Nalar Kritis Terbungkam, Pers Mahasiswa Gelar Aksi Kamisan

Add Comment




Foto: Suasana Aksi Kamisan Kota Malang Disela-sela orasi (Asra)
Lpm-Papyrus.com - Matinya nalar kritis kebebasan pers mahasiswa (Persma) dalam mimbar akademis menjadi soroton dalam  aksi kamisan yang digelar Persma Kota Malang. Aksi tersebut di gelar di Balai Kota Malang, Kamis (28/03).

Aksi Kamisan berusaha menjelaskan bahwa kebebasan Pers Mahasiswa dalam mimbar akademik Perguruan Tinggi terus menurun. Perguruan Tinggi diarahkan menjadi punggawa industri. Tradisi kritis mahasiswa dibungkam. Liberalisme dan komersialisasi pendidikan semakin marak terjadi.

Koordinator Komite Aksi Kamisan Pramana Jati Pamungkas dalam oratornya mengatakan, masalah Perguruan Tinggi beragam, mulai dari keterbukaan informasi, kebebasan berekspresi dan persekusi. Titik temu permasalahan-permasalahan tersebut adalah kampus seolah menjadi tempat suci dimana kritik mahasiswa itu haram.

"Sementara itu yang baru-baru ini terjadi adalah kasus pers mahasiswa Lpm Suara Usu yang diancam rektor Universitas Sumatra Utara karena cerpen yang dianggap pro LBGT. Hal ini sangat merusak kebebasan mimbar akademik dan juga membatasi kreatif dan bakat mahasiswa," ujarnya

Hal senada juga disampaikan Badan Pengurus Nasional Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Wahyu Agung Prasetyo, seharusnya peraturan kampus melindungi jalannya proses akademik dan proses berkembangnya mahasiswa baik dalam bidang akademik, hak mahasiswa juga sesuai bakat dan minat mahasiswa.

"Namun yang terjadi hari ini, nama baik kampus selalu menjadi dalil kampus untuk membentengi diri dari kritik mahasiswa. Ketika nalar kritis dibungkam, disaat itu pulalah, mahasiswa semakin ditindas oleh kebijakan," tuturnya.

Lebih lanjut Wahyu menambahkan, kasus yang dialami Lpm Suara usu atas kesewenang-wenagan Rektor Universitas Sumatra Utara dalam memecat pengurus suara usu menandakan suara kritis mahasiswa semakin di bungkam oleh lembaga perguruan tinggi.

"Atas kasus-kasus pelanggaran kebebasan mimbar akademik yang sedang dan akan terjadi, Komite Aksi Kamisan menyatakan sikap. Mendesak birokrat perguruan tinggi mengusut tuntas kasus-kasus kebebasan mimbar maupun hak asasi mahasiswa dan juga mendesak Kemeristekdikti untuk membuat regulasi perguruan tinggi terkait kebebasan mimbar akademik mahasiswa," pungkasnya (asra)

Dorong Mahasiswa Kreatif Berbisnis, Himma Unitri Gelar Seminar

Add Comment


Foto: Pemukulan Gong Dalam Rangka Membuka Acara Seminar Nasional Himma Dari Biro Kemahasiswaan (Asra)


Lpm-Papyrus.com -  Dalam upaya mendorong mahasiswa meningkatkan kreativitas di bidang bisnis, Himpunan Mahasiswa Manajemen (Himma), Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang hari ini, mengadakan Seminar Nasional Kewirausahan. Seminar tersebut digelar di Gedung Olahraga (Gor) Unitri. Selasa (26/3).

Ketua Pelaksana, Dhela Eka Wahyu,  dalam sambutannya mengatakan, bahwa seminar tersebut digelar dengan tujuan untuk meningkatkan kreatifitas mahasiswa manajemen dalam mengikuti perkembangan zaman di bidang bisnis kreatif.

"Kita mengadakan seminar ini dengan tujuan untuk meningkatkan daya kreatif mahasiswa, khususnya bisnis," ujarnya

Selain itu, lanjut Eka, daya kreatif tersebut harus terus dikembangkan agar bisa mengikuti perkembangan zaman yang ada.

"Kita sebagai mahasiswa yang notabenenya generasi perubahan dan milenial harus terus menciptakan nilai-nilai yang kreatif dibidang bisnis. Dengan demikian kita bisa berinovasi dan mengikuti pergembangan zaman yang semakin maju," ujarnya

Sementara itu, Ketua Umum Himma, Dewi Fardahlia mengatakan bisnis kreatif tersebut sejatinya sudah ada di kurikulum  Prodi Manajemen. Oleh karena itu, mahasiswa harusnya sudah aksi dengan tetap berupaya menambah wawasan dibidang ekonomi kreatif dan terus berinovasi.

"Sudah jelas ada di kurikulum, jadi seminar kali ini juga sudah semakin mendukung, karenanya mahasiswa harusnya bisa terus berinovasi," jelasnya

Meksi demikian, Dewi tetap berharap  seminar tersebut membawa dampak positif bagi mahasiswa manajemen dan juga peserta lainnya.

