Meski Pandemi, Orda IKMAH-SBD Tetap Jalankan Misa Penutupan Doa Rosario.

Orda IKMAH-SBD Saat Menjalankan Misa Penutupan Doa Rosario


Papyrus - Organisasi Daerah (Orda) Ikatan Mahasiswa Sumba Barat Daya (IKMAH-SBD) Malang Raya menyelenggarakan misa penutupan doa rosario di Gedung Kedoyo Timur, Malang, Rabu (02/06/2021).

Adanya pandemi Covid-19 ini memang sangat mengganggu aktivitas, karena membatasi setiap kegiatan yang ingin kita laksanakan. Tetapi hal tersebut tidak menjadi penghalang bagi orda IKMAH-SBD, mereka tetap melaksanakan kegiatan doa rosario yang diadakan selama satu bulan penuh dan juga melaksanakan penutupan misa doa rosario.

Ketua umum Fransiskus Wonda Mete, mengatakan yang berperan aktif dalam kegiatan penutupan doa rosario tersebut merupakan seluruh mahasiswa dan mahasiswi Sumba Barat Daya se-Malang Raya. Di dalamnya berasal dari berbagai universitas yang berbeda. Dalam acara tersebut juga dihadiri sekitar 90 lebih mahasiswa Sumba Barat Daya dan juga mahasiswa dari daerah lainnya yang ikut bergabung.

"Dalam acara ini dihadiri oleh salah satu koordinator penasehat Sumba Barat Daya, Malang Raya yaitu bapak Agus dan kemudian dihadiri oleh romo Tino sebagai pemimpin misa ini," ucapnya saat di temui Wartawan papyrus, Senin (01/06/2021).

Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja dari IKMAH-SBD Malang Raya. Kemudian hal tersebut ditindak lanjuti oleh divisi kerohanian yang bekerja sama dengan beberapa organisasi daerah yang ada di internal kampus. Dengan tujuan utama untuk mewadahi mahasiswa Sumba Barat Daya yang beragama Katolik yang memang dituntut untuk melakukan doa rosario di bulan Maria ini.

Fransiskus juga menyampaikan proses kegiatan dari awal hingga puncaknya yaitu misa penutupan doa rosario tersebut melalui berbagai tahap. Hal tersebut dimulai dari adanya komunikasi yang baik dari divisi kerohanian terhadap rekan-rekan kepengurusan, yang kemudian dibentuklah grup whatsapp untuk doa rosario yang dikirim di grup umum sehingga bagi anggota yang beragama Katolik dapat bergabung.

"Kegiatan doa rosario ini dilaksanakan setiap malam pada jam 18:00, kemudian dari ibadah rosario tersebut kita membentuk kepanitiaan untuk mengadakan misa penutupan doa rosario dan setelah terbentuknya kepanitiaan mulai lah teman-teman bergerak mempersiapkan segalanya salah satunya koor yang latihannya dimulai sejak dua Minggu sebelum acara misa penutupan doa rosario ini dilaksanakan," paparnya.

Selain itu, pemimpin misa Romo Tino mengungkapkan apresiasinya terhadap IKMAH-SBD Malang Raya yang sudah bekerja keras sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik. Dan juga sangat bangga karena sudah mewadahi mahasiswa-mahasiswi khusunya yang beragam Katolik untuk dapat mendekatkan diri kepada Tuhan.

"Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada ikmah-sbd Malang Raya karena dapat meluangkan waktunya untuk melaksanakan misa penutupan doa rosario bersama dengan semangat yang luar biasa,  saya secara pribadi merasa sangat bersyukur dan bangga terhadap kalian," ungkapnya.

Sebagai penutup, Fransiskus Wonda Mete menyampaikan harapan kedepannya bagi mahasiswa Sumba Barat Daya yang ada di Malang Raya ini untuk benar-benar menunjukkan jati diri mereka sebagai seorang mahasiswa Katolik dengan mendalami doa dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Hal tersebut merupakan sesuatu yang penting bagi umat beragama.

"Dengan kita mendekatkan diri kepada Tuhan apa yang kita kerjakan sebagai mahasiswa itu dapat sinkron dan berjalan sesuai dengan apa yang menjadi tujuan kita, dalam hal ini kita harus saling mengingatkan satu sama lainnya betapa pentingnya berdoa itu," tutupnya.  (Angelina/Asri)

Tidak ada komentar