Audiensi Terbuka, Beberapa Aspirasi Mahasiswa Telah Disampaikan

Malang
Suasana berlangsungnya audiensi terbuka
Lpm-papyrus.com- Sebagai bentuk keterbukaan terhadap aspirasi mahasiswa, Rektor Universitas Tribuwana Tunggadewi (Unitri) Malang melakukan audiensi terbuka di Ruang Sidang, Lantai II, Unitri, Jumat (13/12).

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unitri, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Unitri serta beberapa perwakilan mahasiswa dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unitri.

Pertemuan resmi tersebut merupakan salah satu cara agar mahasiswa Unitri dapat menyampaikan usulan-usulan dari kekurangan fasilitas dan sarana prasarana yang ada, serta solusi yang dapat ditawarkan oleh forum.

Rektor Unitri Prof. Dr. Ir. Eko Handayanto, M.Sc mengaku, sangat senang dan berterima kasih pada mahasiswa yang telah menyelenggarakan audiensi.

"Usulan mereka konstruktif bukan usulan yang menjelekkan, bagus itu. Saya senang sekali bisa ketemu seperti ini dan saya yakin makin ke depan makin lebih bagus lagi," ujarnya saat diwawancarai tim Papyrus.

Eko juga menambahkan selanjutnya laporan tertulis yang diberikan oleh perwakilan mahasiswa akan ditindak lanjuti, hal tersebut merupakan prioritas agar mahasiswa merasa nyaman selama belajar di Unitri.

"Jadi laporan tertulis yang disampaikan mahasiswa akan kita tindak lanjuti, hal ini tentu prioritas, semuanya akan kita upayakan semua terpenuhi. Sehingga mahasiswa itu nyaman belajar di sini, tenang dan bangga begitu, karena dengan dana yang terbatas kita akan upayakan. Saya sebagai Rektor juga termasuk salah satu pendiri tidak pernah berpikir pribadi, dalam tanda petik mohon maaf untuk mengambil keuntungan dari situ," pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh ketua BEM Unitri Didikardianus Gandur, ia mengatakan poin-poin yang disampaikan saat audiensi berlangsung berkaitan dengan fasilitas, proses pelayanan serta sarana dan prasarana Kampus Unitri.

"Beberapa poin yang kami sampaikan terkait dengan fasilitas, proses pelayanan prasarana yah. Karena bagaimana pun itu adalah kewajiban kampus yang tentu untuk menunjangi fasilitas atau mutu pendidikan di Kampus Unitri," ujarnya.

Sementara itu Umbu Mera selaku ketua UAKM-K Logos mengaku, kurang puas karena audiensi terbuka berlangsung dengan waktu yang sedikit dan beberapa peserta yang tidak sempat menyampaikan aspirasinya.

"Terkait dengan hasil rapat tadi, kalau bagi kami dari UAKM-K Logos itu sendiri tidak puas. Karena ruang untuk kami berbicara sedikit sekali, jadi dari semua mahasiswa hanya beberapa saja yang berbicara," ujarnya.

Umbu Mera melanjutkan aspirasi yang ingin disampaikan agar diketahui oleh peserta audiensi lainnya. "Jadi sebenarnya kami dari UAKM-K Logos ingin sampaikan yaitu terkait dengan Gedung GOR, kami kesulitan saat meminjam ruangan kegiatannya harus bersifat workshop, dies natalis, dan seminar. Karena kami sifatnya kerohanian berarti kami yah ibadah gitu. Harapannya ke depannya bisalah setidaknya memikirkan kami mahasiswa protestan, karena kami tidak punya fasilitas khusus untuk tempat beribadah. Apalagi saat ini momennya natal, kami juga ada ibadah natal bersama dan tahun baru bersama," pungkasnya. (baker/epak/anisa)

No comments