Header Ads

ad

Mengenal Migran Lebih Dekat



Lpm-papyrus.com- Berbicara tentang buruh migran yang pertama muncul di benak kita adalah ketika ada berita besar naik di media nasional. Entah kasus asusila dari majikan, ketidakadilan di tempat kerja hingga kekerasan. Namun apa sisi lain dari migran yang mungkin luput dari perhatian kita ?

Dalam diskusi bertajuk "Eksil dan Buruh Migran Indonesia" ada beberapa hal menarik yang bisa kita lihat bersama mengenai permasalahan buruh migran ini.

Ketua Serikat Buruh Migran di Belanda, Ratna Saptari mengungkap fakta yang cukup mengejutkan. Kondisi buruh migran banyak yang un ducomented (tidak memiliki dokumen resmi) kerap ditemui ketika dia mendampingi buruh migran yang bermasalah. Mirisnya, buruh migran ini masuk bukan karena faktor kesengajaan tetapi sebagian besar karena tidak paham tentang prosedur keimigrasian.

Misalkan saja, para imigran sudah membayar calo 70-100 juta untuk mendapatkan visa. Akan tetapi visa yang didapat ternyata bukan untuk kerja secara sah dan diakui di suatu negara. Hal ini membuat  mereka terpaksa bertahan hidup dengan bekerja serabutan di negara orang lain dengan gaji dan jaminan yang tidak memuaskan.

Kejanggalan yang kurang lebih sama juga ditambahkan Sulih Indra Dewi dalam penyampaiannya tentang program Au Pair.

Program Au Pair  merupakan program pertukaran pudaya yang dilakukan oleh pemuda/i single terutama perempuan berusia 18-27 tahun. Ketika menjadi Au Pair, anggotanya menjadi asisten domestik dari negara asing yang bekerja dan tinggal dengan keluarga angkat (host family)  sebagai bagian dari keluarga mereka juga ikut serta dalam tanggung jawab host family.

Hal ini Ternyata sering disalahgunakan oleh Aupair dari Indonesia maupun host family yang mengundang.

Dari Indonesia sendiri misalnya, ada pemalsuan data mengenai umur dan status perkawinan hingga masalah dari host family yang melempar tanggung jawab kepada orang lain.

Memiliki host family yang welcome di Belanda diakui Sulih sebagai sebuah hal yang patut disyukuri.

"Saya bersyukur karena saya mendapat host family yang begitu baik dan sesuai dengan yang saya harapkan. Tetapi kondisi seperti ini belum tentu dimiliki oleh teman-teman yang lain di host family mereka," akunya.

Kabar baiknya adalah program Aupair relatif bisa terlindungi karena ada kontrak dengan host family sehingga bisa menuntut apabila ada masalah.

Beberapa kondisi seperti ini perlu untuk terus menerus didiskusikan. Meskipun solusi tidak pernah mudah. (tini)

No comments