Pentingnya Budaya Gotong-royong di Tengah Pandemik Covid-19

Frederikus Bintang Hayati 
Papyrus - Gotong-royong merupakan istilah Indonesia untuk bekerja bersama-sama mencapai sesuatu yang diinginkan. Istilah ini sudah ada sejak lama bahkan menjadi budaya masyarakat desa.

Misalnya ketika membangun jalan raya dan memindahkan rumah, mereka bersama-sama  dengan tujuan untuk membantu meringankan beban yang ditanggung.

Budaya gotong-royong di Indonesia sudah ada sejak zaman sejarah. Untuk bertahan hidup tentu manusia membutuhkan kerja sama antara satu sama lain demi  mencapai apa yang diinginkan.

Tentu sebagai makhluk sosial kita sangat membutuhkan bantuan dari  orang lain untuk keberlangsungan hidup setiap hari. 

Sangat penting sekali budaya gotong royong untuk diterapkan dalam kehidupan masyarakat agar nilai-nilai yang terkandung didalamnya masih tetap kokoh.

Nilai-nilai tersebut seperti nilai kebersamaan, rela berkorban, persatuan dan tolong-menolong. Nilai-nilai ini yang harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud nyata masyarakat berbangsa dan bernegara kita agar tercipta kedamaian dan ketenteraman diantara sesama. 

Melihat realita yang terjadi dalam sejarah peradaban manusia sampai sekarang ini, dari situ kita bisa menilai dengan kaca mata kita sendiri. 

Bahwa dahulu pada jaman sejarah nilai gotong royong itu sangat melekat dalam kehidupan sehari-hari ketimbang dewasa sekarang.

Menurut hemat saya faktor yang paling dasar mempengaruhi pudarnya nilai-nilai gotong-royong adalah perkembangan teknologi dan infomasi yang begitu cepat mengubah seluruh aspek tatanan sosial masyarakat sehingga lebih mudah masyarakat mengikuti gaya hidup yang individualisme.

Dalam kondisi tatanan kehidupan sosial masyarakat seperti ini, tentu budaya gotong-royong harus hadir ditengah kehidupan masyarakat bukan sekedar sebagai omongan belaka, tetapi harus benar-benar dengan tindakan nyata agra bisa berguna bagi sesama dalam masyarakat.

Saya melewati masa kecil bahkan sampai remaja di desa,  jadi tahu betul apa manfaat dan tujuan dari budaya gotong-royong di kehidupan sehari-hari. Dari situ saya bisa berpendapat bahwa sangat pantas nilai-nilai gotong-royong kita lestarikan di era sekarang untuk diteruskan ke generasi penerus bangsa.

Tetapi sangat di sayangkan ketika melihat fakta yang terjadi sekarang ini masyarakat  malah memilih gaya hidup yang individualisme dan tidak peduli dengan sesama. Hal ini menjadi tantangan besar yang harus kita hadapai bersama didalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Sebagai anak muda indonesia saya merasa sedih ketika melihat fenomena ini terjadi di kehidupan nyata sehingga sangat mudah sekali nilai-nilai yang terkandung dalam budaya gotong-royong pudar.

Pudarnya nilai-nilai ini karena sikap masyarakat yang tidak rela berkorban  untuk membantu sesama masyarakat dan mengedepankan  sikap egoisme yang notabene akan merusak tatanan sosial masyarakat.

Pada saat seperti itulah kita akan menyadari bahwa sejatinya kehidupan adalah hidup berdampingan dan saling membantu bukan menjatuhkan satu sama lain. Segala perasaan tercurah dan menimbulkan banyak tanya ketika ini dibiarkan terus menerus dan tak seorang pun yang peduli.

Mewakili banyaknya pertanyaan yang sekarang masih tersimpan dalam benak, saya hendak melayangkan pertanyaan  agar sikap dan tindakan kita selaras dengan apa yang kita ucapakan. 

Pertanyannya adalah apakah masih penting kita jaga dan mempertahankan nilai-nilai budaya gotong-royong itu?
Pertanyaan ini sebenarnya sangat mudah untuk dijawab dengan kata-kata kita sendiri tetapi sulit untuk kita praktekkan dalam kehidupan sosial kita.

Untuk menjawab pertanyaan ini tidak cukup dengan kata-kata tetapi dengan tindakan nyata agar bisa tercipta kehidupan sosial yang baik.

Anak muda sebagai masa depan bangsa yang menjadi hak dan kewajiban kita adalah tetap menjaga dan mempertahankan  nilai-nilai budaya gotong royong itu sendiri sebagai budaya yang diwarikan oleh para pendahulu.

