Sepasang, Kere & Idealis



Mayoritas mahasiswa organisasi itu kere-kere, Bung.
Mereka itu idealis, bukan realistis.
Mereka penegak keadilan dan penggaung kebenaran, bukan pencari keuntungan apalagi pemerhati keuangan.
Karena mereka memeluk organisasinya dengan radikal, bukan secara-abal abal.

Bung, pikir sendiri ya.
Di kampus, mereka menjadi tempat keluh kesah bagi mahasiswa yang kerjanya di kosan main PUBG usai kuliah.
Mereka yang sebenarnya pintar dan punya ketrampilan, dicabut beasiswanya karena mengkritik kampus yang bertindak tidak sesuai aturan.

Disangka dengan begitu mereka akan berhenti ? Beuh ! Guru kencing berdiri murid kencing berlari.
Yaa. Walaupun ada beberapa orang yang ciut dan pamit undur diri.

Kebanyakan dari mereka memilih untuk tidak berpasangan apalagi pacaran.
Daripada malam minggu apelin pasangan, mending hari senin saja apelin bendera kebanggan.
Daripada ngehabisin duit buat makan berdua, mending ngehabisin duit buat konsumsi & transportasi orasi ke balai kota. Kantong emang sering krisis, tapi yakin saja catatan pahala naik drastis.

Mahasiswa organisasi itu memang tidak bisa dipisakan dari idealis dan kere.
Tapi jangan salah. Mereka itu manusia paling merdeka tanpa dikte.
Kaum proletar muda yang gigih melawan hedonisme.
Syukur-syukur tua nanti tidak jadi tikus dengan tampilan perlente.

Maka dari itu, Oii. Mahasiswa !
Janganlah takut-takut berorganisasi.
Keremu itu hanya terasa saat masih di Perguruan Tinggi.
Bodoh sekali kalian kalo sampai mengkerdilkan potensi.
Coba mulai berproses di GMNI, HMI, PMII, dan masih banyak lagi.
Ku doakan khusnul khotimah nanti kalau kau mati. (widy)

No comments