Budaya Tradisional Sebagai Pembuka Acara Semnas Himaskap


Lpm-Papyrus.com - Himpunan Mahasiswa Arsitektur Lanskap (Himaskap) Univeristas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang perdana mengadakan Seminar Nasional (Semnas) Perencanaan Lanskap Pesisir Berkelanjutan di Hotel Pelangi (13/03) pagi.

Pembina Himaskap Unitri Malang, Rizki Alfian  S.Arl.,M.Si, disela acara, mengatakan, diadakannya acara ini untuk memperkaya khazanah keilmuan mengenai ilmu lanskap baik untuk mahasiswa Arsitektur Lanskap (AL) dan juga untuk mahasiswa dari prodi lain.

Dengan mengangkat tema Perencanaan Lanskap Pesisir Berkelanjutan memang lebih berkonsentrasi untuk teman-teman yang berasal dari daerah pesisir.

"Apalagi mengingat bahwa sebagian besar mahasiswa di Unitri berasal dari Indonesia Timur dengan kekayaan alam garis pantainya," jelasnya.

Wakil Rektor III Unitri, Dr. Totok Sasongko, MM juga turut hadir untuk membuka acara Seminar Nasional Himaskap tersebut. Ia memperkenalkan Unitri didepan para tamu undangan yang datang dari civitas akademika AL se-Indonesia dan juga  menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh pihak civitas dan mahasiswa yang telah menyelenggarakan acara tersebut.

"Walau kita datang dari kampus kecil, tetapi saya tidak memandang fasilitas yang ada tetapi saya bangga dengan semangat mahasiswa dan civitas sehingga acara seminar nasional hari ini bisa terlaksana," ujarnya ditengah sambutan yg diberikan.

Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Umum Perguruan Negeri (PN) Ikatan Arsitektur Lanskap Indonesia (IALI), Dr. Ir. Siti Nurisya, MSLA,.IALI. Beliau juga sekaligus menjadi pemateri dalam Semnas kali ini dengan subtema Perencanaan Lanskap Pesisir.

Tidak hanya itu saja, seminar kali ini juga mendatangkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Lani Masruro S.E. M.Si dan juga Civitas Lanskap Indonesia, Dr. Ir. Pangesti Nugrahani yang masing-masing membahas tentang pengembangan kepariwisataan kawasan pantai dan konservasi mangrove di kawasan pesisir.

Seminar kali ini juga terdapat penandatanganan Momerandum of Understanding (MOU) dari pihak Unitri dengan Rektor Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, ISTN dan juga CV Lanskap Indonesia. Menurut Dekan Fakultas Pertanian Unitri, Dr. Ir. Amir Hamzah, MP menjelaskan program MOU ini akan berlanjut selama 5 tahun kedepan.

"Harapannya dengan adanya MOU ini bisa menjadi langkah sinergis yang bagus. Kedepannya dalam jangka waktu 5 tahun dari pihak Unitri akan lebih mudah untuk melakukan pertukaran dosen dan mahasiswa. Selain itu juga diharapkan mempermudah dalam kolaborasi jurnal dan ruang lingkup praktikum dan penelitian," tutupnya. (firdha)

No comments