Tangisanku untuk Dunia

Ilustrasi Wabah Corona (Shutterstock) 

Papyrus - Disudut kota itu aku duduk termenung sepi
Aku tak mampu mengeluarkan sepatah kata dari mulutku
Ketika mendengarkan duniaku dalam keadaan luka.
 
Begitu banyak negara  didunia merasa sedih 
Melihat manusia mati dengan cara
tak pantas

Begitu banyak Dokter,perawat merasa  lelah dan letih merawat pasien yang datang silih berganti.

Oh Tuhan...
Aku tak mengerti dengan duniaku ini
Aku tak paham dengan keadaan duniaku ini
Berilah petunjukmu Tuhan agar bumiku lekas sembuh.

Aku mencoba bertanya kedalam diri
Apakah ini hukuman darimu Tuhan
Ataukah ulah dari umatmu sendiri
Yang membuat bumi menjadi sedih.

Sembuhkanlah kembali bumiku Tuhan
Kembalikanlah dia seperti semula
Yang selalu cerah dan bahagia
Bagi kami umat manusia...

*Puisi ditulis oleh Marselinus Seliman, mahasiswa Ilmu Komunikasi Konsentrasi Jurnalistik.

No comments