Terbitkan Buku "Kisah Perempuan" Dapat Apresiasi Dari Prodi, Begini Ungkap Penulis

 

Sedang berlangsungnya launching buku "Kisah Perempuan" secara online via zoom

Papyrus - Jum'at (20/08/21) kemarin, Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, menyelenggarakan launching buku dalam rangka mengapresiasi karya dari lima mahasiswa ilmu komunikasi Sabtu, (21/08/21).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Prodi Ilmu Komunikasi merupakan salah satu bentuk apresiasi terhadap mahasiswa yang sudah menulis sekaligus menerbitkan buku berjudul "Kisah Perempuan" kumpulan cerpen dan esai.

Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi, Fathul Qorib selaku pembimbing dalam penerbitan buku dari kelima mahasiswa yang sudah menulis buku mengungkapkan, bagaimana proses awal dari pembuatan buku tersebut. 

"Proses kepenulisan buku ini, berhubungan dengan hal yang selalu saya tekankan di mahasiswa, yaitu karya, karya dan karya. Makanya ketika ada mahasiswa yang nganggur ketika Covid-19 kemarin karena kuliah online, kemudian saya berikan pikiran bagaimana kalau berkarya ditengah pandemi? Lalu, saya menawarkan pada mereka. Dan merekapun menyambut dengan menulis dan membuat buku. Saya membimbing mereka selama kurang lebih tiga bulan, sehingga jadilah buku yang launching sekarang itu". Tuturnya

Fathul juga mengapresiasi dengan hasil karya mahasiswa berupa buku yang sudah diterbitkan. Serta berharap agar mereka dapat terus berkarya, tentunya tidak hanya dibidang kepenulisan saja melainkan di bidang yang lainnya.

"Luar biasa sekali bahwa mahasiswa di zaman sekarang ini masih mau berproses berkarya dan itu luar biasa. Tentunya hal ini jangan sampai menyurutkan pikiran dari mahasiswa yang menulis dan jangan kemudian setelah selebrasi ini lalu tiba-tiba mandet pikirannya. Kita berharap bahwa juga mereka terus menerus untuk berkarya. Tentunya karya ini tidak terbatas pada kepenulisan bisa juga videografi, tulisan jurnalistik, bisa merambah ke karya-karya yang ada di media massa dan lain sebagainya". Ucapnya

Fathul menyampaikan, kepada seluruh Mahasiswa Ilmu Komunikasi, menjadi mahasiswa itu adalah suatu kemewahan yang dimiliki oleh generasi muda Indonesia, karena tidak semua orang bisa menjadi Mahasiswa.

"Maka yang bisa kuliah ini saya berharap untuk memanfaatkan waktu,dana, kesempatan sebaik-baiknya untuk berkarya,apalagi dosen ilmu komunikasi sangat terbuka untuk apapun yang mahasiswa mau jadi kita akan sama-sama membangun karya mahasiswa dengan lebih keren lagi". Ungkapnya

Salah satu Mahasiswa dari kelima penulis buku tentang "Kisah Perempuan" Yuliana Sukacita Elom menjelaskan, kesepakatan bersama untuk menulis yang kemudian mengangkat isu tentang peremuan.

"Akhirnya kita angkat isu tentang perempuan. Dan kebetulan waktu itu lagi marak-maraknya isu-isu tentang perempuan, kemudian dari bapak Fathul bilang kalau isu tentang perempuan banyak yang sifatnya umum sehingga kita waktu itu angkat isu-isu tentang perempuan terutama berkaitan dengan kebudayaannya, kebudayaan itu bisa dilihat dari daerah masing-masing terutama dalam dunia anak remaja". Jelasnya

Sukacita juga mengungkapkan, kendala yang mereka hadapi dalam proses penulisan buku tentang "Kisah Perempuan" tersebut. Karena sempat beberapa waktu tidak menulis hingga kurangnya referensi.

"Setelah kita sudah menulis dua, tiga, tulisan kita berhenti, karena memang pada waktu itu kita benar-benar kehabisan ide cerita, terutama yang berkaitan dengan budaya. Kemudian dari bapak Fathul, menyarankan untuk mencari referensi. Lalu, beliau mengajak kita untuk jalan-jalan, ngobrol sharing-sharing, sehingga munculah ide-ide untuk melanjutkan tulisan kami". Tuturnya

Selain itu, ia mengatakan banyak sekali motivasi yang mendorongnya untuk tetap menulis sampai sekarang. Semua itu berawal dari ia menulis cerita sewaktu SMP dan SMA hingga saat ini.

"Sekarang saya tidak tau bukunya dimana mungkin sudah hilang karna dimakan waktu sudah lama di SMP dulu, kemudian waktu SMA juga suka menulis. Sungguh tidak ada kepikiran untuk menjadi penulis seperti sekarang. Kemudian, motivasinya karena kita di berikan pencerahan sama pak Fathul dan juga dikukuhkan sama beliau sehingga menjadi dorongan utama kita juga untuk menulis". Tambahnya

Sukacita tidak lupa mengucap rasa syukur dan rasa bangga karena mereka bisa menjadi seorang penulis. Dan ini merupakan langkah awal bagi mereka yang sangat luar biasa. Meskipun menjadi penulis awal tetapi cukup mengapresiasi diri karena akhirnya bisa menerbitkan buku.

"Di sini  kami sangat senang kerena bisa menuangkan keresahan-keresahan kita terutama terkait perempuan itu didalam buku dan kita juga menemukan orang yang tepat terutama bapak Fathul Qorib yang waktu itu mendampingi kita secara intensif dan sangat luar biasa". Imbuhnya

Sukacita berharap agar tulisan-tulisan yang ada dalam buku tentang "Kisah Perempuan" itu bisa dibaca semua orang. Sehingga dapat membawa warna baru dan dapat memberikan pencerahan bagi pembacanya.   

"Setidaknya dengan buku ini bisa menjadi pencerahan, sekiranya sedikit bisa memberikan gambaran terkait sisi-sisi perempuan, konflik-konflik yang terjadi yang mungkin selama ini belum terkuak seperti itu. Dan harapannya itu kita semua bisa membuat karya dan bukan hanya membuat buku". Tutupnya (Tesin/Erna)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.