Ramai Dibicarakan, Berikut Klarifikasi dari Pemilik Sertifikat

Screenhoot wa yang beredar disosmed (Istimewa)

Lpm-papyrus.com- Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang tengah ramai dengan beredarnya isu sertifikat yang dipermasalahkan oleh mahasiswa. Isu tersebut mulai menyebar luas sejak Rabu, (19/12). Pasalnya,kualitas keretas  sertifikat Orientasi Pendidikan (Ordik) tahun ajaran 2018 dinilai kurang pantas oleh sebagian mahasiswa.
Berawal pada pesan singkat Whatsapp (WA) yang kemudian tersebar luas melalui WA story.Pesan singkat yang ditampilkan, tidak hanya sebatas menampilkan sertifikat foto yang beredar tetapi juga ditambahkan beberapa kalimat. Dari foto yang beredar tersebut diketahui bahwa sertifikat tersebut merupakan milik salah satu mahasiswa angkatan 2018 yang bernama Wahyu Budi Asmarahani.
Berdasarkan penuturannya kepada tim Papyrus, Wahyu tidak mengetahui siapa yang telah dengan tidak bertanggung jawab menyebarkan foto sertifikatnya. Ia memang sempat membagikan foto tersebut pada story akun facebooknya, sebagai bentuk rasa bahagianya. Akan tetapi dia tidak menyangka sertifikat atas nama dirinya tersebut menjadi ramai diperbincangkan.
“Saya sangat  kaget dengan kejadian ini, waktu itu kan sekitar jam 10 pagi saya mengambil sertifikat saya memang pada saat itu ada salah satu senior yang meminta untuk melihat sertifikat saya. Tapi saya tidak menuduh dia juga, karena saya juga sempat share di story facebook saya,” jelas Wahyu Budi.
Pada awalnya foto sertifikat yang juga berisikan kritikan atas kualitas kertas bersebut baru diketahui oleh Wahyu pada saat ada yang mengirimkan pada group angakatannya. Atas kejadian ini Wahyu merasa sangat dirugikan dan sangat terganggu. Ia berharap secepatnya masalah ini selesai dan orang yang menyebarkan segera ditemukan. Wahyu juga merasa sangat dirugikan karena dengan adanya isu-isu yang merebak ini membuat aktifitas dan emosionalnya terganggu.
“Disini saya benar-benar menegaskan jika saya tidak pernah membuat dan menyebarkan hal tersebut. Pada awalnya saya justru tidak sadar bahwa yang tersebar tersebut adalah foto sertifikat atas nama saya. Setelah saya lihat ternyata itu adalah milik saya dan saya baru mengetahuinya dari kiriman di WA grup angkatan saya, setelah itu saya langsung menghubungi teman saya,  dan dia mengatakan kalau dia mendapatkan foto tersebut dari salah satu nomor yang juga masuk dalam group saya, akan tetapi orang tersebut tidak ada identitasnya dan nomornya tidak dapat dihubungi,” ungkap mahasiswa Program Studi Agribisnis tersebut.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Agribisnis (Himagri), Bahiedin Noval. Menurutnya hal ini sangat tidak benar, memang sudah ada nama yang dicurigai sebagai penyebar foto atau gambar tersebut. Walaupun orang tersebut saat ini selalu menghindar, akan tetapi ia berharap orang tersebut segera mengakui.
“Ini sudah salah satu bentuk pencemaran nama baik, karena orang yang menyebar foto ini juga tidak mempunyai hak untuk menyebarkan apalagi tanpa adanya konfirmasi terlebih dahulu kepada Wahyu Budi Asmarahani. Terkait dengan tugas kami untuk mengusut kasus ini kami masih belum bisa memastikan siapa oknum dibalik semua ini,” jelasnya.
Sama seperti yang diungkapkan oleh Wahyu, Bahiedin juga mengatakan orang yang pertama kali menyebar ini juga masuk dalam group WA Prodi Agribisnis angkatan 2017 dan 2018. Akan tetapi berdasarkan informasi terbaru orang tersebut telah mengeluarkan diri dari kedua group tersebut. Namun orang tersebut tidak mengakui bahwa ia telah menyebarkan foto tersebut, sekaligus ia bukanlah mahasiswa Agribisnis.
“Khususnya kami dari kepengurusan Himagri masih akan terus mencari tau siapa yang telah menjadi oknum dibalik ini semua. Tapi hingga sejauh ini ada dua kemungkinan besar yaitu foto ini didapatkan dari sreenshoot stories facebook milik Wahyu, atau dari orang yang meminta foto kepada Wahyu seperti yang Wahyu jelaskan. Dan untuk siapa orangnya kita belum bisa memastikan, akan tetapi untuk orang yang kami curigai sudah ada. Semoga kasus ini cepat selesai dan menemukan jalan terbaik,” Pungkasnya. (unyil)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

1 comments:

Write comments
December 23, 2018 at 3:21 AM delete

Bisa dijadikan Evaluasi Bagi pelaksana kegiatan sebenarnya berkaitan dengan Kualitas Dan kuantitas ke pofesional an kinerja

Reply
avatar