Momentum Pringati Hari Bidan Internasional 5 Mei 2021, Peristiwa Bidan Diperkosa Jadi Sorotan


(Foto: Internet)

Papyrus
Momentum peringati Hari Bidan Internasional pada 5 Mei 2021 menjadi sorotan Masyarakat. Lantaran persoalan tindakan diskriminasi terhadap Bidan yaitu pekerja wanita masih sering terjadi khususnya di Indonesia, Kamis (06/05/2021).

Di ketahui pada tanggal 5 Mei 2021 menjadi hari peringatan perayaan besar bagi seluruh masyarakat yang berprofesi sebagai bidan dari berbagai Negara  di belahan dunia salah satunya Indonesia.

Dalam hal ini peran seorang bidan selalu menjadi sorotan bahan perbincangkan di tengah masyarakat. 

Profesi sebagai bidan memiliki sebuah peran yang sangat penting bagi kehidupan manusia seperti yang  kutip dari situs web Kementerian Kesehatan RI, Bidan tidak hanya punya peran yang sangat kursial untuk memeriksa, membantu, merawat dan juga membantu persalinan untuk wanita hamil. Bidan juga berperan dalam meningkatkan derajat wanita seperti melalui kontrasepsi, memberikan imunisasi kepada bayi, dan menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI).

Melihat peran dari Bidan yang sangat penting akan menjadi tidak relevan dengan kenyataan realita yang terjadi sekarang. Terutama terkait persoalan tindakan diskriminatif  terhadap bidan terutama kaum perempuan.

Di lansir dari detiknews.com  pada 19 Februari 2019 terjadi kasus pemerkosaan dan perampokan  terhadap seorang Bidan dengan inisila YL tepatnya di Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Berdasar keterangan dari Kabsubdit Yanmeddokpol Dr Yunita Mars menyampaikan insiden tersebut bahwa korban sempat dipukul, dibekap dan diikat.

"Korban di pukul, wajahnya di tutup pakai bantal sambil lehernya di ikat. Karena ikatan di leher terlalu kencang, dia pun sempat menahan pakai tangan," kata Yunita.

Akibat dari peristiwa yang di alaminya, YL terpaksa harus melakukan perawatan lanjutan karena mengalami trauma secara psikis.

Dengan melihat peristiwa  yang menimpa bidan yang berasal dari Sumatera Selatan  ini  sangat di sayangkan dan tentunya  bertentangan dengan hak asasi manusia. Bidan yang seharusnya di hargai karena memiliki peran penting bagi kehidupan manusia, justru mendapatkan tindakan diskriminasi seperti itu. (Oldy, Paskal dan Sukacita)

Tidak ada komentar