"Harapan terbesar kami pada seluruh mahasiswa teruslah berkarya tanpa batas waktu di bidang ekonomi kreatif. Dengan demikian ilmu yang sudah kita dapatkan di bangku kuliah bisa kita terapkan di lingkungan sekitar," pungkasnya (asra)

Dies Natalis GMNI- 65, Revolusi Industri 4.0 Disoroti

Add Comment


Foto: peringatan disnat GMNI ke-65
Lpm.papyrus.com - Revolusi Industri 4.0 menjadi sorotan pembahasan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Malang dalam Dies Natalis  ke-65 GMNI. Meski dalam suasana Dies Natalis, moment tersebut justru dimanfaatkan untuk membahas revolusi 4.0 yang cukup banyak meresahkan publik. Minggu, (24/3)

Kader GMNI, Viktorius Dala, mengatakan bahwa revolusi 4.0 akan sangat berdampak bagi  masyarakat yang belum siap menerima kehadiran revolusi. Hal ini  dikarenakan sumber daya manusia masyarakat Indonesia yang pada umumnya masih minim.

"Karena secara sumber daya manusia, masyarakat Indonesia belum siap menerimanya dan jika menerima, maka masyarakat akan dirugikan, karena masyakarat kita adalah masyarakat konsumtif ," jelasnya.

Selain SDM, lanjut Vikorius, persoalan lainnya juga adalah infrastruktur seperti halnya jaringan dan teknologi didaerah-daerah terpencil juga masih sangat memprihatinkan.

"Bukan hanya SDM, pembangunan infrastruktur juga masih minim, bagaimana bisa masyarakat tahu revolusi, sementara, jaringan masih sangat susah," jelasnya.

Namun lain halnya dengan Pemateri Diskusi, Alumni Unmer Malang, Wanseslaus Fatlolon, ia justru menilai, revolusi industri nampaknya akan menjadi perang modal yang nantinya menguntungkan segelintir orang.

"Dalam kacamata GMNI, revolusi ini akan menghasilkan persaingan antar pemodal-pemodal, dan tentunya kita akan paham, siapa yang diuntungkan," jelasnya.

Untuk mencegah hal tersebut, perlu sebuah program yaitu harus di  kurikulumkan dan untuk infrastruktur perlu di benahi, karena sebenarnya Indonesia di serangi oleh kebijakan global dan Indonesia hanya sebagai pengguna.

Diakhir, Ketua Komisariat GMNI Fisip, Didy Gandur berharap, diskusi tersebut mampu memberikan pencerahan kepada setiap organ organisasi dan melakukan aksi dalam bentuk penyadaran-penyadaran kepada masyakarat.

"Semoga GMNI mampu kreatif menggunakan teknologi dan terus melakukan penyadaran kepada masyarakat lewat media," pungkasnya (edu)

FP Unitri Genjot Kedaulatan Pangan Berbasis Kearifan Lokal

Add Comment


Foto: pemaparan materi dari pemateri Semnas Fakultas Pertanian
Lpm.papyrus.com- Kedaulatan pangan nasional berbasis kearifan lokal menjadi isu strategis yang sering didiskusikan publik. Hari ini, Fakultas Pertanian (FP), Universitas Tribuwhana Tunggadewi (Unitri) Malang, membahasnya dalam Seminar Nasional dengan mendatangkan pihak birokrasi, dan akademisi di Gor Unitri. Senin, (25/3).

Muhammad chori, Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Batu, dalam seminar menjelaskan bahwa salah satu cara mewujudkan kedaulatan pangan adalah dengan memanfaatkan potensi disetiap daerah dan membudidayakannya.

"Untuk kota Batu, kita sudah menerapkan itu. Jadi, setiap desa, dilihat potensinya apa. Lalu dibentuk koperasi petani, yang fungsinya menampung hasil pertaniaan, nah dari sana baru dijual ke pasar, " tuturnya.

Hal tersebut, lanjutnya, akan memberikan keuntungan kepada petani karena petani yang mengelolah koperasi dan koperasi yang akan memberikan harga kepada pasar.

"Petani akan untung dengan penerapan sistem yang bagus. Oleh karena itu, mata rantai yang selama ini cukup buruk harus diberhentikan, agar petani tidak rugi dengan hasil pertaniaannya," jelasnya

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Sukendah, Dosen UPN Veteran Jatim, pemanfaatan potensi setiap daerah akan membantu masyarakat mengurangi konsumsi produk-produk impor.

"Misalnya jeruk ya, ketika kita budidayakan dan produksi sendiri, maka petani jeruk bisa diuntungkan dari sana, karena sebenarnya produk- produk kita tak kalah hebat dengan produk-produk yang ada di Indomaret atau Alfamart," tuturnya.

Pembudidayaan itu, harus juga dibuka lebar ke setiap daerah. Caranya adalah dengan membuka akses ke berbagai pulau yang ada di Indonesia.