Agar nilai-nilai yang terkandung didalamnya tetap eksis ditengah maraknya perkembangan teknologi dan informasi yang sangat pesat. Kita harus bisa bagaimanapun dan dalam keadaan apapun untuk menjaga dan mempertahankannya budaya gotong-royong tetap ada dalam kehidupan sosial masyarakat.

Pandemik covid-19

Dengan adanya Covid-19 yang memiliki nama asli Virus Corona yang merajalelah dunia sekarang ini membawa dampak buruk bagi kehidupan masyarakat.

Baik dari aspek  ekonomi, aspek politik, aspek sosial serta aspek pendidikan. aspek-aspek ini terkena imbas dari Covid-19. 

Pemerintah sudah mengeluarkan beberapa kebijakan strategi  diantaranya  adalah: Physical Distancing atau Jaga Jarak, Penelusuran Kontak, Isolasi Mandiri dan juga  Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) yang bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Ada beberapa negara yang mengklaim  sudah berhasil menangani covid-19. Seperti negara Singapura,Vietnam dan Korea Selatan. Juga adapula negara yang sampai saat ini masih belum berhasil menangani Covid-19 seperti negara indonesia.

Tetapi semoga dengan beberapa kebijakan strategi yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah bisa membantu untuk menurunkan jumlah pasien yang terpapar Covid-19. 

Strategi ini sudah dipertimbangkan dengan  matang oleh pemerintah mengingat sampai sejauh ini belum ditemukan vaksin ataupun kapan kira-kira wabah ini akan berakhir.

Kunci utama dari semua ini adalah bagaimana kita beradaptasi dengan masa sulit bahkan saat kita sedang menghadapai ketidakpastian ekonomi baik nasional maupun ekonomi global.

Tidak hanya itu, Covid-19  adalah momentum bagi kita semua untuk merefleksikan kembali tatanan kehidupan masyarakat kita agar sampai pada titik bahwa betapa pentingnya budaya gotong-royong untuk mengatasi berbagai persoalan dan tantangan yang melimpah dunia saat ini khususnya Indonesia.

Ini akan mengacu juga pada alternatif yang diinginkan seperti apa,salah satunya adalah mengedepankan budaya gotong-royong. Dengan budaya gotong royong kita bahu-membahu membantu satu sama lain dalam menghadapi situasi pandemik Covid-19.

Untuk mencapai keberhasilan ditengah pandemik ini alangkah baiknya singkirkan segala sikap egoisme dan gaya hidup individualisme sehingga kita bisa membantu dan membagi apa yang menjadi kebutuhan dari masyarakat di sekitar kita yang dampaknya sangat fatal. 

Mari berjuang bersama melawan Covid-19 dengan  menumbuhkan budaya gotong royong yang diwariskan agar menghadapi situasi seperti ini kita tetap sabar dan penuh keyakinan bahwa secepatnya ini akan berakhir. Juga meringankan beban mereka yang terhimpit masalah ekonomi karena beban mereka juga beban kita semua.

Dengan gotong royong maka semua tertolong bukan saja sekedar kata yang tidak memilik makna, tetapi ketika melihat situasi sekarang ini bahwa pantas budaya gotong royong di pertahankan serta dilestarikan.

Covid-19 selain mengajarkan kita untuk  menumbuhkan budaya gotong-royong dalam  kehidupan kita, juga untuk harus hidup secara  teratur,seperti menjaga kebersihan,pola makan yang teratur, menjaga imunitas agar tetap sehat, membangun hubungan baik dengan sesama, serta tak kalah penting  adalah untuk tidak melupakan sang pemilik kehidupan.

Hak dan kewajiban kita tidak sampai disini. Kita harus wujudkan budaya gotong-royong itu dalam kehidupan nyata. Agar generasi penerus bangsa bisa melihat dan dan merasakan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam budaya gotong-royong itu sangatlah penting di era digital sekarang.

Semoga semua nilai-nilainya tidak berakhir di tengah arus globalisai yang memiliki tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia.
Pandemik akan segera berakhir jika kita bisa mengikuti seluruh tata tertib yang dikeluarkan oleh pemerintah, demi kebaikan kita bersama.

