Menciptakan Mahasiswa Berkompeten Melalui Uji Kompetensi

Add Comment
Foto: Uji Kompetensi mahasiswa Peternakan Unitri Malang bersama Tim penguji dari LSP Jatim, Minggu pagi (20/05).
Lpm-Papyrus.com- Program studi Peternakan Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, menggelar Uji Kompetensi budidaya unggas dan ternak. Acara berlangsung di ruang C 11 Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Unitri, Minggu,(20/05).

Uji Kompetensi terdiri dari empat jenis tes yaitu, tes tulis, lisan, praktek, dan presentasi. Acara diikuti oleh 65 peserta dari mahasiswa jurusan peternakan Unitri serta beberapa kampus yang ada di Malang.

Ketua Balai Pengakajian Teknologi Pertanian (BPTP) Karangploso Jawa Timur, Krisna mengatakan bahwa dalam kegiatan uji kompetensi terdapat tujuh tim penguji dari Lembaga Penguji Profesi (LSP) Pertanian Nasional, yang dibawahi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

"Dalam uji kompetensi ini terdapat tujuh penguji dan setiap satu penguji menguji 10 mahasiswa," kata Krisna kepada Papyrus.

Foto: Suasana Uji kompetensi tes tulis di Ruang C 11 Gedung Fisip Unitri Malang.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Dosen Peternakan untuk mendampingi mahasiswanya. Dosen Peternakan, Nonok Supartini menyampaikan, Uji Kompetensi tersebut diadakan agar mahasiswa tidak hanya paham secara teori, namun mereka juga berkompeten dalam prakteknya.

"Secara teori mereka sudah dapat materinya, dan uji kompetensi ini menentukan mereka berkompeten," ungkapnya.

Ia juga berharap kegiatan uji kompetensi dapat menciptakan mahasiswa berkompeten, dan nantinya mahasiswa tidak hanya memiliki Ijazah, tetapi memiliki surat pendamping ijazah. (Vira)

Diesnatalis Ilmu Administrasi Negara ke 7: Lebih Solid!

Add Comment
Pemateri, Abd Rochmad S.Sos, M.Ap (tengah) foto bersama panitia Diesnatalis Ilmu Administrasi Negara ke 7
Lpm-Papyrus.com - Himpunan Ilmu Admnistrasi Negara (Himagara) menggelar Diesnatalis Program Studi Ilmu Administrasi Negara ke 7 tahun di Gedung Olah Raga (GOR) Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang (17/05).

Dengan mengangkat tema "Bersinergi Menuju Cita-Cita Gemilang Himagara", Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Roro Merry Chornelia W, S.Pd., M.AP, ketika ditemui tim Papyrus, menyatakan bahwa, diesnatalis tahun ini dimaknai sebagai pendewasaan dan kesolidan bagi seluruh dosen dan mahasiswa yang terlibat didalam Program Studi Ilmu Administrasi Negara.

"Ilmu Administrasi Negara bercita-cita agar kesolidan dan kebersamaan dari seluruh dosen dan mahasiswanya terjaga agar Prodi (Ilmu Administrasi Negara) semakin kuat," paparnya.

Setelah tahun 2016 Program Studi Ilmu Administrasi Negara mendapatkan akreditasi B, ia optimis ditahun 2020 nanti, Program Studi Ilmu Administrasi Negara bisa mendapatkan nilai A.

"Untuk mencapai akreditasi A, sekitar dua tahun lagi sebelum 2020, kami sudah mempersiapkan segalanya. Caranya seperti tahun ini, Program Studi Ilmu Administrasi negara menyelenggarakan banyak kegiatan. Harapanya memang selain mendapatkan akreditasi A, mahasiswa bisa aktif didalam kegiatan prodi dan output sebagai Agent of Change bisa dilaksanakan," jelasnya ditengah persiapan acara.

Ketua Pelaksana Diesnatalis Ilmu Administrasi Negara, Yohanes Roni, menjelaskan bahwa, Diesnatalis kali ini dikemas dalam bentuk talkshow dan bedah buku bersama Dosen Ilmu Administrasi Negara, Abd. Rochman, S.Sos,. M.Ap. Buku yang ditulis langsung oleh pemateri bertajuk Strategi Organisasi, diharapkan bisa menambah wawasan untuk Mahasiswa Ilmu Admnistrasi Negara.