"Memanfaatkan pontensi lingkungan yang ada didaerah akan membantu desa yang tertinggal menjadi desa maju," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Dwi Prastyanto menjelaskan bahwa kondisi ketahanan pangan di Indonesia juga membutuhkan peran mahasiswa untuk mengatasi persoalan tersebut.

"Makanya hari ini menggelar seminar, kita ingin mengedukasi teman-teman, bukan hanya mahasiswa pertaniaan ,tapi juga semua mahasiswa agar terlibat dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional," jelasnya

Edukasi tersebut, lanjut Dwi akan membantu mahasiswa mengembangkan produk-produk yang ada didaerahnya masing-masing.

" Kita tahu bahwa mahasiswa disini banyak yang dari luar pulau, jadi harapan terbesarnya adalah apa yang dipelajari disini bisa diterapkan didaerahnya nanti,"pungkasnya. (linda)

Himakom Gelar Lomba PUGB, 3 Squad Sabet Uang Tunai

Add Comment

Foto: para pemenang kompetisi PUBG bersama dengan panitia penyelenggara (ist)


Lpm.papyrus.com - Himpunan Mahasiswa Jurusan (Himakom) Ilmu Komunikasi kali ini menghadirkan lomba Game PUBG tingkat Universitas. Tak tanggung-tanggung, lomba tersebut diminati oleh 29 squad dari berbagai fakultas di Unitri. Dari 29 squad yang mengikuti, 3 diantaranya berhasil meraih uang tunai, Sabtu, (23/3).

Menurut ketua pelaksana, Santo, tiga squad yang memenangkan pertandingan terdiri dari squad PH, KG team, dan Bujang Erangel.

"Pemenangnya ada tiga squad, ada PH yang menempati juara satu, KG Team untuk juara dua, dan juara tiga, ditempati bujang erangel," jelasnya

Dan untuk total hadiah menurut Santo, terdiri dari 500 ribu rupiah, 300 ribu rupiah dan 200 ribu rupiah.

"500 ribu untuk juara satu, juara dua, 300 ribu dan juara tiga, 200 ribu, " tuturnya.

Hadiah tersebut, lanjut santo adalah hasil daripada perjuangan dan permainan strategi yang bagus dari masing- masing squad.

 "Dalam pertandingan, mereka harus menunjukan ketangkasan mereka dengan bermain strategi sejitu mungkin. Hanya dengan itu, mereka bisa mengalahkan lawannya dan memperoleh gelar juara", jelasnya

Sementara itu, terlepas dari hadiah yang diperoleh, salah satu Peserta squad, Andi juga menyampaikan apresiasinya kepada Himakom yang sudah menggelar acara.

" Acara ini asyik, seru dan menyenangkan dan yang paling saya apresiasi adalah baru kali ada lomba game seperti ini di Unitri, sementara selama ini game sering dianggap permainan yang tidak ada gunanya, " jelasnya

Selain itu juga, lanjut Andi, lomba game, tidak berhenti sampai disini, namun ada lomba- lomba game lagi kedepannya.

"Tetap kita tunggu kedepannya, semoga akan ada lagi pertandingan seperti ini, dan bila perlu dibuka antar kampus," pungkasnya.(Unto)

Minim Sarjana Baru, Fikes Unitri Adakan Yudisium 7 Mahasiswa

Add Comment
Foto: Peserta Yudisium Mahasiswa Keperawatan Bersama dosen Fikes  dalam sesi Foto Bersama (Asra)

Lpm-Papyrus.com - Yudisium Program Studi (Prodi) Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang kali ini, minim peserta. Hal tersebut terbukti dari 7 orang mahasiswa saja yang mengikuti yudisium kali ini. Sabtu (23/3)

Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Sugeng Rusmiwari mengatakan, jumlah tersebut dikarenakan mahasiswa-mahasiswi tersebut termasuk mahasiswa angkatan-angkatan yang cukup lama di Unitri.

" Rata-rata mereka mahasiswa angkatan lama, ada juga yang angkatan 2013, " jelasnya

Meski demikian, lanjut Sugeng, seluruh civitas akademik dan seluruh dosen menyampaikan apresiasi kepada sarjana-sarjana keperawatan tersebut.

" Semoga apa yang mereka dapatkan disini, bisa diimpelemtasikan dimasyakat dan mampu menjadi perawat yang handal di masa depan," tuturnya.

Sementara itu mahasiswa peraih IPK 3,78, Hiskia Indiriani juga menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada dosen Fikes yang sudah memberikan ilmu dan bimbingan selama menjalankam perkuliahan selama beberapa tahun terakhir ini.

"Semoga ilmu dan gelar yang hari ini kami dapatkan bisa kami terapkan di dunia kerja nantinya. Kami juga berharap agar setiap apa yang kami dapatkan dibangku perkuliahan maupun praktek laboratorium ilmu keperawatan menjadi bekal di dunia kerja nantinya," pungkasnya (Asra)

Fisip Unitri Yudisium 39 Sarjana Baru

Add Comment
Foto: foto bersama peserta yudisium Fisip dan jajaran civitas akademika Fisip
Lpm.Papyrus.com - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang resmi meluluskan 39 sarjana pada periode tahun ajaran 2018/2019 genap. Kegiatan yang dilaksanakan di Laboratorium Bahasa tersebut, dihadiri oleh seluruh jajaran civitas akademika Fisip, Sabtu (23/03).