Pentingnya Budaya Gotong-royong di Tengah Pandemik Covid-19
Papyrus - Gotong-royong merupakan istilah Indonesia untuk bekerja bersama-sama mencapai sesuatu yang diinginkan. Istilah ini sudah ada sejak lama bahkan menjadi budaya masyarakat desa. Misalnya ketika membangun jalan raya dan memindahkan rumah, mereka bersama-sama dengan tujuan untuk membantu meringankan beban yang ditanggung.

Budaya gotong-royong di indonesia sudah ada sejak zaman sejarah. Untuk bertahan hidup tentu manusia membutuhkan kerja sama antara satu sama lain demi mencapai apa yang diinginkan.

Tentu sebagai makhluk sosial kita sangat membutuhkan bantuan dari orang lain untuk keberlangsungan hidup setiap hari.

Sangat penting sekali budaya gotong royong untuk diterapkan dalam kehidupan masyarakat agar nilai-nilai yang terkandung didalamnya masih tetap kokoh.

Nilai-nilai tersebut seperti nilai kebersamaan, rela berkorban, persatuan dan tolong-menolong.
Nilai-nilai ini yang harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud nyata masyaraka berbangsa dan bernegara kita agar tercipta kedamaian dan ketenteraman diantara sesama.
Melihat realita yang terjadi dalam sejarah peradaban manusia sampai sekarang ini, dari situ kita bisa menilai dengan kaca mata kita sendiri. Bahwa dahulu pada jaman sejarah nilai gotong royong itu sangat melekat dalam kehidupan sehari-hari ketimbang dewasa sekarang.

Menurut hemat saya faktor yang paling dasar mempengaruhi pudarnya nilai-nilai gotong-royong adalah perkembangan teknologi dan infomasi yang begitu cepat mengubah seluruh aspek tatan sosial masyarakat sehingga lebih mudah masyarakat mengikuti gaya hidup yang individualisme.

Dalam kondisi tatanan kehidupan sosial masyarakat seperti ini, tentu budaya gotong-royong harus hadir ditengah kehidupan masyarakat bukan sekedar sebagai omongan belaka, tetapi harus benar-benar dengan tindakan nyata agra bisa berguna bagi sesama dalam masyarakat.

Saya melewati masa kecil bahkan sampai remaja di desa, jadi tahu betul apa manfaat dan tujuan dari budaya gotong-royong dikehidupan sehari-hari. Dari situ saya bisa berpendapat bahwa sangat pantas nilai-nilai gotong-royong kita lestarikan di era sekarang untuk diteruskan ke generasi penerus bangsa.
Tetapi sangat di sayangkan ketika melihat fakta yang terjadi sekarang ini masyarakat malah memilih gaya hidup yang individualisme dan tidak peduli dengan sesama. Hal ini menjadi tantangan besar yang harus kita hadapai bersama didalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sebagai anak muda indonesia saya merasa sedih ketika melihat fenomena ini terjadi di kehidupan nyata sehingga sangat mudah sekali nilai-nilai yang terkandung dalam budaya gotong-royong pudar.

Pudarnya nilai-nilai ini karena sikap masyarakat yang tidak rela berkorban untuk membantu sesama masyarakat dan mengedepankan sikap egoisme yang notabene akan merusak tatanan sosial masyarakat.

Pada saat seperti itulah kita akan menyadari bahwa sejatinya kehidupan adalah hidup berdampingan dan saling membantu bukan menjatuhkan satu sama lain. Segala perasaan tercurah dan menimbulkan banyak tanya ketika ini dibiarkan terus menerus dan tak seorang pun yang peduli.

Mewakili banyaknya pertanyaan yang sekarang masih tersimpan dalam benak, saya hendak melayangkan pertanyaan agar sikap dan tindakan kita selaras dengan apa yang kita ucapakan. Pertanyannya adalah apakah masih penting kita jaga dan mempertahankan nilai-nilai budaya gotong-royong itu?


Pertanyaan ini sebenarnya sangat mudah untuk dijawab dengan kata-kata kita sendiri tetapi sulit untuk kita praktekkan dalam kehidupan sosial kita.
Untuk menjawab pertanyaan ini tidak cukup dengan kata-kata tetapi dengan tindakan nyata agar bisa tercipta kehidupan sosial yang baik.

Anak muda sebagai masa depan bangsa yang menjadi hak dan kewajiban kita adalah tetap menjaga dan mempertahankan nilai-nilai budaya gotong royong itu sendiri sebagai budaya yang diwarikan oleh para pendahulu.

