Jadikan Objek Wisata Rohani, Gereja Laktutus Belu NTT Gunakan Batu Alam

Gereja Katolik,  Paroki Hati Kudus Yesus Laktutus
Papyrus - Pembangunan Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus Laktutus, yang terletak di Desa FohoEka, Kecamatan Nanaet Duabesi, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), menggunakan batu alam, berwarna merah hati seperti batu bata, Rabu (26/5/2021).

Pastor Paroki Laktutus, Yohanes Kristo Tara OFM mengatakan, gereja yang dibangun pada lahan seluas 1.200 meter persegi yang menggunakan batu alam merupakan sumbangan umat.

"Terlihat dari sumbangan material lokal, seperti kayu dan terutama para tukang yang berasal dari setiap lingkungan. Kita hanya membeli semen, baja dan beton, serta beberapa kebutuhan lainnya," jelas Pater Kristo panggilan akrabnya.

Gereja ini dibangun sejak tahun 2015 lalu, dan pembangunan gereja Laktutus dilakukan karena gereja lama yang dibangun sejak tahun 1968 tidak mampu menampung umat ketika beribadah.

Jumlah umat Paroki Laktutus terus bertambah sehingga peruqyah putus yang dimekarkan dari Provinsi Roh Kudus Halilulik sejak tahun 2004 perlu memiliki bangunan sendiri. Saat ini umat Paroki Laktutus kurang lebih 4000 jiwa.

kepala Desa Fohoeka Agustinus Berek mengatakan, pembangunan gereja dilakukan secara gotong royong sejak perencanaan sampai pelaksanaan pembangunan fisi.

Dewan pastoral paroki Laktutus dan panitia pembangunan gereja selalu duduk bersama saat merencanakan dan melaksanakan pembangunan gereja. Beberapa kali ritual adat dilakukan selama pekerjaan pembangunan gereja berjalan.

"Kami kerja keras dan kerja sama-sama dengan membagi jadwal kerja untuk setiap kelompok umat basis (KUB) mulai hari Senin sampai Sabtu," kata Kades Agustinus.

Ditegaskan, umat terlibat dalam pembangunan gereja tersebar di empat wilayah desa kecamatan Nanaet Duabesi yakni Desa Foto Eka, Nanaenoe, Desa Dubesi dan Nanaet.

Selama pembangunan berjalan, Agustinus menyampaikan, banyak dikunjungi orang dari berbagai daerah tidak hanya kabupaten Belu, tetapi kabupaten-kabupaten lain untuk menyaksikan pembangunan serta berfoto.

Bangunan gereja dilakukan dengan memiliki daya tarik tersendiri terutama menggunakan batu alam dan bahan lokal dengan arsitektur bangunan-bangunan di Eropa dan Timur Tengah.

Bentuknya serupa dengan setengah bangunan, dan Rumah Suku. Dan tidak menutup kemungkinan bangunan gereja dan lokasi ini akan menjadi salah satu objek wisata rohani Kabupaten Belu, Kecamatan Nanaet Duabesi Desa FohoEka," ungkapnya.(Erliani kehi /Any)

Tidak ada komentar