Dekan Fisip, Willy Tri Hardianto mengungkapkan bahwa yudisium tahun ini merupakan kali pertama lulusan Prodi Administrasi Publik menggunakan gelar S. Ap, dimana sebelumnya menggunakan gelar S. Sos. Selain itu ia juga menyampaikan rasa bangganya kepada semua lulusan Fisip periode 2018/2019 genap.

"Saya ucapkan selamat kepada seluruh peserta yudisium Fisip, yang dikesempatan hari ini sudah resmi menggunakan gelar baru. Semoga nantinya bisa diamalkan dengan baik," jelas Willy.

Peserta Yudisium terbaik Fisip, Slanus Belo juga turut menyampaikan rasa bahagianya. Dengan memperoleh IPK 3,92 ia mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh dosen yang telah membantu selama proses ia menjadi Mahasiswa di Unitri.

"Disini saya mewakili teman-teman yang hari ini yudisium mengucapkan terimakasih dan juga rasa bersyukur. Ini semua bukanlah akhir tetapi awal bagi kami. Semoga setelah ini, walaupun diluar sana kami semua masih bisa kompak," pungkasnya.

Ratusan Mahasiswa FE Unitri, Raih Gelar Sarjana

Add Comment

Foto:Caption : Suasana pembukaan Yudisium FE Unitri
Lpm.papyrus.com - Universitas Tribhuwana Tunggadewi (unitri) Malang, Fakultas Ekonomi, Program Studi Akuntansi dan Manajemen menggelar Yudisium di Graha utama, Sabtu, (23/3).

Yudisium tersebut diikuti oleh 216 mahasiswa, terdiri dari dengan, 106 mahasiswa Program Studi Manajemen dan 110 mahasiswa Program Studi Akuntansi.

Dekan Fakultas Ekonomi, Nur Ida Iriani mengatakan bahwa yudisium merupakan titik puncak keberhasilan seorang mahasiswa untuk gelar sarjana yang diperoleh dan itu juga menjadi awal perjuangan untuk mengimplementasikan gelar sarjana tersebut nantinya di masyarakat.

 "Puji syukur atas keberhasilan rekan-rekan mahasiswa Fakultas Ekonomi Program studi Manajemen dan Akuntasi. Semoga ilmu yang diperoleh selama disini bisa diimpelemtasikan di masyarakat," ujarnya.

Keberhasilan itu, lanjut Ida, bukanlah akhir dari perjuangan, namun titik awal perjuangan baru dimulai.

"kami memberi profisiat kepada saudra saudara  yang sebentar lagi akan menjadi sarjana yang handal pada masyarkat, tapi ingat ini merupakan awal bukan akhir dari suatu  perjuangan saudara," pungkasnya.

Raih Beasiswa S3, Ellen Motivasi Rekan Dosen

Add Comment

Foto: Ellen dan jajaran Dosen Ilmu Komunikasi Unitri
Lpm.papyrus.com - Ellen Meianzi Yasak, salah satu dosen Ilmu Komunikasi Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang merupakan satu dari  sekian banyak dosen yang berkesempatan untuk memperoleh beasiswa S3.

Tidak hanya fokus kepada pendidikannya, ia juga sering kali membagikan pengalaman serta pengetahuannya kepada Dosen Ilmu Komunikasi Unitri yang lain. Seperti yang dilakukannya pada hari Kamis lalu, (21/03), di ruangan rapat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unitri.

Menurut pantuan papyrus, pada kesempatan tersebut, Ellen berbagi tips kepada para Dosen lain, bagaimana melakukan penelitian untuk Disertasi. Tujuannya adalah memotivasi rekan dosennya lain melanjutkan program pendidikan S3.

"Hari ini saya juga akan berbagi bagaimana perjalanan selama proses  penelitian dan bagaimana penelitian untuk disertasi, dengan harapan bisa memotivasi rekan-rekan dosen yang hadir," tuturnya.

Penelitian yang diangkat Ellen adalah penelitian dengan pendekatan Semiotika Sosial Multimodal dengan judul Dominasi Maskulin pada Karya Perempuan Perwarta Foto Indonesia.

"Kebetulan yang sampaikan kali ini adalah salah satu penelitian saya, yang berjudul Dominasi Maskulin pada Karya Perempuan Pewarta Foto Indonesia dengan Pendekatan Semiotika Sosial Multimodal," tuturnya.

Sementara itu selain Sharing, kegiatan tersebut juga disertai adanya diskusi antar Dosen. Baik mengenai penelitian yang diangkat oleh Ellen maupun mengenai berbagai program pendidikan S3.

