, yang teridiri dari bencana banjir dan tanah longsor, siklon tropis Cempaka sekitar 1,13 trilyun rupiah, banjir Belitung 338 miliar rupiah, banjir dan longsor di 50 kota 253 miliar rupiah, dan longsor Cianjur sekitar 68 milyar rupiah.

"Tentu saja bencana ini banyak berpengaruh pada masyarakat yang terdampak, dan memerosotkan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat, apalagi mengalamai bencana banjir secara berulang-ulang di berbagai daerah di Indonesia, yang menyebabkan lahan pertanian masyarakat terendam air dan berakibat gagal panen, karena kita memang tinggal di Negara yang kaya bencana,” ungkap Sutopo.

Sutopo juga menambahkan Indonesia adalah Negara laboratorium bencana, bukan super market bencana dan sudah seharusnya siap menghadapi bencana, karena bencana merupakan keniscayaan yang dimana besar kecilnya sangat ditentukan oleh alam.

“pengaruh manusia begitu dominan merusak alam, meningkatakan kerusakan hutan, degradasi lahan, kerusakan lingkungan, krisis air yang telah memicu terjadinya bencana. Untuk itulah pengurangan resiko bencana harus menjadi mainstream dalam pembangunan di semua sector, pengurangan resiko bencana menjadi investasi pembangunan untuk kita, dan generasi mendatang.” Imbuh Sutopo. (Ali)

Mahasiswa Manajemen Perdalam Dunia Bisnis Dengan Kuliah Tamu

Add Comment
Foto - Panitia kuliah tamu foto bersama dengan pemateri usai acara - celemek
Lpm-papyrus.com- Mahasiswa Program Studi ( Prodi) Manajemen adakan Kuliah Tamu dengan tema "Beretika Dalam Bisnis, Bisnis Dengan Etika". Kuliah tamu yang mengjadirkan Ida Nur Indriani, S.P.Si.,M. Si sebagai pemateri ini dilaksanakan di Gedung Olah Raga ( GOR) Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang (UNITRI), Rabu ( 20/12).

Ida Nur Indriani menjelaskan sedikit tentang cara beretika dalam berbisnis. "etika itu perlu digunakan untuk menentukan harga diri kita, dan juga masa depan." Ujarnya."

Indriani juga menjelaskan tentang sejauh mana pentingnya etika dalam berbisnis, dan fungsi dari etika bisnis.

"Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat" paparnya.

"Etika bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan atau mitra kerja, pemegang saham masyarakat" imbuh Indriyani.

Antonius selaku ketua pelaksana menuturkan Kuliah Tamu yang diselenggarakannya ini terbuka untuk umum dan dikhususkan untuk mahasiswa Manajemen semseter 5. "Kuliah Tamu ini ditujukan  untuk semua Mahasiswa, khususnya Mahasiswa semeter 5 yang mengambil mata kuliah Etika Bisnis, agar meraka lebih memahami secara mendalam tentang bagaimana cara melakukan bisnis dalam beretika kedepannya" ujarnya saat ditemui ketika sesudah acara.

Antonius juga menambahkan bahwa untuk ikut kuliah tamu ini peserta dikenakan biaya sebesar RP 15.000,00 untuk biaya adiministrasi. Kuliah tamu ini dihadiri 200 peserta lebih. "sekitar dua ratus lebih Mahasiswa yang telah ikut berpartisipasi dalam kuliah tamu tersebut" tegasnya. (Celemek)

Untri Gelar Foto KTM di Grahadi Utomo.

Add Comment
Foto : Kasubag EDP Unitri, Rudy Setiawan saat diwawancarai di Grahadi Utomo - Domex
lpm-papyrus.com- Mahasiswa Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, mengikuti sesi foto Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) untuk pembuatan KTM di Grahadi Utomo.

Kepala Sub-bagian (Kasubag) Entry Data Processing (EDP), Rudy Setiawan, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bekerja sama dengan pihak lain  dan akan berlangsung selama dua minggu.

"Pembuatan foto KTM ini bekerja sama dengan vendor yang berpengalaman dan akan dilakukan selama dua minggu, yang telah dimulai dari hari Minggu (17/12) kemaren, sampai tanggal 30 Desember", ujar Rudy

Rudy juga menyampaikan bahwa salah satu fungsi KTM tersebut dapat digunakan untuk meminjam buku di perpustakaan dan parkir.

"KTM itu dapat digunakan Mahasiswa untuk meminjam buku di perpustakaan dan untuk syarat parkir gratis" lanjutnya

Dalam proses foto KTM tersebut mengalami beberapa kendala, diantaranya yang menjadi penyebab utama adalah mengenai tempat dan lambatnya proses perekaman data mahasiswa, seperti yang disamapaikan oleh Rudy, saat diwawancarai tim Papyrus.com, Senin (18/12).

"Kendalanya yaitu tempat, kalau dulu kita melaksanakan di ruangan, tetapi sekarang kita terpaksa melaksanakan di ruangan terbuka. Kita sudah teelambat dari jadwal yang ditentukan yaitu awal Desember, hal ini dikarenakan menunggu data yang pasti dan pengajuan keuangannya, kita tidak bisa bertindak sebelum keuangan di acc", tuturnya

Beliau berharap agar proses foto KTM dilakukan pada awal semester, agar mahasiswa bisa  memiliki KTM dan menggunakan sebagaimana mestinya.

"Harapan ke depannya kita bisa melaksanakan foto KTM di awal semester sehingga mahasiswa tdk perlu menunggu, agar ketika mereka masuk sudah memiliki KTM", tutup Rudy. (Domex)

Forum Filsafat Unitri Kembali Gelar Diskusi Rutin.

Add Comment
Foto - Suasana diskusi di ruang Kebijakan Publik
Lpm-papyrus.com - Forum Mahasiswa Filsafat Universitas Tribhuana Tunggadewi (Unitri) Malang gelar Diskusi Rutin dengan tema "Filsafat Perempuan". Kegiatan ini dilaksanakan di Lab Kebijakan Publik Unitri, Rabu (20/17) Sore.

Widya, Salah satu Peserta Diskusi Mengatakan, Acara ini dihadiri Mahasiswa Unitri dari berbagai Jurusan Dan Kunto Leksono Wibisono alumni Mahasiswa Jember, sebagai pemateri.

"Diskusi Filsafat ini berjalan baru tiga minggu yang lalu dan dengan dema yang berbeda-beda", Widya menambahkan.

Selain itu Kordinator Forum Mahasiswa Filsafat, Irwan Lukman, mengharapkan diskusi ini selalu berjalan dengan lancar setiap minggunya.

"Saya berkeinginan setelah diskusi  ini, teman-teman Mahasiswa bisa menambah pengetahuan, dan pengalaman dalam berintelektual", ungkap Irwan. (Robby)

NMF 87 Memperkenalkan Mini Figure di Taman Slamet Malang

Add Comment
Foto - Susana Ngalam Miniature Figure - Gobet
Lpm-Papyrus.com - Ngalam Miniature Figure 87 (NFM 87) memperkenalkan mini figure dengan dihadiri 50 peserta di Taman Slamet, Malang, Minggu (17/12) pagi.

Ketua NMF 87, Kartiko Wandowo, menjelaskan bahwa, hunting figure itu tidak harus menggunakan kamera yang bagus, bahkan menggunakan kamera handphone pun juga bisa.

"Hunting figure itu tidak harus menggunakan kamera yang bagus, bahkan menggunakan kamera handphone pun juga bisa. Makanya agenda saat ini, kita mengajak teman-teman fotografer dari Malang, dan kita akan foto bareng dan nanti akan kita coba lomba kan." ujar Kartiko Wandowo dengan tersenyum.

Agenda tersebut dihadiri 50 peserta, serta event ini akan diadakan dalam waktu dua bulan sekali, karena kemarin dilaksanakan tiga bulan terlalu lama.

"Pesertanya sekitar 50 orang yang hadir di sini, dan ini akan dievent kan dua bulan sekali, karena kemarin dilaksanakan tiga bulan terlalu lama, akhirnya dua bulan sekali akan kita eventkan dan akan mengundang komunitas-komunitas lain," lanjut Kartiko Wandowo.

Kartiko juga berharap fotografer-fotografer Malang bisa bersatu dalam memperkenalkan mini figure bahwa mini figure itu tidak eksklusif.

"Yang kita harapkan bahwa, fotografer-fotografer Malang bisa bersatu, dan kita akan memperkenalkan mini figure bahwa mini figure itu tidak eksklusif, bahkan kita juga bisa foto bersama dan setting berasama. Tujuannya, kita akan memasyarakatkan mini figure," tutup Kartiko Wandowo.

Salah satu peserta, A T Arvand Masruffi, berpendapat bahwa, kegiatan tersebut memiliki banyak manfaat bagi para peserta.

"Agenda ini sangat bermanfaat, seru, serta menambah wawasan juga persaudaraan." ujar Arvand Masruffi.

Arvand Masruffi menginginkan, akan ada acara-acara yang serupa dikesempatan lain dalam bentuk acara yang lebih tertata rapi dan lebih baik lagi.

"Harapannya, Akan terus ada Acara-acara selanjutnya, dan mungkin juga lebih tertata lagi serta saling pengertian antara PG DSLR dan PG Phone," tandas Arvand Masruffi dengan senang. (Gobet)

Adakan Seminar, Kotitma Malang Bahas Proklamasi Kemerdekaan Timor Leste

Add Comment
Dr.Agung Suprojo, S. Kom., M.AP saat menyampaikan materi - Leo
Lpm-papyrus.com – 60 Mahasiswa ikuti kegiatan seminar yang diselenggarakan Organisasi Mahasiswa Kotitma Malang, bertempat di Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang dengan Tema "Proklamasi kemerdekaan Timor Leste ke-42 Tahun,” Minggu, (17/12)

Seminar tersebut dihadiri oleh Dr.Agung Suprojo, S. Kom., M.AP Sebagai pembuka acara dan Feliciano da Costa Correia L.Ed sebagai pemateri.

Acara diawali dengan doa dan menyanyikan lagu kebangsaan Timor Leste. Dalam sambutannya, Dr.Agung Suprojo, S. Kom., M.AP menyampaikan bahwa darimanapun mahasiswa berasal, selama menempuh pendidikan tinggi di Unitri, maka tidak ada perbedaan.