"Saya berharap dengan adanya kegiatan ini akan berpengaruh untuk kepengurusan Himagara selanjutnya agar bisa membentuk organisasi yang solid," tutupnya. (FIR)

Mujair Asam Pedas Tempoyak Pemenang IFF Ke 7

Add Comment
Pemenang Juara 1 dalam IFF, Masakan Ikan Mujair Asam Pedas Tempoyak - Ist
Lpm-Papyrus.com- Ikan Mujair Asam Pedas Tempoyak menjadi pemenang dalam acara Indonesian Food Festival yang diadakan oleh Himpunan  Mahasiswa Studi Teknologi Industri Pertanian (HIMATIP) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, (14/5).

Acara yang berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) tersebut memperlombakan makanan Khas daerah dari seluruh Indonesia. Salah satunya makanan khas Kalimantan Barat yakni Ikan Mujair asam pedas  tempoyak  yang menjadi jaura pertama dalam dalam perhelatan tersebut.

Menurut salah satu peserta pemenang, Syuriana Mintarsih makanan khas Borneo tersebut proses memasaknya dibutuhkan waktu sekitar tiga puluh menit. Sedangkan bahan-bahan yang menjadi ciri khas makanan tersebut adalah tempoyak dan bahan tersebut dibawa langsung dari Kalimantan.

Juri menilai makanan tersebut masih sedikit kurang sempurna. Ada beberapa hal yang masih harus perbaiki.

“Juri memeberikan saran minumannya memakai pewarna buah, dan ikannya direbus dulu baru dimasak, kalau kami ini langsung dimasak,” tutur Syuriana Mintarsih peserta pemenang.

Selain itu, tidak kalah menarik masakan khas Papua yaitu Papeda yang mejadi juara ke-dua. Masakan tersebut berbahan dasar sagu, yang disajikan dengan kuah kuning, gladi tumbu, ikan bakar, terong belanda, dan kemudian yang terakhir sayur agas-agas. semua itu merupakan masakan khas dari papua.

Pemenang juara 2, masakan Papeda, kuah kuning, ikan bakar, dan jus terong belanda. Foto:Vira
Masakan khas Maumere menjadi juara 3, singkong kukus (Ai Ohu Hunan). Foto: Yeti

Ketua Pelakasana , Muhammad Zamroni berharap kepada seluruh peserta dan pemenang dapat selalu mengembangkan dan berinovasi terhadap masakan lokal sehingga tidak selalu makanan impor. (vira)

HIMATIP Unitri Gelar Indonesia Food Festival Ke-7

Add Comment
Foto : Indonesian Chef Association (ICA), Chef Syamrudin saat mengunjungi stand makanan lokal, senin (14/5).
Lpm-Papyrus.com - Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri (Himatip) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang menggelar Indonesia Food Festival (IFF) ke-7 tahun dengan tema Mengembangkan Inovasi Pangan Lokal, Non Beras Dan Minuman Fungsional. Yang digelar di Gedung Olahraga (Gor) Unitri, Senin (14/05).

Ketua Pelaksana, Muhammad Zamroni mengatakan bahwa acara tersebut dihadiri oleh Biro Kemahasiswaan, Wakil Dekan TIP, Kepala Program Studi (KPS) TIP, Dosen Tip, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dan seluruh Ketua Himpunan Mahasiwa Jurusan (HMJ), serta mahasiswa Unitri.

“Untuk pemateri dalam IFF ke-7 ini dari Dosen TIP Universitas Brawijaya (UB), Prof Dr Tuti Estiasih STp Mp dan Chef Syamrudin dari Indonesian Chef Asosiaciation (ICA), yang sekaligus menjadi juri dalam acara ini,” kata Muhammad Zamroni.

Dalam kesempatan tersebut Prof Dr Tuti Estiasih menyapaikan bahwa, cara untuk mengembangkan inovasi pangan lokal ialah dengan cara memanfaatkan hasil pertanian dari daerah, sehingga tidak tergantung kepada beras.

“Kita bisa mengubah cara pandang masyarakat bahwa makan tidak harus nasi. Caranya dengan memberikan pembelajaran pengelolahan makanan lokal kepada Ibu Rumah Tangga (IRT) dan anak-anak sejak dini,” ujar Tuti Estiasih saat menyampaikan materi.

