Peringati HUT ke-48, PPNI Persiapkan Masyarakat Dari Pandemi Menuju Endemic



Berlangsungnya talkshow bersama Anggota DPD PPNI Kota Malang,
Arie Jefri Ka’arayeno,  (kiri) 


Lpm-Papyrus.com - Memperingati Hari Ulang tahun (HUT) ke- 48 tahun, Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)  Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, berkolaborasi dengan Unitri TV memberikan edukasi  New Habbit  kepada masyarakat melalui program talkshow, Kamis, 17/03. 

Kegiatan pengabdian serentak pelayanan kesehatan tersebut, dilakukan di berbagai titik di Kota Malang dengan mengangkat tema "Perawat bersama Rakyat Menuju Bangsa Sehat, Bebas dari Covid-19”.

Sosialisasi edukasi New Habbit ini dilakukan melalui program talkshow yang ditayangkan secara live streaming di Chanel YouTube Unitri TV. 

Anggota Dewan Pengurus Daerah (DPD) PPNI Kota Malang, Arie Jefri Ka’arayeno, S.Kep.,Ns.,M.Kep.,Sp.Kep.MB, menjelaskan tujuan kegiatan edukasi New Habbit untuk mempersiapkan masyarakat agar bisa hidup berdampingan dengan Covid-19 yang diharapkan bisa menjadi endemic. 

"Sehingga kita bisa lebih survive, kemudian kita bisa lebih bertahan dalam situasi yang sekarang. Harapannya kedepan bisa menjadi endemic yang bisa terlokalisasi dalam suatu wilayah tertentu, sehingga semua unsur kesehatan terlibat disana untuk mendukung masyarakat,"jelasnya 

Arie Jefri juga mengungkapkan trend  Indikator dari endemic   sudah memperlihatkan masyarakat hard immunity.

"Artinya, akan muncul  suatu daya tahan tubuh terhadap pandemi.  Selain itu juga, dikatakan endemic, penyakit itu tidak akan hilang dan akan terus konsisten dan ada. Sehingga respon terhadap virus ini tidak lebih parah dari pertama kali muncul,"ungkapnya.

Wakil Dekan Fakutas Ilmu Kesehatan Unitri ini juga menyampaikan, beberapa hal yang perlu dipersiapkan masyarakat untuk menghadapi masa endemic. 

"Jika dahulu bicara mengenai new normal, maka sekarang akan masuk dalam new habbit. Dikatakan new habbit artinya apa yang biasa dilakukan saat ini seperti 5M, kedepannya ada lagi yang dilakukan tapi rumusnya berbeda yaitu 3T + 3M -3K= 0,"
ujarnya.

Lanjutnya, masyarakat juga perlu meningkatkan pola kesehatan  3 T dan 3 M serta menghindari 3 K  sehingga peluang virus tersebar akan mulai berkurang.

"Tingkatkan 3T (testing, tracing, dan treatment), lakukan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak), hindari 3K (kerumunan, kontak erat, kamar/ruangan tertutup/ventilasi buruk). Jika semua rumus tersebut dilakukan, maka harapannya hasilnya menjadi zero atau kosong,"terangnya. 

Lebih lanjut, ia menegaskan dalam menghadapi new habbit ada 3 poin yang harus dilakukan oleh masyarakat, yaitu meningkatkan produktivitas, menjaga daya tahan tubuh, dan juga menumbuhkan kebahagiaan. 

"Selain 3 poin tersebut, dengan mendukung upaya pemerintah melalui vaksin akan membantu Covid-19 ini dari pandemi kemudian menjadi endemi, karena  orang yang melakukan vaksinasi resiko dampaknya lebih ringan dibanding dengan yang tidak vaksin,"tandasnya.

Ia juga menghimbau masyarakat untuk dapat  melakukan hal cerdik bagi kesehatan tubuhnya sendiri.

"Cerdik merupakan singkatan dari cek kesehatan berkala, enyahkan kebiasaan/pola hidup buruk, rajin aktivitas fisik, diet sehat dan seimbang, istirahat cukup, kelola stres. Jadi harapannya jika masyarakat dapat melakukan hal cerdik ini, kedepannya bisa lebih siap menghadapi pandemi sehingga kita menuju ke endemic," imbuhnya. (Asriani)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.