Rumah Baca Dewengkong Hadirkan Kemenko PMK Dalam Diskusi Gerakan Literasi

Sedang Berlangsungnya Diskusi Gerakan Literasi via zoom meeting 

Papyrus - Pegiat literasi Rumah Baca Dewengkong, Desa Kole Satarese Barat, Kabupaten Manggarai, NTT. Hadirkan dua fasilitator penggerak literasi Indonesia, dalam diskusi "Gerakan Literasi" via zoom, Selasa (01/06/2021).

Pemateri dalam diskusi Gerakan Literasi ini dipaparkan langsung dari Sekretariat Revolusi Mental Kementerian  Koordinator (Kemenko) bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Ferdiansyah dan penulis buku Anak dan Remaja, Debby Lukito Goeyardi yang juga sudah menerbitkan belasan buku.

Diketahui, Pendiri Rumah Baca Dewengkong Rinoldus Padur berasal dari Kabupaten Manggarai, Flores, NTT. Ia pernah bergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Universitas PGRI Kanjuruhan Malang tahun 2017/2019 dan ketua bidang Advokasi dan Gerakan BEM Malang Raya tahun 2017/2018.

Pada Tahun 2019 Rinoldus Padur mendirikan Rumah Baca DeWengkong. Tidak hanya itu, Rinoldus juga dipercaya masyarakat Satar Mese sebagai ketua Komunitas Orang Mudah Pembaharuan Kole (KOMPAK) dan Bidan Pendidikan Organisasi Akar Desa tahun 2020/2021.

Gerakan literasi Rumah Baca DeWengkong terus di lakukan oleh para pegiat literasi salah satunya Ronaldus Padur guna untuk menunjang kehidupan bangsa dan negara yang cerdas.

"Ini sebagai bentuk keterlibatan pemerintah pusat dalam mendukung setiap gerakan literasi di pelosok Desa, lebih khusus rumah baca DeWengkong," ungkap Ronaldus.

Di suatu kesempatan yang sama, Salah satu pegiat Literasi Rumah Baca Dewengkong Didikardianus Gandur juga mengungkapkan Kemenko sangat mendukung gerakan literasi di NTT. Ia menilai ini merupakan sinergi dengan program kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

"Mereka tadi minta proposal dari rumah baca DeWengkong sebagai administratif untuk di ajukan sebagai pilot projek literasi di Manggarai," ujar Didi saat diwawancarai Wartawan papyrus.

Didikardianus Gandur pernah menjabat Ketua Komisariat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Fisip Unitri tahun 2018/2019. Kemudian, pada tahun 2019/2020 menjabat sebagai Presiden Mahasiswa (Presma) di Unitri Malang.

Didi berharap semoga melalui diskusi dengan Kemenko PMK dan Fasilitator litetasi Kemendikbud dapat meningkatkan kerja sama antara para pegiat literasi tingkat daerah maupun tingkat pusat. (Wily)

Tidak ada komentar