Menurut penjelasan dari Muhammad Zamroni, acara tersebut bertujuan untuk mengembangkan dan berinovasi terhadap makanan lokal agar masyarakat tidak tergantung pada makanan impor.

“Semoga dengan adanya acara ini dapat membuat mahasiswa Unitri paham tentang pengelolaan dan mengembangkan makanan lokal agar dapat bersaing dengan makanan impor,” harapnya. (as)

KANI :Aksi Teroris Melukai Bangsa Indonesia

Add Comment
Ketua Umum KANI: Atho Lose - Foto: dot-ibe
Lpm-papyrus.com - Komunitas Anak Negeri Indonesia (KANI), menyebut serangan teroris di tiga gerja di Surabaya, Jawa Timur, merupakan sebuah aksi mencederai dan melukai Bangsa Indonesia yang pancasila, Minggu (13/5).

Ketua umum KANI, Atho Lose mengatakan, aksi terorisme dan kejahatan di Surabaya merupakan aksi yang tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun serta melukai Bangsa Indonesia.

"Aksi terorisme dan kekerasan dalam bentuk apapun tidak dapat di benarkan dengan logika apapun. Kejadian minggu pagi di surabaya adalah sebuah aksi yang mencederai dan melukai bangsa Indonesia yang Pancasila,"tegas Atho.

KANI mengeluarkan beberapa tuntutan  diantaranya, KANI mengecam keras aksi teror yang dinilai tidak manusiawi, mendesak negara harus tegas dan keras terhdap pelaku dan kelompok yang melakukan aksi teror, serta menjamin keamanan bagi setiap warga negara untuk hidup aman dan damai di negaranya.

KANI juga menghimbau kepada masyarakat Indonesia, untuk tidak takut dan tidak menyebarkan foto atau vidio yang vulgar terkait kejadian di Surabaya dan berita yang tidak benar atau belum pasti kebenarannya yang menyebabkan keresahan dan ketakutan di masyarakat. KANI mengaharapakan masyrakat untuk tidak boleh terprofokasi dan tetap menjaga persatuan Indonesia.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Gelar Talkshow Tentang Pendidikan Bersama Rektor 1 Unitri

Add Comment
MC (kiri) sedang membawakan acara Talkshow _Education For All_ bersama Rektor 1 Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, Dr. Ir. Eko Handayanto., M. Sc (tengah) dan Wakil Dekan Fakultas Pendidikan, Antonius Alam Wicaksono, M. Pd (kanan) di Perpustakaan Unitri Malang (12/05).
Lpm-Papyrus.com - Mahasiswa semester IV program studi ilmu komunikasi Tribhuwana Tunggadewi (Unitri),  menggelar acara talkshow dengan tema  Education For All  (12/05).

Acara yang bertempatkan di perpustakaan tersebut turut mengundang Rektor 1 Unitri. Dalam kesempatan tersebut beliau menyampaikan beberapa harapan terhadap mahasiswa yang hadir dalam acara tersebut.
"Diharapkan mahasiswa tidak hanya menjadi pencari pekerjaan, tetapi juga wajib menjadi job creator untuk mengembangkan Indonesia, khususnya di daerah masing-masing," tegasnya ditengah-tengah Talkshow.

Acara yang digelar oleh Mahasiswa Ilmu Komunikasi yang sedang menempuh Ujian Tengah Semester (UTS) mata kuliah Dasar-dasar Broadcasting, juga turut mengundang Perwakilan Dekan Fakultas Pendidikan, Antonius Alam Wicaksono, M. Pd.

"Hari ini kami memang mengundang khusus narasumber yang sudah berkompeten dibidang pendidikan, terkait masalah standarisasi pendidikan yang masih belum merata di Indonesia," jelas Program Director (PD) acara Talkshow tersebut , Ronaldo Yusron.

Lebih lanjut, PD Talkshow yang lebih akrab disapa Aldo, menjelaskan bahwa talkshow ini diharapakan tidak hanya sebagai formalitas pencapaian nilai untuk mata kuliah. Lebih dari itu, Ia juga berharap mahasiswa menjadi paham dengan masalah pendidikan di Indonesia.

"Harapannya para mahasiswa juga bisa memikirkan solusi bersama dan bisa memberikan perubahan ketika pulang ke daerah masing-masing nantinya," lanjutnya.