"Sangat besar harapan saya, nantinya banyak Dosen lain yang melanjutkan pendidikanya. Karena saya yakin asalkan kita berniat semua pasti akan ada jalannya. Saya memulai ini semua juga tidak mudah dengan perjalanan yang sangat panjang, akan tetapi semua pasti nanti akan terbayar dengan lunas," pungkasnya.

Bentuk Pengabdian Masyarakat, UABT Unitri Buka Unitri Cup

Add Comment


Foto: Pembukaan UABT CUP 2019 (nanda)

Lpm.papyrus.com - Unit Aktivitas Bulu Tangkis (UABT) Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang, kembali membuka Unitri Cup Se- Jawa Timur. Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pengabadian Unitri kepada masyarakat sesuai dengan yang tertuang dalam Tri Dharma perguruan tinggi. Senin (18/3)

Biro Kemahasiswaan, Agung Suprojo dalam sambutan pembukaan Unitri Cup menjelaskan bahwa bentuk pengabdian yang dilakukan oleh UABT ini sangat diapresiasi. Karena dengan adanya pertandingan ini, maka masyarakat pun diberi ruang untuk mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki.

"Ini adalah bentuk pengabdian Unitri kepada masyarakat, khususnya Jawa Timur, bahwa kampus kerakayatan ini ingin menunjukan jika kita mampu menyediakan ruang untuk masyakarat berkreativitas," jelasnya

Pertandingan tersebut, lanjut Agung,  adalah awal dari terciptanya generasi-generasi juara. Generasi tersebut juga harus tetap menjunjung tinggi sportivitas sebagai sang juara.

"Dengan bertanding, anak- anak yang sekarang hadir akan siap jadi juara, dan generasi Indonesia akan menjadi generasi yang luar biasa " tuturnya

Hal senada juga disampaikan, Ketua Pelaksana, Bey Santus, bahwa sportivitas pemain untuk menjadi juara menjadi hal yang sangat ditekankan dalam pertandingan selama kurang lebih sepekan ke depan.

"Semua pemain dituntut untuk menjaga sportivitas dan menciptakan suasana permainan yang sehat dan pada akhirnya pertandingan ini melahirkan sang juara yang memiliki jiwa spotifitas, " Pungkasnya.(linda,nanda,ordi)

Membanggakan, Komunitas Perisai Diri Unitri Raih Tiga Mendali Emas dan Perunggu

Add Comment

Foto: Penyerahan Medali Pada Atlet Perisai Diri (Ist)

Lpm-Papyrus.com - Komunitas Perisai Diri Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, kali ini berhasil menoreh  prestasi gemilang dibidang kejuaran pencak silat tingkat nasional. Hal tersebut terbukti dengan berhasil diperolehnya tiga mendali emas dan satu perunggu dalam perlombaan Pencak Silat Unitomo Cup 1 Universitas Dr. Soetomo Surbaya. Minggu (17/3).

Menurut pantauan Papyrus, mendali emas dan perunggu tersebut diperoleh oleh empat atlet. Atlet- atlet tersebut adalah Deni Katauhi, Program Studi Peternakan, Edwin Hunggurami, Prodi Administrasi Publik, Mersiana Rafi, Prodi Teknologi Industri Pertanian dan satu atlet peraih perunggu, Blandina Ngongo, Prodi Keperawatan.

Atlet peraih medali emas, Edwin Hunggurami, ketika dihubungi Papyrus mengatakan bahwa komunitas perisai diri Unitri sangat berterima kasih pada semua pihak yang sudah memberikan dukungan secara material maupun doa dalam rangka mengikuti ajang kejuaran Pencak Silat di Unitomo Surabaya.

"Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Civitas akademik Unitri yang sudah memberikan kami wadah untuk terus mengasah keterampilan terlebih lagi rekan-rekan komunitas perisai diri Unitri," ujarnya

Sementara itu,  Manager Komunitas Perisai Diri Unitri Emilia R Goring, mengatakan bahwa kejuaran diraih adalah awal dari perjuangan rekan-rekan perisai diri Unitri, untuk berjuang dan menciptakan atlet- atlet yang lebih berkualitas. Hal tersebut nantinya akan membuat komunitas perisai diri bisa eksis dikancah nasional dan mampu mengharumkan perguruan dan almamater tercinta.

"Ini adalah awal dari keberhasilan dan dengan ketekunan untuk terus berlatih maka kita akan terus berhasil menciptakan atlet-atlet yang lebih berkualitas.

Keberhasilan tersebut, lanjut Goring selain mengharumkan nama kampus juga mampu menjadi ajang promosi keberadan komunitas.

"Besar harapan kami, selain untuk mengharumkan almamater, juga bisa  mempromosikan komunitas diluar kampus. Terlebih lagi saat ini, perisai diri Unitri masih menjadi komunitas sangat diharapkan bisa menjadi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)," Pungkasnya (asra)

BEM Unitri Adakan Penutupan Probinmaba Angkatan 2018

Add Comment

Foto: Penampilan Musik Dari UKM Violet Unitri Dalam Acara Probinmaba (Asra)


Lpm-Papyrus.com - Badan Eksekutif Mahasiswa (Bem) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang adakan acara Penutupan Program Pembinaan Mahasiswa Baru (Probinmaba) angkatan 2018, di Grahadi Utomo, Minggu (17/3).

