Hari Anak Sedunia, Kesejahteraan Anak Harus Diperhatikan

 

Dosen Ilmu Komunikasi, Sulih Indra Dewi, S. Sos., M.A saat ditemui Papyrus diruangannya

Papyrus - Memperingati Hari Anak sedunia, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, Sulih Indra Dewi, S. Sos., M.A., angkat bicara mengenai isu-isu hak yang harus diperjuangkan oleh anak yang masih beredar dikalangan masyarakat.

Hari Anak sedunia merupakan hari untuk merayakan dan mempromosikan kesejahteraan anak-anak diseluruh dunia. Tujuannya untuk menghargai serta menghormati hak-hak yang harus diterima oleh seorang anak.

"Anak adalah sosok yang harus dilindungi karena anak belum cukup umur dan belum bisa mengambil keputusan sendiri. Dan yang paling krusial adalah hak-hak yang harus didapatkan anak seperti hak bebas dari kekerasan, bebas dari  ancaman seksual, akses dalam pendidikan, hak mendapatkan kehidupan yang layak," ucap Sulih saat diwawancarai Papyrus di ruangannya. Jumat,(20/11/2020).

Sulih juga menjelaskan, harapan orang tua terhadap anak yaitu agar anak bisa bertumbuh dan berkembang baik tanpa adanya kekerasan dan dimulai dari lingkungan keluarga.

"Keluarga terutama menjadi tempat yang paling aman untuk anak dan bagaimana hubungan antara orang tua, hubungan orang tua ini terkait dengan hubungan pola relasi antara laki laki dan perempuan, jika keduanya sudah berimbang dan sama-sama memahami peran mereka sebagai orang tua," jelasnya.

Mahasiswa Pendidikan Unitri, saat diwawancarai Papyrus


Selviana Lado Tera yang merupakan Mahasiswa Pendidikan, angkat bicara berfokus kepada hak yang selayaknya didapatkan oleh anak dalam mengenyam pendidikan yang layak dan peran orang tua dalam mendidik anak.

"Sebagai orang tua yang punya kesadaran tinggi, ada sesuatu hal yang perlu dipenuhi oleh anak-anak kita yaitu mendapatkan pendidikan, karena kita ketahui bahwa sekarang tidak semua anak mendapatkan pendidikan yang layak seperti anak lainnya, perubahan zaman yang mengharuskan anak mempunyai pendidikan, karena anak juga perlu mengetahui bahwa dunia ini luas," tutupnya. (Tina/Suji)

No comments