Selain itu, dosen Pembimbing Mata Kuliah Dasar-dasar Broadcasting, M. Abdul Ghofur, S. Ikom, M.Ikom, menjelaskan bahwa dirinya bangga terhadap mahasiswa Ilmu Komunikasi semester IV, ditambah lagi dengan bisa menghadirkan Rektor 1 Unitri untuk menjadi narasumber talkshow kali ini.

"Saya merasa bangga dengan kesuksesan teman-teman semester IV dalam melaksanakan acara talkshow hari ini. Diluar ekspetasi saya, karena tujuan awal dari acara ini untuk menciptakan teamwork di angkatan 2016. Bisa menghadirkan Rektor 1 Unitri, sungguh luar biasa," jelas Abdul Ghofur, yang akrab disapa Pak Memet itu.

Ia melanjutkan, dengan suksesnya acara Talkshow hari ini, harapannya mahasiswa tidak berhenti untuk belajar dan berusaha untuk lebih baik lagi.

"Semoga angkatan 2016 hari ini bisa lebih baik lagi kedepannya sehingga tidak perlu malu lagi dengan persaingan yang ada dikedepannya," tutupnya. (FIR)

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Angkatan 2017 Ikuti Studi Media di Kota Malang

Add Comment
Mahasiswa Ilmu Komunikasi 2017 dan Ketua Umum Himakom foto bersama di depan Radio MAS FM.
LPM-Papyrus.com Kompak mengenakan almamater, 30 mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan  2017 berkumpul di Gedung Rektorat pukul 08.00 WIB (5/5) pagi. mahasiswa semester 2 tersebut mengikuti kegiatan Studi Media (SM) yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himakom) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri), Malang.

Dengan mengangkat tema "Menggali Karya dalam Media" para mahasiswa memilih salah satu radio komersil  di Kota Malang yaitu Radio MAS FM.kegiatan SM kali ini juga turut dampingi oleh Dosen Pembimbing Ilmu Komunikasi, Bapak M. Abd. Ghofur S.Ikom, M.Ikom dan juga Ketua Umum Himakom, Titus Kurra.

"Grup  dibagi dalam 2 sesi keberangkatan yaitu pada 5 Mei 2018 dan 12 Mei 2018. Hal ini dilakukan karena media yang akan dituju (re: Radio MAS FM), tidak memungkinkan menampung banyak mahasiswa," jelas Ketua Himakom, Titus Kurra.

Uniknya, panitia dari kegiatan SM ini juga merupakan mahasiswa yang datang dari angkatan 2017. Sehingga kegiatan SM tersebut sangat diapresiasi oleh Dosen Pembimbing SM yang sekaligus Pembina Himakom, M. Abd Ghofur S.I.kom, M., I.kom.

"Saya merasa sangat bangga dan mengapresiasi kerja keras dari panitia SM yang seluruhnya berasal dari angkatan 2017. Terima kasih atas antusias dan kerjasamanya. Semoga ini adalah langkah awal yang bagus untuk generasi mahasiswa Ilmu Komunikasi selanjutnya," jelas lelaki yang akrab disapa Pak Memet itu.

Pak memet juga menjelaskan bahwa sangat penting untuk mahasiswanya menunjukkan "taring"nya dalam hal talenta. Lebih lanjut lagi, ia menjelaskan bahwa menujukkan "taring" yang dimaksud adalah cara bagaimana kita  menunjukkan bahwa dikenal sebagai orang yang mampu dalam melakukan sesuatu dan juga paham sejauh mana kemampuan diri.

"Studi Media membuka kesempatan untuk mahasiswa belajar dan mendapatkan banyak pengalaman. Saya berharap SM ini bisa memotivasi angkatan 2017 agar mengerahkan potensinya dengan maksimal, sehingga bisa membawa nama baik pribadi maupun prodi," tutupnya. (FIR)

Pesta Demokrasi Kampus, GmnI Larang Kadernya Mengatasnamakan GMNI

Add Comment
Suasana diskusi dan evaluasi GMNI Komisariat Fisip Unitri, Malang, Kamis (10/5).

Lpm-Papyrus.com - Menjelang pesta demokrasi kampus ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Komisariat Fisip Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang, Bung Young menegaskan bahwa kader GMNI tidak direkomendasikan untuk terlibat dalam politik kampus mengatasnamakan GMNI Komisariat Fisip, Malang, Kamis (10/5).

