Pandemi Jadi Alasan Tidak Berkarya, Ini Tanggapan Kaprodi Ilmu Komunikasi Unitri

Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi, Fathul Qorib saat ditemui diruangan kerjanya
Papyrus - Sampai hari ini pandemi masih menjadi alasan mahasiswa untuk tidak ngapa-ngapain. Kalimat tersebut tidak asing dilontarkan mahasiswa. “Malas kreatif inovatif tidak bikin kegiatan bukan hanya selama pandemi, mahasiswa sebelum pandemi pun banyak yang tidak ngapa-ngapain,” ungkap Kepala Program Studi (Kaprodi) Ilmu Komunikasi Fathul Qorib, Kamis, (15/04/2021) kemaren.

Berbagai narasi yang menghasut pikiran mahasiswa akibat pandemi memperburuk situasi dan kondisi sering bermunculan, sehingga menyebabkan berbagai alasan yang tak terbendungkan dipikiran mahasiswa.

Bukan cuma itu, beribu macam alasan pandemi Covid-19 sering menjadi dalil pelengkap kerap dilontarkan mahasiswa untuk tidak mengerjakan tugas dan berkarya. Hal ini ditandai dengan minimnya mahasiswa yang konsultasi tentang karya serta banyaknya tugas yang terlewatkan.

Dalam hal ini di komentari oleh Kaprodi Ilmu Komunikasi Fathul Qorib, mahasiswa khususnya Ilmu Komunikasi ibarat buih dilautan ikut terombang ambing kemana ombak berlari.

"Semasa Pandemi memang memperburuk ya, tapi sebenarnya masalah berkarya ini tinggal bagaimana mahasiswa memiliki tujuan dalam kuliah. Karena mahasiswa yang sudah hampir lulus saja kelihatan sekali kalau tidak ada skill, kemampuannya minim. Jadi Corona ini tidak menjadi alasan bagi mahasiswa, wong yang tua saja ibarat buih dilautan,” ungkapnya.

Selanjutnya mengingat pada masa pandemi Covid 19 sangat berdampak dalam bidang pendidikan yaitu mengharuskan peserta didik untuk belajar di rumah atau daring. Tentu hal tersebut membuat kita semua memikirkan langkah alternatif untuk mahasiswa agar bisa berkarya.

Dilain sisi sebagai mahasiswa sebenarnya harus bisa menciptakan suatu ide atau inovasi baru yang bisa mengarah kepada hal yang positif untuk berkarya sesuai bidang kemampuannya.

"Masalahnya tingkat kesadaran mahasiswa tidak ada, tujuan kuliah itu ngapain?. Nah dengan ini mungkin bisa membuat mahasiswa sadar bahwa sebenarnya pandemi ini tidak memperburuk, dan jangan dijadikan alasan untuk tidak berkarya,” lanjutnya.

Fathul menegaskan saat ditemui wartawan Papyrus di ruang Laboratorium (LAB) Komunikasi lantai empat, mahasiswa harus sadar, resolusi diri serta mematrikkan pada orang yang bisa membuat dirinya berubah.

Bukan cuma itu, mahasiswa juga dituntut untuk sering berkonsultasi dengan dosen tentang karya serta perbanyak main ke Lab yang sudah dilengkapi dengan fasilitas untuk berkarya.

"Karena kalau kita hanya bersama dengan orang yang sama-sama gak jelas ya susah akan berubah. Mahasiswa akan nyaman untuk sama-sama tidak ngapa-ngapain,” ucapnya.

Bagi yang ada dirumah Fathul berpesan agar temukan komunitas yang satu frem dengan pemikirannya sehingga bisa merubah kebiasaannya menjadi tindakan nyata dalam realitas karya sesuai dengan konsentrasinya.

"Untuk bisa mengetahui semua konsentrasikan susah, maka temukan satu bidang yang ditekuni semisal Tv Film, maka tekuni itu dan gabung dengan komunitas yang memang fokus disitu,” tutupnya. (Hanif)

Tidak ada komentar