Ikuti P2MW, Unitri Berhasil Loloskan Satu Kelompok

 

Kepala Sub Bagian Bina Karir Lulusan dan Kewirausahaan Dwi Asnawi Nurhananto, S.P., M.P, saat diwawancarai wartawan Papyrus mengenai mahasiswa yang lolos P2MW
Papyrus - Mengikuti Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, berhasil meloloskan satu kelompok dari mahasiswa Program Studi (Prodi) Manajemen dan Agribisnis. Kamis, 21/07. 

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek), melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan membuka program P2MW. Program tersebut merupakan, pengembangan bagi mahasiswa yang telah memiliki usaha, melalui bantuan dana pengembangan dan pembinaan dengan melakukan pendampingan serta pelatihan (coaching) usaha.

Kepala Sub Bagian Bina Karir Lulusan dan Kewirausahaan Dwi Asnawi Nurhananto, S.P., M.P, mengungkapkan, bahwa dia yang mengelola program dari Ditjen Diktiristek tersebut.

"Saya yang mengelola program dari Ditjen Diktiristek, untuk Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha, bagi mereka yang memiliki daya tarik dalam wirausaha sehingga menghasilkan karya inovatif dan kreatif," ungkapnya. 

Dwi menerangkan, mahasiswa Unitri yang mendaftar dalam program ini sebanyak 19 kelompok. Akan tetapi, yang masuk dalam kriteria pemilihan hanya berjumlah lima kelompok. Kemudian, pada tahap seleksi satu kelompok saja yang lolos.

"Dari P2MW itu hanya satu kelompok saja yang berhasil lolos, yaitu mahasiswa dari Prodi Agribisnis dan Prodi Manajemen. Mereka nantinya akan mengikuti pameran di Jakarta," terangnya.

Saat diwawancarai wartawan Papyrus Dwi menyampaikan, mereka yang nantinya mengikuti pameran di Jakarta akan membahas mengenai wirausaha yang dikerjakan dalam proposalnya. 

"Sebelum mereka ke Jakarta, nantinya saya akan membimbing mereka terlebih dahulu dalam berwirusaha selama tiga hari. Saya membimbing mereka secara intensif, agar hasilnya nanti memuaskan bagi mereka Unitri," ujarnya. 

Adapun persyaratan proposal P2WM yang dikerjakan mahasiswa, harus memiliki rincian yang jelas dalam program kewirausahaan tersebut. Sehingga, pendanaan yang dikeluarkan sesuai dengan kebutuhan dari proposal kelompok mahasiswa. 

Dosen prodi Agribisnis ini menjelaskan, proses pendanaan akan diturunkan langsung oleh Ditjen Diktiristek, melalui universitas yang mendaftar dalam program tersebut. Oleh karena itu, sebelum proses pendanaan keluar proposalnya terlebih dahulu diberikan kepada internal kampus. Sehingga, hasil dari seleksi proposal terbaik akan dikirimkan ke Ditjen Diktiristek.

"Proposal terbaik yang terpilih pendanaannya akan ditanggung semua oleh Ditjen Diktiristek. Kita hanya akan mempersiapkan dan mengembangkan mahasiswa yang lolos dalam program ini," paparnya. (Paskal)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.