Dr.Agung Suprojo, S. Kom., M.AP juga mengatakan, bahwa ia merasa bangga sekaligus berterima kasih karena Unitri sudah dikenal di Negara Timor Leste, sehingga banyak mahasiswa asal Timor Leste yang datang menuntut ilmu di Unitri.

Sejauh ini antara Unitri dan Pemerintah Timor Leste sudah menjalin hubungan kerja sama yang baik.

Selanjutnya, sebagai pemateri pada kesempatan tersebut, Feliciano da Costa Correia L.Ed membahas tentang hari Proklamasi kemerdekaan Timor Leste dimana pada zaman orde baru Timor Leste merupakan propinsi ke-27 atau propinsi termuda di Indonesia yang dikenal dengan nama Timor-Timur.

namun pada akhirnya Timor-Timur memilih berpisah dengan NKRI dan membentuk negara sendiri yang dikenal dengan nama Timor Leste. Ia juga berpesan kepada mahasiswa bahwa, tujuan semua mahasiswa asal Timor Leste ke Indonesia adalah untuk mencari ilmu.

"Kita adalah Generasi baru. Tujuan kita ke Indonesia adalah untuk mencari ilmu, kita harus bekerja keras bekerja dengan iklas untuk membangun negara Timor leste tercinta,” tegas Feliciano. (LS)

Ini lah Alasan Prodi Ilmu Komunikasi DO Dua Mahasiswanya

Add Comment
Foto : Surat Keputusan Pemeberhentian Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Unitri tahun 2017 - Vira
Lpm-Papyrus.com - Dua mahasiswa Ilmu Komunikasi diberhentikan alias DO (Drop Out) berdasarkan surat keputusan yang ditanda tangani oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Willy Tri Hardianto, S.Sos., MM., M.AP, Rabu (13/12) lalu.


Dua mahasiswa yang diberhentikan secara resmi adalah angkatan tahun 2009, atas nama Muhammad Azhar Shella (2009230020) dan angkatan tahun 2010, Mariano Pascoal Ximenes CDS (2010230020). Dalam surat keputusan tersebut, disebutkan mengenai proses pemberhentiannya, seperti hasil rapat pimpinan Universitas dengan Fakultas dan lembaga serta unit pada tanggal 01 Oktober 2015.


"Hasil Koordinasi Biro Administrasi dengan FISIP, tanggal 08 Agustus 2015, hal mahasiswa Universitas Tribhuwana Tunggadewi. Hasil Koordinasi Biro Administrasi Akademik (BAAK) dengan FISIP, tanggal 25 Agustus, hal mahasiswa tidak aktif," tulis Dekan FISIP dalam surat tersebut.


Selain itu, tertulis juga bahwa DO itu merupakan hasil koordinasi pimpinan Fakultas dengan Program Studi (PS) Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Komunikasi, tanggal 27 Agustus 2015, hal mahasiswa tidak aktif. Serta Hasil Koordinasi pimpinan Fakultas dengan Program Studi (PS) Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Komunikasi, tanggal 9 Oktober 2015, hal mahasiswa tidak aktif.


Kepala Program Studi (KPS) Ilmu Komunikasi, Fathul Qorib, berharap adanya SK DO itu bisa melecut semangat mahasiswa yang saat ini masih tidak aktif kuliah.


"Ini dipakai pelajaran oleh mahasiswa lain sehingga tidak terulang. Karena banyak mahasiswa Ilmu Komunikasi yang tidak aktif, tidak pernah muncul dan bahkan enggan daftar ulang," sambung mantan Kepala Laboratorium Jurnalistik itu.


Fathul mengingatkan kepada mahasiswa, bahwa Prodi yang ia pimpin sejak Agustus 2017 itu akan tegas terhadap status mahasiswa. "Kalau sudah diingatkan beberapa kali, diberi SP tapi tidak diindahkan, maka konsekuensinya jelas, DO," tandasnya. (Vira)

46 Mahasiswa Pertanian Unitri Kenali "Dasar Ilmu Tanah" Melalui Kegiatan Praktikum di Lapangan

Add Comment
Foto : Kegiatan Praktikum Mahasiswa Agroteknologi dan Agrbisnis, Fakultas Pertanian Unitri - Ali
Lpm-Papyrus.com – Sebanyak 46 Mahasiswa Agrotek dan Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, lakukan praktikum untuk menempuh mata kuliah “Dasar Ilmu Tanah” di lahan pertanian Unitri, Rabu (13/12).


Menurut asisten praktikum, Muhammad Rudli, kegitan tersebut merupakan bentuk cara bagaimana mahasiswa bisa mengetahui jasad campuran tanah, unsur-unsur dalam kandungan tanah, dan senyawa-senyawa yang ada didalam tanah itu sendiri, serta bagiamana mahasiswa mampu membedakan antara tanah yang subur dan tidak, sebagai pertanian berlanjut, dimana kegitan tersebut dilaksanakan selama tiga hari.


“Saya berharap untuk kegitan praktikum ini, kedepannya bisa dilakukan di tempat yang memadai, serta kampus bisa memfasilitasinya yang akan memberi sesuatu yang beda dan memuaskan, sehingga nanti praktikumnya dilakukan secara maksimal, untuk saat ini praktikum dilakukan seperti biasanya," terang Rudi.


Ketua asisten praktikum, Nurul Sholehuddin mengatakan dirinya senang karena kegitan tersebut berjalan dengan lancar dan penuh semangat, meski ada beberapa kekurangan diantaranya, kurang maksimalnya peralatan yang mewadahi.


“Saya ucapkan banyak terimakasih kepada 46 mahasiswa, yang ikut praktikum dasar ilmu tanah hari ini, karena mereka tetap semangat dan antusianya dalam mengikuti kegiatan praktikum, meskipun banyak kekurangan yang ada dalam segi peralatan, saya harap kegiatan ini dapat menambah ilmu mahasiswa, yang nantinya dapat diterapakan dalam kehidupan masyarakat , serta membuktikan nilai elektabilitas sebagai mahasiswa Unitri yang akan menjadi generasi unggu," ujar Nurul kepada Papyrus.


Sebagai peserta praktikum, Erik Safarinda, dengan kegitan yang dilakukan Fakultas Pertanian merupakan hal yang menarik baginya, karena praktikum tersebut belajar bagimana cara mengetahui berat partikel tanah, serta nantinya bisa mengukur dan mengolah tanah tersebut dalam bentuk kering, serta mampu menghitung partikel-partikelnya.


“Kegitan ini sangat menarik, karena langsung bisa terjun dilapangan dan bisa menambah wawasan yang lebih dalam dunia pertanian, serta mengetahui ilmu tanah dan cara-cara baik dalam mencocok tanaman,” ungkap Erik Safarinda dengan tersenyum. (Ali)

Meneladani Akhlaq Nabi Muhammad SAW Lewat Dialog Bersama Dalam Peringatan Maulid Nabi

Add Comment
Foto : Pemateri Ustadz A. Muwaffik Saleh S.Sos., M.Si (kiri) - Agus
Lpm-papyrus.com - Unit Aktifitas Kegiatan Mahasiswa Kerohanian (UAKMK) Syifa'ul Qulub Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema "Refleksi Akhlaq Muhammad SAW Dalam Kehidupan Multikultural" di Gedung Olahraga (GOR), Selasa (12/12).


Ketua Pelaksana (Ketupel) Mirdan Idham mengatakan bahwa acara tersebut berbentuk dalog bersama yang dihadiri oleh Ustadz Muwaffik Saleh S.Sos, M.Si, sebagai pemateri.


"Acara ini berbentuk dialog bersama, yang dihadiri oleh Ustadz A. Muwaffik Soleh S.Sos, M.Si dan dimulai pada pukul 14.00-17.00 Wib," ungkap Ketupel, Mirdan Idham saat diwawancarai oleh Papyrus.


Acara tersebut dihadiri oleh seluruh mahasiswa muslim Unitri. Setiap peserta dialog yang mengikuti acara diwajibkan membayar biaya pendaftaran sebesar dua puluh ribu rupiah.


"Dialog bersama ini untuk seluruh Mahasiswa muslim Unitri, dengan biaya pendaftaran sebesar 20 ribu, dan untuk mahasiswa yang sudah mengikuti pendidikan dan latihan(Diklat) Syifa'ul Qulub, kami istimewakan serta tidak dipungut biaya" ujar Mirdan.


Pembimbing UAKMK Syifa'ul Qulub, Pak Fauzi mengatakan tujuan adanya acara tersebut adalah memahami atau menerapkan akhlaq Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan multikultural.


"Kampus kita ialah kampus yang banyak kultur budaya dan bahasa. Karena bertepatan dengan Maulid Nabi, maka kita singkronkan bagaimana akhlaq Nabi Muhammad ketika  menghadapi kehidupan yang banyak kultur dan budaya. Kami berharap dengan adanya acara ini teman teman mahasiswa dapat memahami dengan semangat maulid, dalam kehidupan yang ada banyak perbedaan ini, kita dapat menerapkan akhlaq nabi Muhammad", jelas Pak Fauzi.


Hal ini juga disampaikan oleh Ketua pelaksanaan, Mirdan Idham berharap dengan adanya acara ini kita dapat merefleksikan akhlaq Nabi Muhammad dalam kehidupan sehari-hari.


"Kami dari panitia dan pengurus Syifa'ul Qulub berharap dengan adanya acara ini kita bukan hanya berhenti dikonsep, namun merefleksikan dalam kehidupan sehari-hari," tutup Mirdan. (as)

26 Mahasiswa Manajemen Unitri Terancam Drop Out

Add Comment
Foto : Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) - www.daftarjurusan.id
Lpm-Papyrus.com - Ketua Program Studi (KPS) Manajemen Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, Rizki Aprilia Dwi Susanti, S.E., M.M mengeluarkan pengumuman surat peringatan pertama kepada 26 mahasiswa yang terancam di Drop Out (DO), Senin (11/12) siang.