Ketua Pelaksana Probinmaba, Gregorius Hendi Kusno, mengatakan bahwa hari ini merupakan acara penutupan dari beberapa kegiatan, diantaranya ada yang berbasis akademis dan non akademis, selama masa pembinaan mahasiswa baru angkatan 2018.

"Probinmaba di mulai sejak bulan oktober sampai Desember 2018 namun acara penutupannya masih belum diadakan diakhir probinmaba. Karena masih ada kendala dalam persiapan panitia dan juga dilihat dari kesibukan mahasiswa angkatan 2018 dalam perkuliahan," ujarnya.

Hari ini, lanjut Gregorius, penutupan Probinmaba dilakukan untuk mengakhiri semua rangkaian kegiatan dari awal probinmaba hingga berakhir di bulan Desember 2018 lalu.

Sementara itu, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (Bem) Unitri, Titus Kura, mengatakan bahwa momentum penutupan probinmaba diharapkan menjadi sarana untuk menjalin keakraban terhadap sesama mahasiswa di lingkup kampus dan luar kampus.

"Momentum probimaba sekiranya menjadi sarana untuk jalinan keakraban sesama mahasiswa angkatan 2018," ujarnya.

Momentum tersebut, lanjut Titus sekiranya mampu memberikan ilmu baru dibidang akademis dan nonakademis sehingga bisa mempraktekkan apa yang diperoleh selama kegiatan probimaba berlansung.

"Sekiranya apa yang sudah didapatkan selama berlangsungnya Probinmaba memberikan ilmu dibidang akademis dan bisa dipraktekkan dalam bangku perkuliahan dan kehidupan sosial di lingkungan masyarakat," pungkasnya. (asra)

Komunitas Kalatnas Perisai Diri Unitri Kirimkan 11 Atlet Ikuti Pertandingan Silat Cup I Unitomo Surabaya

Add Comment

Foto: Keberangkatan Atlet Perisai Diri Unitri Di Unitomo Surabaya (Ist)
Lpm-Papyrus.com - Komunitas Keluarga Silat Nasional (Kalatnas) Perisai Diri Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang kirimkan 11 Atlet Perisai Diri untuk ikuti pertandingan pencak silat cup I di Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya. Sabtu (14/3).

Manajer Komunitas Keluarga Silat Nasional Perisai Diri Unitri Emilia R Goring, ketika dihubungi Papyrus menjelaskan bahwa tujuan Unitri turut serta mengikuti pertandingan pencak silat tersebut adalah untuk terus membangun relasi dan memperkenalkan kampus di luar Malang lewat atlet-atlet Unitri.

"Kami ingin mengenalkan Unitri dihadapan kampus-kampus dengan menampilkan atlet- atlet yang sudah terlatih," jelasnya.

Sementara itu, Goring juga berharap atlet- atlet Kelatnas Perisai Diri Unitri untuk tetap menjaga nilai-nilai perisai diri sebagai perguruan historis yang selalu mengisih, mengasah dan mengasuh teknik-teknik beladiri di area pertandingan.

"Semoga atlet yang bertanding tetap menjunjung tinggi nilai- nilai perisai diri dan mengasuh teknik-teknik beladiri selama pertandingan," ujarnya

Hal senada juga di sampaikan Atlet Perisai Diri Edwin Hunggurami, Komunitas Kelatnas Perisai Diri Unitri ingin mengembangkan bakat yang di miliki anggota perguruan dalam mengikuti pertandingan di luar kampus. Dengan demikian bisa membawa nama almamater di kancah nasional.

" Selain mengharumkan nama almamater, kami juga berharap pertandingan ini sekiranya menjadi ajang seorang pesilat yang berbudi luhur menghargai pencak silat sebagai salah satu budaya bangsa Indonesia, " jelasnya

Edwin juga berharap pertandingan tersebut juga menjadi tempat untuk berlatih dan melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang tetap menjaga nama perguruan.

"Semoga pertandingan bisa  menjadi tempat berlatih untuk melahirkan generasi atlet yang profesional dan dapat bersaing di kancah nasional," pungkasnya (asra)

Bukti Peduli Sesama, IKAMATRI Malang Galang Dana Untuk Korban Bencana

Add Comment

Foto: Mahasiswa Manggarai galang dana di Perempatan  ITN, Sabtu (16/03), untuk korban bencana di Labuan Bajo.


Lpm.papyrus.com - Terusik dengan rasa kemanusian akan penderitaan sesama manusia, Ikatan Mahasiswa Manggarai (IKAMATRI) Kota Malang hari ini menggelar penggalangan dana. Hal tersebut dilakukan tidak lain untuk menolong korban bencana banjir dan longsor di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT, Sabtu (16/03).

