Header Ads

ad

Motivasi Liputan Kok Imbalan

Penyampaian materi oleh beberapa tokoh pers dengan tema "etika media," - istimewa
Lpm-Papyrus.com -  Program Studi Ilmu Komunikasai Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang mengadakan Seminar Nasional bertemakan "Etika Media", dengan menghadirkan pemateri-pemateri dari instansi nasional di Gedung Olahraga Unitri, Selasa (8/5).

Beberapa pemateri yang dihadirkan seperti, Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas D Soetomo Surabaya, Prof Dr Sam Abede Pareno MM MH, Majelis Etik Nasional Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang dan Pemred Kediripedia.com, Dwidjo U. Maksun SS dan Ketua Perhimpunan Wartawan Indonesia (PWI) Malang, M. Arifin Huda MPd.

Pers yang telah ada sebelum zaman reformasi dan menjadi pers pembangunan penting perannya dan menjadi semangat baru setelah adanya reformasi, karena pers tidak akan berkembang dan bebas melakukan pemberitaan tanpa adanya izin yang sama dari pemerintah.

"Adanya reformasi merupakan kekuatan dan keuntungan baru bagi pers Indonesia, karena hal penting bagi media adalah izin terbit dan izin siar yang harus dikeluarkan pemerintah," tegas Prof Sam Abede, dalam penyampaian materi dihadapan dosen dan mahasiswa Ilmu Komunikasi.

Selain itu, Prof Sam Abede juga menyampaikan bagaimana pers saat ini telah ditekan oleh kelompok-kelompok kepentingan, sehingga sulit bagi pers untuk berkembang sesuai semboyannya "Idealisme".

"Zaman seperti ini sulit menjadi pers yang idealisme, karena dilema dan kebimbangannya dalam menegakkan idealisme. Banyak kelompok kepentingan dan banyak pers bekerja sesuai dengan dana yang dikeluarkan oleh narasumber dan pemilik media", jelasnya.

Dosen yang berangkat dari dunia pers selama 30 tahun ini mengungkapkan kekecawaannya terhadap dunia pers yang dinilai tidak lagi objektif karena telah berorientasi pada penghasilan. Sehingga dunia pendidikan dipilih sebagai media untuk tetap mencurahkan kepeduliannya dalam dunia pers.

Sementara itu Dwidjo U. Maksum SS menghimbau kepada publik untuk melawan berita hoax dengan membentengi diri dengan melakukan hal-hal positif di media sosial.

Untuk melawan hoax maka gunakanlah media sosial untuk hal-hal yang positif, terutama mahasiswa Ilmu Komunikasi jika selesai kuliah, pulang ke daerah dan dirikan media sendiri. Karena dengan itulah kita melawan media-media yang tidak lagi Independen. (ha'ar/barros)

No comments