GMNI Komisariat FISIP Unitri Adakan Simulasi Aksi

Sedang berlangsungnya materi manajemen aksi
Papyrus - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Komisariat FISIP Unitri mengadakan kegiatan simulasi aksi, Jumat (15/01/2021).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di persawahan Landung Sari. Dengan mengangkat tema “Manajemen Aksi”  dan dimulai dari pukul 08:00- 12:00 WIB.

Leonardus Tamu sebagai pemateri mengatakan bahwa materi simulasi aksi tersebut sangat penting bagi kader GMNI. 

"Materi simulasi aksi itu sangat penting, bagaimana repsentatif dari materi ini nantinya. Kader GMNI wajib mengetahui materi simulasi aksi atau manajemen aksi ini. Tujuannya adalah agar kita dapat mengetahui dalam aksi itu bagaimana, kita praktekkan dilapangan nantinya untuk menyuarakan aspirasi-aspirasi dari masyarakat yang dimana aspirasi itu adalah bentuk ketertindasan atau penindasan, penghisapan maupun ekspolitasi. Membentuk karakter dari setiap kader agar bagaimanapun, mereka bisa menghadapi masalah dengan terstuktur dan teroganisir itu poinnya," jelasnya.

Leonardus juga mengatakan, agar terlaksananya aksi tersebut, kader harus mengetahui isu-isu yang sedang terjadi terlebih dahulu. 

“Untuk mengetahui aksi itu prosenya kita harus mengetahui isu dulu, isu apa yang terjadi. Lalu kemudian kita mengkaji isu yang terjadi, semisalnya ini sangat sedang hangat-hangat dibicarakan. Isu itu kita angkat lalu kita kaji, isu menjadi hal yang utama lalu kita tuntut, kemudian poin-poin tuntutan kita harus jelas," tuturnya.

Leonardus juga berharap agar setelah selesai menyampaikan materi simulasi aksi tersebut, kader GMNI bisa memahami bahwa untuk melakukan, tidak semata-mata langsung melakukan aksi.

“Harapannya, mereka bisa memahami bahwa untuk melakukan aksi itu tidak semata-mata langsung melakukan aksi, tidak. Tapi hal terpentingnya ialah mengetahui prosedurnya, perangkat-perangkat aksinya, hasil dari aksi itu, lalu mengawal aksi itu atau isu yang diangkat, kemudian harus tersampaikan pada pihak yang terkait. Dari situ harapannya bahwa mereka bisa terbentuk pola pikir, pemahaman, analisis, terhadap sebuah permasalahan itu seperti apa," pungkasnya.

Novita salah satu anggota mengatakan bahwa kegiatan tersebut sangat terkesan dan menyenangkan karena bisa dipraktekan secara langsung.

“Kalau ditanya soal perasaan pasti sangat senang karena kita dilatih untuk belajar, bagaimana melalui simulasi aksi ini kita bisa tahu nanti ketika kita turun langsung dilapangan. Jadi kita disini dilatih dan dibina supaya nanti ketika turun aksi itu tidak hanya turun aksi saja, kita sudah punya dasar," tutupnya. (Ucik/Darvin)

Tidak ada komentar