Kisah Sepasang Kekasih Dirikan Kedai Kopi Fajar Timur, Berawal Dari Hasil Tabung

Marselinus D. Bulla dan Aplonia Buni Ngani, pendiri Kedai Fajar Timur 
Papyrus - Berawal dari suka saling suka dan sering kumpul bareng, sepasang kekasih asal Sumba di Malang Jawa Timur ini dirikan usaha Warung Kopi pada masa Pandemi Covid-19.

Marselinus D Bulla (22), dan kekasihnya Aplonia Buni Ngani (22) merupakan perintis Kedai Kopi yang terletak di Jalan Kecubung Barat Kec. Lowokwaru Kota Malang Jawa Timur.

Marsel menuturkan usaha kedai kopi ini terbilang baru. Sebab baru resmi dibuka pada bulan Januari 2021 lalu.

Saat itu, Marsel menjelaskan latar belakang berdirinya kedai ini berangkat dari kurangnya ekonomi keluarga yang menengah kebawah membuat pihaknya harus lebih produktif untuk mencukupi kebutuhan hidupnya selama di Malang.

"Sebelumnya kami dari ekonomi menengah kebawah bagaimana caranya kita berdua bisa membiayai beban hidup sendiri tanpa minta kiriman dari rumah," jelasnya saat ditemui Papyrus di kedai Kopinya, Sabtu (17/4/2021).

Bermula dari situlah pasangan kekasih yang sudah kenal dan pacaran sejak SMP ini memikirkan hidupnya untuk membuka usaha berdua.

Memang tak langsung kedai kopi yang besar, melainkan kedai kopi sederhana untuk awal perintisan.

Selanjutnya wacana ini didukung oleh Aplonia yang merupakan pacar dari Marsel memperkuat wacana dengan mengumpulkan modal bersama.

"Akhirnya disitu kita membuka kedai ini pada awal Januari 2021 lalu. Modal awal kami sebesar 63 Juta. Kami menabung berdua hingga kami mencari ruko ini," sambungnya.

Akibat modal yang dirasa belum cukup untuk kebutuhan kedai seperti meja, kursi dan peralatan lainnya, Marsel menghubungi keluarga untuk meminta kiriman sebesar 5 juta meski rencana awal tidak ingin dikasih tahu sebelum usahanya benar-benar sukses dengan tujuan sebagai kejutan.

"Istilahnya kami tidak ingin memberatkan orang tua, tapi karena kami benar-benar kekurangan pada waktu itu maka kami terpaksa menghubungi orang tua," ungkapnya.

Selain itu Marsel juga menjelaskan kalau dirinya  merupakan orang yang tidak dianggap ditengah masyarakat didaerahnya, karena tingkah laku yang kurang baik. Akan tetapi Marsel ingin membuktikan kepada  masyarakat bahwa dirinya bisa berubah.

"Keluarga saya pun tidak percaya kalau saya buka kedai ini,  tapi dengan perdebatan panjang akhirnya percaya dan memberi uang 5 juta untuk dibelikan meja-meja ini," katanya.

Kedai tersebut bernama Fajar Timur. Nama tersebut diambil dengan tujuan untuk mengenalkan kopi-kopi khas timur dengan selalu mengedepankan cita rasa dari varian kopi yang mereka tawarkan untuk menarik pembeli.

Menurut Marsel, nama Fajar Timur memiliki arti pagi yang memberikan cahaya sehingga dengan harapan bisa menjadi penerang buat mahasiswa timur serta bisa berfikir lebih produktif didalam berwirausaha.

"Dari nama ini kami ingin kedai kopi ini menjadi kebanggaan tersendiri buat mahasiswa timur yang ditujukan untuk kalangan menengah ke bawah. Dan saya lihat mahasiswa timur masih minim sekali menjalankan seperti wirausaha, semuanya ketergantungan ke orang tua. Iya kalau orang tuanya mampu," ungkap Marsel.

Adapun harga kopi di Kedai Fajar Timur ini berkisaran 3-5 ribu, serta tersaji untuk panas maupun dingin.

Saat ini keuntungan yang diperoleh dari hasil usahanya belum menutupi modal awal, menurutnya Marsel masih kewalahan didalam pembayaran sewa ruko yang setiap tahunnya dikenakan uang sewa seharga 32 Juta.

"Kalau modal belum menutupi untuk saat ini, tapi ya Alhamdulillah saya yakin nanti bisa menutupi modal awal karena banyaknya pembeli," katanya.

Untuk yang mengelola kedai tersebut dipasrahkan sepenuhnya kepada kekasihnya serta saling berkomitmen untuk memajukan usaha bersama.

"Sejak awal kita sudah banyak berkomitmen. Yang tepenting saat ini, usaha yang kita mulai dengan modal yang bisa dikatakan minim ini bisa berkembang untuk kedepannya. Jadi intinya yang penting kita mau memulai dulu dan beranikan diri untuk menghadirkan cita rasa kopi berkualitas dengan harga terjangkau," tandasnya. (Hanif) 

Tidak ada komentar