Simak! Cerita Bidan Desa Semangat Jalani Tugas di Tengah Kondisi Geografis Sulit

Theresia Dwiaudina Sari Putri, Bidan di Salah Satu Desa di Kabupaten Ende, NTT

PapyrusMomentum memperingati Hari Bidan Internasional pada tanggal 5 Mei 2021, begini harapan Theresia Dwiaudina Sari Putri salah satu Bidan Desa (Bides) yang mengabdi di salah satu Desa, Kabupaten Ende Nusa Tenggara Timur, Kamis (06/05/21).

Bidan merupakan tenaga kesehatan yang memiliki  peran penting bagi masyarakat. Kesehatan dan keselamatan akan terjamin jika Bidan selalu siaga dalam menangani setiap persoalan dengan sigap. 

Menempatkan Bidan di setiap daerah sangat membantu masyarakat untuk berkonsultasi terkait kesehatan tanpa harus jauh-jauh datang ke kota untuk berobat.

Di desa, posisi seorang Bidan sangat penting. Mulai dari membantu proses persalinan hingga sampai pada persoalan kesehatan umum.

Namun justru akan menjadi sangat sulit apabila daerah yang di tempat sangat susah di akses.

Salah satu  Bidan Desa  yang bekerja di Puskesmas Desa (Puskesdes) Uzuzozo Wilayah Kecamatan Nangapanda Kabupaten Ende Theresia Dwiaudina Sari Putri, menyampaikan  keinginannya untuk dibangun sebuah Puskesmas sehingga dapat  meningkatkan kesehatan masyarakat. Sangat sulit baginya sebagai seorang Bidan Desa pertama di desa tersebut melakukan tugas dengan fasilitas kesehatan yang kurang memadai serta dengan kondisi geografis desa yang sangat susah di akses.

"Karena kondisi geografis sulit, iklim kita sulit jadi kalo bisa ada fasilitas kesehatan yang dekat dengan masyarakat sehingga tidak menjadi alasan masyarakat hidupnya tidak di perhatikan kesehatannya," Kata Theresia saat di wawancarai wartawan Papyrus Via WhatsApp.

Theresia mengaku, tidak banyak mengeluh dalam melayani masyarakatnya, sebab menurutnya dalam bekerja harus bahagia sehingga murah hati dalam tugas pelayanannya. Bukan hanya itu, sebagai seorang Bidan juga harus memberikan nilai-nilai maupun ilmu baru kepada masyarakat.

"Hanya semakin repot saja, sebelumnyakan ibu,anak, masyarakat tapi kalo sekarang harus memperhatikan keluar masuknya masyarakat. Lebih beratnya karena akan kita tanamkan lagi nilai-nilai atau ilmu baru ke masyarakat dan itu harus perlahan biar masyarakat bisa terima karena keadaan kita sekarang tidak seperti dulu, kita sudah new normal," ungkapnya.

Ia juga berpesan kepada masyarakat Indonesia agar selalu menjaga kesehatan karena sehat itu mahal. Apalagi dalam situasi pandemi sekarang ini masyarakat wajib menjalani pola hidup sehat dan bersih.

"Selalu menjaga kesehatan, apalagi dalam kondisi pandemi seperti ini. Dan banyak literatur yang kita peroleh untuk bisa hidup sehat dan bersih, " tutupnya. (
Diana/Rinda)

Tidak ada komentar