Lestarikan Lingkungan, ASLMS Lakukan Aksi Penolakan Pembangunan Kelapa Sawit di Malang Selatan

Saat ASLMS Memegang Spanduk  Pernyataan Penolakan

Papyrus - Pemerintah Kabupaten (PEMKAB) Malang, merencanakan Pembangunan Pabrik Kelapa Sawit di Malang Selatan, menilai sangat fatal, Aliansi Selamatkan Lingkungan Malang Selatan (ASLMS) menolak dalam bentuk press release, Jumat (10/6/2021).

Karena kebijakan tersebut akan menyebabkan bencana dikemudian hari, sebab akan meningkatkan kerentanan alam dan mempertinggi resiko bencana. Maka ASLMS meminta dan menyatakan lima pernyataan sikap kepada Pemkab Malang.

"Membatalkan rencana budidaya Sawit di Malang Selatan karena bertentangan dengan daya dukung wilayah dan kondisi terkini kawasan Malang Selatan yang rentan, Membuat perencanaan tata ruang di wilayah Malang Selatan dengan tumpuan utama adalah kawasan perlindungan untuk menjaga jasa lingkungan," tegasnya.

Wilayah Malang Selatan mempunyai potensi budidaya tanaman buah-buahan tropis yang bersifat jangka panjang seperti mangga, alpukat, nangka, durian, pete, sirsak, kopi, kelapa dan cokelat.

"Merehabilitasi dan merestorasi kawasan hutan di Malang Selatan berbasis partisipasi partisipasi, Memilih alternatif ekonomi yang berkelanjutan yakni budidaya tanaman pohon buah-buahan tropis dan ekowisata yang lebih nyata menguntungkan untuk rakyat, Menjamin kehidupan rakyat agar mendapatkan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berkelanjutan, " tambahnya.

Seorang hasil penelitian kelapa sawit mengatakan kelapa sawit tidak menyerapkan  air, tetapi hasil penelitian yang lain menyebutkan keberadaan sawit akan memperentan sumber mata air.

Kelapa sawit dianggap sebagai tanaman yang rakus air sehingga pengembangan kelapa sawit dapat menyebabkan kerusakan tata air di suatu wilayah.

"Budidaya skala masif yang monokultur akan mendegradasi ekosistem dan mendorong adanya penurunan kualitas dan kuantitas "degradasi" mata air  dalam jangka panjang, " tutupnya. (Darfin)

Tidak ada komentar