Ditemui di Fakultas Ekonomi,  KPS Manajemen Rizki Aprilia Dwi Susanti S.E.,M.M menyatakan bahwa keputusan peringatan pertama tersebut dikeluarkan terkait dengan desakan dari prosedur Universitas untuk segera mengeluarkan mahasiswa yang tidak pernah hadir diperkuliahan.


"Ada mahasiswa yang sudah 3 semester tidak pernah melakukan kewajiban registrasi, dan juga ada mahasiswa yang status menurut teman-temannya sudah mengundurkan diri atau pindah dari Unitri tetapi tidak pernah mengirimkan surat keterangan apapun. Maka dari itu, inilah langkah dari Prodi Manajemen," jelasnya.


Berikut adalah nama-nama mahasiswa Prodi Manajemen yang terancam di DO :


Foto : Daftar nama mahasiswa Manajemen yang terancam di DO oleh Unitri - Firda

Ia juga melanjutkan, jika mahasiswa yang terkait tidak menghadap KPS dalam waktu yang sudah ditentukan, maka tidak ada yang bisa dilakukan oleh Prodi Manajemen untuk mempertahankan mahasiswa tersebut.


"Kita sudah sesuai dengan prosedur, melakukan pemanggilan dan menerbitkan pengumuman. Panggilan pertama sampai di tanggal 15 Desember 2017 dan nantinya akan ada 3 kali pemanggilan. Jika dalam pemanggilan tersebut tidak hadir, dan muncul, maka dari kami tidak bisa bertanggung jawab," tutupnya. (Medok)

Komisariat Country Unitri Malang, Jalin Silaturahmi Antar Kader PMII Lewat Follow Up Raya

Add Comment
Foto : Follow Up Raya PMII di Komisariat
Country Unitri Malang -  Ali
Lpm-Papyrus.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Country Unitri Malang menjadi tuan rumah di acara Follow Up Raya Tingkat Rayon, dengan tema 'Islam Indonesia', kegiatan dilaksanakan di Komisariat Countri Unitri dalam rangka melaksanakan kegiatan rutin Follow Up, Minggu (10/12).


Mastodi Alfarisi, selaku tokoh gerakan pemuda menyampaikan meteri dihadapan para kader PMII, dari berbagai Rayon di Komisariat Countri, mengenai Islam Indonesia, bahwa di Indonesia agama yang menonjol  saat ini adalah Nahdatul Ulama (NU) dan Muhamaddiyah, kebanyakan sekarang dari kalangan masyarakat, memandang NU dan Muhamddaiyah terpecah belah, sebenarnya kedua Organisasi Masyarakat (ORMAS) itu, mempunyai sikap toleransi yang baik, tapi secara perspektif marasa kurang tepat mengenai aliran keyakainan ormas tersebut.


“Isu mengenai ancaman terhadap Agam saat ini sangat gencar, yang kawatir akan merusak keyakinan orang muslim, maka dari itu, saya berharap pada kader PMII untuk mampu belajar banyak tentang literasi media dan cerdas dalam menyikapi segala hal yang berbau ideologi," tegas Mastodi Alfarisi, saat menyampaikan materi dalam acara tersebut.


Selain itu Ketua Umum Komisariat Country, Syamsul Arifin mengatakan kegiatan itu seperti tidak biasanya dilakukan, karena demikian kegiatan tersebut sangat bermanfaat dalam membangun solidaritas dan silaturahmi yang baik, antara pengurus dan anggota baru di tiga Rayon yang berada di bawah Komisariat Country Unitri, hingga hal tersebut akan menumbuhkan rasa kekeluargaan dan kepemilikan antar kader selalu terjalin, menurutnya hal tersebut berbeda dengan tahun kemaren, yang jarang melaksanakan kegiatan follow up raya, dan lebih malaksanakan follow up sendiri di rayon masing-masing.


“Follow Up merupakan kegiatan lanjutan, pemantaapan, dan evaluasi tentang materi yang sudah didapat waktu Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA), hal itu memang seharusnya dilakukan oleh pengurus rayon, saya sangat bersyukur dan apresiasi terhadap pengurus rayon yang sudah melaksanakan kegiatan tersebut dengan matang, sukses, serta bekerjasama yang baik antar pengurus rayon”, pungkas Syamsul.


Ia juga mengatakan, kegiatan tersebut tidak harus berhenti pada saat itu jugak, dirinya berharap kegiatan tersebut bias menghasilakan nilai lebih, yang mampu mengingatkan kader PMII terhadap materi yang didapat waktu MAPABA, setelah kegitan tersebut dirinya mengharap, kader yang ikut follow up untuk bias mereview materi yang didapat dalam bentuk tulisan, yang nantinya bias dimasukkan ke wedsit resmi Komisariat Country Unitri, karena menurutnya apa yang didengar dan dibaca kader, itu berbeda saat mereka menjelaskan dan menyampaikan pada orang lain tentang materi tersebut, hal itu itdak hanya sekedar merangkum materi, tapi jugak bias dijadaikan suatu pembelajaran kader dalam menulis.


“Selalu belajar dengan ikhlas dan lillahitaalla, karena belajar mencari ilmu tidak instan, dan perlu perjuangan serta pengorbanan untuk mendapatkan semua itu, selalu proses demi mencapai harapan di masa depan dengan serius, dan kesabaran yang tinggi," imbuhnya kepada Papyrus. (Ali)

Peringati Hari Anti Korupsi Internasional, GMNI Bangun Solidaritas Lewat Diskusi Lintas Organisasi Pemuda

Add Comment
Foto : Dialog antar Organisasi Ekstra Kampus (OMEK) di Pendopo Grahadi Utomo, Unitri, Minggu (10/120 - Ali
Lpm-Papyrus.com – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mengadakan dialog antar Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus (OMEK), dalam rangka Hari Anti Korupsi dengan mengusung  tema “Gerakan Mahasiswa Sebagai Pemutus Mata Rantai Korupsi” yang dilaksanakan di Graha Utama Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang, Minggu (10/12).


Bung Narza, selaku tokoh penggerak pemuda menyampaikan materi dihadapan para puluhan mahasiswa dari berbagai OMEK, mengenai perlunya refleksi pemuda terhadap gerakan perjuangan di zaman kolonializem, atau fase-fase kemerdekaan, yang saat itu muncul keinginan revolusi besar-besaran.


“Gerakan pemuda saat ini sangat dibutuhkan, juga mampu menyadari bahwa, gerakan itu mempunyai sebuah tujuan yang jelas, dan dikomandangkan dengan teriakan lantang merdeka yang minimal mampu mengubah diri dari kekerasan yang ada saat itu, pemuda saat itu tidak hanya digembor-gemborkan dengan isu politik, tapi lebih kepada gerakan-gerakan kepemudaan yang progeresif waktu itu,” tegas  Narza saat menyampaikan materi dalam acara tersebut.


Selain itu Ketua Komisariat Fisip GMNI, Kaitanus Angwarmas mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan dalam bentuk partisipasi pemuda, sebagai aset bangsa yang mampu mengantisipasi hal-hal yang merusak tatanan masyarakat saat ini, apalagi pemuda sebagai agent of control, yang berfungsi sebagai pemutus mata rantai korupsi sendiri, harus disadari dan ditindaklanjuti.


“Bagi para pemuda yang hadir saat ini, untuk bagaimana bisa menyikapi anti korupsi, dan untuk pemuda saat ini harus juga membuat suatu kajian atau agenda bersama dalam memperingati hari anti koruspi Inertnasional itu sendiri, dan acara ini dihadari organisasi daerah (ORDA), dan OMEK lintas Unitri,” imbuh Kaitanus.


Mahasiswa terbentuk dengan berbagai organisasi sehingga dalam bentuk  partisipasi dari mahasiswa melalui undangan tersebut menjadi ajang silaturahmi antar pemuda, baik melalui gagasan, tindakan, dan menyatakan sikap bahwa pemuda tidak terpengaruh dengan penyakit korupsi.


“Harapan kami dengan agenda ini, tidak hanya sebagai bahan rekomendasi untuk GMNI saja, akan tetapi jugak menjadi bahan rekomendasi unutk OMEK lain yang hadir hari ini, yang akan menjadi bahan rekomendasi untuk kita semua, untuk bagaimana kita semua bisa menyikapi dan sebagai pegangan kita dalam melawan korupsi itu, dan mampu bertahan dalam terjangan pengaruh korupsi, serta mampu membumi hanguskan untuk bagaimana pemuda bersikeras dalam melawan korupsi  tersebut,” tutup Kaitanus kepada Papyrus. (Ali)

UABT OPEN Unitri Telah di Buka, Inilah Cara Pendaftarannya

Add Comment
Foto : Stand pendaftaran UABT OPEN di bawah GOR Unitri -  Agus
Lpm-papyrus.com - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unit Aktifitas Bulu Tangkis (UABT), membuka pendaftaran UABT OPEN dengan tema "Melalui kegiatan UABT kita tingkatkan prestasi dengan jiwa sportifitas dan semangat kebersamaan", pendaftaran dimulai pada tanggal 6-13 Desember di bawah Gedung Olahraga (GOR) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, (11/12).


Kutua Umum UABT, Yulius mengatakan bahwa UABT OPEN tersebut merupakan program kerja (primer) dari devisi Pengkaderan yang dibuka untuk seluruh mahasiswa dan dosen Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang.


"Kegiatan ini merupakan proker dari devisi Pengkaderan yang dibuka untuk seluruh mahasiswa dan dosen Unitri", ungkap Yulius.

Foto : Ketua Umum UABT Unitri, Yulius saat diwawancarai Papyrus - Agus

Persyaratan pendaftaran UABT  OPEN adalah dengan cara melampirkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dan membayar pendaftaran kepada panitia sebagaimana yang disampaikan oleh Yulius.


"Untuk syrat pendataran UABT OPEN adalah seluruh warga Unitri yang ada di kampus dengan melapirkan KTM serta mebayar uang pendaftaran sebesar 15 ribu untuk cabang tunggal dan untuk ganda sebesar 30 ribu", ujar Yulius.


Ia juga menuturkan terkait program kerja yang sebentar lagi akan dilaksanakan ialah UNITRI CUP se-Jawa dan Bali yang dilaksanakan pada bulan Maret tahun 2018 mendatang, untuk pesertanya dari Sekolah Dasar(SD), Sekolah Menengah Pertama(SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Mahasiswa.


