Sambut Dies Natalis ke-17 Himaskap Gelar Pameran Karya Mahasiswa

Sambut Dies Natalis ke-17 Himaskap Gelar Pameran Karya Mahasiswa
Pameran karya mahasiswa Arsitektur Lanskap Unitri Malang, dalam menyambut Dies Natalis ke 17, di Grahadi Utomo - Alimudin
Lpm-papyrus.com - Peringati Dies Natalis ke-17, Himpunan Mahasiswa Arsitektur Lanskap (Himaskap) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang gelar pameran karya di Pendopo Grahadi Utomo Unitri, Rabu (17/11).

Sebelum memasuki malam puncak peringatan Dies Natalis  ke-17 yang akan dilaksanakan nanti malam, Himaskap telah melaksanakan beberapa kegiatan sejak 14 Oktober yang lalu seperti, kompetisi futsal, bersih lingkungan, lomba  debat dan pameran hasil karya.

“Ini hanya salah satu bagian dari rangkaian kegiatan dari keseluruhan kegiatan secara umum, dan untuk sukuran sebagai puncak acara akan dilaksankan nanti malam,”ungkap Wakil ketua Himaskap, Lorenso Agustino Soges yang akrab disapa Ino ketika ditemui Papyrus.

Menurut Ino ada tiga tujuan utama dari pameran tersebut yaitu, sebagai peringatan dies natalis, sebagai publikasi dan promosi sekaligus sebagai sarana apresiasi hasil karya yang dihasilkan mahasiswa Arsitek Landskap (AL). Selain itu, ia juga berpendapat penting sekali untuk mempromosikan hasil karya sebagai bentuk apresiasi hasil kerja keras dari tugas yang diberikan oleh dosen kepada mahasiswa Program Studi (Prodi) AL Unitri Malang.

“Sebenarnya pameran ini bertujuan untuk memperingati hari lahir Himaskap. Selain itu juga untuk mempublikasi dan mempromosikan hasil karya teman-teman. Iya sekalian untuk mengapresiasi hasil belajar teman-teman selama ini,"tuturnya. 

Kali ini pameran mahasiswa AL mengusung konsep modern rasa tradisonal yakni, dengan mengkombinasikan antara nuansa modern dengan nuansa tradisional. Kombinasi antara modern dan tradisional tersebut dapat dilihat dari bangunan yang berbentuk tradisioanal dengan desain lanskap atau taman yang modern. Selama pameran berlangsung ada sekitar tujuh karya yang dipamerkan. Karya keseluruhannya diambil dari tugas-tugas atau projek desain mahasiwa.

“Iya, kami sekarang hidup di zaman modern jadi kita juga harus mengikuti perkembangan zaman dengan catatan tidak melupakan tradisi dan ciri khas budaya kita sendiri. Karena kualitas negara kita  terletak dari ciri khas kebudayanya”,tambahnya.

“Semoga teman-teman lebih giat lagi dalam belajar dan menjadikan kegiatan-kegiatan di AL sebagai sarana evaluasi dan pembelajaran. Karena menurut saya tidak mungkin Prodi AL maju kalau mahasiwanya malas belajar dan cepat merasa puas. Semoga mahasiswa AL tetap pada prinsip sejauh mata memandang, sejauh indera dapat merasakan itulah lanskap,"pungkasnya. (novi)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »