Berangkat Dari Gemar Membaca, Tommy Heriyadi Dirikan Toko Buku Lama Di Velodroom

Tommy  Heriyadi (48), Penjual Buku Lama

PapyrusBerawal dari gemar membaca, Tommy Heriyadi (48) menyelami hobinya menjadi seorang penjual buku lama yang bertempat di Pasar Buku & Seni Velodroom, Jl. Simpang Terusan Danau Sentani No.3, Madyopuro, Kec. Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur.

Seorang pria paruh baya tampak duduk di sebuah kursi, tepat di depan toko buku bekas nya. Pria itu terlihat lelah sekali sedangkan istrinya menyiapkan untuk buka puasa.

Saat itu semilir angin sepoi-sepoi memang sangat melenakan. Apalagi, hari itu tak ada tamu ataupun pelanggan yang berkunjung . Hanya ada Tommy dan Istrinya di antara tumpukan buku-buku yang sebagian besar warnanya sudah menguning.

Uniknya, Tommy mengungkap disela menunggu pembeli, pria 48 tahun itu terus membaca buku. Seakan buku tidak bisa dipisahkan darinya. "Makin aku sadar bahwa aku tidak tahu apa, membaca bagiku tidak bisa dipisahkan," tuturnya, Rabu kamrin (28/4/2021).

Toko Tommy yang bernomor 38 itu dipenuhi dengan berbagai koleksi buku. Beraneka ragam buku yang tersedia bisa dikunjungi oleh pembeli serta tumpukkan buku-buku disusun rapi untuk memudahkan pelanggan yang datang mencari buku

Saat itu, Tommy menjelaskan perintisan jualan buku lama bermula saat dirinya bingung dalam mencari buku yang ingin ia baca hingga Tommy mencarinya di loak buku.

"Mulanya buku yang saya baca itu tidak ada di toko-toko buku, akhirnya saya mencari di loak buku dan kebetulan loak itu isinya buku-buku lama dan harganya pun lumayan tinggi," ungkapnya.

Dari ekonomi yang kurang mampu untuk membeli buku, akhirnya Tommy mengambil langkah jualan buku agar bisa tercapai apa yang diharapkan.

"Anggaran saya kurang mas, jadi mau tidak mau saya harus memuternya dengan menjual buku sambil mencari buku yang saya senang," lanjutnya.

Koleksi buku Tommy merupakan buku-buku kuno dimulai sekitar abad ke-19 hingga abad-20. Selain itu, ada juga buku yang terbit sekitar sepuluh tahun belakangan. Buku itu juga dijualnya, sebagai aktivitas ekonomi Tommy.

Bermula dari situlah Tommy menjadi pedagang buku yang kolekdol dibeli dan dijual kepada pembeli yang membutuhkan.

Selanjutnya Tommy mengungkapkan, harga buku ditoko bukunya bervariasi, Buku tersebut dijual seusai kondisi dan kebutuhan pelanggan. Tergantung buku lama mana yang mereka cari. Beberapa koleksi majalah juga menjadi barang yang dijual Tommy di tokonya.

"Kalau majalah beberapa ada, saya mengumpulkan majalah mulai dari 2004 sampai sekarang 17 tahun berjumlah 26 majalah," ucapnya.

Tommy menceritakan awal mula dirinya mendapat buku-buku lama itu. Dia mengaku mendapatkan dari teman-temannya ada pula dari keluarga yang rajin membaca akan tetapi penerusnya tidak ada maka kami samperin.

"Dari pada didaur ulang eman mas. Siapa tau barangkali ada buku lama yang penting," lanjutnya.

Kini koleksi buku di tokonya sudah mencapai ribuan buku dari berbagai jenis. Meski Tommy menjadikan toko bukunya tempat untuk mencari uang, namun dia memiliki harapan mulia agar masyarakat bisa terus belajar dan menimba ilmu, tak perlu memandang dari mana dia berasal. 

"Kepada mahasiswa yang suka membaca buku, langkah saya mungkin bisa ditiru untuk menutupi kebutuhannya didalam mendapatkan buku yang ia cari," tutupnya. (Hanif)

Tidak ada komentar