"Proker yang sebentar lagi kami laksanakan dari devisi Pengkaderan adalah UNITRI CUP yang akan dilaksanakan pada bulan Maret 2017 , yang diikuti oleh SD, SMP, SMA dan Mahasiswa se-Jawa dan Bali", ungkap Yulius.


Ketua Umum UABT , Yulius berharap dengan adanya kegiatan tersebut mendapat dukungan dari pihak kampus terkait fasilitas yang ada di UABT.


"Kami berharap kegiatan UABT mendapatkan dukungan dari kampus terkait fasilitas latihan dan kami berharap agar seluruh kegiatan ini berjalan lancar, " tutup Yulius saat diwawancarai  Papyrus. (as)

Loop Arena Lengkapi Fasilitas di Taman Singha Merjosari

Add Comment
Foto : Tampak Loop Arena di Taman Singha Merjosari Malang -  Vira
Lpm-Papyrus.com - Taman Singha Merjosari mempunyai fasilitas baru yaitu Loop Arena dari Corporate Social Responbility (CSR) Telkomsel Loop. Fasilitas tersebut baru dibuka Wakil Wali Kota, Sutiaji pada 9 Desember 2017, lalu.


"Ada penambahan fasilitas di Taman merjosari, yaitu Loop Arena dari CSR Telkomsel Loop, ini baru dibuka oleh Wakil Wali Kota, Sutiaji kemaren dan dihadiri Vice President Sales and marketing Telkomsel area Jawa Bali, Eric Sibagariang", jelas petugas pengawasan dan pengendalian (WASDAL) Taman Singha Merjosari, Achmad Yulianto saat diwawancarai, Minggu (10/12).


Achmad Yulianto juga menjelaskan bahwa Loop Arena ini terdiri dari 4 arena olahraga serta proses pembuatannya membutuhkan waktu kurang lebih tiga bulan.


"Loop Arena ini memiliki empat arena, yaitu arena skateboard, dance, BMX, dan basket three on three. Proses pembuatannya sendiri kurang lebih selama tiga bulan, " ujarnya.


Sementara itu, salah satu pengguna fasilitas Loop Arena berpendapat mengenai fasilitas yang ada di Taman Singha Merjosari tersebut.


"Fasilitasnya bagus, lengkap, ada berbagai macam tempat untuk olahraga seperti skate board, basket three on three, berharap ke depannya lapangan basket bisa diperluas", ujar Yayan saat beristirahat setelah bermain basket.


Dengan adanya fasilitas baru tersebut, adapun harapan yang disampaikan petugas WASDA Taman Singha Merjosari.


"Saya berharap adanya fasilitas baru ini, pemuda pemudi bisa menyalurkan hobi positif mereka disini, " tutup Achmad Yulianto. (Vira)

Himakatra Malang Persiapkan MUBES ke-2

Add Comment
Foto : Ketupel MUBES ke-2, Suryansyah (kanan kedua) meyampaikan rapat -  Agus
Lpm-Papyrus.com – Bertempat di Asrama Mahkota,  Jalan Intan,  No. 13,  Kelurahan Tlogomas,  Organisasi Daerah (Orda) Himpunan Mahasiswa Kayong Utara (Himakatra) Malang mengadakan rapat guna melaksanakan kegiatan Musyawarah Besar (MUBES) kedua, yang nantinya mengangkat tema 'Membuka Gerbang Musyrawarah', yang akan dilaksanakan pada tanggal 24-25 Desember 2017 mendatang.


Dalam rapat, Ketua Pelaksana Mubes ke-2,  Suryansyah menginginkan seluruh anggota Himakatra Malang bisa menyatu,  karena hal tersebut merupakan tujuan dari diadakan Mubes tahun ini.


“Tema Membuka Gerbang Musyrawarah, ini kami ambil dengan tujuan menyatukan seluruh mahasiswa Kayong Utara yang ada di Malang, yang akan dilaksanakan tanggal 24-25 desember tahun ini, " ujar Suryansyah saat memimpin rapat.


Suryansyah juga menyampaikan bahwa persiapan Mubes baru mencapai 60%, hal itu dikarenakan kendala terkait ruangan dan partisipasi panitia dalam mengikuti rapat.


“Saat ini persiapan kami sudah mencapai 60%, hal ini dikarenakan ruangan yang belum pasti serta kurangnya partisipasi panitia dalam mengikuti rapat, karena terbentur kuliah serta kegiatan kampus”, ungkap Suryansyah kepada Papyrus.


Dalam Musyawarah Besar (MUBES) kedua tersebut membahas Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Garis-garis Besar Halauan Organisasai (GBHO), Laporan  dan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Himakatra sebagaimana disampaikan oleh Suryansyah saat rapat.


“Kegiatan Mubes ini akan membahas AD/ART, GBHO, LPJ dan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Himakatra yang akan dilaksanakan selama dua hari," ujar Suryansyah.


Suryansyah juga mengatakan bahwa kegiatan tersebut didanai sepenuhnya oleh Himakatra dan ia juga berharap Mubes Himakatra dapat berjalan lancar serta mahasiswa dapat hadir dalam kegiatan tersebut.


“Kami berharap dengan adanya musyawarah besar ini dapat menyatukan seluruh mahasiswa yang ada di Malang dan kami berharap acara ini dapat berjalan lancar dan seluruh mahasiswa Kayong Utara dapat hadir dalam Mubes”, tutup Suryansyah. (Agus)

Sertifikat Magang Jadi Syarat PKL Untuk Mahasiswa Fakultas Pertanian

Add Comment
Foto :  Fakultas Pertanian -lian
Lpm-Papyrus.com - Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, wajib mengikuti magang di semester tiga, untuk memenuhi syarat Program Kerja Lapangan (PKL).


"Yang berangkat magang adalah mahasiswa semester tiga. Biasanya teman-teman yang tidak memiliki sertifikat magang, dia tidak bisa mengajukan PKL," ungkap Staf Gugus Jaminan Mutu Fakultas Pertanian, Madin Ragasti, Senin (11/12).


Madin juga menjelaskan tentang pembatasan kuota magang dari beberapa Program Studi Fakultas Pertanian Unitri, diantaranya Program Studi Arsitek Landscape, Agribisnis, Agrotek dan Teknik Industri Pertanian (TIP).


"Untuk pembatasan kuota magang memang ada, itu berlaku bagi mahasiswa Program Studi Arsitek Landscape, Agribisnis, Agrotek, TIP, kecuali Program Studi Peternakan, karena Peternakan ada dua kali magang, jadi syarat magang ke dua, harus ada magang pertama,"tambah Madin.


Tujuan magang diadakan menurut Madin adalah, untuk menjalankan instruksi atau ketetapan dari Dekan Fakultas, serta memperkenalkan dunia Pertanian kepada mahasiswa Fakultas Pertanian.


Hal senada mengenai pembatasan kuota magang juga diungkapkan oleh salah satu mahasiswa Program Studi Peternakan semester tiga, Nur Ali Khusni.


"Untuk pembatasan kuota magang memang berlaku untuk mahasiswa program studi AL, Agribisnis, TIP dan Agrotek. Sementara untuk peternakan sendiri, tidak ada pembatasan kuotanya, karena  dari Program Studi Peternakan, magangnya ada dua kali, jadi magang satu dari fakultas, magang dua dari program studi. Kalau dibatasi akan terjadi imbasnya di magang ke dua," tutup Khusni. (Lian)

Sebanyak 66 Pemuda Hadiri Sosialisasi Pemilu 2019 Oleh KNPI Kota Malang

Add Comment
Foto : Suasana sosialisasi oleh KNPI
Kota Malang, Minggu (10/12) - Tamzi

Lpm-Papyrus.com - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Malang, Menyelenggarakan sosialisasi terkait dengan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, dengan dihadiri enam puluh Pemuda Kota Malang, di Gedung KNPI Kota Malang, Minggu (10/12) pagi.


Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia, Hutama Budi Hindrarta (Abud), menyampaikan, Hutama Budi Hindrarta ingin anak muda yang ada di Malang semuanya tidak tinggal diam dalam menyambut segala persiapan Pemilihan Umum, baik itu Pemilihan Daerah Kota Malang, Pemilihan Gubernur ataupun PEMILU DPR, DPD dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019.


"Kita tahu di Malang ini sangat banyak unsur mahasiswa dari Sabang sampai Merauke yang ada di Malang, kita ingin anak muda ini yang ada di Malang, semuanya tidak tinggal diam dalam menyambut segala persiapan Pemilihan Umum, baik itu Pemilihan Daerah Kota Malang, Pemilihan Gubernur ataupun PEMILU DPR, DPD dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019," tegas Abud saat kepada Papyrus.

Abud melanjutkan, dengan bagaimana upayanya juga ingin memastikan atau berbuat semaksimal mungkin, kalau pemuda yang ada di Malang sesuai dengan topik, biar lebih cerdas menyikapi persiapan tersebut.


"Kita ingin memastikan atau berbuat semaksimal mungkin, kalau Pemuda yangada di Malang ini sesuai dengan topik, biar lebih cerdas dalam menyikapi persiapan tersebut," tandasnya.


Abud, juga melanjutkan bahwa, tujuannya untuk mewujudkan gol Demokrasi, yaitu dengan adanya proses dan keterpilihan Wakil Rakyat ataupun pemimpin-pemimpin di pemerintahan dapat bekerja lebih baik.


"Tujuannya untuk mewujudkan gol Demokrasi kita, yaitu dengan adanya proses dan keterpilihan Wakil Rakyat ataupun pemimpin-pemimpin di Pemerintahan itu lebih baik lagi dan lebih baik lagi. Karena output Demokrasi ini akan menunjukkan wajah masyarakat kita, dan kita tidak ingin masyarakat kita lebih buruk atau jelek dari yang sebelum-sebelumnya, melainkan kita ingin semakin baik dan semakin baik,"  lanjutnya.


Ketua Pelaksana, Abdul Hamid, mengatakan bahwa dengan adanya diskusi pemilih cedas pemuda khususnya masyarakat Kota Malang mampu merasionalisasikan terkait dengan pilihannya nanti di PEMILUKADA ataupun PEMILU.


