Alumni Prodi Komunikasi Unitri Luncurkan Aplikasi Serupa Grab

 

Aplikasi Gegas

Papyrus - Alumni Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang yang berasal dari kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat resmi meluncurkan Gegas, aplikasi online serupa Grab.

Aplikasi tersebut dibuat oleh Suhardi bersama dua temannya Nur Muhammad Falieh sebagai Chief Product dan Suhartono sebagai Chief Marketing. Ketiganya merupakan lulusan Program Studi Ilmu Komunikasi Unitri.

Suhardi selaku pemuda yang juga pencipta aplikasi Gegas mengatakan bahwa Gegas adalah aplikasi online pertama di Kabupaten Kayong Utara dan diciptakan sendiri oleh pemuda dari daerah tersebut.

"Gegas adalah aplikasi ojek online pertama di kabupaten Kayong Utara dan  merupakan hasil buatan pemuda kabupaten Kayong Utara sendiri. Yang buat kebetulan saya sendiri, dan dua alumni Unitri lainnya," jelasnya saat di wawancarai Papyrus via WhatsApp. Rabu,(11/11/2020).

Aplikasi Gegas tersebut sudah dapat digunakan oleh para pengguna dan dapat diinstal melalui Google Play Store dan sudah diluncurkan dari 1 Oktober 2020 kemarin.

"Aplikasi kami sudah bisa digunakan per 1 Oktober 2020 ini, jadi customer bisa langsung instal melalui Google Play dengan kata kunci Gegas, nanti akan ada diurutan paling atas. Setelah memiliki akun, customer bisa langsung memilih layanan apa yang akan di gunakan. Secara tampilan tentu kami buat user friendly agar customer mudah menggunakan," jelasnya.

Dalam aplikasi Gegas sendiri sudah terdapat beberapa fitur layanannya sendiri. Untuk saat ini Gegas masih digunakan disekitaran Kayong Utara, akan tetapi tidak menutup kemungkinan dapat digunakan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

 "Beberapa fitur kami seperti layanan ojek motor (Gasride), mobil (Gascar), pesan antar makanan (Gasfood), kurir (Gasend), belanja(Gashop) dan pulsa. Namun dalam perjalanannya kami dari aplikator juga akan melakukakn ekspansi ke berbagai wilayah di Indonesia. Tentu bukan hal mudah karena kami harus mempersiapkan segala kebutuhannya berupa berkas administrasi," pungkasnya.

Suhardi juga menjelaskan tujuan dan motivasi terciptanya Gegas dikarenakan ada beberapa alasan, salah satunya karena daerah Kayong Utara belum memiliki aplikasi serupa Grab yang dapat memudahkan masyarakat beraktifitas. 

"Pertama karena daerah saya belum ada aplikasi serupa. Kemudian saya dan kawan-kawan juga ingin berkontribusi lebih ke almamater dan daerah asal kami. Harapannya kedepan Gegas bisa ekspansi ketempat lain. dan menjadi salah satu aplikasi transportasi online andalan diberbagai daerah," tutupnya. (Ovin)

No comments