Agar nilai-nilai yang terkandung didalamnya tetap eksis ditengah maraknya perkembangan teknologi dan informasi yang sangat pesat. Kita harus bisa bagaimanapun dan dalam keadaan apapun untuk menjaga dan mempertahankannya budaya gotong-royong tetap ada dalam kehidupan sosial masyarakat.
Pandemik covid-19


Dengan adanya Covid-19 yang memiliki nama asli Virus Corona yang merajalelah dunia sekarang ini membawa dampak buruk bagi kehidupan masyarakat.

Baik dari aspek ekonomi, aspek politik, aspek sosial serta aspek pendidikan. aspek-aspek ini terkena imbas dari Covid-19. Pemerintah sudah mengeluarkan beberapa kebijakan strategi diantaranya adalah: Physical Distancing atau Jaga Jarak, Penelusuran Kontak, Isolasi Mandiri dan juga Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) yang bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Ada beberapa negara yang mengklaim sudah berhasil menangani covid-19. Seperti negara Singapura,Vietnam dan Korea Selatan. Juga adapula negara yang sampai saat ini masih belum berhasil menangani Covid-19 seperti negara indonesia.

Tetapi semoga dengan beberapa kebijakan strategi yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah bisa membantu untuk menurunkan jumlah pasien yang terpapar Covid-19. Strategi ini sudah dipertimbangkan dengan matang oleh pemerintah mengingat sampai sejauh ini belum ditemukan vaksin ataupun kapan kira-kira wabah ini akan berakhir.

Kunci utama dari semua ini adalah bagaimana kita beradaptasi dengan masa sulit bahkan saat kita sedang menghadapai ketidakpastian ekonomi baik nasional maupun ekonomi global.
Tidak hanya itu, Covid-19 adalah momentum bagi kita semua untuk merefleksikan kembali tatanan kehidupan masyarakat kita agar sampai pada titik bahwa betapa pentingnya budaya gotong-royong untuk mengatasi berbagai persoalan dan tantangan yang melimpah dunia saat ini khususnya Indonesia.

Ini akan mengacu juga pada alternatif yang diinginkan seperti apa,salah satunya adalah mengedepankan budaya gotong-royong. Dengan budaya gotong royong kita bahu-membahu membantu satu sama lain dalam menghadapi situasi pandemik Covid-19.
Untuk mencapai keberhasilan ditengah pandemik ini alangkah baiknya singkirkan segala sikap egoisme dan gaya hidup individualisme sehingga kita bisa membantu dan membagi apa yang menjadi kebutuhan dari masyarakat di sekitar kita yang dampaknya sangat fatal.

Mari berjuang bersama melawan Covid-19 dengan menumbuhkan budaya gotong royong yang diwariskan agar menghadapi situasi seperti ini kita tetap sabar dan penuh keyakinan bahwa secepatnya ini akan berakhir. Juga meringankan beban mereka yang terhimpit masalah ekonomi karena beban mereka juga beban kita semua.

Dengan gotong royong maka semua tertolong bukan saja sekedar kata yang tidak memilik makna, tetapi ketika melihat situasi sekarang ini bahwa pantas budaya gotong royong di pertahankan serta dilestarikan.

Covid-19 selain mengajarkan kita untuk menumbuhkan budaya gotong-royong dalam kehidupan kita, juga untuk harus hidup secara teratur,seperti menjaga kebersihan,pola makan yang teratur, menjaga imunitas agar tetap sehat, membangun hubungan baik dengan sesama, serta tak kalah penting adalah untuk tidak melupakan sang pemilik kehidupan.

Hak dan kewajiban kita tidak sampai disini. Kita harus wujudkan budaya gotong-royong itu dalam kehidupan nyata. Agar generasi penerus bangsa bisa melihat dan dan merasakan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam budaya gotong-royong itu sangatlah penting di era digital sekarang.

Semoga semua nilai-nilainya tidak berakhir di tengah arus globalisai yang memiliki tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia.

Pandemik akan segera berakhir jika kita bisa mengikuti seluruh tata tertib yang dikeluarkan oleh pemerintah, demi kebaikan kita bersama. (Frederikus Bintang Hayati) 

2 comments:

  1. "MERDEKA"....., Kata Bung Karno Kalo Pancasila diperas maka akan menjadi Gotong Royong, dan itu berarti dasar negara kita menganjurkan itu, Gotong Royong. sebab betul seperti yang Bung Freder katakan bahwa Gotong royong adalah budaya Indonesia yang sudah ada dan tumbuh bersama-sama rakyat Indonesia itu sendiri dari masa paling awal berdirinya Nusantara ini. Semoga ini Bukan tulisan tampa Implementasi.

    ReplyDelete