Beri Warna Baru, PMKRI Cabang Malang Gelar Mabim Hadirkan Pemateri Internal

Pemberian materi dalam masa bimbingan PMKRI Cabang Malang
Papyrus Dewan Pimpinan Cabang (DPC)  Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI)  Malang, gelar Masa Bimbingan (Mabim) yang bertempat di Jl. Mayjend Panjaitan No.22A, Sabtu (10/04/2021).

Kegiatan Mabim tersebut digelar selama 3 hari, mulai dari tanggal 09-11 April 2021. Dihadiri juga oleh pemateri-pemateri internal PMKRI dan diisi dengan 6 materi dihari pertama dan kedua. Selanjutnya hari ketiga diisi dengan kegiatan manajemen aksi.

Ketupel Valentinus Erik (kiri) ditemui wartawan Papyrus dalam kegiatan Mabim
Ketua pelaksana Valentinus Erik menjelaskan, peserta Mabim tahun ini berjumlah 62 orang yang berasal dari 4 komisariat yaitu komisariat Merdeka, Kanjuruhan, Unitri, dan Budi Utomo. "Terbentuk Untuk Melawan Bersama Kristus" menjadi tema dalam kegiatan tersebut.

"Tujuan dari Mabim itu sendiri yaitu dimana anggota muda akan  dikukuhkan menjadi anggota biasa. Dengan besar harapan dari kami agar kader yang dikukuhkan bisa menjadi orang baik dan bisa mengamalkan nilai-nilai kebaikan seperti Kristus sendiri,” ujarnya.

Sepriadi Candra (kiri) saat ditemui wartawan Papyrus 
Sepriadi Candra selaku Presidium Pendidikan dan Kaderisasi PMKRI Cabang Malang mengatakan, kegiatan Mabim tahun ini memberikan warna tersendiri.

"Mabim kali ini mempunyai nilai lebih seperti kita lihat parameternya mulai dari kekompakan, baik itu dari teman-teman peserta, maupun kerja sama panitia bersama DPC,” katanya.

Tambah Sepriadi, masa bimbingan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya.

"Dimana tahun-tahun sebelumnya kita mengundang pemateri-pemateri dari luar PMKRI, tetapi tahun ini kita mengundang pemateri dari internal PMKRI,” bebernya.

Peserta Mabim, Helene Cindy Carissa Kebol (kiri) saat ditemui wartawan Papyrus
Helena Cindy Carissa Kebol salah satu peserta dari Komisariat Merdeka menyampaikan kesannya selama mengikuti kegiatan Mabim yang dimana adanya tali persaudaraan yang terjalin.

"Dimana disini, kami bukan datang hanya satu kelompok dari komisariat yang sama, tetapi kami disatukan dari berbagai komisariat. Disini kami berusaha untuk menjalin apa itu yang namanya persaudaraan sejati sebagaimana yang tertuang dalam visi dan misi kami," tuturnya.

Selain itu Helena juga menambahkan kesannya dalam mengikuti Mabim bahwa terdapat banyak hal yang didapatkan.

"Selain bahagia, ada pengalaman, ilmu dan edukasi yang kita dapat saat ini," ungkapnya.

Adapun harapan yang disampaikan Helena setelah mengikuti Mabim dan bagaimana cara dirinya mengimplementasikan ilmu yang telah didapat.

"Kita itu tidak hanya sekadar memahami atau mengetahui mengenai teori-teori yang diberikan. Tetapi ini lebih ke bagaimana harapan kedepannya untuk pengimplementasian dalam realita sekarang," pungkasnya. (Dian/Tesin)

Tidak ada komentar