Menurut pantaun Papyrus, aksi tersebut berada didua titik yaitu, perempatan ITN dan Jalan Sigura Ketawanggede, Kec.Lowokwaru dan berlansung selama dua hari.

Koordinator kegiatan, Didi Gandur mengatakan bahwa hal tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kecintaan mahasiswa Manggarai terhadap sanak keluarga yang tertimpa bencana alam.

"Kami cukup terhenyak terhadap longsor dan banjir yang terjadi di tanah tercinta Manggarai, jika hari ini kami kami hanya melihat dari sosial media, maka hari inipun kami ini menunjukan bahwa kami juga peduli, kami juga turut merasakan penderitaan mereka, apalagi salah teman kami, sanak keluarganya juga tertimpa bencana," tuturnya.

Bukti kepedulian tersebut, jelas Didi ditunjukan dengan partisipasi mahasiswa penggalangan yang melibatkan mahasiswa tiga kabupaten.

"Meski bencana ini tidak menimpa semua wilayah kabupaten, namun mahasiswa yang bergabung  terdiri dari Manggarai Tengah, Timur dan Barat. Mereka yang bergabung ada 20 orang dan itu luar biasa, " tuturnya

Sebelum menggelar aksi, kata Didi mereka juga mempersiapkan penggalangan selama lima hari. Persiapan tersebut berupa pembentukan tim penggalangan dan juga cara- cara penggalangan dana yang baik.

"Kami sudah melakukan persiapan lima hari sebelumnya yaitu dengan pembentukan tim penggalangan, dengan tujuan mempermudah pendapatan dana," ujar Kader GMNI tersebut.

Diakhir wawancara, Didi berharap agar aksi besok lebih melibatkan banyak mahasiswa lagi, terlebih anggota IKAMATRI dan Manggarai.

" Harapan saya, besok akan lebih banyak lagi yang bergabung, sehingga dana yang terkumpul juga bisa cukup untuk membantu korban," Pungkasnya (alfred)

Liga Mahasiswa (LIMA) Sosialisasikan Sports Industry Di Unitri Malang

Add Comment
Foto : Sesi foto Bersama Ormawa dengan CEO Liga Mahasiswa (Asra)


Lpm-Papyrus.com - Liga Mahasiswa (LIMA) mengadakan sosialisasi mengenai Sports Industry Training and Workshop di Ruangan B23  lantai 2 Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang. Kamis (14/3).

Acara yang dipelopori oleh Biro Kemahasiswaan Unitri ini,  mengundang 2 pembicara yaitu Ryan Gozali (CEO LIMA) dan Achmad Lanang (Konsultan dan Praktisi Media). Selain itu acara juga  dihadiri oleh perwakilan badan pengurus harian dan anggota organisasi mahasiswa (Ormawa) Unitri.

Chiep Executive Officer (CEO) Liga Mahasiswa (Lima) Ryan Gozali dalam paparannya materi, menjelaskan tiga pokok bahasan yaitu Sports Management, Sports Marketing dan Sports Industry.

"Ada tiga hal penting yang perlu dibahas yaitu, Sports Management, Sports Marketing dan Sports Industry," jelasnya

Selain itu, Ia mengatakan bahwa Liga Mahasiswa perlahan-lahan bergerak menjadi sebuah platform untuk pemilihan bibit-bibit atlet nasional.

“Untuk memajukan industri olah raga, kita butuh orang-orang yang memang serius dibidang olahraga. Oleh karena itu, tim-tim dari setiap kampus kemampuannya juga harus signifikan. Semua aspek juga harus bisa bersinergi dengan baik supaya masyarakat terutama anak muda bisa mempertimbangkan karier di bidang olah raga,” ujarnya.

Hal senada juga di sampaikan Achmad Lanang, pemateri Pubclications dan sponsorship Umbro Indonesia bahwa industry olahraga tulang punggungnya adalah sponsorship. Karena untuk tetap berjalan dengan baik maka di perlukan dukungan dari sponsoship.

“Saya berharap dengan hadirnya Liga Mahasiswa akan dapat memberi semangat bagi mahasiswa supaya ikut terlibat aktif dalam industri olahraga dan setiap Unit Kegiatan Mahasiswa juga semakin terdorong untuk dapat menorehkan prestasi bersama Liga Mahasiswa,” pungkasnya. (Asra)

Tanggapi Isu Industri, FKNSDA Gandeng LPM Gelar Nobar

Add Comment


Foto bersama LPM Dan Organisasi Ekstra (Asra)


Lpm-Papyrus.com - Keberadaan industri yang memberikan banyak dampak kepada masyarakat rupanya kembali menjadi pusat perhatian aktivis lingkungan. Hal tersebut dibahas dalam Diskusi film dokumenter Asimetris yang di gelar Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) melalui Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Papyrus di Lab Bahasa Unitri Malang.( Rabu,13/3)
Perlu diketahui, industri yang dimaksudkan dalam film Asimetris adalah industri kelapa sawit yang hampir menguasai seluruh pulau Kalimatan.

