Mahasiswa Ilmu Komunikasi Kolaborasi Garap Film Anyar


Foto : Proses pembuatan film - Liyan

Lpm-Papyrus.com
- Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, berkolaborasi menggarap film anyar, dengan menggabungkan mahasiswa dari 4 angkatan yang berbeda, Jumat (8/11/2017).


Dari empat angkatan yang berkolaborasi dalam pembuatan film terdiri dari angkatan 2014, 2015, 2016, dan 2017, yang mana ide tersebut bermula dari salah satu mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2014.


"Jadi dalam proyek ini, kita menggabungkan mahasiswa ilmu komunikasi angkatan 2014, 2015, 2016 dan 2017 untuk menggarap film bersama. Idenya  sendiri, pertama kali dicetuskan oleh mbak Dede angkatan 2014," ungkap asisten Sutradara, Dika kepada Papyrus.


Dika juga menambahkan, film dari kolaborasi tersebut mengangkat tema tentang figur seorang ibu. Serta menceritakan sinopsis dari film yang sedang digarap.


"Untuk tema filmnya, kita mengangkat tema ibu. Karena beberapa hari lagi kita akan memperingati hari ibu. Jadi, kita punya ide untuk membuat film tentang ibu, dan diputarkan saat hari ibu nanti," ujarnya.


Sementara itu, salah satu dosen Ilmu Komunikasi, Muhammad Abdul Ghofur, memberikan respon yang positif atas ide dari mahasiswa Ilmu Komunikasi.


"Saya rasa proyek ini merupakan satu langkah yang luar biasa, apalagi mengkolaborasikan mahasiswa Ilmu Komunikasi dari angkatan muda 2017 sampai angkatan 2014," pungkasnya.


Ghofur juga memberikan saran serta mengungkapkan harapannnya kepada mahasiswa yang tergabung dalam penggarapan film kolaborasi bahwa hal tersebut sebagai bahan pembelajaran dalam proses pembuatan film dan sebagai tolak ukur kemampuan mahasiswa.


"Saran saya, untuk teman-teman yang menggarap film ini, harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, dan jangan lupa mencari refrensi-refrensi film. Bukan untuk menjiplak atau plagiat tetapi melihat refrensi itu sebagi contoh yang bisa dijadikan sebagai bahan pembelajaran dalam proses penggarapan film. Dengan harapan, semoga filmnya bisa jadi. Biar kita bisa mendapatkan tolak ukur, bahwa kempampuan mahasiswa Ilmu Komunikasi, sudah sampai ditahap mana, sehingga lebih jelas apa yang harus  kita berikan lagi kepada mahasiswa dan apa yang perlu kita fasilitasi lagi," tutup Ghofur. (lian)

No comments