Dalam rapat evaluasi GMNI Komisariat Fisip, Youngky menyampaikan alasan larangan penggunaan nama GMNI dalam politik kampus. Menurutnya ader harus fokus belajar untuk lebih memahami ideologi GMNI dan melihat persoalan bangsa saat ini.

"Melihat kondisi kader khususnya GMNI Komisariat Fisip, banyak yang tidak memahami ideologi, sehingga hal itu dapat memberikan dampak negatif bagi kader  dalam praktik kader sendiri, banyak kader lebih memahami politik praktis dibandingkan memahami sebuah ideologi," tegas Youngky dalam rapat evaluasi tersebut.

Hal serupa di ungkapkan oleh Sekertaris GMNI Komisariat Fisip Yohanes Hanoe dalam rapat evaluasi tersebut, menurut Johan, GMNI sebagai organisasi Ekstra tidak ikut terlibat dalam pesta Demokrasi Kampus, oleh karena itu kader GMNI dilarang untuk ikut terlibat dengan mengatasnamakan GMNI.

"GMNI bukanlah partai politik, tapi GMNI sebagai wadah untuk kita belajar dan membangun kesadaran generasi muda untuk melihat dan memahami  persoalan bangsa dan membangun Indonesia di masa mendatang, sebagai organisasi Ektra kampus maka kita tidak punya hak untuk terlibat dalam menyikapi pesta demokrasi kampus dengan mengatasnamakan GMNI, jelas Johan.

Salah satu alumni GMNI, Rico Ricardo, menyampaikan harapan besarnya agar kader-kader GMNI tetap mempertahan GMNI sebagai organisasi yang independen dan bersih dari intervesi pihak-pihak alumni, Rico berharap kader tidak hanya memahami Marhaenisme secara teoritis namun harus praktikan melalui aksi-aksi nyata dalam masyarakat.

"Kader GMNI mestinya tidak memahami ideologi GMNI dari satu sisi, tetapi teori dan praktik harus seimbang, sebagai wadah kader harus memanfaatkan ini sebagai kesempatan untuk belajar menggali potensi diri, sehingga bisa menjadi calon-calon pemimpin masa depan yang bisa membawa Indonesia menuju arah yang lebih baik lagi," jelas Rico ketika mengevaluasi pengurus. (barros)

Motivasi Liputan Kok Imbalan

Add Comment
Penyampaian materi oleh beberapa tokoh pers dengan tema "etika media," - istimewa
Lpm-Papyrus.com -  Program Studi Ilmu Komunikasai Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang mengadakan Seminar Nasional bertemakan "Etika Media", dengan menghadirkan pemateri-pemateri dari instansi nasional di Gedung Olahraga Unitri, Selasa (8/5).

Beberapa pemateri yang dihadirkan seperti, Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas D Soetomo Surabaya, Prof Dr Sam Abede Pareno MM MH, Majelis Etik Nasional Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang dan Pemred Kediripedia.com, Dwidjo U. Maksun SS dan Ketua Perhimpunan Wartawan Indonesia (PWI) Malang, M. Arifin Huda MPd.

Pers yang telah ada sebelum zaman reformasi dan menjadi pers pembangunan penting perannya dan menjadi semangat baru setelah adanya reformasi, karena pers tidak akan berkembang dan bebas melakukan pemberitaan tanpa adanya izin yang sama dari pemerintah.

"Adanya reformasi merupakan kekuatan dan keuntungan baru bagi pers Indonesia, karena hal penting bagi media adalah izin terbit dan izin siar yang harus dikeluarkan pemerintah," tegas Prof Sam Abede, dalam penyampaian materi dihadapan dosen dan mahasiswa Ilmu Komunikasi.

Selain itu, Prof Sam Abede juga menyampaikan bagaimana pers saat ini telah ditekan oleh kelompok-kelompok kepentingan, sehingga sulit bagi pers untuk berkembang sesuai semboyannya "Idealisme".

"Zaman seperti ini sulit menjadi pers yang idealisme, karena dilema dan kebimbangannya dalam menegakkan idealisme. Banyak kelompok kepentingan dan banyak pers bekerja sesuai dengan dana yang dikeluarkan oleh narasumber dan pemilik media", jelasnya.