Menurut pantauan Papyrus, Keberadaan industri dalam film Asimetris tersebut digambarkan mampu memberikan efek besar kepada masyarakat, entah itu petani, pekerja- pekerja, pemerintah hingga media masa.

Koordinator FNKSDA Malang, Asrofi dalam paparan diskusi film menjelaskan bahwa keberadaan industri  mampu menjauhkan generasi muda dari kecintaannya kepada kehidupan alam ataupun warisan budaya turun temurun. Pada akhirnya berpengaruh terhadap ketidakpedulian generasi terhadap alam dan merusak alam.

"Saat ini kita menjadi tidak paham bagaimana menjadi petani yang baik dan mengelolah lahan sendiri, kita hanya menikmati yang ada. Yang ada ini milik siapa, ketika ditanya, milik industri atau kapital," ujarnya

Pemilik modal, lanjut Asrofi semakin menguasai atau merampas lahan, sementara masyarakat hanya mendapat sedikit keuntungan. Oleh karena itu, perlu gerakan nyata dan berjejaring agar mampu mengatasi persoalan secara bersama.

"Kita terus berusaha untuk menggerakan anak muda agar cinta lingkungan budaya, agar mampu mengenal daerahnya sendiri, memahami tanah tempat tinggalnya dan menghargai warisan leluhur," tuturnya

Asrofi juga berharap, semua organisasi entah itu Omek, orda ataupun pers mampu berjejaring dan berjuang bersama dengan kepentingan seluruh masyarakat Indonesia.

"Harapan terbesar saat ini adalah generasi muda kita harus mengodok pergerakan aksi nyata dengan meninggalkan kepentingan organisasi masing- masing untuk masalah lingkungan dan industri ini, karena jika bukan kita siapa lagi, dan jika bukan sekarang kapan lagi," Pungkasnya (asra/linda)

Ungkapkan Kesetaraan Gender, GMKI Komisariat Daud Unitri Bagi Bunga Di Lampu Merah Ijen

Add Comment
Kaum Perempuan GMKI Membagikan Bunga Di Lampu Merah Ijen (Asra)
Lpm-Papyrus.com - Gerakan Mahasiswa Kristen (GMKI) Komisariat Daud Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang lakukan pembagian bunga di lampu merah dalam rangka memperingati hari perempuan sedunia di Jalan Ijen Kota Malang. Sabtu (09/03).

Ketua GMKI Komisariat Daud Unitri, Subastian Manunggala mengatakan, penyambutan hari perempuan dunia merupakan suatu kebanggaan bagi kaum perempuan karena kaum perempuan dituntut setara dengan laki-laki.

"Pembagian bunga ini bisa menjadi wujud sosok perempuan yang lemah lembut namun mampu menyampaikan ungkapan kasih sayangnya terhadap publik," tuturnya

Selain itu, lanjut Subastian hal tersebut juga sebagai wujud arpresiasi terhadap diperingatinya hari Perempuan Sedunia.

"Kami sebagai kaum mahasiswa  sangat mendukung dan mengapresiasi hari perempuan se- dunia. Maka dari itu kami lakukan pembagian bunga kepada pengguna jalan sebagai wujud kasih sayang dan  bukti jika perempuan bisa bersuara didepan publik," ujarnya.

Hal senada juga di sampaikan Kepala Bidang Aksi Dan Pelayanan (Kabid Akspel) Umbu Kudu Tangar, bahwa mereka berkomitmen membangun kesetaraan kepada kaum perempuan dalam menyampaikan pendapat di depan umum.

"Kami berharap dengan perayaan hari perempuan se- dunia bisa menjaga kesetaraan dan kasih sayang kaum perempuan," pungkasnya (asra)

Unitri Malang Sediakan 5 Pick Up Untuk Karnaval Bersih Desa Tlogomas

Add Comment

Pick Up Dalam Persiapan Mengikuti Karnaval (Asra)

Lpm-papyrus.com - Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang sediakan 5 Pick Up untuk mengikuti karnaval bersih Desa Tlogomas. Minggu (3/3).

Dalam Pick Up yang di sediakan Unitri diisi oleh 5 Fakultas, diantaranya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes), Fakultas Teknik dan Fakultas Ekonomi.

Koordinator Karnaval Unitri, Rio mengatakan Karnaval bersih desa Tlogomas memberikan kesempatan untuk masing- masing fakultas Unitri untuk berpartisipasi dalam mengikuti Karnaval tersebut.

"Pihak Unitri sudah merupakan bagian dari masyarakat Tlogomas karena Kampus terletak ditengah-tengah masyarakat Tlogomas. Karena itulah, kita turut berpartisipasi dalam karnaval bersih desa kali ini," tuturnya kepada Papyrus.

Lebih lanjut Rio menambahkan, partisipasi Karnaval tersebut dapat memberikan nilai yang positif untuk Unitri dan mahasiswanya.

"Kami berharap dengan bergabungnya Unitri dalam karnaval bersih Desa Tlogomas, bisa memberikan efek yang baik seperti promosi kampus dan menambah kedekatan mahasiswa di hati masyarakat," pungkasnya (asra)