"Kami mendiskusikan terkait dengan pemilih cerdas ini adalah, bagaimana pemuda khususnya masyarakat Kota Malang itu mampu merasionalisasikan terkait dengan pilihannya nanti di PEMILUKADA ataupun di PEMILU, sehingga jika ada yang menanyakan kenapa harus pilih dia?. Sehingga bisa menjelaskan terkait dengan pilihannya itu," ujar Abdul Hamid dengan tegas.


Abdul Hamid, melanjutkan, terkait dengan prinsip PEMILU, tema yang diusung serta segmen dari kegiatan tersebut.


"Terkait dengan prinsip PEMILU itu sendiri adalah berkualitas dan berintegritas, makanya, tema yang diambil di sini Pemilih Cerdas; Pemilu Berkualitas dan Berintegritas. Untuk segmen dari kegiatan tersebut adalah masyarakat, khususnya Pemuda Kota Malang," tandas Abdul Hamid. (Gobed)

Tokoh Anime Jepang Hadir Di Mall Dinoyo Malang

1 Comment
Foto: salah satu tokoh anime - Lian
Lpm-Papyrus.com - Puluhan model figur anime Jepang terkenal, hadir di Mall Dinoyo City Malang Jawa Timur, dalam acara Utsuru, yang diadakan oleh komunitas Japan Culture Daisuki. Acara ini bertemakan The Biggest J-Community Gathering, Minggu (10/11).


Ketua Pelaksana, Amargela menjelaskan latar belakang acara ini digelar. Menurutnya Anime Jepang masih dinilai sebagai tontonan anak-anak.


"Konsep utama acara kita adalah pertemuan komunitas saja. Karena komunitas Pop Culture Jepang di Jawa Timur banyak sekali, jadi kita kasi wadah untuk teman-teman buat memperkenalkan komunitas mereka dan menunjukan bahwa Anime Jepang dan hal-hal tentang Jepang tidak hanya buat anak-anak tetapi orang dewasa juga bisa menikmati," ungkap Gela.


Foto : Lian
Gela juga menambahkan bahwa acara Utsuru digelar setahun sekali. Dan tahun 2017 menjadi tahun ke empat acara ini digelar. Tahun ini, sebanyak 26 komunitas ikut meramaikan acara Utsuru.


"Kalau untuk Utsuru sendiri, sudah gelaran ke empat. Jadi setiap tahun acaranya satu kali. Ini adalah acara tahunan. Untuk hari ini juga ada 26 komunitas yang mengisi hampir 40 Stand. Dan komunitas yang hadir berasal dari Malang, Surabaya serta lingkup Jawa Timur," tuturnya.


Sementara itu salah satu pengunjung acara Utsuru, Eka Rahmad mengakui bahwa dia sudah sering mengikuti acara seperti Utsuru, dan menurutnya acara Utsuru kali ini sangat ramai dan asik.


"Untuk acara seperti ini, saya sudah mengikutinya sekitar sepuluh kali. Dan Utsuru kali ini sangat seru dan asik," tutup Eka. (lian)

DNA Creative Tempatnya Kreator Media Unitri

Add Comment
Foto : Dosen Ilmu Komunikasi,
M. Abdul Ghofur menyampaikan materi - Firda

Lpm-Papyrus.com - Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang kini telah mempunyai DNA Creative yaitu perkumpulan dari kreator media yang di bentuk oleh mahasiswa  Unitri.


Terdapat beberapa media kreator yang menjadi bagian dari DNA Creative di kampus kerakyatan tersebut.


"Media kreator yang menjadi bagian dari DNA Creative adalah Closet Graphic Design, Mhs Unitri, Mahasiswa Broadcasting (Masbro) dan TRI FM. Itulah yang di jelaskan oleh Project Officer, Jamaluddin S.Ikom ketika ditemui tim Papyrus (9/12) sore.

Foto : Project Officer,
Jamaluddin S. Ikom (kanan) dan Edwin
Aditya Pratama selaku perwakilan
DNA Creative ketika memberikan
sambutan di Warung Mbah Buyut - Firda

Ia melanjutkan, DNA Creative ini dibentuk atas inisiatif untuk membuat ruang kreatif bersama. Dan proses perkrutan media yang bergerak di kampus juga tidak tanpa alasan. DNA Creative menggandeng Closet Graphic Design yang bergerak dibidang desain grafis, Mhs Unitri dibidang konten media sosial, Masbro dibidang audio visual, dan TRI FM yang bergerak dibidang keradioan.


"Harapannya semoga dengan adanya DNA Creative ini bisa memberikan wadah, ruang kreasi, inspirasi untuk tukar informasi diantara mahasiswa untuk menumbuhkan kreatifitas yang nantinya juga diharapkan bisa menghasilkan. Karena tidak bisa dipungkiri mahasiswa nantinya juga akan menjadi pekerja. Bisa dibilang disini tempatnya teman-teman untuk membentuk karakter wirausaha juga." jelasnya saat ditemui tim Papyrus.


DNA Creative melaksanakan acara perdana yaitu Belajar Desain Grafis Tanpa Teori pada hari Sabtu (9/12) sore. Acara perdana DNA Creative ini diadakan di Warung Mbah Buyut, dengan mengundang Dosen Komunikasi Visual Unitri,  M. Abdul Ghofur sebagai pemateri.


"Kami memilih bapak M.Abdul Ghofur sebagai pemateri perdana di acara kita dikarenakan beliau dosen yang kompeten dalam bidang desain grafis. Ditambah lagi dengan berjiwa muda dan sangat dekat dengan mahasiswa," tutupnya. (Medok)

Lama Mangkrak, Parkir Lantai Tiga Akhirnya di Alih Fungsikan

Add Comment
Foto : Kondisi parkir lantai 3 hingga saat ini - Agus

Lpm-Papyrus.com – Tempat parkir lantai tiga Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang di alih fungsikan menjadi tempat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) karena tidak digunakan oleh mahasiswa, Sabtu (09/12).


Koordinator Juru Parkir (Jukir), Ahmad, yang sering disapa mas Mamat, mengatakan bahwa lantai tiga tidak digunakan untuk parkir melainkan akan dibangun ruangan untuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).


“Lantai tiga memang sengaja tidak digunakan untuk parkir, mayoritas mahasiswa takut naik ke atas sebab kondisi jalan yang curam, karena tidak difungsikan lantai tiga akan dibangun ruangan untuk UKM”, ujar Koordinator Juru Parkir (Jukir), Ahmad saat di wawancarai di pos parkir.


Mas Mamat juga menjelaskan tempat parkir saat ini stuasional, terkait wacana dari kampus yang akan membangun lahan parkir dengan menyewa lahan desa.


“Terkait tempat parkir saat ini stuasional saja, yaitu di lapangan volly, lantai satu dan lantai dua, namun ada wacana dari kampus yang akan membuat lahan parkir dengan menyewa lahan warga yang terletak di timur tempat sampah di Jalan Kecubung," Jelasnya.


Beliau juga menyayangkan mahasiswa yang parkir di luar kampus seperti di area depan dan belakang kampus, sebab sudah disediakan lahan parkir di dalam kampus.


“Kami dari Juru Parkir (Jukir) menyayangkan mahasiswa yang parkir di luar kampus, karena jika ada kehilangan atau kerusakkan, bukan tanggung jawab kami, ranah kami hanya didalam kampus, untuk parkir di luar kampus, itu sudah bukan  ranah kami, warga juga mempunyai hak menegur mahasiswa yang melakukan parkir liar di depan kampus. Kami sebagai jukir hanya bertanggung jawab untuk parkir di dalam kampus”, lanjutnya.


Juru Parkir (Jukir) Unitri berharap agar wacana pembuatan tempat parkir dengan menyewa lahan warga dapat terealisasi dan mahasiswa tertib dan taat parkir.


”Yang terpenting mahasiswa tertib, dan mau diatur aja, untuk fasilitas yang situasional saja seperti ini tidak ada keluhan dari mahasiswa, aman belum ada kehilangan. Selama ini aman-aman saja,belum ada kehilangan motor dan helm. Hanya ada beberapa hal kecil seperti kesalahan mengambil motor milik temannya, tetapi dia menyadari kesalahannya. Kami berharap wacana dari kampus terkait pembuatan tempat parkir di lahan warga dapat terealisasi agar lahan pakir menjadi luas”, tutup Mas Mamat. (as)

Menunggu Eksekusi : 90% Persiapan Diesnatalis Peternakan Sudah Matang

Add Comment
Foto : Nuralih Kusni ketika
di wawancarai Papyrus, Sabtu (9/12) - Lian

Lpm-Papyrus.com
-Persiapan acara Diesnatalis Program Studi Peternakan, Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, sudah mencapai 90%, Sabtu (9/12).


Saat ditemui wartawan Papyrus, Ketua Pelaksana acara, Nur Ali Khusni mengungkapkan mengenai persiapan panitia diesnatalis bahwa segala sesuatunya telah dibentuk bulan Oktober lalu.


"Untuk pembentukan panitianya sudah kita lakukan dari dua bulan yang lalu yaitu bulan Oktober, dan persiapannya sudah 90%, sisanya tinggal menunggu eksekusi ditanggal 12 Desember nanti," ungkap Kusni.


Kusni juga menjelaskan bahwa anggota panitia diesnatalis berjumlah 25 orang, dan untuk peserta yang mendaftar hingga saat ini berjumlah 150 orang. Peserta yang diwajibkan mendaftar adalah mahasiswa semester satu.


Salah satu rangkain acara yang akan dijalankan dalam Diesnatalis Peternakan adalah Temu Akrab yang di hadiri beberapa alumni peternakan dan dosen senior yang masih aktif mengajar di Program Studi Peternakan Unitri.


"Salah satu rangkain acara dalam diesnatalis adalah Temu Akrab. Karena dalam acara diesnatalis ini, kita juga mengundang para alumni Program Studi Peternakan Unitri, serta para dosen senior yang masih aktif mengajar. Ditemu akrab nanti,  kita akan saling sering tentang program studi peternakan, serta hal apa saja yang berkecimpung dalam dunia peternakan," tutur Kusni.


Kusni berharap acara Disnaltis Peternakan akan berjalan lancar dan partisipasi mahasiswa sangat di harapkan.


