Ad-Dakhil Adakan Sekolah Islam Gender di Vihara Dharma Mitra Malang

Malang
Vihara tempat berjalannya kegiatan PMII Rayon Fisip Ad-Dakhil - Ist
Lpm-papyrus.com- Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon FISIP AD-DAKHIL wujudkan pemahaman anggota PMII di bidang Islam Gender, hal itu dilakukan sebagi program kerja wajib Kopri Rayon FISIP AD-DAKHIL. Kegiatan ini berlangsung di Vihara Dharma Mitra Malang tempat ibadah Agama Buddha, hal tersebut juga merupakan salah satu bentuk toleransi antar agama, bahasa dan budaya.

Sekolah Islam Gender (SIG) ini
berlangsung selama dua hari dari tanggal 28 hingga 29 Desember 2019, serta dihadiri sebanyak 20 peserta dari beberapa Rayon di luar, kegiatan ini juga mengangkat tema "Setarakan Gender Dalam Tubuh PMII", sebagai bentuk refleksi dan pemikiran untuk menyikapi persoalan islam gender di dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini ditanggapi oleh Ketua Kopri Rayon FISIP Ad-Dakhil, Sitna Aisa S Iqobula, bahwa di dalam tubuh PMII seharusnya tidak ada batas penghalang antara laki-laki dan perempuan, dewasa ini masih ditemui banyak yang tidak paham terkait perannya masing-masing.

"Dengan adanya SIG ini, kita mampu mengimplementasikan nilai-nilai yang kita dapat serta tidak ada lagi kata perempuan itu tidak pantas jadi pemimpin seperti ketua rayon, tidak ada lagi persepektif perempuan lemah,  ungkapnya.

Siti Aisa juga menyampaikan pesan bagi peserta yang telah mengikuti SIG ini dapat mengimplementasikan nilai-nilai yang sudah diterima. "Saya berpesan setelah mengikuti SIG kali ini, peserta dapat mengaplikasikan nilai-nilai yang sudah didapat serta menyalurkan kepada sahabat/i yang lain," katanya.

Desi Dwi Anissa yang sering disapa Duwi  salah satu peserta (SIG) dari PMII Tulungagung, mengungkapkan bahwa pemuda tidak hanya sekedar tau masalah gender, tapi bisa menerapkan apa yang didapat, dipahami serta berusaha mengamalkan dan mempelajari kepada khalayak.

"Ilmu yang sudah didapat jangan dipendam sendiri. Disharekan ke sahabat/i yang lain dari Rayon atau Komisariat masing-masing, agar pemahaman terkait gender tidak sepotong-sepotong, saya menghimbau agar tetap semangat, tetap solit, kritis, jangan mementingkan diri sendiri dan tetap jaga persahabatan dan terakhir saya ucapkan banyak terimakasih kepada AD-DAKHIL yang telah menjemput saya ke stasiun meski kami tidak kenal sebelumnya demi mengikuti SIG kali ini, dan Alhamdulillah banyak sekali Ilmu yang saya dapat," ujarnya.

Ketua pelaksana Devita Sari juga melontarkan argumen yang senada bahwa seluruh kader PMII khususnya anggota SIG tak berhenti berproses.

"Tetap semangat jangan sampai kendor, di Follow up ilmu yang sudah didapat serta gunakan teman-teman yang dari kampus lain untuk bahan relasimu nanti. Karena seribu teman terasa kurang, tapi satu musuh terlalu banyak," ujarnya. (hanif)

No comments