Bina Karakter Siswa SD, PGSD Unitri Adakan Lomba

Malang
Suasana siswa SD yang siap mengikuti permainan.
Papyrus - Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Pendidikan, Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, menyelenggarakan Lomba Permainan Tradisional (LPT) dengan tema "Generasi Alpha Dalam Melestarikan Budaya Bangsa yang Berkarakter", Jumat (13/03/2020).

Dalam kegitan lomba permainan tradisional, jumlah peserta 28 orang dari 4 Sekolah Dasar. Guru wali dan orang tua murid turut ikut serta dalam lomba tersebut untuk memberi semangat kepada peserta yang mengikuti lomba.

Ketua pelaksana Petrus Paulus Leu mengatakan bahwa konsep kegiatan lomba tersebut dirangkai dalam bentuk permainan tradisional dengan persiapan teknis yang matang.

"Konsepnya kami yang pertama itu di GOR (Gedung Olahraga), dengan lomba mendongeng, semuanya kami sudah siap baik sound system-nya. Tim jurinya, konsumsinya dan sebagainya kami sudah fix dan juga kami alihkan ke lapangan untuk permainan tradisional. Namun dalam perjalanannya, ya mungkin alam tidak bersahabatan dengan kami, sehingga turun sedikit tetapi alhamdulillah kegiatan kami bisa berjalan dengan lancar," katanya.

Petrus juga berharap agar badan pengurus jurusan PGSD dapat bekerja sama dengan sekolah-sekolah dalam menjalankan program kerjanya.

"Sehinga berpeluang bagi pendidik, bahwa ketika kita mengadakan observasi dan PKL dan penelitian bisa diterima, jadi kalau bisa kita bekerja sama dengan sekolah, istilahnya Memorandum of Understanding (MoU) artinya kesepahaman, kesepakatan dan kerjasama," tuturnya.

Sementara itu, ketua himpunan mahasiswa PGSD Ahmad Anis Syafi'i mengatakan, tujuan kegiatan lomba permainan internasional tersebut untuk menghindari kecanduan gadget dan game online.

"Lomba tradisional adalah untuk mengurangi atau merefleksi dari permainan-permainan yang hampir punah dan untuk menggurangi anak-anak kecanduan gadget yang sudah kita tahu bahwa, mereka sudah tercantum dengan game-game online, jadi kita sebagai calon guru ingin menciptakan lagi permainan-permainan tradisional yang sudah mulai pudar," ungkapnya.

Pembina himpunan mahasiswa PGSD Wahyu Widodo, juga menegaskan bahwa salah satu bidang PGSD adalah Sekolah Dasar. "Kami mengambil lomba permainan tradisional, salah satunya untuk mengajak kembali anak-anak SD. Bukan hanya main gadget tapi juga mau memainkan permainan tradisional, ya walaupun milenial tapi permainan tradisional masih relevan gitu lho, masih mengasyikkan, menyenangkan bagi mereka," katanya.

Wahyu juga menambahkan skema permainan tersebut dalam bentuk group, hal tersebut dilakukan untuk melihat bagaimana cara bekerja sama peserta dengan sportif.

"Kalaupun kita melihat anak-anak mereka mununjukan ekspresi yang antusias, senang, gitu ya menikmati permainan, ada rasa kompetisi namun tetap sportif, mereka bisa saling bekerja sama dengan temannya, ya mungkin mereka jarang sekali temukan di keseharian sekolahnya gitu," tuturnya.

Salah satu peserta yang mengikuti lomba Gio Vinco dari SD Surya Buana mengatakan sangat antusias sekali dalam menggikuti lomba permainan tradisional. "Merasa senang, seru, banyak teman sama namba jam terbang seperti ikut lomba gitu," ujarnya. (epak)

No comments