"Untuk harapannya, semoga acaranya berjalan dengan lancar, dan teman-teman mahasiswa Peternakan bisa ikut berpartisipasi semuanya," tutup Kusni. (Kalong)

KPA Provinsi Papua Sosialisasikan Cegah Penyebaran HIV/AIDS di Unitri

Add Comment
Foto : Drh Constantine Karma menyampaikan
 materi di GOR Unitri - Vira

Lpm-Papyrus.com
- Organisasi Mahasiswa Daerah Biak mengadakan seminar dengan tema "Sosialisasi program sirkumsisi (sunat) pria sukarela prepex di papua. Kesehatan dan kebersihan agar dapat mencegah IMS dan HIV, turut hadir Sekretaris Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Provinsi Papua, Drh Constant Karma, di Gedung Olahraga (Gor) Unitri, Sabtu (9/12).


Mengingat penyebaran HIV/AIDS di daerah Papua menjadi peringkat ketiga se-Indonesia masalah HIV, maka diperlukan sosialisasi dan pemahaman kepada mahasiswa agar dapat mengurangi angka penyebaran HIV/AIDS.


"Kita memilih tentang sirkumsisi ini karena untuk masalah HIV/AIDS Papua menempati posisi terbesar ketiga di Indonesia dan setelah adanya seminar ini kita berharap mahasiswa tau cara menanggulangi HIV/AIDS", jelasnya kepada Papyrus.


Hal tersebut juga disampaikan oleh Sekretaris Komisi Penanggulangan HIV/AIDS, Constant Karma, bahwa Papua untuk masalah HIV/AIDS berada diposisi nomor urut terbesar ketiga di Indonesia.


"Papua di Indonesia menduduki nomer 3 untuk masalah HIV/AIDS. Di Pulau Jawa presensi HIV di bawah 0,5% sedangkan di Papua sangat tinggi mencapai 2,3%, situasi beresiko memang ada dimana-mana tetapi bedanya di Jawa ada budaya sirkumsisi sedangkan kami tidak sirkumsisi sehingga potensi terkena HIV/AIDS sangat besar dibandingkan yang telah melakukan sirkumsisi potensi terkena HIV/AIDS sangat kecil", ujarnya.

Foto : Suasana ketika seminar berlangsung - Vira

Dengan adanya kegiatan seminar tentang pemahaman HIV/AIDS,  beliau berharap kepada mahasiswa bisa mengambil keputusan untuk ikut sirkumsisi, dan menjelaskan kepada yang lain.


"Semoga mereka bisa menyebarkan informasi ini dengan yang lain dan berharap  mereka bisa mengambil keputusan untuk ikut sirkumsisi", tutup Drh Constant Karma. (Vira)

Sertifikat SE Jadi Syarat PKL, Nilai E Hambat Ujian PKL, Inilah Alasannya

Add Comment
Foto : Sertifikat SE Prodi Ilmu Komunikasi
 angkatan 2015 - Vira

Lpm-Papyrus.com – Kini Sertifikat Study Excursie (SE) dan bimbingan proposal menjadi syarat tambahan Praktek Kerja Lapangan (PKL) bagi mahasiswa Prodi Ilmu Komunkasi, Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang.


Kepala Program Studi (KPS) Ilmu Komunikasi, Fathul Qorib S.Ikom, M.Ikom, mengatakan bahwa ada penambahan syarat yang harus dipenuhi bagi mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi angkatan 2015 dalam pengajuan proposal PKL agar dapat melaksanakan PKL tahun depan.


“Secara normatif syarat PKL tidak ada yang berubah, namun persyaratannya ada penambahan seperti wajib melampirkan sertifikat Study Excursie (SE) dan mahasiswa harus mengajukan judul proposal serta mengikuti bimbingan proposal bersama dosen pembimbing”, ujar Fathul kepada Papyrus, Jum'at (8/12).


KPS Ilmu komunikasi, Fathul Qorib, juga menjelaskan bahwa SE merupakan program kerja tahunan Prodi Ilmu Komunikasi, maka seluruh mahasiswa Ilmu Komunikasi wajib mengikuti SE dan melampirkan sertifikat SE sebagai syarat PKL.


”SE ini merupakan program kerja tahunan Prodi Ilmu Komunikasi, maka wajib dilakukan oleh seluruh mahasiswa Ilmu Komunikasi dan supaya mempunyai kekuatan, maka sertifikat SE wajib dilampirkan ketika mengajukan PKL," jelasnya.


Mengenai mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2015 tidak dapat mengikuti PKL semester ganjil, dikarenakan jumlah SKS belum mencapai 110 SKS.


“Angkatan 2015 tidak bisa mengikuti PKL di liburan semester ganjil, karena jumlah SKS-nya tidak mencapai 110 SKS, maka mahasiswa angkatan 2015 bisa mengikuti PKL di semester genap," pungkas Fathul Qorib.


Selanjutnya terdapat hal-hal yang perlu diketahui bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi, mengenai ketentuan dan syarat PKL hingga pada ujian PKL.


“Kemaren mahasiswa angkatan 2014 ada yang bermasalah ketika ingin ujian PKL tidak diterima sama bagian akademik dikarenakan ada nilai E di transkip nilainya”, imbuhnya.


Mengenai hal tersebut Fathul sebagai KPS Ilmu Komunikasi, dirinya akan mengupayakan Prodi akan lebih proaktif dalam menyampaikan informasi jauh-jauh hari melalui media sosial dan papan pengumuman serta diharapkan mahasiswa akan mengecek informasi tersebut.


"Prodi akan lebih proaktif , informasi akan disampaikan jauh-jauh hari melalui web, whatsapp, facebook dan papan pengumuman, kita berharap mahasiswa selalu mengecek pengumuman di media sosial, bagi mahasiswa yang tidak memiliki facebook, whatsapp, dan kuota maka harus rajin ke kampus untuk mendapatkan informasi di papan pengumuman," tutup Fathul Qorib. (Vira)

Ingin Surat Keterangan Pendamping Ijazahmu Bagus? Yuk, Pro Aktif Kembangkan Soft Skillmu!

Add Comment

Foto : Bapak Fathul Qorib ketika ditemui
Papyrus diruangannya - Firda

Lpm-Papyrus.com
- Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) menjadi salah satu surat yang akan kamu dapatkan ketika mahasiswa sudah resmi mendapatkan gelar Strata 1 (S1). Di dalam SKPI tertuang kemampuan mahasiswa dari segi non-akademis. Begitulah yang diungkapkan Kepala Program Studi (Kaprodi) Ilmu Komunikasi, Fathul Qorib S.Ikom., M.Ikom, Senin (4/12) siang.


Ia melanjutkan, walau Ijazah memang dalam takaran nilai lebih 'penting', namun ada beberapa perusahaan yang langsung melihat kepada SKPI guna mengetahui soft-skill apa yang dimiliki mahasiswa. Dan pengisian dari SKPI ini juga melibatkan mahasiswa dan Kepala Laboraturium (Lab) dalam suatu konsentrasi.


"Jika di Ilmu Komunikasi, maka mahasiswa bisa langsung menghadap Kepala Lab Jurnalistik, Public Relation (PR) dan juga Broadcasting. Nanti di setiap Lab sudah ada kriterianya masing-masing. Misalnya, untuk Lab Jurnalistik, bisa menulis berita yang baik dan benar, integritasnya tinggi, lalu Lab PR ada kriteria bisa mengadakan sebuah event, dan Lab Broadcasting salah satu kriterianya teknik pengambilan gambar yang bagus. Nah, itulah mengapa SKPI harus diisi oleh mahasiswa bersama dosen pembimbing atau kepala Lab," jelasnya.


Ia juga menegaskan walau SKPI bersifat sertifikat pendamping, tidak jarang pula dijumpai mahasiswa yang dalam nilai akademisnya tidak bagus, tetapi juga tidak mempunyai soft-skill. SKPI memang penting tetapi tidak bisa dijadikan patokan yang benar adanya, jika tidak diimbangi dengan keaktifan mahasiswanya.


"Kan tidak mungkin SKPI dari mahasiswa yang tidak punya skill apa-apa, tidak di isi. Bagi mahasiswa yang soft-skill banyak pasti mudah. Jadi, SKPI memang tidak bisa dijadikan patokan yang real, tetapi mahasiswa memang diharapkan untuk lebih bisa aktif dalam mengambangkan soft-skill guna bersaing di dunia pekerjaan nantinya," tutupnya. (Medok)

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Kolaborasi Garap Film Anyar

Add Comment

Foto : Proses pembuatan film - Liyan

Lpm-Papyrus.com
- Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, berkolaborasi menggarap film anyar, dengan menggabungkan mahasiswa dari 4 angkatan yang berbeda, Jumat (8/11/2017).


Dari empat angkatan yang berkolaborasi dalam pembuatan film terdiri dari angkatan 2014, 2015, 2016, dan 2017, yang mana ide tersebut bermula dari salah satu mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2014.


"Jadi dalam proyek ini, kita menggabungkan mahasiswa ilmu komunikasi angkatan 2014, 2015, 2016 dan 2017 untuk menggarap film bersama. Idenya  sendiri, pertama kali dicetuskan oleh mbak Dede angkatan 2014," ungkap asisten Sutradara, Dika kepada Papyrus.


Dika juga menambahkan, film dari kolaborasi tersebut mengangkat tema tentang figur seorang ibu. Serta menceritakan sinopsis dari film yang sedang digarap.


"Untuk tema filmnya, kita mengangkat tema ibu. Karena beberapa hari lagi kita akan memperingati hari ibu. Jadi, kita punya ide untuk membuat film tentang ibu, dan diputarkan saat hari ibu nanti," ujarnya.


Sementara itu, salah satu dosen Ilmu Komunikasi, Muhammad Abdul Ghofur, memberikan respon yang positif atas ide dari mahasiswa Ilmu Komunikasi.


"Saya rasa proyek ini merupakan satu langkah yang luar biasa, apalagi mengkolaborasikan mahasiswa Ilmu Komunikasi dari angkatan muda 2017 sampai angkatan 2014," pungkasnya.


