Laksanakan Ordik : Rektor Berpesan Agar Lulus 4 Tahun

 

Penyampaian materi dari Rektor Unitri Prof.Ir. Eko Handayanto, M.sc, P.hd (Kiri) dan Kepala Biro Kemahasiswaan Dr. Zuhdi Ma'asum, ST.MT (Kanan) di GOR Unitri pada Kamis, 22/09/

Papyrus - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, menyelenggarakan Orientasi dan Pendidikan (Ordik) bagi Mahasiswa Baru (Maba) angkatan tahun 2022, di Gedung Olahraga (GOR), Kamis, 22/09. 

Kegiatan Ordik ini dilaksanakan dengan tujuan, agar mahasiswa baru dapat mengenal dan mengetahui aktivitas di lingkungan kampus Unitri, yang menjadi tempat bagi mereka mengenyam pendidikan selama beberapa tahun ke depan.

Adapun, mahasiswa baru angkatan tahun 2022 yang mengikuti ordik berjumlah 1.358 orang. Di mana jumlah tersebut, belum termasuk jumlah keseluruhan mahasiswa yang diterima di kampus Unitri, yang berkisar 1.600 orang.

Rektor Unitri Prof. Dr. Ir. Eko Handayanto, M.Sc. menuturkan, jumlah maba tahun ini lebih banyak dari tahun sebelumnya, serta mereka semua kompak dan semangat. Pada penerimaan maba tahun ini juga, dihadiri oleh Kapolres Kota Malang.

"Perbedaannya pada jumlah maba, kalau tahun lalu 1.200 kalau tahun ini 1.300. Tahun ini mereka lebih semangat dan lebih kompak, dan yang lebih menarik kemarin saat penerimaan maba, dihadiri oleh Kapolres Kota Malang dan itu belum pernah terjadi. Karena, kebetulan kita juga, ada kerja sama dengan Pemerintahan Kota (Pemkot) Malang di bidang Dinas Kebangsaan," tuturnya. 

Eko Handayanto melanjutkan, bahwa Badan Intelijen Strategis (BAIS) milik Angkatan Darat (AD) siap membantu mahasiswa Unitri mengenai pembela negara.

"Saya juga sudah dihubungi oleh BAIS miliknya angkatan darat, dan mereka siap membantu membagi materi mengenai pembela negara, supaya maba lebih bersemangat. Saya dengan pak Zuhdi juga, mengusul akan membuat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bela Negara. Kebetulan kita punya alumni Komponen Cadangan (Komcad) jadi bisa dimanfaatkan," lanjutnya. 

Eko juga berpesan, agar maba yang hari ini mengikuti ordik, 4 tahun lagi harus kembali berada di ruangan ini dengan memakai toga. Serta kepada senior-senior, agar segera lulus, sehingga bisa bergantian dengan adik-adik maba ini. 

Kepala Biro Kemahasiswaan Dr. Zuhdi Ma'sum, ST.MT mengungkapkan, perkembangan kepercayaan masyarakat kepada kampus Unitri, bukan hanya di daerah Kalimantan dan Nusa Tenggara Timur (NTT), tetapi sampai kepada wilayah barat. 

"Kalau kita amati ada sedikit pergeseran. Dahulu, kita memang lebih banyak mahasiswa timur dan Kalimantan. Tetapi, beberapa periode terakhir kita lihat sudah banyak mahasiswa dari wilayah barat. Yang mana bukan hanya yang dari Jawa, tetapi Indonesia Barat sampai Sumatera. Saya kira itu perkembangan yang signifikan, walaupun jumlahnya kecil tetapi nanti akan menjadi potensi yang luar biasa," ungkapnya. 

Zuhdi menambahkan, sampai saat ini kampus Unitri masih didominasi oleh mahasiswa dari timur, dengan penambahan maba dari wilayah barat. 

"Sampai sekarang masih tetap mahasiswa dari daerah timur. Yang mana, maba sekarang 1.600 orang dan itu saya pikir kuota mahasiswa dari timur tetap besar, dan dari barat bertambah. Istilahnya kalau kue masih belum terpecah, maka masih tetap dominan dari daerah timur. Tadi yang saya sampaikan dari barat sampai Sumatera, itu hanya mengurangi kue yang kecil saja," tambahnya. 

Di akhir wawancara, Zuhdi menyampaikan maba yang belum bisa hadir saat ini, kemungkinan besar ada beberapa kendala, diantaranya keterlambatan jadwal kapal dan mereka akan hadir pada saat perkuliahan berlangsung. (Beatriks Uta/Hendrikus Harum)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.