Melawan Lupa, Kenali Sosok Ani Idrus

Indonesia
Gambar karikatur Ani Idrus dalam Google Doodle

Lpm-papyrus.com- Hari ini tampilan Google Doodle tampak terlihat istimewa dari biasanya, saat akan membuka mesin pencarian di Google, kita akan menemukan gambar karikatur sosok wanita yang mengenakan kerudung dan kacamata serta memiliki berlatar belakang halaman koran yang membentuk kata "GOOGLE".

Karikatur tersebut adalah Ani Idrus, tepat pada saat ini, Senin 25 November 2019 Google memperingati hari ulang tahun Ani Idrus yang ke-101.

Ani Idrus merupakan reporter senior yang lahir pada 25 November 1918  dan meninggal pada 9 Januari 1999. Ani Idrus juga merupakan salah satu pendiri Harian Waspada bersama suaminya H. Mohamad Said pada tahun 1947.

Karir Ani Idrus dimulai sejak tahun 1930 sebagai penulis di majalah Panji Pustaka, Jakarta. Kemudian pada tahun 1936 bekerja di "Sinar Deli" Medan sebagai pembantu pada majalah "Politik Penyedar". Lalu, pada tahun 1938 Ani Idris menerbitkan sebuah majalah politik "Seruan Kita" suaminya H. Mohammad Said. Kemudian pada tahun 1947 menerbitkan "Harian Waspada" juga bersama H. Mohammad Said. Dua tahun kemudian, 1949, menerbitkan majalah "Dunia Wanita".

Ani Idrus tidak hanya bergelut di bidang jurnalistik, tetapi juga dalam bidang politik di Indonesia. Dilansir dari Google Doodle, Ani Idrus adalah anggota gerakan politik Young Indonesia, sejak saat itu aktivisme Idrus terus berkembang. Dia menghadiri Kongres Wanita Pertama Indonesia, yang membawanya untuk memimpin Front Wanita Sumatera Utara dan menjadi Wakil Sekretaris Jenderal Front Nasional Sumatera Utara.

Berkaitan erat dengan pengabdian Ani Idrus pada tujuan yang menguntungkan wanita Indonesia adalah dorongannya untuk meningkatkan pendidikan di seluruh negeri. Dampaknya pada sistem pendidikan ditandai dengan pembukaan delapan sekolah, pendirian Yayasan Pendidikan Ani Idrus (YPAI), serta layanannya sebagai Ketua Sekolah Sepak Bola Waspada.

Ani Idrus merangkum misinya untuk meningkatkan kehidupan orang Indonesia di seluruh nusantara, terutama perempuan dan anak-anak.

Mungkin terasa mustahil untuk mengetahui berapa banyak kehidupan yang secara positif dipengaruhi oleh upaya Ani Idrus yang tak kenal lelah baik dalam bidang jurnalisme, pendidikan, atau politik. Tetapi satu hal yang pasti, karyanya berdiri sebagai monumen untuk prinsip-prinsipnya. (baker)

No comments