Ghofur juga memberikan saran serta mengungkapkan harapannnya kepada mahasiswa yang tergabung dalam penggarapan film kolaborasi bahwa hal tersebut sebagai bahan pembelajaran dalam proses pembuatan film dan sebagai tolak ukur kemampuan mahasiswa.


"Saran saya, untuk teman-teman yang menggarap film ini, harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, dan jangan lupa mencari refrensi-refrensi film. Bukan untuk menjiplak atau plagiat tetapi melihat refrensi itu sebagi contoh yang bisa dijadikan sebagai bahan pembelajaran dalam proses penggarapan film. Dengan harapan, semoga filmnya bisa jadi. Biar kita bisa mendapatkan tolak ukur, bahwa kempampuan mahasiswa Ilmu Komunikasi, sudah sampai ditahap mana, sehingga lebih jelas apa yang harus  kita berikan lagi kepada mahasiswa dan apa yang perlu kita fasilitasi lagi," tutup Ghofur. (lian)

Memutus Rantai Korupsi Melalui Pergerakan Basis dan Pendidikan, Begilah Alasannya

Add Comment
Foto : KPK Malang, Rudi Santoso (kiri) saat menerima piagam penghargaan - Tumo
Lpm-Papyrus.com - Himpunan Mahasiswa Jurusan Administrasi Negara (Himagara) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang gelar Dialog Nasional dengan mengangkat tema 'Peran Generasi Muda Sebagai Pemutus Mata Rantai Korupsi' di lantai tiga Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM) yang dihadiri pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rudi Santoso dan Malang Coruption Wacth (MCW) Ata Guavara dari MCW, Jum'at (08/12).


Acara dibuka dengan musikalisasi puisi, seperti puisi berjudul 'ini jeritan kami', 'wajar', 'merah putih' dan menyanyikan lagu.


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Malang, Rudi Santoso, menyampaikan materi dengan mengambil contoh negara Cina, yang mana dengan memberantas korupsi adalah mempermalukan pelaku didepan orang banyak dan bahkan ditembak mati. Walaupun dikecam oleh badan Hak Asasi Manusia Dunia dalam menindak korupsi tersebut tetapi faktanya ekonomi Cina sangat stabil. Sedangkan di Indonesia sendiri, faktor hukum tidak memberikan efek jera kepada tersangka sehingga korupsi semakin merajalela dan tidak ada rasa malu jika statusnya sebagai tersangka. Itulah yang terlihat di media-media  bahwa statusnya sudah tersangka  tetapi masih da-da seperti artis.


“Jika bandingkan dengan pemberantasaan korupsi antara china dengan indonesia sangat berbeda jauh sekali. Cina itu dipermalukan didepan orang banyak bahkan di tembak mati. Namun bagaimana dengan indonesia, koruptornya masih da-da di depan kamera seperti artis. Dan juga faktor hukum yang tidak memberikan efek jera kepada koruptornya," ujar Rudi saat menyampaikan materi.


Foto : Panitia Seminar Nasional foto bersama KPK Malang, Rudi Santoso usai kegiatan - Tumo
Korupsi sesungguhnya real dan nyata didepan khalayak. Akan tetapi sulit untuk membuktikan kebenarannya karena semua itu adalah berhubungan dengan kekuasaan.


“Korupsi itu real dan nyata teman-teman bahkan didepan mata kita tetapi kita sulit untuk membuktikan itu karena berhubungan dengan kekuasaan dan kebijakan," ungkap Rudi.


Sesungguhnya korupsi bukan hanya di pundak KPK yang memberantasnya tetapi juga kewajiban masyarakat semua dalam menyelesaikan permasalahan korupsi adalah musuh bersama walaupun fungsi dan tupoksi KPK itu berbeda.


“Dan korupsi itu adalah musuh bersama oleh sebab itu bukan hanya di pundak KPK yang meberantasnya akan tetapi kita semua yang menyelesaikanya," tandasnya.


Ia juga menegaskan salah satu upaya untuk menindak korupsi adalah melalui upaya pendidikan tentang apa itu korupsi.


“Bahwa pendidikan itu penting untuk menanamkan tentang korupsi itu apa, bagaimana prakteknya dan pendidikan ini  meliputi setiap level masyrakat," ungkap Rudi kepada Papyrus.


Dengan cara memutus mata rantai korupsi melalui generasi muda, merupakan moment sangat penting dan relevan dengan areal kampus yang berhubungan pendidikan.


Terkait langkah konkret dari KPK untuk memberantas korupsi yaitu menyeimbangkan upaya penindakan di satu sisi sebagai upaya represif atau penangkapan koruptor dan disisi lain merupakan upaya untuk mencegah sebagai orientasi jangka panjang.


“Tetap kita harus menyeimbangkan antara upaya penindakan disatu sisi sebagai upaya represif menangkapin koruptor-koruptor dan satu sisi kita harus menindakan dengan langkah langkah pencegahan dan itu merupakan orientasinya jangka panjang," tambah Rudi.


Hal yang sama juga diungkapkan dari pihak Malang Coruption Watch, Ata Guavara,  upaya-upaya untuk memutus mata rantai korupsi adalah dengan menggerakan basis dan pendidikan namun lebih dari itu adalah dengan mengetahui standing posisi.


“Memberantas korupsi itu bukan hanya melalui pendidikan saja tetapi dengan pergerakan basis dan juga standing posisi kita," pungkasnya. (Tumo)

Gali Ilmu Kewirausahaan Melalui Seminar Nasional

Add Comment
Foto : Ketua Pelaksana, Khoirul Umam - Agus
Lpm-Papyrus.com – Devisi Kewirausahaan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Himpunan Mahasiswa Manajemen (Himma) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang menggelar Seminar Nasional dengan tema 'Membangun Industri Kreatif Menuju Kemandirian Bangsa', di Gedung Olahraga (GOR), Jum'at (8/12).


Ketua Pelaksana (Ketupel), Khoirul Umam menjelaskan Seminar Nasional tersebut dihadiri oleh pemateri dari Community Empowerment Officer (CEO) De Tanjung Indonesia dan Dinas Perindustrian Kota Malang.


"Acara ini dihadiri oleh Community Empowerment Officer (CEO) De Tanjung Indonesia yaitu Dewi Tanjung Sari dan Dinas Perindustrian Kota Malang, Drs. Fahmi Fauzan, AZ, M.Si", ujar Khoirul kepada Papyrus.

Foto : Suasana Seminar Nasional di GOR Unitri - Agus
Khoirul Umam menjelaskan Seminar Nasional dilaksanakan pada pukul 08.00-15.00 Wib dan dihadiri oleh 250 mahasiswa yang dibuka untuk umum serta diwajibkan untuk mahasiswa Manajemen yang mengikuti mata kuliah terkait kewirausahaan.


“Acara ini dihadiri oleh 250 mahasiswa yang dibuka untuk umum serta diwajibkan bagi mahasiswa manajemen yang mengikuti mata kuliah terkait kewirausahaan, yang dilaksanakan pada pukul 08.00-15.00 Wib," lanjutnya.


Hal itu juga disampaikan oleh Kepala Program Studi (KPS) Manajemen, Rizki Aprilia Dwi Susanti, bahwa acara tersebut tidak diwajibkan untuk semua mahasiswa manajemen, melainkan untuk mata kuliah tertentu yang berkaitan dengan tema yang disampaikan pemateri.


“Acara Seminar Nasional tesebut tidak diwajibkan untuk seluruh mahasiswa manajemen, tapi beberapa mata kuliah yang sifatnya kita wajibkan karena masih ada berkaitan dengan materi yang disampaikan oleh pemateri”, ujar KPS Manajemen Rizki Aprilia Dwi Susanti.


Beliau berharap dengan adanya acara Seminar Nasional, mahasiswa bisa mememetik sebuah ilmu dari setiap pemateri dan mahasiswa bisa mengkombinasikan ilmu yang didapat ketika kuliah dengan ilmu yang didapat ketika seminar.


“Kami berharap mahasiswa bisa mememetik sebuah ilmu dari setiap pemateri dan mahasiswa bisa mengkombinasikan ilmu yang didapat ketika kuliah, dengan ilmu yang didapat ketika seminar, agar mahasiswa mempunyai inspirasi untuk membuka usaha ketika sudah lulus," harap Rizki Aprilia Dwi Susanti saat di wawancarai. (Vira)

Arsitektur Lanskap Desain Ulang Lahan Taman Kampus Unitri

Add Comment
Foto : Tampak mahasiswa AL mengukur lahan taman di Unitri - Firda
Lpm-papyrus.com - Prodi Arsitektur Lanskap (AL) semester 5 melakukan desain ulang lahan kampus dengan menata ulang tanaman yang tidak tertata rapi di taman belakang Univeristas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, Jum'at (8/12) sore.


Dosen Arsitektur Lanskap, Rizki Alfian S.S Arl.,M.Si, mengatakan, desain ulang tanaman kampus merupakan tugas praktikum mahasiswa dalam mata kuliah Analisa Rekayasa. Mata kuliah juga merupakan suatu proses untuk mencoba menganalisa potensi dan masalah lalu merekayasa lahan dalam desain lanskap.


"Mata kuliah ini juga bertujuan untuk mendesain ulang dan merekayasa lahan taman di kampus yang gersang dan tidak tertata rapi agar lebih fungsional dan estetis," jelasnya kepada Papyrus ditengah-tengah pengondisian desain ulang taman kampus.


Foto : Dosen AL, Rizki Alfian S.S. Sel., M.Si saat mendampingi kegiatan -  Firda
Ia melanjutkan pendesainan ulang taman di kampus akan dikoordinir langsung dibawah pengawasannya sebagai dosen pengampu lalu dibantu oleh asisten-asisten lab AL dan juga ketua kelas. Tahapan untuk pendesainan ulang taman kampus yaitu inventaris, proses analisa, proses desain dan proses konstruksi. Mahasiswa AL semester 5 dibagi menjadi beberapa kelompok dan diwajibkan untuk memikirkan konsep dan yang nantinya akan dikonsultasikan dan dikerjakan sebagai nilai praktikum.


