46 Mahasiswa Pertanian Unitri Kenali "Dasar Ilmu Tanah" Melalui Kegiatan Praktikum di Lapangan

Foto : Kegiatan Praktikum Mahasiswa Agroteknologi dan Agrbisnis, Fakultas Pertanian Unitri - Ali
Lpm-Papyrus.com – Sebanyak 46 Mahasiswa Agrotek dan Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, lakukan praktikum untuk menempuh mata kuliah “Dasar Ilmu Tanah” di lahan pertanian Unitri, Rabu (13/12).


Menurut asisten praktikum, Muhammad Rudli, kegitan tersebut merupakan bentuk cara bagaimana mahasiswa bisa mengetahui jasad campuran tanah, unsur-unsur dalam kandungan tanah, dan senyawa-senyawa yang ada didalam tanah itu sendiri, serta bagiamana mahasiswa mampu membedakan antara tanah yang subur dan tidak, sebagai pertanian berlanjut, dimana kegitan tersebut dilaksanakan selama tiga hari.


“Saya berharap untuk kegitan praktikum ini, kedepannya bisa dilakukan di tempat yang memadai, serta kampus bisa memfasilitasinya yang akan memberi sesuatu yang beda dan memuaskan, sehingga nanti praktikumnya dilakukan secara maksimal, untuk saat ini praktikum dilakukan seperti biasanya," terang Rudi.


Ketua asisten praktikum, Nurul Sholehuddin mengatakan dirinya senang karena kegitan tersebut berjalan dengan lancar dan penuh semangat, meski ada beberapa kekurangan diantaranya, kurang maksimalnya peralatan yang mewadahi.


“Saya ucapkan banyak terimakasih kepada 46 mahasiswa, yang ikut praktikum dasar ilmu tanah hari ini, karena mereka tetap semangat dan antusianya dalam mengikuti kegiatan praktikum, meskipun banyak kekurangan yang ada dalam segi peralatan, saya harap kegiatan ini dapat menambah ilmu mahasiswa, yang nantinya dapat diterapakan dalam kehidupan masyarakat , serta membuktikan nilai elektabilitas sebagai mahasiswa Unitri yang akan menjadi generasi unggu," ujar Nurul kepada Papyrus.


Sebagai peserta praktikum, Erik Safarinda, dengan kegitan yang dilakukan Fakultas Pertanian merupakan hal yang menarik baginya, karena praktikum tersebut belajar bagimana cara mengetahui berat partikel tanah, serta nantinya bisa mengukur dan mengolah tanah tersebut dalam bentuk kering, serta mampu menghitung partikel-partikelnya.


“Kegitan ini sangat menarik, karena langsung bisa terjun dilapangan dan bisa menambah wawasan yang lebih dalam dunia pertanian, serta mengetahui ilmu tanah dan cara-cara baik dalam mencocok tanaman,” ungkap Erik Safarinda dengan tersenyum. (Ali)

No comments