Inovasi PR Menghadapi Industri 4.0

Inovasi PR Menghadapi Industri 4.0
Suasana berlangsungnya pemaparan materi bagi peserta seminar - Istimewa
Lpm-papyrus.com- Program Studi Ilmu Komunikasi Konsentrasi Public Relation (PR) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, mengadakan seminar regional mengangkat tema "The Inovation Of Public Relations" bertempat di Gedung Olahraga Unitri, Kamis (14/11).

Seminar tersebut dihadiri tiga orang pemateri yaitu Ivone Andayani ST., M.MT sebagai Manager Corporate Communication PT. Telkom wilayah Timur, Imawan Mashuri, SH.,MH dari Komisaris Jawa Pos Grup dan Dosen Ilmu Komunikasi Unitri Herru Prasetya Widodo,S.AP.,M.Si.

Adapun peserta yang mengikuti seminar tersebut kurang lebih 400 orang  dari berbagai Program Studi dan dihadiri oleh Kepala Program Studi serta  Dosen Ilmu Komunikasi Unitri.

Ketua pelaksana Marsia Jesika menjelaskan alasan memilih tema "The Inovation Of Public Relations" pada seminar regional tersebut karena menuntut praktisi-praktisi PR untuk bisa mengikuti perkembangan zaman terutama di industri 4.0 dan juga  melatih serta mengembangkan potensi mahasiswa.

"Bagaimana di industri 4.0 ini kita harus bisa berpikir cepat, mengikuti perkembangan zaman yang pesat dan melatih kita untuk berinovasi baru dan mengembangkan potensi mahasiswa apalagi kita kan praktisi-praktisi PR, jadi seminar seperti ini penting," ujarnya.

Pemateri pertama sekaligus pendiri Arema Media Grup, Imawan Mashuri mengungkapkan bahwa dirinya senang bisa kembali lagi hadir di Unitri menjadi pemateri.

"Saya sangat apresiasi Unitri  semangatnya sangat bagus, jadi pengen ke sini lagi. Berikut, saya juga senang  bisa berjumpa lagi dengan teman mahasiswa dari Indonesia Timur. Ada beberapa perusahaan saya yang masih berdiri di sana, beberapa kali pernah bekerjasama dengan orang Timur dan saya sangat respect dengan semangat mereka. Sehingga usaha Unitri untuk melakukan pemerataan terhadap penduduk lokal perlu didukung apalagi di bidang komunikasi. Karena komunikasi menentukan maju mundurnya sesuatu," akunya.

Ia melanjutkan bahwa mahasiswa yang nanti pulang ke kampung halaman diharapkan agar bisa menjadi komunikator yang baik.

"Banyak potensi dari daerah yang patut dibranding dengan baik. Sehingga menjadi komunikator untuk promosi daerah menjadi kemampuan yang harus dimiliki. Teknologi yang semakin mempermudah pun diharapkan menjadi jembatan agar SDM dapat terjangkau merata dan lebih banyak bermanfaat," ungkap pendiri JTV tersebut.

Selain itu, salah satu peserta seminar regional Chodijah Nurfajrin Fachmi mengangkat jempol dan memberi apresiasi kepada panitia yang sudah sukseskan kegiatan ini.

"Acaranya keren, karena dari angkatan konsentrasi PR sebelumnya tidak pernah mengadakan seminar dengan peserta sebanyak ini. Jadi saya sangat mengapresiasi semua panitia, terkhusus konsentrasi PR 2017," pungkasnya. (anita/elisa/tini)

No comments