Dekan Pertanian Unitri Berhasil Menjadi Ketua Harian APTS-IPI Kongres II

Indonesia
Penjelasan mengenai Kongres I APTS-IPI  oleh Bapak Amir Hamzah- Ambu
Lpm-papyrus.com- Dekan Fakultas Pertanian  Univeritas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang Dr.Ir Amir Hamzah berhasil terpilih menjadi Ketua Harian Kongres Asosial Perguruan Tinggi Swasta Ilmu Pertanian Indonesia ( APTS-IPI) pada kongres kedua di Universitas Muhammadiyah Malang dengan masa tiga tahun kepemimpinan, Jumat (8/11).

Kongres I APTS-IPI dilaksanakan di Jogjakarta pada tahun 2017, kemudian pada kongres ke II dilaksanakan di Malang pada tahun 2019. Dengan persyaratan satu orang kandidat dari setiap wilayah. Dari wilayah Jawa Timur ada dua kandidat yang diajukan yaitu Dekan Pertanian dari Universitas Muhammadiyah Malang Dr.,Ir.David Hermawan,M.P.,LPM dan Dekan Pertanian Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang Dr.Ir.Amir Hamzah.MP sehingga yang terpilih mewakili wilayah Jawa Timur adalah Dr.,Ir.David Hermawan,M.P.LPM sedangkan Dr.Ir.Amir Hamzah.MP juga tetap diajukan oleh wilayah lain yang tidak terduga olehnya.

Setelah terpilih menjadi ketua Harian dan bertugas sebagai operasional, Dr.Ir.Amir Hamzah, MP yang juga mengatakan dalam waktu dekat ini ia telah merencanakan program kerja yang akan dilaksanakan pada tahun 2020 mendatang, dan dibahas pada rapat kerja di Jakarta.

"Proker yang sudah kami rencanakan yang nanti akan diputuskan dalam rapat kerja, yang pertama itu adalah bagaimana penguatan masing-masing institusi supaya tidak terjadi ketimpangan antar penguruan tinggi swasta yang satu dengan perguruan tinggi swasta lainnya. Bagaimana caranya, caranya adalah mendorong masing-masing dekan perguruan tinggi untuk menyatukan pandangan bagaimana masa depan pertanian. Apalagi sekarang sudah menghadapi era revolusi 4.0. Dan juga sudah ada tawaran dari direktur pembelajaran nanti tahun 2020 ada semacam transfer mahasiswa yang akan dikirim keluar negeri sekitar 10 orang, dengan biaya mahasiswa yang dikirim ditanggung oleh pemerintah. Negara yang menjadi target dalam proker ini adalah Jerman, Jepang dan Australia, tetapi ini masih dalam perencanaan yang nanti akan kami bahas pada rapat kerja mendatang di Jakarta," ungkapnya, Sabtu (30/11).

Dosen pertanian itu juga mengatakan harapannya adalah mahasiswa yang diberangkatkan nanti setelah pulang bisa menjadi petani milenial yang  tidak lagi identik dengan cangkul, kotor, jorok tetapi menjadi petani milenial yang inovatif dan kreatif.

"Saya berharap mahasiswa yang dipilih dan diberangkatkan ke luar negri nanti bisa pulang menjadi seorang petani milenial yang tidak lagi identik dengan cangkul dan kotor tetapi petani yang inovatif dan kreatif," ungkapnya ketika diwawancarai. (ambu)

No comments