"Diharapkan mahasiswa bisa mengimplementasikan ilmu yang sudah didapatkan di dalam kelas dan bisa mengapilkasikan materi ketika terjun ke lapangan langsung," pungkasnya. (Medok)

55 Mahasiswa Unitri Ikuti Kajian Keislaman Melalui UKM Syifa'ul Qulub

Add Comment
Foto : Suasana kajian keislaman di Masjid Margo Utomo Kamis malam - Gobet
Lpm-Papyrus.com - Unit Aktivitas Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Syifa'ul Qulub (UA-KMK-SQ) Unitri Malang menyelenggarakan Pengajian Mingguan dengan dihadiri 32 putri dan 21 putra di Masjid Margo Utomo, Kamis (07/12) malam.


Pengurus Syifaul Qulub dari Devisi Kajian Keislaman, Hoirul Umam, mengatakan bahwa, salah satu motivasi dalam melaksanakan kegiatan tersebut, karena  minimnya mahasiswa dalam ilmu agama. Sehingga dari kepengurusan tergerak untuk mengagendakan Yasinan rutin setiap malam Jum'atnya sesuai visi dan misi organisasi.


"Melihat dari teman-teman masih minim dalam ilmu agama, tetapi kami dari pengurus, melihat visi dan misi Ketua Umum, yaitu mencerdaskan teman-teman dalam bidang agama, untuk setiap malam Jum'at, kami mengadakan Yasinan seperti yang diadakan habis maghrib tadi," ujar Hoirul Umam.


Hoirul melanjutkan selain kegiatan Yasinan, terdapat kegiatan lain pada malam Sabtu yaitu Kajian Keputrian dimana akan membahas tentang Keputrian dalam ilmu Fiqih.


"Untuk hari sabtu, akan diadakan Kajian Keputrian, yang mana di sana akan membahas tentang Keputrian, Fiqih-fiqih putri ataupun keputrian yang lainnya," lanjut Hoirul Umam.


Ia juga berharap kepada mahasiswa dengan diadakan kegiatan tersebut, bukan sekedar mencari monitoring melainkan mendapatkan ilmu mengenai kajian keislaman karena niat dari diri untuk beribadah kepada Sang Pencipta.



"Harapan kami kedepan, apa yang kita pelajari bukan hanya sekedar mengisi monitoring saja, malainkan kajian ini harus berjalan tanpa ada maksud lain, karena niat Lillahi Ta'ala," tandas Hoirul Umam.


Peserta yang menghadiri Kegiatan Yasinan, Asrafik, berpendapat bahwa, kegiatan yang diadakan oleh Syifa'ul Qulub, mampu membangkitkan untuk belajar membaca Al-Qur'an.


"Ketika kegiatan yang diadakan oleh Syifa'ul Qulub, di situ saya mulai bangkit untuk belajar membaca Al-Qur'an, belajar membaca Al-Qur'an secara fasih dan mengucapkan huruf-huruf yang ada pada Al-Qur'an itu sendiri," ungkap Asrafik dengan senang.


Asrafik, sangat mengapresiasi terhadap kegiatan yang diadakan oleh Syifa'ul Qulub, karena mampu memberikan pelajaran yang lebih mendalami Al-Qur'an itu sendiri.


"Sangat apresiasi terhadap kegiatan yang diadakan oleh Syifa'ul Qulub, dengan adanya kegiatan ini, mampu belajar lebih mendalam terkait dengan Al-Qur'an itu sendiri," tutup Asrafik. (Gobet)

Bangun Potensi Agribisnis Dalam Kemajuan Industri Pertanian Jawa Timur Melalui Kuliah Tamu

Add Comment
lpm papyrus
Foto : Kuliah Umum Himpunan Mahasiswa Agribisnis (HIMAGRI) di GOR Unitri - Ali
Lpm-Papyrus.com – Himpunan  Mahasiswa Agribisnis (Himagri), Program Studi Agribisnis Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, mengadakan Kuliah Umum yang dihadiri oleh General Manajer PT. Petrokimia Gresik, Iwan Dhaniyarso di Gedung Olahraga (GOR) Unitri Malang, Kamis (07/12).


Saat ditemui Papyrus sesaat setelah acara selesai, Iwan Dhaniyarso menyampaikan tentang peran agribisnis dalam menunjang pertanian di Jawa Timur, tetapi seorang agribisnis harus mampu menstabilitaskan dan mendukukng program ketahanan pangan Nasional.


Menurutnya, kegiatan tersebut agar menjadi kegiatan menambah wawasan tentang dunia pertanian, yang berada di luar kampus Unitri, serta mengetahui setiap kebijakan pemerintah dari rangkaian mengenai pertanian Nasional, mulai  pemerintah sampai ke petani, sehingga mahasiswa mampu mengetahui produksi pangan, sampai pada kebutuhan konsumsi secara Nasional. Selain itu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi dalam miningkatkan produksi pangan, dan tantangan-tantangan yang lainnya.


“Jika sekarang mahasiswa hanya mengenal teori saja di kampus, itu masih kurang cukup dalam mengembangkan dan mengetahui potensi industry pertanian di Jawa Timur, kita mengetahui segala potensi industri pertanian yang ada di negeri ini, dengan perlunya program keluar untuk menunjang potensi dan pengetahuan mengenai potensi tersebut,” tegas Iwan Dhaniyarso.


Sementara itu, menurut Dekan Pertanian, Amir Hamzah menganggap kegiatan tersebut sangat luar biasa, dan postif adalam fakultas pertanian, itulah yang sangat dibutuhkan sebagai ajang mencarai pengalaman dan wawasan dari luar Unitri, mampu mnghdarikan para peneliti, dan pakar handal dalam bidang pertanian, ia juga menambahkan pentingnya mencarai wawasan diluar kampus, karena hanya belajar di dalam tidak cukup, khusunya mahasiswa agribisnis harus mampu belajar diluar, itulah yang selama ini dilakukan fakultas pertanian, khususnya di Prodi Agribisnis.


“Kegitan tersebut tidak hanya berhenti saat ini juga, tapi harus bisa berkelanjutan, tantangan yang akan dihadapi jauh lebih besar, karana saat ini persaingan tidak hanya di tingkat Universitas, tapi persaingan sudah ke tingkat Negara, Ia menambahkan segala kegiatan yang sifatnya akademis harus tetap dipertahankan dan dikembangkan," pungkasnya.


"Saya mengharap kepercayaan dan kesinergisan antara prodi dan HMJ, dalam mengadakan dan melaksnakan segala bentuk kegiatan yang bias mengembangkan potensi mahasiswa agribisnis, yang lebih maju dan bergerak bersama-sama membentuk kekuatan yang besar,” tambah Amir.


Menurut Ketua Program Studi Agribisnis, Ninin Khoirunnisa menyatakan dirinya sangat bangga dengan pencapaian kegiatan yang dilakukan panitia, serta ia juga mengucapakn banyak terimakasih pada bapak Ahmad Yusuf Kholil, selaku Pembina Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), dan pengurus Himagri keseluruhannya, ia merasa bangga karena mampu mendatangkan pemateri yang kelasnya seorang General Manajer PT. Petrokimia Gresik.


“Tujuan dari kegitan ini tersebut tidak lain sebagai Kuliah Umum, dan memperkenalkan potensi yang ada di Prodi Agribisnis, juga karena mahasiswa yang ada di Unitri, berasal dari beberapa daerah yang berbeda, dan  mungkin mempunyai potensi pertanian yang berbeda di Jawa Timur, serta membawa mahasiswa mengetahui segala potensi dan kemajuan industri pertanian yang ada di Jawa Timur, sehingga nantinya biar membantu mahasiswa dalam melaksanakan program kerja, Penelitian, Skripsi, atau pun tugas akhir, kegiatan ini juga sebagi acuan awal tentang potensi agribisnis di Jawa Timur,” Ujar Ninin.


Ninin juga menuturkan telah menentukan program kerja selanjutnya bagi Prodi Himagri Unitri di bidang pertanian.


"Selanjutnya sudah ada, itu merupakan program kerja dari Himagri, dan nantinya aka ada program Studi Lapangan, dan program Kenal Profesi, dan kemungkinan akan mengadakan seminar pertanian yang menggabungakn semua prodi di fakultas pertanian, tutur Ninin.


"Untuk Himagri selalu bisa mengadakan acara yang lebih berkualitas dan lebih menantang baik dari segi pemateri ataupun dari tema, dirinya juga sangat senang dengan pencapaian acara ini, bisa mendatangkan pemateri yang notabeni orang besar, bisa mau dan datang ke-Unitri khusunya di prodi agribisnis, di situ adalah sangat sulit dan langka, harapannya bagi Himagri, semakin kompak, inovatif dan menunjukkan selangkah lebih maju dari prodi lain, tambah Ninin saat menyampaikan materi.


Ketua pelaksna Kuliah Umum Himagri, Nur Muhlis menyatakan kegiatan tersebut sudah dipersiapkan satu bulan lebih sebelum acara tersebut, mulai dari konsep sampai pada teknisnya, dan diikuti 250 mahasiswa Agribisnis dan 20 lebih mahasiswa prodi lain.


“Kuliah Umum ini ruang lingkupnya hanya di fakultas pertanian, akan tetapai acara tersebut bisa menerima mahasiswa di prodi lain, dengan hanya mengundang atau mewakili sepuluh orang dari setiap prodi di fakultas pertanian, dan yang diundang tidak hanya HMJ yang di Unitri, tapi HMJ dari luar Unitri,” jelasnya.


Menurutnya tujuan kegitan tersebut untuk meningkatkan kualitas mahasiswa Agribisnis dalam sektor hulu, seperti pupuk, kedepannya akan mengundang semua prodi di fakultas pertanian untuk aktif menggerakkan hati dan pikiran mahasiswa, serta lebih mengenal potensi industrsi pertanian dari daerah masing-masing, yang dimana setiap potensi industri pertaniannya berbeda, dan kegiatan tersebut sebagai ajang untuk mengetahui setiap potensi dari berbagai daerah.


“Hrapan untuk mahasiswa agribisnis, supaya lebih antusias lagi katika mengikuti kegiatan HMJ, karena tujuan kegiatan ini tidak lain untuk mencari wawasan yang lebih luas, juga meningkatkan akreditasi Prodi Agribisnis," ujar Nur Mukhlis saat diwawancarai.  (Ali)