Dosen yang berangkat dari dunia pers selama 30 tahun ini mengungkapkan kekecawaannya terhadap dunia pers yang dinilai tidak lagi objektif karena telah berorientasi pada penghasilan. Sehingga dunia pendidikan dipilih sebagai media untuk tetap mencurahkan kepeduliannya dalam dunia pers.

Sementara itu Dwidjo U. Maksum SS menghimbau kepada publik untuk melawan berita hoax dengan membentengi diri dengan melakukan hal-hal positif di media sosial.

Untuk melawan hoax maka gunakanlah media sosial untuk hal-hal yang positif, terutama mahasiswa Ilmu Komunikasi jika selesai kuliah, pulang ke daerah dan dirikan media sendiri. Karena dengan itulah kita melawan media-media yang tidak lagi Independen. (ha'ar/barros)

Prodi Ilmu Komunikasi Peringati Ulang Tahun Ke-13 dan Commfest ke-12

Add Comment
Tiga pemateri (sebelah kiri) dalam acara Comfest dan Communication Aniversary ke-13 di GOR Unitri, Selasa (01/5) - Ali
Lpm-papyrus.com - Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi dan Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) peringati Aniversary Communication ke-13 dan Communication Festival (Commfest) ke-12 yang dilaksanakan di Gedung Olahraga (GOR) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, Selasa (01/05).

Kepala Program Studi (Kaprodi) Ilmu Komunikasi, Fathul Qorib mengatakan, bahwa kegiatan Commfest tahun ini merupakan kegiatan wajib dan sudah menjadi tradisi di Prodi  Ilmu Komunikas yang dilaksanakan setiap 1 tahun sekali, serta acara Commfest tersebut juga dihadir oleh media lokal seperti TeraKota.id, I am Broadcaster Malang, dan Ngalub.com

"Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan Prodi Ilmu Komunikasi, yang wajib diikuti oleh mahasiswa komunikasi untuk berpartisipasi didalamnya, yang nantinya bisa bertukar pikiran tentang konsentrasi dengan pemateri yang sudah hadir," kata Fathul.

Fathul Qorib menegaskan, bahwa acara tersebut dilaksanakan untuk membangun solidaritas Prodi Ilmu Komunikasi, dan hal tersebut difokuskan untuk mahasiswa komunikasi saling bahu-membahu memajukan prodi, sehingga tidak ada istilah terkotak-kotakkan dalam membuat suatu kegiatan.

"Untuk sekarang masih kompak dan istilah terkotak-kotakkan sudah tidak ada, juga acara ini sebagai bentuk kepedulian mahasiwa ilmu komunikasi untuk bekerjasama dalam membangun prodi lebih berjaya", jelas Fathul saat diwawancarai di ruangannya.

Penyerahan sertifikat kepada ketiga pemateri di Comfest dan Communication Aniversary ke-13, dan foto bersama dengan KPS Ilmu Komunikasi, Fathul Qorib.
Dalam kesempatan yang sama ketua HIMAKOM Titus Kura, menyampaikan, bahwa acara tersebut merupakan agenda tahunan prodi, juga merupakan kerjasama antara prodi dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan  (HMJ), untuk membawa prodi lebih solid dan maju, serta akan selalu menjadi tradisi yang baik untuk prodi kedepannya.


"Semoga Commfest tahun ini lebih baik lagi dari tahun yang lalu, juga bisa menunjukkan bahwa Unitri punya jurusan Ilmu komunikasi yang bagus dan bisa di pertaruhkan di luar kampus," ungkap Titus.

Foto: Suasana Comfest di ruangan GOR Unitri
Susan Sareng, selaku ketua pelaksana menambahkan, bahwa acara tersebut selain memperingati ulang tahun prodi yang ke-13, juga bertujuan untuk menambah wawasan dan bersenang-senang. Dan kegiatan akan berlangsung selama tiga hari berturut-turut dengan konsep yang berbeda, dan nantinya akan ada perlombaan serta  memberikan kejutan berharga dan berguna bagi mahasiswa Unitri khususnya mahasiswa Ilmu Komunikasi.

"Saya ingin semua mahasiswa komunikasi selalu kompak dan aktif dalam bekerja karena ini komunikasi, maka kita dituntut untuk kerja keras dan kerja cerdas," imbuh Susan saat diwawancarai wartawan Papyrus. (ali)