Talkshow MHS Unitri, Kaji Generasi Millenial Ala KPS Ilmu Komunikasi

Fathul Qorib saat menyampaikan materi dalam talk show
LPM-Papyrus.com - MHS Unitri mengadakan Talkshow  di warung kopi sederhana (Mbah Buyut), Jalan Tlogo Wulan, Kecamatan Lowok Waru, Kota Malang dengan tema “Social Media and Milleneal Generation” pukul 19.30 Wib. Sabtu (07/10/17).

Acara tersebut dihadiri oleh pemateri dari Kepala Program Studi (KPS) Ilmu Komunikasi Unitri, serta di ikuti oleh peserta talk show dari mahasiswa berbagai kampus di Kota Malang. Sejumlah dua puluh sembilan (29) mahasiswa turut meramaikan acara tersebut. Dimana  didominasi oleh mahasiswa baru (Maba) dari kampus Unitri.

Dalam penyampaiannya KPS Ilmu Komunikasi Unitri Fathul Qorib, S.I.Kom, M.I.Kom, membahas tentang generasi milleneal perlu banyak membaca buku agar pikirannya terstruktur seperti generasi sebelumnya.
"Generasi mellineal kalau memikirkan kebebasan politik dan kestabilitasan dunia hanya 15%, kalau disuruh memikirkan dunia blas. Generasi Mellineal tidak banyak memeliki literasi, sedikit membaca buku, berbeda dengan generasi sebelumnya yang banyak membaca buku. Orang yang banyak membaca buku pikirannya terstruktur", ungkapnya.

Di tengah-tengah penyampaian materi yang dibawanya olek  KPS baru Program Studi Ilmu Komunikasi tersebut, listrik warung mati. Kejadian ini sedikit mengganggu proses perjalanan acara. Hal itu berulang sampai tiga kali.
Diakhir acara, Fathul menambahkan bahwa generasi Mellineal ditentukan oleh gaya hidup dan tahun kelahiran. Manusia yang lahir Tahun 1977-1995 tergolong pada generasi Mellineal. Generasi Mellineal lebih percaya diri ketimbang generasi sebelumnya. Namun generasi Mellineal kurang tanggap terhadap sesuatu karena kurang literasi.

"Generasi Mellineal cendrung memiliki sifat tidak setia, baik terhadap pekerjaan maupun percintaan. Generasi Mellineal selalu mencari-cari cara untuk pinda pekerjaan, ketika dia nganggur mau bekerka apapun. Seperti itulah, ada kegalawan tingkat dewa. Klik aktifis, jadi aktifis dadakan, kita sebagai generasi muda harus menjaga Indonesia, PKI bantai, setelah lapar lupa kalau 55 detik yang lalu pernah jadi aktifis", tambahnya. (Zam/Fa'al).

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »